Showing posts with label saat. Show all posts
Showing posts with label saat. Show all posts

Friday, April 18, 2014

Bergetar Saat Ngerem Segera Periksa Cakram

Letak cakram rem (disc brake) memang di bagian bawah, dan agak tersembunyi. Tapi jangan segan-segan untuk sekali waktu memeriksa komponen yang sangat vital dalam pengendalian laju kendaraan ini. Bukan tak mungkin permukaan cakram rem mobil Anda sudah tidak rata, atau bergelombang. Berkendara dengan cakram rem yang bergelombang sangat tidak nyaman dan berbahaya.

Meskipun tertutup, deteksi kerusakan atas permukaan cakram rem dapat dilakukan dengan cara yang sederhana. Indikasi adanya kerusakan dapat diketahui dari seberapa pakem rem mobil Anda saat digunakan untuk ngerem. Bila kurang menggigit, ini tanda telah terjadi masalah pada cakram rem.

Untuk lebih memastikan, coba perhatikan ketika pedal rem Anda injak. Apakah terasa getaran di pedal rem? Bila ya, pasti permukaan cakram mobil Anda bergelombang.

Ada beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab cakram rem bergelombang. Yang paling sering adalah karena banyaknya kotoran yang menempel di permukaan cakram. Ketika rem dioperasikan kotoran-kotoran ini akan menggesek dan merusak cakram.

Kedua, faktor usia. Semakin lama usia pemakaian cakram rem, kemungkinan bergelombang (rusak) juga menjadi semakin besar.

Kemungkinan ketiga adalah masalah kualitas kampas rem (disc pad). Kampas rem yang berbahan dasar keras cenderung merusak cakram. Hal ini sering terjadi bila disc pad yang digunakan di sistem pengereman mobil Anda ternyata imitasi.

Dari ketiga kemungkinan itu, kita dapat melakukan perawatan cakram rem dengan lebih baik. Yaitu:

Lakukan pemeriksaan sistem rem setiap 10.000 km dan lakukan pengurasan minyak rem setiap 20.000 km.
Gunakan disc pad dengan original.
Jaga kebersihan kolong, terutama pada bagian rem (cakram maupun tromol).(Source : AstraWorld)
Selengkapnya

Lampu Hazard Bukan Tanda Berkendara Saat Hujan Lebat

Tidak sedikit pengendara yang masih menghidupkan lampu hazard saat berkendara di bawah guyuran hujan lebat. Dengan menyalakan lampu kuning yang berkedip tersebut mereka bermaksud memberi sinyal / tanda kepada para pengendara lain agar dapat melihat atau mengetahui keberadaan mereka di jalan raya.

Maksud memberi sinyal kepada pengendara lain memang baik-baik saja. Tapi masalah akan sangat terasa ketika kendaraan melintas di persimpangan. Bisa dibayangkan betapa bingungnya pengendara lain saat di persimpangan bertemu dengan kendaraan yang keempat sign di sisi kiri kanan dan depan belakang berkedip berbarengan.

Jika berkendara di bawah guyuran hujan, bukan lampu hazard yang seharusnya dinyalakan. Cukup nyalakan lampu kecil saja agar pengendara lain dapat mengetahui dan melihat keberadaan mobil kita. Atau, jika hujan memang sangat deras bisa menyalakan lampu besar atau lampu kabut.

Dilihat dari fungsinya, lampu hazard memang untuk tujuan yang lain. Lampu hazard kita nyalakan sebagai isyarat bahwa kendaraan kita dalam kondisi darurat. Tetapi bukan saat mobil melaju. Kita bisa menyalakan lampu hazard ketika mobil dalam kondisi darurat di pinggir jalan. Misalnya, saat mengalami mogok atau tengah mengganti ban, dsb.

Jadi, sudah saatnya menghilangkan kebiasaan menyalakan lampu hazard saat berkendara di hujan lebat. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya

Sunday, April 13, 2014

Menghentikan Kendaraan Saat Rem Tak Berfungsi

Ketika menyadari kendaraan mengalami kerusakan fungsi rem, biasanya pengendara sangat terkejut dan panik. Apalagi jika pada saat itu kendaraan sedang melaju di jalan raya. Kepanikan inilah yang umumnya membuat pengendalian laju kendaraan menjadi tidak terkontrol dan sangat potensial menimbulkan kecelakaan lalulintas.

Ada dua kemungkinan kerusakan fungsi rem yang umumnya baru kita ketahui saat kendaraan sedang melaju: rem blong dan rem macet. Keduanya sama-sama berbahaya. Bahkan rem yang macet (menjepit terus) dapat mempengaruhi arah steer (kemudi). Rem yang macet dapat mengakibatkan kemudi tertarik ke kiri atau ke kanan karena roda terkunci.

Bila mendapati kerusakan rem dalam kondisi kendaraan sedang melaju, yang pertama harus dilakukan adalah menghentikan laju kendaraan. Masalahnya, adakah cara lain yang dapat kita gunakan untuk menghentikan kendaraan tanpa menginjak pedal rem?

Jawabannya ada. Untuk kondisi seperti ini kita dapat menghentikan laju kendaraan dengan menggunakan rem tangan. Tentu saja rem tangan ini baru dapat kita operasikan saat kecepatan kendaraan sudah sangat rendah (di bawah 10 km/jam).

Untuk ini, ada beberapa step yang harus kita lakukan sebelum mengoperasikan rem tangan.

1. Turunkan kecepatan kendaraan dengan memindahkan gigi perseneling yang lebih rendah secara bertahap (5-4,4-3,3-2,2-1).
2. Apabila pada bahu jalan terdapat rumput, gunakan bahu jalan yang berumput tersebut untuk semakin memperlambat laju kendaraan.
3. Setelah kecepatan kendaraan sudah relatif pelan, maka lakukan pengoperasian rem tangan untuk menghentikan laju kendaraan.

Setelah kendaraan berhenti total, segera lakukan pemeriksaan komponen rem. Bila ada kerusakan, segeralah lakukan perbaikan. Menghentikan kendaraan tanpa fungsi rem seperti di atas ini relatif lebih aman ketimbang panik yang berpotensi kendaraan melaju tanpa kontrol. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya

Saturday, April 12, 2014

Hidupkan AC Mobil Saat RPM Rendah

Ya. Bila kita ingin menghidupkan AC mobil, lakukanlah pada saat RPM rendah. Posisi RPM (atau rotation per minute) rendah ada pada saat mesin idle, ketika pedal gas tidak kita injak.

Langkah seperti ini perlu kita lakukan bila kita ingin merawat AC. Alasan teknis di balik langkah ini sebenarnya sangat sederhana. Yaitu, untuk menghindari gesekan yang terlalu keras antara pulley dan pressure plate (plat penekan) pada kompresor AC.

Pulley dan pressure plate memang menjadi komponen yang sangat penting dalam sistem kerja AC. Pressure plate adalah komponen yang bertugas sebagai penghubung sehingga poros kompresor AC dapat berputar. Tugas sebagai penghubung itu baru bisa dijalankan setelah pressure plate menempel ke pulley. Plusser plate ini akan mendekati pulley (hingga menempel) ketika kita menghidupkan AC.

Masalahnya, pulley adalah komponen yang selalu berputar tiap kali mesin hidup. Dan, putaran pulley itu berubah-ubah. Kadang cepat, kadang lambat. Tinggi rendahnya putaran pulley tergantung kerja mesin. Pulley akan berputar cepat ketika putaran mesin per menit (RPM) tinggi. Sebaliknya, lambat saat putaran mesin per menit rendah.

Dari cara kerja itu kita bisa memperkirakan, kapan waktu yang tepat untuk menempelkan pressure plate ke pulley. Dan kita pun bisa membayangkan apa yang terjadi bila kita menempelkan pressure plate pada saat putarannya sangat kencang: gesekan antara permukaan pressure plate dan pulley akan sangat keras. Bila kebiasaan ini terus terulang, permukaan gesek dua komponen ini akan cepat aus.

Bila sudah terlanjur aus, efek berikutnya cukup merepotkan: tenaga putar mesin tidak dapat diteruskan secara maksimal ke kompresor AC. Teknisi menyebut kondisi ini dengan istilah slip. Ada dua dampak lanjutan yang umumnya pengendara rasakan bila terjadi slip. Pertama, AC terasa kurang dingin. Kedua, terdengar suara berisik pada kompresor AC.

Dampak yang membuat kita kurang nyaman, bukan? Karena itu, bila ingin menghidupkan AC, lakukanlah pada saat RPM rendah. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya

Monday, March 31, 2014

Bunyi Berdenyit saat Pedal Kopling Dioperasikan

Pengendara biasanya menginginkan suasana kabin yang tenang. Keinginan ini pun sudah banyak direspon pabrikan dengan baik. Pabrikan men-design mobil dengan ruang kabin sesenyap mungkin. Mereka meminimalisir suara-suara yang dapat mengganggu kenyamanan berkendara.

Tapi, jangan lengah. Bukan tak mungkin bunyi-bunyi yang mengganggu dapat saja tetap muncul karena pengendara kurang merawat kendaraan. Salah satunya adalah bunyi berdenyit yang terdengar tiap kali pedal kopling beroperasi. Ada suara aneh ketika pedal kopling diinjak maupun dilepas. Kasus suara berdenyit ini lumayan sering terjadi baik pada mobil lama maupun baru.

Bila didiamkan bukan hanya kenyamanan yang terusik. Problem yang tampak sepele ini dapat membuat pengendara lebih repot. Saat kerusakannya makin parah, misalnya, pedal kopling akan terasa lebih keras dari biasanya.

Pada dasarnya kasus ini terjadi karena kurangnya pelumasan di bagian penggerak kopling. Ada satu hal yang umumnya membuat pelumasan berkurang, bahkan habis dan kering sama sekali. Selain karena pemakaian kendaraan, pelumas juga dapat berkurang bila kendaraan terlalu sering melewati genangan air.

Cipratan air yang mengenai logam-logam pada sistem kopling (letaknya memang berdekatan dengan permukaan jalan), maka dapat mengakibatkan pelumasan tidak berfungsi dengan baik. Suara itu timbul karena secara teknis memang akan terjadi persinggungan antarlogam saat pedal kopling bekerja.

Kemungkinan itu terlihat dari cara kerja sistem kopling. Pada saat kita menekan pedal kopling, hasil pijakan akan diteruskan menuju garpu pembebas (release fork). Release fork ini yang kemudian akan menekan pegas diafragma (diafragma spring) melalui laher (release bearing).

Untuk dapat menekan pegas diafragma, release fork perlu satu tumpuan sebagai titik tumpu. Persingguan release fork dan tumpuannya inilah yang menjadi sumber suara berdenyit bila pelumasan di bagian ini kurang.

Solusinya tentu saja mudah. Tambahkan pelumasan pada persinggungan dua logam tadi. Atau dapat juga dengan cara menyemprotkan cairan anti karat di tempat yang sama. Kasus seperti ini mestinya tidak akan muncul bila rutin melakukan servis. Bila bunyi, mintalah mekanik untuk menambahkan gemuk atau menyemprotkan cairan anti karat saat servis kendaraan.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya