Showing posts with label rem. Show all posts
Showing posts with label rem. Show all posts

Tuesday, April 22, 2014

Pedal Rem Keras Karena Kebocoran Kevakuman

Selain pemasangan one way valve harus benar, hal lain yang mempengaruhi kemampuan kerja booster rem dalam sistem pengereman adalah kevakuman pada intake manifold (atau, kevakuman pompa vakum pada mesin diesel). Vakum maksudnya kondisi yang hampa udara.
Berkat kevakumanlah membran pada booster rem dapat terhisap.

Kevakuman ini terjadi saat mesin hidup. Sampai di sini, memang belum terjadi proses pengereman putaran roda. Sistem pengereman masih membutuhkan sumber-sumber tenaga lagi agar membran booster rem semakin menggerakkan push rod (batang penekan) yang pada akhirnya mengakibatkan proses pengereman.

Secara keseluruhan ada tiga daya yang diperlukan dalam proses pengeremen: Pertama, kevakuman; kedua, injakan kaki ke pedal rem; ketiga, dorongan dari udara luar (yang mengalir melalui air valve atau katup udara). Ketiganya bekerja secara bersamaan. Pergerakan membran booster rem semakin terjadi ketika kaki kita menginjak pedal rem.

Diantara tiga daya itu, secara teknis kevakuman memegang peran yang paling besar dan paling dominan dalam memperingan tekanan pedal rem. Itu sebabnya, ketika kevakuman tidak berfungsi dengan baik, pengaruhnya sangat terasa: pedal sangat keras.

Satu-satunya penyebab yang mengakibatkan kondisi kevakuman tidak terjadi adalah adanya udara yang masuk dengan bebas ke ruang yang semestinya vakum. Hal ini sering disebut dengan istilah "kebocoran kevakuman".

Untuk mendeteksi ada tidaknya kebocoran kevakuman sangatlah mudah. Ikuti langkah-langkah berikut ini:

Hidupkan mesin dan perhatikan block mesin. Kevakuman yang bocor akan membuat getaran mesin terlihat pincang (salah satu silinder tidak bekerja dengan baik). Tandanya, getaran mesin tidak stabil. Kadang keras, kadang pelan.

Untuk lebih memastikan, tutuplah saluran udara masuk yang terdapat pada karburator (atau throttle body pada sistem injeksi). Tapi, jangan terlalu rapat, karena bisa menyebabkan mesin mati. Bila saat Anda tutup putaran mesin ternyata lebih stabil, bisa dipastikan itu pertanda telah terjadi kebocoran kevakuman.
Jadi, bila pedal rem terasa berat dan Anda menemukan indikasi-indikasi di atas, segera atasi masalah kebocoran kevakuman. Cuma, komponen atau bagian yang memicu terjadinya kebocoran kevakuman sangat banyak. Misalnya, kebocoran selang, kebocoran yang disebabkan oleh kondisi katup-katup, atau kebocoran kevacuman pada karburator.

Untuk mengatasi kebocoran kevakuman dengan tepat, kita terlebih dahulu harus memastikan komponen atau bagian mana yang menjadi penyebab utama. Ulasan tentang hal ini akan kami berikan pada edisi berikutnya. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya

Mengontrol Kecepatan Bukan Sekadar Injak Pedal Rem

Pedal rem termasuk perangkat penting yang pasti kita gunakan tiap kali berkendara. Meskipun sangat akrab dan kita perlukan untuk mengontrol kecepatan kendaraan, ternyata penggunaannya tidak cukup sekadar asal injak pedal rem. Ada teknik-teknik pengereman yang sebaiknya kita kuasai.

Di samping sebagai pengemudi kita harus mengatur jarak aman agar terhindar dari tabrakan atau benturan di jalan, ada tiga poin yang harus kita perhatikan saat melakukan pengereman.

1. Injaklah pedal rem secara halus, bukan mendadak dan sekali tekan. Penginjakan yang mendadak memungkinkan rem mengunci ban. Ini sangat berbahaya karena akan menyulitkan pengemudi dalam mengontrol arah mobil. Bagi pengendara yang mobilnya sudah dilengkapi dengan ABS (anti-lock braking system), ban terkunci akibat pengereman tidak akan terjadi bila kondisi ABS dalam keadaan normal. Meskipun telah dilengkapi ABS, sebaiknya menginjak pedal rem memang tidak secara mendadak. Kecuali, objek di sekitar kita memang muncul secara tiba-tiba sehingga kita harus secara drastis segera mengurangi laju mobil.

2. Jangan menekan pedal kopling secara penuh saat menginjak pedal rem. Mirip dengan poin satu, jika pedal kopling diinjak secara penuh, kita juga akan kesulitan mengendalikan laju kendaraan dan efek engine braking menjadi tidak ada.

3. Bantu pengereman dengan menggunakan engine brake. Caranya, selain menginjak pedal rem, setelah kecepatan kendaraan turun lakukan juga penurunan perseneling ke gigi yang lebih rendah. Engine brake membantu kita lebih menghemat kanvas rem.

Seperti disebutkan pada poin ketiga, selain terkait dengan masalah keselamatan, teknik mengerem ini juga perlu kita lakukan dalam rangka lebih memperpanjang usia komponen pada sistem pengereman, terutama kanvas rem. Dan yang tidak kalah penting, usahakan tetap mengontrol diri saat melakukan pengereman. Karena, pengereman akan sangat optimal bila Anda tidak panik. (Source: AstraWorld)
Selengkapnya

Saturday, April 19, 2014

Pedal Rem Keras Cek Booster Rem Deteksi Kerusakan

Sebagai pengendara, kita sepakat bahwa performa dan kondisi rem sangat penting bagi keselamatan di jalan. Selain penting, penggunaan pedal rem juga harus nyaman. Misalnya, pedal rem tidak keras saat kita injak. Dengan sedikit tekanan saja cukup membuat pedal rem terdorong dan laju kendaraan terkontrol. Secara teknis, ringannya pedal rem dapat terjadi karena adanya booster rem.

Maka, periksalah booster rem jika pedal rem terasa keras saat diinjak. Mungkin saja komponen yang terletak di ruang mesin (dekat master rem) ini mengalami kerusakan dan perlu perbaikan di bengkel. Nah, ada langkah-langkah awal mendeteksi rusak tidaknya booster rem.

1. Putar kunci kontak pada posisi OFF (mesin mati).
2. Kocok (tekan-lepas) pedal rem secara berulang untuk mendapatkan posisi pedal rem tertinggi (kaki tetap menekan pedal rem).
3. Hidupkan mesin.
4. Pada saat mesin sudah hidup, pedal rem akan turun dengan sendirinya (posisi kaki tetap menekan pedal rem).
5. Kemudian matikan mesin.
6. Pada saat mesin mati, maka pedal rem harus tetap posisi pada terbawah, dan pedal akan naik apabila Anda melakukan pengocokan kembali.

Bila hasil pengujian ternyata tidak sesuai dengan langkah-langkah di atas, ada kemungkinan booster rem memang bermasalah. Bila terbukti bahwa booster rem bermasalah, untuk mengatasinya Anda harus membawa mobil Anda ke bengkel. Sebab, minimal booster rem harus dioverhoul bahkan mungkin juga diganti. Untuk dua hal ini, tentu saja sebaiknya jangan Anda lakukan sendiri.

Lalu, bagaimana bila hasil pendeteksian Anda tidak menunjukkan kerusakan di booster rem? Mungkin saja pedal rem keras dipicu oleh ketidakberesan di komponen lain. Mungkin juga karena masalah pada pemasangan one way valve, atau pada kevacuman. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya

Tuesday, April 15, 2014

Jangan Paksa Melaju Jika Rem Sedikit Terganggu

Sistem rem memegang peranan yang sangat penting dalam membantu pengendara mengendalikan laju kendaraan. Karena itu, komponen-komponen pada sistem rem juga perlu kita rawat. Ada dua perawatan rutin untuk bagian ini. Pertama, periksa komponen rem baik kanvas, piringan, seal caliper maupun selang-selang minimal setiap kelipatan 10.000 km. Kedua, kuras minyak rem setiap kelipatan 20.000 km (1 tahun).

Pemeriksaan ini teramat penting, apalagi pada kendaraan yang sistem pengeremannya menggunakan cakram, bukan tromol. Bukan apa-apa, konstruksi rem cakram agak berbeda dibandingkan dengan tromol. Rem cakram didisain tanpa penutup sehingga jauh lebih mudah dihinggapi debu atau kotoran dari jalan. Kondisi ini memang disengaja agar cakram mudah mengalami proses pendinginan saat bekerja. Kelemahannya, yaitu tadi: disain yang terbuka ini memperbesar kemungkinan kotoran masuk sehingga memicu kemacetan pada roda-roda saat mobil dikendarai. Apabila kemacetan terjadi pada roda-roda depan, pengendara akan merasa setir tidak stabil alias cenderung “lari” ke kiri atau ke kanan.

Karena mirip sekali dengan gejala ban yang perlu di-spooring dan balancing, para pengendara seringkali terkecoh dan memaksa mobil terus melaju sambil berencana akan membawa mobil ke bengkel untuk menyetel keseimbangan dan keselarasan roda-roda. Sebaiknya, berhenti dulu dan lakukan pemeriksaan sederhana.

Kami sarankan Anda menepi di tempat yang aman bila menemukan gejala seperti kasus di atas. Lalu, periksa kondisi rem depan dengan mendongkrak ban. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan memperhatikan putaran roda. Jika putaran roda tampak tersendat (tidak lancar), sumber masalah bukan pada spooring dan balancing, melainkan karena rem terganggu kotoran dan debu. Bersihkan kanvas rem dari debu atau kotoran yang menempel.

Memang, ada kemungkinan gangguan ini dapat diatasi dengan terus memaksakan mobil melaju. Tetapi, jika kotoran, debu atau mungkin kerikil yang menempel pada cakram relatif keras maka efek pemaksaan justru dapat membuat kondisi cakram rusak. Yang paling sering adalah cakram tergores. Yang lebih fatal lagi, mungkin saja terjadi cakram melengkung karena panas akibat gesekan yang dipaksakan. Nah, lebih mengerikan bukan? (Source : AstraWorld)
Selengkapnya

Sunday, April 13, 2014

Menghentikan Kendaraan Saat Rem Tak Berfungsi

Ketika menyadari kendaraan mengalami kerusakan fungsi rem, biasanya pengendara sangat terkejut dan panik. Apalagi jika pada saat itu kendaraan sedang melaju di jalan raya. Kepanikan inilah yang umumnya membuat pengendalian laju kendaraan menjadi tidak terkontrol dan sangat potensial menimbulkan kecelakaan lalulintas.

Ada dua kemungkinan kerusakan fungsi rem yang umumnya baru kita ketahui saat kendaraan sedang melaju: rem blong dan rem macet. Keduanya sama-sama berbahaya. Bahkan rem yang macet (menjepit terus) dapat mempengaruhi arah steer (kemudi). Rem yang macet dapat mengakibatkan kemudi tertarik ke kiri atau ke kanan karena roda terkunci.

Bila mendapati kerusakan rem dalam kondisi kendaraan sedang melaju, yang pertama harus dilakukan adalah menghentikan laju kendaraan. Masalahnya, adakah cara lain yang dapat kita gunakan untuk menghentikan kendaraan tanpa menginjak pedal rem?

Jawabannya ada. Untuk kondisi seperti ini kita dapat menghentikan laju kendaraan dengan menggunakan rem tangan. Tentu saja rem tangan ini baru dapat kita operasikan saat kecepatan kendaraan sudah sangat rendah (di bawah 10 km/jam).

Untuk ini, ada beberapa step yang harus kita lakukan sebelum mengoperasikan rem tangan.

1. Turunkan kecepatan kendaraan dengan memindahkan gigi perseneling yang lebih rendah secara bertahap (5-4,4-3,3-2,2-1).
2. Apabila pada bahu jalan terdapat rumput, gunakan bahu jalan yang berumput tersebut untuk semakin memperlambat laju kendaraan.
3. Setelah kecepatan kendaraan sudah relatif pelan, maka lakukan pengoperasian rem tangan untuk menghentikan laju kendaraan.

Setelah kendaraan berhenti total, segera lakukan pemeriksaan komponen rem. Bila ada kerusakan, segeralah lakukan perbaikan. Menghentikan kendaraan tanpa fungsi rem seperti di atas ini relatif lebih aman ketimbang panik yang berpotensi kendaraan melaju tanpa kontrol. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya

Sunday, March 23, 2014

Inilah Efek dari Penggunaan Kampas Rem Murahan

Hati-hati dalam menggunakan kampas rem yang kualitasnya jelek atau kurang bagus ternyata bisa mempengaruhi tromol. Pemakaian kampas rem imitasi bisa menyebabkan tromol menjadi termakan atau terkikis. Fatalnya tromol menjadi rusak dan harus diganti.

Di sarankan untuk selalu menggunakan kampas rem yang asli. Karena selain kualitasnya bagus, tahan lama dan tidak akan memakan tromol. Kampas rem juga harus sering dicek minimal 1 bulan sekali kalau jalannya jarak jauh terus tapi kalau motor dipakai jarak dekat minimal 3 atau 4 bulan harus dicek.



.
Hal ini juga terjadi pada rem depan. Kampas rem yang imitasi atau jelek bisa merusak piringan cakram. Sama halnya seperti rem belakang, kampas remnnya tetap tebal tapi jika terjadi pengereman yang ditumbalkan yakni piringan cakram dan kalau untuk rem belakang tromolnya yang akan cepat termakan.
Jika sudah begitu harus diganti tromolnya kalau motor pelek jari-jari tapi kalau pelek racing harus ganti semuanya. Jadi ada baiknya selalu menggunakan kampas rem yang asli beda harganya juga tipis


Selengkapnya

Tuesday, March 4, 2014

Kenali Tanda Tanda Kampas Rem Motor Habis

Rem merupakan komponen vital pada kendaraan. Tanpa di dukung performa bagus pada peranti ini, pengendara tidak akan nyaman selama melakukan perjalanan. Apalagi buat motor yang tidak didukung engine brake dan sistem pemidah dayanya. Kendaraan maunya nyelenong terus meski tuas rem sudah dalam ditekan.

Berikut tanda-tanda rem mulai habis atau lagi bermasalah, yang mungkin bisa jadi panduan para pemilik motor. Terlebih lagi saat ini sedang musim hujan..

Bisa Dari Cakram dan Teromol
Kampas rem tipis bisa dilihat dari ketebalannya. Tapi, kalau kampas rem boros, jangan salahkan kampas yang jelek. Bisa jadi piringan atau teromol roda yang memang waktunya diganti. Apalagi gesekan di kedua peranti memungkinkan lapisan teromol dan cakram ikut terkikis.

Logikanya, kampas habis permukaannya pasti lebih keras. Jika dipaksakan, bisa bikin teromol atau cakram baret. Alhasil, lapisan teromol berkurang atau diameter teromol jadi makin mekar.

Sesuai buku panduan, diameter teromol ada batasan. Rata-rata semua pabrikan merekomendasi toleransi penambahan diameter teromol antara 0,75 sampai 1 mm. Angka itu total pembesaran diameter teromol. Jadi, kira-kira pengurangan lapisan teromol akibat gesekan maksimal 0,5 mm.


Ciri di Rem Teromol
Meski sudah dilakukan pengecekan melalui rasa dan indikator, tapi rem motor tetap enggak mau pakem. Jalan paling aman dengan memeriksa kondisi kampas yang terpasang. Apalagi di tunggangan pada umumnya mengunakan rem hidrolik dan manual (teromol).

Untuk rem tipe teromol, indikator kampas rem mulai tipis bisa dilihat dari permukaan kampas yang bentuknya melengkung. Kalau permukaan bagian paling atas sudah tipis (tidak melengkung lagi), dan ketebalannya mendekati jarak 1,5 mm ya segera diganti. Di khawatirkan besi kampas akan bersingungan dengan teromol.

Lewat Rasa dan Indikator
Kampas rem tipis atau bermasalah bisa dibaca melalui rasa juga indicator penunjang kerja rem teromol atau cakram. Tentu tanpa harus buka dan lihat kondisi kampas di kaliper atau teromol, jadi nggak perlu repot kalau cuma mau tahu masalahnya.

Untuk mengetahui melalui rasa, ciri-cirinya bisa dirasakan kalau posisi tuas rem semakin dalam saat di tekan. Apalagi pada saat tuas di tekan, tunggagan sedikit mengeblong kalau nggak kuat menekannya.

Biar lebih yakin, coba lihat dari wadah minyak rem. Jika posisi minyak di bawah tulisan lower level, itu tanda kampas rem mulai tipis. Dan buat rem teromol, indikatornya bisa lihat tanda panah di dekat batang pengukit pada panel rem.


Rem Rem Cakram Juga Sama
Sama halnya dengan rem tipe cakram. Meski rasa dan indikator pada komponen penunjang rem bukan lagi pastokan, maka kampas rem di dalam caliper pun mesti di bongkar dari rumahnya.

Dan untuk mengetahui kampas rem mulai tipis dan minta diganti, cirinya ketebalan kampas sudah mendekati angka 2 mm. Lebih mudah lagi kalau lubang (nut) penyekat sisa serbuk kampas sudah tipis.

Selain ketebalan kampas, pastikan juga permukaan warna kampas nggak mengkilap. Apalagi di gosok tetap tidak bisa hilang. Itu tanda kampas sudah keras dan tidak maksimal menjepit lantaran licin permukaannya.
Selengkapnya

Saturday, March 1, 2014

Prosedur Ganti Karet Master Rem




Pada master rem charade G10 terdapat 4 karet seal. Jadi kalau ganti/beli yah beli 1 set berisi 4 karet seal. Satu set seal merk Seiken, tahun 2012 berharga sekitar 50 rb. Bongkar master rem, bawa karet seal ke toko untuk contoh.

Prosedur penggantian karet seal master adalah sebagai berikut :


1. Cuci bersih master dengan deterjen, terutama bagian dinding dalam silinder. 

2. amplas dinding dalam dengan amplas halus sekedar untuk membersihkan dan menghaluskan. Hati2 jangan sampai malah bikin baret, gunakan amplas yang benar2 halus (amplas halus bekas pakai).

3. cuci lagi bagian dinding dalam silinder, lap dengan lap kering dan bersih. 

4. Baru pasang karet2 sealnya.
Selengkapnya

Sunday, February 23, 2014

Sejarah dan Sistem Cara Kerja Rem Angin Pada Kendaraan Bus Truk dll


SEJARAH penemuan rem angin Westinghouse ini cukup sederhana. Pada suatu hari Westinghouse mengadakan perjalanan dengan kereta api dan mengalami keterlambatan beberapa jam. Penyebabnya, dua kereta api telah bertabrakan dan memblokir rel yang akan dilalui. Atas kejadian itu, Westinghouse menjadi tertarik untuk menciptakan suatu sistem rem kereta api yang relatif aman. Ia mempunyai gagasan rem itu harus praktis. Cukup digerakkan seorang masinis dari dalam lokomotif. Selain itu, dalam pikirannya rem kereta api harus bekerja efektif. Artinya, rem tersebut ketika bekerja dapat menghentikan lokomotif dan rangkaian gerbong seketika.

Gagasan itu akhirnya diwujudkannya setelah ada membaca artikel dari suatu majalah. Sebetulnya artikel itu menceritakan tentang penggunaan udara yang dimampatkan untuk menjalankan bor pemecah batuan di pegunungan Alpen di Swiss. Tepatnya, pekerja yang menggunakan bor berada di dalam sebuah terowongan, sedangkan kompresor yang menyediakan udara bertekanan tinggi berada di mulut terowongan yang letaknya sekitar satu kilometer jauhnya. Kemudian ia berpendapat kalau tenaga udara yang dimampatkan dapat juga dipergunakan secara efektif untuk menjalankan rem kereta api sebagai pengganti tenaga manusia. Baru pada tahun 1868, ia menemukan rem angin yang menjadi cita-citanya. Tetapi, rem Westinghouse ini tentu masih harus menjalani pengujian lebih dahulu.

Singkatnya, pada suatu hari sebuah kereta api yang dilengkapi dengan sistem rem Westinghouse meluncur cepat keluar dari sebuah terowongan. Masinis yang ada di lokomotif mendadak melihat sebuah gerbong menghadang tidak jauh dari mulut terowongan. Ia berpendapat, suatu tabrakan tidak dapat dihindarkan lagi. Dalam keadaan kalut, ia membunyikan peluit lokomotif sebagai tanda bagi tukang rem untuk menjalankan tugasnya dengan segera. Di samping itu, ia menggerakkan sebuah tuas yang menjalankan rem angin Westinghouse.

Hasilnya, seluruh kereta api berhenti seketika hanya beberapa meter dari gerbong yang menghadang, sehingga terhindarlah suatu kecelakaan tersebut.
Pokoknya, sistem kerja rem angin Westinghouse itu sangat efektif. Dari kejadian inilah, akhirnya rem angin Westinghuose digunakan secara luas, baik untuk kereta api maupun untuk keperluan rem kendaraan-kendaraan berat yang lainnya, seperti truk dan bus. Jadi, atas jasa George Westinghouse itulah, kita merasa nyaman dalam menggunakan kendaraan-kendaraan berat, termasuk dalam dunia perkeretaapian.(dari Berbagai sumber)***


Spoiler for keuntungan pemakaian rem angin:
A. Merupakan media/fluida kerja yang mudah didapat dan mudah diangkut

1. udara dimana saja tersedia dalam jumlah yang tak terhingga.
2. saluran-saluran balik tidak diperlukan karena udara bekas dapat dibuang bebas ke atmosfir, sistem elektrik dan hidrolik memerlukan saluran balik.
3. udara bertekanan dapat diangkut dengan mudah melalui saluran-saluran dengan jarak yang besar, jadi pembuangan udara bertekanan dapat dipusatkan dan menggunakan saluran melingkar semua pemakai dalam satu perusahan dapat dilayani udara bertekanan dengan tekanan tetap dan sama besarnya. Melalui saluran-saluran cabang dan pipa-pipa selang, energi udara bertekanan dapat disediakan dimana saja dalam perusahaan.

B. Dapat disimpan dengan mudah
1. sumber udara bertekanan ( kompresor ) hanya menyerahkan udara bertekanan kalau udara bertekanan ini memang digunakan. Jadi kompresor tidak perlu bekerja seperti halnya pada pompa peralatan hidrolik.
2. pengangkutan ke dan penyimpanan dalam tangki-tangki penampung juga dimungkinkan.
3. suatu daur kerja yang telah dimulai selalu dapat diselesaikan, demikian pula kalau penyediaan listrik tiba-tiba dihentikan.

C. Bersih dan kering
1. udara bertekanan adalah bersih. Kalau ada kebocoran pada saluran pipa, benda-benda kerja maupun bahan-bahan disekelilingnya tidak akan menjadi kotor.
2. udara bertekanan adalah kering. Bila terdapat kerusakan pipa-pipa tidak akan ada pengotoran-pengotoran, bintik minyak dan sebagainya.
3. dalam industri pangan, kayu, kulit, dan tenun serta pada mesin-mesin pengepakan hal yang memang penting sekali adalah bahwa peralatan tetap bersih selama bekerja.

D. Tidak peka terhadap suhu
1. udara bersih ( tanpa uap air) dapat digunakan sepenuhnya pada suhu-suhu yang tinggi atau pada nilai-nilai rendah, jauh di bawah titik beku ( masing-masng panas atau dingin )
2. udara bertekanan juga dapat digunakan pada tempat-tempat yang sangat panas, misalnya untuk pelayanan tempa tekan, pintu-pintu dapur pijar, dapur pengerasan atau dapur lumer.
3. peralatan-peralatan atau saluran-saluran pipa dapat digunakan secara aman dalam lingkungan yang panas sekali, misalnya pada industri-industri baja atau bengkel-bengkel tuang ( cor ).

E. Aman terhadap kebakaran dan ledakan
1. keamanan kerja serta produksi besar dari udara bertekanan tidak mengandung bahaya kebakaran maupun ledakan.
2. dalam ruang-ruang dengan resiko timbulnya kebakaran atau ledakan atau gas-gas yang dapat meledak dapat dibebaskan, alat-alat pneumatik dapat digunakan tanpa dibutuhkan pengamanan yang mahal dan luas. Dalam ruang seperti itu kendali elektrik dalam banyak hal tidak diinginkan.

F. Tidak diperlukan pendinginan fluida kerja
1. pembawa energi ( udara bertekanan ) tidak perlu diganti sehingga untuk ini tidak dibutuhkan biaya. Minyak setidak-tidaknya harus diganti setelah 100 sampai 125 jam kerja.

G. Rasional ( Menguntungkan )
1. pneumatik adalah 40 sampai 50 kali lebih murah daripada tenaga otot. Hal ini sangat penting pada mekanisasi dan otomatisasi produksi.
2. komponen-komponen untuk peralatan pneumatik tanpa pengecualian adalah lebih murah jika dibandingkan dengan komponen-komponen peralatan hidrolik.

H. Kesederhanaan ( Mudah Pemeliharan )
1. karena konstruksi sederhana, peralatan-peralatan udara bertekanan hampir tidak peka gangguan.
2. gerakan-gerakan lurus dilaksanakan secara sederhana tanpa komponen mekanik, seperti tuas-tuas, eksentrik, cakera bubungan , pegas, poros sekrup dan roda gigi.
3. komponen-komponennya dengan mudah dapat dipasang dan setelah dibuka dapat digunakan kembali untuk penggunaan-penggunaan lainnya.

I. Aman
1. sama sekali tidak ada bahaya dalam hubungan penggunan pneumatik, juga tidak jika digunakan dalam ruang-ruang lembab atau udara luar. Pada alat-alat elektrik ada bahaya hubungan singkat.

J. Dapat dibebani lebih
Alat-alat udara bertekanan dan komponen-komponen berfungsi dapat ditahan sedemikian rupa hingga berhenti. Dengan cara ini komponen-komponen akan aman terhadap pembebanan lebih. Komponen-komponen ini juga dapat di rem sampai keadaan berhenti tanpa kerugian.
1. pada pembebanan lebih alat-alat udara bertekanan memang akan berhenti, tetapi tidak akan mengalami kerusakan. Alat-alat listrik terbakar pada pembebanan lebih.
2. suatu jaringan udara bertekanan dapat diberi beban lebih tanpa rusak.
3. silinder-silinder gaya tak peka pembebanan lebih dan dengan menggunakan katup-katup khusus maka kecepatan torak dapat disetel tanpa bertingkat.

K. Biaya pemasangan murah
1. mengembalikan udara bertekanan yang telah digunakan ke sumbernya ( kompresor ) tidak perlu dilakukan. Udara bekas dengan segera mengalir keluar ke atmosfir, sehingga tidak diperlukan saluran-saluran balik, hanya saluran masuk saja.
2. suatu peralatan udara bertekanan dengan kapasitas yang tepat, dapat melayani semua pemakai dalam satu industri. Sebaliknya, pengendalian-pengendalian hidrolik memerlukan sumber energi untuk setiap instalasi sendiri ( motor dan pompa ).

Supaya saat pengereman tidak mengeluarkan tenaga yang besar, maka dibuatlah suatu sistem pengereman yang memakai tenaga tekanan udara, pesawat ini disebut pesawat rem tekanan udara atau lebih dikenal rem angin atau rem pneumatik. Sistem rem angin dilengkapi dengan sebuah kompresor, gunanya untuk menghasilkan udara kompresi. Kompresor itu digerakkan oleh mesin kendaraan.


Selain karena kelalaian pengemudi,faktor kendaraan yg mencakup rem,keausan ban dll juga menjadi faktor yg sering muncul dalam sebuah kecelakaan

Spoiler for Ini dia akibat2 dari rem blong:
 



Spoiler for update gambarnya gan (ati2 bw killer):
 

Selengkapnya

Thursday, February 20, 2014

Mazda Ganti Booster Rem Boomer Dengan Booster VT

Rekan Asroel Kamal  di magelang mendapat kesulitan untuk memperoleh pengganti booster rem mazda boomernya, bergabunglah om kamal dengan grup https://www.facebook.com/groups/andikeren2001/. Digrup bertemu dengan om Cecep Widhyantoro . Oleh om cecep, boomer om kamal diperbaiki dengan menggunakan booster rem VT. Berikut cara modifikasinya :

merubah dudukan boster VT biar bisa dpasang di MR/Boomer

-baut yg dapat body kurang panjang ,aslinya di potong, di bor trus di ganti baut 3 inchi

-baut yg dpt central rem di rubah jd atas bawah



Selengkapnya

Tuesday, February 18, 2014

Sistem Rem pada Kendaraan

Rem ( brake dalam bahasa inggris ) adalah alat yang digunakan untuk memperlambat dan atau menghentikan laju kendaraan. Adanya rem pada kendaraan sangat penting untuk keselamatan pengendara, jika tidak ada rem  maka pengendara bisa mengalami kecelakaan yang bisa menyebabkan kematian. Rem hanya salah satu bagian kendaraan yang penting, masih ada bagian penting lainnya, berikut bagian/komponen utama kendaraan




 









System rem  yang digunakan pada kendaraan bermotor dapat digolongkan sebagai berikut :


Menurut konstruksinya :
  • Rem tromol
  • Rem piriringan/cakram

Menurut tempatnya ada 2 :
  • Rem roda = rem yang ditempatkan pada roda depan ataupun belakang
  • Rem propeller = rem yang ditempatkan didepan poros propeller

Menurut layananya :
  • Rem kaki , dengan cara di injak
  • Rem tangan atau rem parkir.




Menurut mekanisme penggeraknya :
  • Rem mekanis = rem yang menggunakan tuas atau kawat pada system rem, kekuatan pengereman tergantung pada kekuatan tarikan/kawat
  • Rem hidraulik = rem yang menggunakan fluida dalam pengereman
  • Rem boster = suatu alat tambahan yang digunakan untuk meringankan tenaga pengereman dengan memenfaatkan kevakuman
  • Rem angin = rem yang bekerja berdasarkan tekanan udara yang tersedia untuk membantu mengerakan sepatu / kampas rem dalam menekan tromol



Rem Cakarm :
Rem cakram atau disc brake bayak dipakai di kendaraan bermotor berkecepatan tinggi. Terjadinya gaya pengereman pada rem cakram adalah akibat gesekan yang dilakukan oleh pad/ bantalan terhadam cakram/ piringan dengan cara menjepit.

Keuntungan :
  • Pengereman tetap stabil walaupun dilakukan berkali-kali pada kecepatan tinggi.
  • Piringan dapat meradiasi panas dengan baik
  • Ekspansi paanas dan pemuaian panas yang terjadi karena gesekan tidak menyebabkan perubahan renggang antara cakram dan pad.
  • Konstruksi  sederhana
  • Jika piringan terkena air maka efek pengereman tetap konstan, hal ini disebabkan air yang menempel pada piringan akan terl


    empar keluar karena gaya sentrifugal.

Kerugian :
  • Diperlukan tenaga pengereman yang lebih besar
  • Debu dan kotoran akan lebih mudah masuk karena system remnya terbuka.


Jenis-jenis rem cakram :

  1. Tipe satu piston/floating caliper
  2. Tipe dua piston/fixed caliper
  • Pada tipe satu piston/ floating caliper, tekanan hidraulik master silinder akan mendorong kea rah kiri. Cakram bergerak berlawanan arah dengan gerak piston sehingga piringan akan terjepit.
  • Pada tipe dua piston , tenaga pengereman yang terjadi  adalah saat tekanan hidraulik mendorong kedua piston sehingga piston mendorong pad untuk menjepit piringan/cakram. Kerja dari tipe ini lebih akurat namun radiasi panasnya terbatas karena silinder rem berada diantara cakram dengan velg sehingga dulit tercapainya pendinginan oleh karena itu dibutuhkan komponen yang lebih bayak.




  • Secara garis besar komponen rem cakram ada 3 macam yaitu : piringan/cakram, pad dan caliper.
1.Cakram/ piringan
Terbuat dari besi tuang kelabu berbentuk lingkaran yang dipasang atau disatukan dengan roda sehimgga apabila roda berputar maka cakram juga ikut berputar.

2.Pad / bantalan rem/ diskbrake
Terbuat dari metalik fiber dicampur dengan sedikit serbuk besi, fungsinya adalah untuk memberikan gesekan pada piringan saat mendapatkan tekanan hidraulik dari master silinder.

3.Caliper
Adalah rumah piston. Caliper dibedakan menjadi 2 macam menurut konstruksinya yaitu floating caliper dan fixed caliper.


Syarat-syarat rem :
  • Dapat bekerja cepat dan tepat
  • Kemampuan pengereman dapat dipercaya
  • Gaya pengereman tiap roda harus sama
  • Konstruksi sederhana pemeliharaan mudah



Selanjutnya : Rem Tromol

Selengkapnya

Saturday, February 15, 2014

DIY ganti piston set master rem aerio baleno next g


 
gejala rem blong , atau pedal rem di tahan lama2 turun..atau saat rem blong tapi saat di kocok rem baru bisa berfungsi, solusi awal buang angin di ke empat roda, bila sudah dilakukan masih juga problem nya muncul bisa jadi ada problem di master rem .. seal2 di daleman silinder master rem bisa aus karena pemakaian , bisa juga umur kendaraan, bisa juga minyak rem yg jarang di kuras dgn teratur, solusi  nya di sarankan ganti 1set piston kit master rem... jgn hanya seal aja, mengingat pengerjaan nya yg tidak gampang, supaya tidak terjadi bongkar lagi setelah pemasangan

disarankan kuras minyak rem setiap 20.000km  dan pengecekan kondisi minyak rem bila sudah keruh bisa langsung segera di kuras dan di ganti... sistem pengereman yg optimal sangat di butuhkan saat berkendara, apalagi saat berkendara di kecepatan tinggi .






 
gambar di atas vakum rem...2 selang besi itu selang minyak rem

ini daleman vakum rem.. besi ditengah itu terhubung dgn tuas pedal rem


ini tabung minyak rem di bersihkan pake air.. lalu di bilas pake minyak rem


ini daleman master rem.. yg aus... memang tidak bocor, tapi pedal rem kadang2 di injak blong, tapi di lep;as dan injak lagi baru bisa rem

cek daleman silinder master rem jgn sampe ada baret.. kalo ada baret wajib di ganti .. dan biaya 1 set master rem ini cukup mahal

disini tertulis ukuran diameter master rem


ini piston set daleman master rem yg lama

 nah ini rumah nya piston master rem nya...


ini 1set piston kit master rem baru komplit dgn spi nya ... lakukan pergantian dgn part original utk sistem rem ini
Selengkapnya

Friday, February 7, 2014

Mengatasi Rem yang Harus Dikocok


Mengatasi Rem yang Harus Dikocok
Sungguh tak nyaman bila hendak menghentikan laju mobil harus dengan menginjak pedal rem berulang-ulang. Lebih dari sekadar masalah kenyamanan, rem yang harus dikocok tentu sangat membahayakan keselamatan pengendara dan pengguna jalan. Mestinya, sekali ditekan, rem menggigit dan laju kendaraan dapat terkontrol
Biasanya kasus rem kocok diawali dengan rem yang tidak menggigit meskipun pedal sudah diinjak dalam-dalam. Apabila keadaan ini dibiarkan tanpa perbaikan, lama kelamaan rem serasa hilang sehingga injakan harus semakin dalam lagi dan perlu dikocok-kocok.

Sebetulnya, rem yang harus dikocok ini timbul karena adanya udara palsu dalam sistem rem. Udara inilah yang membuat tekanan dari pedal rem tidak bisa langsung diteruskan ke masing-masing silinder roda. Dengan menekan dan melepas berulang-ulang, udara di dalam sistem rem akan terkompresi. Barulah kemudian tekanan pedal rem bisa sampai ke silinder roda.

Ruang-ruang pada sistem rem seharusnya memang tidak berisi udara, melainkan minyak rem. Nah, mengapa udara bisa berada di sana?
Timbulnya udara palsu dalam sistem rem disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
  • Panas pada minyak rem yang disebabkan oleh tekanan di pedal rem. Suhu yang naik ini akan mengurangi viskositas (kekentalan) minyak rem. Semakin rendah viskositas minyak rem, cenderung akan cepat panas/mendidih. Kalau sudah mendidih, akan muncul uap. Salah satu unsur di dalam uap adalah udara. Udara ini kemudian terjebak di dalam ruangan sistem rem. Lama lama akan berkumpul dan semakin banyak seiring dengan usia pemakaian minyak rem.
  • Kebocoran di sistem rem. Kebocoran bisa terjadi di master rem, pipa-pipa, atau di wheel cylinder. Kebocoran ini bisa terjadi karena kerusakan pada komponen-komponen rem. Misalnya, seal master cylinder dan seal wheelcylinder.
  • Habisnya minyak rem pada recervoir tank. Kalau habis, pada saat kita injak dan lepas pedal rem, maka media penghantar yang terhisap ke ruangan master rem adalah udara. Udara ini kemudian bisa menjalar ke seluruh ruangan pada sistem rem.

Dari beberapa faktor di atas, Hal-hal yang perlu diperhatikan agar udara palsu tidak masuk ke sistem rem adalah:
  • Periksa permukaan minyak rem di recervoir tank setiap hari.Lakukanlah penggantian minyak rem secara periodik, setiap 20.000 km.
  • Saat mengganti minyak rem, gunakanlah minyak rem yang sejenis, atau yang direkomendasikan pabrikan. Bila lain jenis, dikhawatirkan terdapat perbedaan karakter yang dapat mempengaruhi daya tahan komponen sistem rem, terutama seal-seal, baik di master maupun wheel cylinder.
  • Stel dan bersihkan rem secara berkala, setiap 10.000 km.
Bila Rem Berdenyit
Menjelang musim kemarau, maka hujan pun turun tak menentu. Hasilnya mobil dapat dalam sekejab kuyup dan selekas itu pula kering. Dan rem pun kadang berdenyit kala diaktifkan pada dua kondisi tersebut.
Kebanyakan konsumen sangat merisaukan munculnya bunyi tersebut. Namun sebetulnya tak semua bunyi itu berarti telah terjadi kerusakan rem mobil bersangkutan.
Bunyi rem bisa muncul karena jenis kanvasnya.  Betapapun demikian terdapat bunyi yang menandakan rem mobil bersangkutan perlu mendapat perawatan atau bahkan penggantian. Berikut sejumlah penyebab bunyi rem yang dapat digunakan sebagai patokan. Juga perlunya diketahui untung ruginya bila Anda menggunakan produk asli atau tiruan yang memang umumnya dijual dengan harga lebih murah.
Bunyi yang terbilang normal, dinyatakan berdenyit normal bila bunyi hanya muncul kala rem diinjak secara perlahan.  Namun justru tak mengeluarkan bunyi apapun bila rem ditekan mendadak.
Bunyi yang terbilang normal ini muncul, umumnya karena pad rem yang kini banyak diperdagangkan adalah jenis semi-metalic. Dan biasanya ini digunakan untuk mobil berpenggerak roda depan (front wheel drive) dan minivan.
Bunyi yang mencurigakan, berdenyitnya bunyi rem yang terjadi pada setiap kali komponen ini diaktifkan. Umumnya bunyi tersebut disertai getaran pada pedal bila pengemudi menginjak rem. Bila ini yang terjadi disarankan segera membawanya ke bengkel. Kerusakan yang menimbulkan gejala seperti ini bisa terjadi pada bagian kanvas, rotor maupun kaliper. Biasanya penggantian komponen harus disertai servis rem pada bagian lainnya.
Ganti dengan komponen original.  Disarankan untuk mengganti kanvas dan pad rem asli untuk mobil Anda. Kanvas rem dan break pad yang berkualitas unggul justru bukan berbahan amat keras. Namun juga tak terlalu lunak. Komponen ini sangaja dibuat agak lunak supaya proses pengereman berjalan maksimal dengan kanvas atau pad yang dirancang lebih cepat habis.
Pada produk yang berkualitas kurang baik, terdiri dari bahan yang amat keras, sehingga akan menjadikan tromol (drum) atau piringan (dish) rem mudah tergores. Kerusakan demikian akan membuat kerja rangkaian rem tak maksimal.
Hindari mereparasi tromol dan piringan.  Kebanyakan bengkel menyarankan untuk kembali membubut (meratakan) tromol atau piringan rem mobil jika terjadi cekungan atau goresan. Secara teori ini bisa saja berjalan seakan normal. Apalagi bila pembubutan hanya merupakan upaya sedikit meratakan cekungan atau goresan pada komponen ini.  Namun sebetulnya kegiatan ini menjadikan tromol maupun piringan rem mudah rapuh usai menjalani pembubutan itu. Sebab proses perataan tersebut memerlukan pula pemanasan tinggi yang berakibat komponen justru menjadi rapuh.
Hasil pembubutan atau perataan permukaan yang terlalu banyak memakan ‘daging’ komponen tersebut bisa pula membuat tromol atau piringan pecah saat diaktifkan pada kesempatan berikutnya.
Kegiatan ini hanya direkomendasikan untuk keadaan darurat. Segera gantikan tromol atau piringan rem dengan produk baru pada kesempatan selanjutnya.
Baru Ganti Kampas Rem, Malah Gak Pakem?
Beberapa rekan mengalami hal yang sama, baru saja mengganti keempat kampas rem mobil (depan belakang & kiri kanan) tetapi setelah itu merasakan bahwa kemampuan rem kendaraannya jadi tidak pakem.
Tidak kita sadari bahwa permukaan disc/drum pada sistem rem kita jika diperbesar tidaklah rata.  Sementara permukaan brake Pad yang baru adalah rata.  Hal ini mengakibatkan bidang yang bersentuhan untuk menimbulkan friksi menjadi kecil, sehingga kemampuan pengereman menjadi berkurang.
Untuk itu, seperti pada buku panduan yang disertakan ketika kita baru membeli mobil, bahwa sistem rem perlu proses ‘Running In’ sejauh kurang lebih 300 kilometer perjalanan agar permukaan disc dan permukaan brake pad menjadi “sambung-manis”.
Pada saat masa ‘Running In’ tidak diperkenankan untuk melakukan pengereman yang mendadak, karena akan merusak proses Running In itu sendiri karena dipaksakan.
Jadi kalau mengganti kampas rem sebaiknya tidak bersamaan keempat-empatnya… tetapi misalnya saat ini mengganti rem roda depan (kiri-kanan), kemudian setelah berjalan 300km dilanjut dengan rem roda belakang (kiri-kanan).
Bergetar Saat Nge-rem Meski Sudah di-Balancing
Penyebab Getaran Steering Wheel
Balancing dan spooring tentu populer di kalangan pengendara dan pecinta otomotif. Efek tindakan ini memang dapat meningkatkan kenyamanan berkendara karena mampu meredam getaran yang dihasilkan akibat putaran roda. Tapi, mengapa setelah dilakukan balancing dan spooring getaran tetap terasa? Terutama saat roda di-rem.
Bergetarnya steering wheel dalam kasus seperti di atas kemungkinan besar justru terjadi karena sistem rem. Bukan tidak berfungsinya balancing. Masalah sistem rem diantaranya, piringan (tromol) rem yang tidak rata. Yang paling sering adalah piringan rem ban depan (kanan-kiri).
Untuk mengatasinya, akan lebih baik jika piringan rem tersebut diganti dengan yang baru. Memang, ada sebagian orang yang berusaha mengatasinya dengan membubut komponen tersebut.
Efek balancing dan spooring memang untuk menghilangkan getaran yang timbul pada saat kendaraan melaju. Semakin tinggi kecepatan, getaran yang diproduksi akan semakin kuat. Namun, sumber getaran bisa juga berasal dari sistem rem.
Selain kondisi piringan rem, bearing (laher) roda depan yang mengalami keausan juga bisa menyebabkan getaran di steer. Tetapi getaran ini tidak hanya muncul pada saat di rem saja. Getaran terasa pada saat kecepatan tinggi dan permukaan jalan yang tidak rata. Untuk mengatasi masalah seperti ini, solusinya adalah dengan mengganti komponen tersebut.
Disarankan, balancing dan spooring dilakukan setiap 10.000 km. Untuk sistem rem sendiri, lakukan pemeriksaan setiap 10.000 km juga. Dan apabila terjadi penggantian kanvas rem, gunakanlah kanvas rem yang orisinil. Sementara laher, lakukan penggantian grease (gemuk) setiap 20.000 km.

Menghentikan Kendaraan Saat Rem Tak Berfungsi
Ketika menyadari kendaraan mengalami kerusakan fungsi rem, biasanya pengendara sangat terkejut dan panik. Apalagi jika pada saat itu kendaraan sedang melaju di jalan raya. Kepanikan inilah yang umumnya membuat pengendalian laju kendaraan menjadi tidak terkontrol dan sangat potensial menimbulkan kecelakaan lalulintas.
Ada dua kemungkinan kerusakan fungsi rem yang umumnya baru kita ketahui saat kendaraan sedang melaju: rem blong dan rem macet. Keduanya sama-sama berbahaya. Bahkan rem yang macet (menjepit terus) dapat mempengaruhi arah steer (kemudi). Rem yang macet dapat mengakibatkan kemudi tertarik ke kiri atau ke kanan karena roda terkunci.
Bila mendapati kerusakan rem dalam kondisi kendaraan sedang melaju, yang pertama harus dilakukan adalah menghentikan laju kendaraan. Masalahnya, adakah cara lain yang dapat kita gunakan untuk menghentikan kendaraan tanpa menginjak pedal rem?
Jawabannya ada. Untuk kondisi seperti ini kita dapat menghentikan laju kendaraan dengan menggunakan rem tangan. Tentu saja rem tangan ini baru dapat kita operasikan saat kecepatan kendaraan sudah sangat rendah (di bawah 10 km/jam).
Untuk ini, ada beberapa step yang harus kita lakukan sebelum mengoperasikan rem tangan.
  • Turunkan kecepatan kendaraan dengan memindahkan gigi perseneling yang lebih rendah secara bertahap (5-4,4-3,3-2,2-1).
  • Apabila pada bahu jalan terdapat rumput, gunakan bahu jalan yang berumput tersebut untuk semakin memperlambat laju kendaraan.
  • Setelah kecepatan kendaraan sudah relatif pelan, maka lakukan pengoperasian rem tangan untuk menghentikan laju kendaraan.
Setelah kendaraan berhenti total, segera lakukan pemeriksaan komponen rem. Bila ada kerusakan, segeralah lakukan perbaikan. Menghentikan kendaraan tanpa fungsi rem seperti di atas ini relatif lebih aman ketimbang panik yang berpotensi kendaraan melaju tanpa kontrol.
Selengkapnya

Friday, January 31, 2014

CARA MENGATASI REM TANGAN BLONG


Berikut ini saya sampaikan pengalaman saya cara mengatasi hand brake / rem tangan yang blong ( tidak pakem ) pada mobil Kijang LSX diesel tahun 2000.
Rem tangan atau sering kita sebut Hand brake merupakan komponen mobil yang cukup vital, terutama saat parkir atau menghadapi medan yang naik turun bukit.

Berikut cara untuk mengatasi rem tangan / hand brake yang blong  ( tidak pakem )
1.      Cek kondisi kampas rem roda belakang karena pada dasarnya rem tangan ( hand brake ) hanya bekerja pada ram belakang.
2.      Kalo kondisi kampas rem masih bagus coba setel jarak tarik rem tangan. Caranya :
    1. Buka konsol boks tengah. Jumlah dan posisi baut berbeda, tergantung pada merek kendaraan.
    2. Setelah terbuka, Perhatikan mekanik didalamnya, putar baut penyetel pakai kunci 10.
    3. Putar ke kiri untuk meninggikan jarak tarik rem tangan, atau putar ke kanan untuk membuat rem tangan lebih pakem dan memperpendek jarak tarik rem tangan tersebut.
    4. Banyaknya jumlah putaran disesuaikan dengan posisi tuas rem tangan yang diinginkan.
Contoh gambar pada mobil kijang LSX (saya tidak bisa memfoto langsung dan tidak bisa mendaptkan gambar yang sesuai jadi saya ilustrasikan dari gambar yang saya temukan di internet dengan sedikit saya edit) :
konsole box kijang
menyetel rem tangan kijang
Kemungkinan lain yang membuat rem tangan ( hand brake ) tidak fungsi alias blong , seperti yang pernah saya alami pada mobil kijang LSX  diesel saya. Setelah dibwa ke bengkel kampas rem diganti , tapi hand brake tetap gak bekerja dengan baik, bengkel pun memutuskan untuk ganti kabel hand brake ( rem tangan  )  karena uda rusak sehingga seret (keras),harganya sekitar 300 ribu dan harus pesan dulu karena gak ada stock.

Karena merasa kurang puas dengan hasil kerja bengkel, saya beranikan diri untuk membongkar sendiri rem tangan tersebut. ( maklum antara kreatif, pelit, dan gak punya duit tuh bedanya tipis ) wahahahah. Setelah cek punya cek ternyata masalahnya bukan karena kabelnya seret dan harus ganti namun saat tuas rem ditarik kabel rem tidak mau menarik rem kedua sisi roda. umumnya, rem yang tidak ikut ketarik adalah sebelah kanan karena kabelnya merupakan sambungan ( perpanjangan dari kabel utama yang langsung terhubung ke rem sebelah kiri). Berikut ilustrasi cara kerja rem tangan pada kijang LSX diesel.(saya rasa cara kerja dimobil lain juga gak jauh beda / hampir mirip)
cara kerja hand brake pada Kijang LSX diesel
Solusinya :
  1. Pastikan kabel rem menarik rem di kedua sisi roda.
  2. Jika tidak, lepaskan semua kabel rem.
  3. Lumasi kabel rem dengan oli.
  4. Pastikan kabel rem bekerja dengan baik (tidak seret)
  5. beri ring pada posisi seperti gambar diatas ( tebal dan banyaknya ring sesuaikan dengan kebutuhan)
  6. Pasang kembali kabel rem pada tempatnya.
  7. Atur keketatan kedua sisi nya. Jika sala satu sisi masih tidak mau menarik rem anda bisa menambahkan beberapa ring lagi. atau sebaliknya jika terlalu ketat anda bisa melepaskan beberapa ring.
  8. setelah terpasang dengan benar coba lakukan pengetesan
  9. dan jika kedua sisi rem sudah tertarik saat tuas hand brake di tarik anda tinggal menyetelnya dengan memutar baut -10 di tangkai tuas rem tangan
Selamat mencoba, cara ini berhasil buat saya. dan menghemat 300 ribu. :)
Selengkapnya