Showing posts with label hujan. Show all posts
Showing posts with label hujan. Show all posts

Monday, April 21, 2014

Air Hujan dan Water Spot Body Mobil

Bulan April ini hujan masih sering turun di beberapa tempat. Terkait dengan kendaraan, waspadai pengaruh buruk air hujan terhadap cat dan body mobil. Sebab, air hujan yang mengguyur mobil dan mengering akan sangat mungkin memunculkan noda berbentuk lingkaran-lingkaran kecil di permukaan body. Inilah yang disebut water spot.

Pada kebanyakan jenis air, apalagi di kawasan kota pinggir pantai, potensi kemunculan water spot akan lebih besar mengingat tingginya kandungan mineral tertentu pada air tersebut. Kandungan kalsium dan metal, misalnya. Dampaknya akan lebih gawat bila air hujan terkontaminasi kandungan asam cukup tinggi.

Karena itu, segera cuci mobil setelah terguyur hujan. Akan lebih baik bila menggunakan air hangat. Bersihkan secara merata mulai dari body, engsel hingga ke bagian tepi-tepinya. Lalu cuci mobil dengan menggunakan shampoo khusus berbusa rendah, kemudian bilas kembali dan lap kering hingga benar-benar tuntas. Yang harus diingat juga: hindari mencuci body dengan shampo berbusa tinggi.

Sebagai tambahan, perlu juga diperhatikan mengenai pemoles mobil. Banyak pengendara yang berusaha merawat cat dengan memoles body mobil menggunakan pemoles berbahan lilin. Jangan terlalu sering menggunakan pemoles seperti ini. Lama kelamaan obat poles ini malah akan memudarkan dan mengikis cat mobil itu sendiri.

Ada baiknya memilih pemoles berbahan resin yang punya kandungan polimer. Kandungan ini berfungsi ganda dan cukup efektif. Selain memberi perlindungan ekstra terhadap partikel yang merusak cat, juga bisa menambah kilap.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya

Friday, April 18, 2014

Lampu Hazard Bukan Tanda Berkendara Saat Hujan Lebat

Tidak sedikit pengendara yang masih menghidupkan lampu hazard saat berkendara di bawah guyuran hujan lebat. Dengan menyalakan lampu kuning yang berkedip tersebut mereka bermaksud memberi sinyal / tanda kepada para pengendara lain agar dapat melihat atau mengetahui keberadaan mereka di jalan raya.

Maksud memberi sinyal kepada pengendara lain memang baik-baik saja. Tapi masalah akan sangat terasa ketika kendaraan melintas di persimpangan. Bisa dibayangkan betapa bingungnya pengendara lain saat di persimpangan bertemu dengan kendaraan yang keempat sign di sisi kiri kanan dan depan belakang berkedip berbarengan.

Jika berkendara di bawah guyuran hujan, bukan lampu hazard yang seharusnya dinyalakan. Cukup nyalakan lampu kecil saja agar pengendara lain dapat mengetahui dan melihat keberadaan mobil kita. Atau, jika hujan memang sangat deras bisa menyalakan lampu besar atau lampu kabut.

Dilihat dari fungsinya, lampu hazard memang untuk tujuan yang lain. Lampu hazard kita nyalakan sebagai isyarat bahwa kendaraan kita dalam kondisi darurat. Tetapi bukan saat mobil melaju. Kita bisa menyalakan lampu hazard ketika mobil dalam kondisi darurat di pinggir jalan. Misalnya, saat mengalami mogok atau tengah mengganti ban, dsb.

Jadi, sudah saatnya menghilangkan kebiasaan menyalakan lampu hazard saat berkendara di hujan lebat. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya

Friday, April 11, 2014

Hujan Lagi Ayo Periksa Mobil Agar Berkendara Tetap Aman

Di beberapa tempat hujan sudah mulai sering mengguyur jalan. Ada beberapa hal yang membedakan cara berkendara di kondisi basah dan kering. Misalnya saja wiper. Musim hujan adalah saat pembasuh kaca ini bekerja keras, sehingga harus kita pastikan dapat berfungsi dengan baik. Defogger, lampu besar juga akan banyak dipergunakan agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Apa saja yang harus kita persiapkan? Berikut ini daftarnya beserta cara berkendara di musim hujan:

Wiper
Pastikan wiper bekerja dengan prima. Baik motor, karet wiper maupun air washer dapat menyapu kaca sehingga air hujan tidak menghalangi pandangan. Motor wiper mungkin saja macet, karet-karet wiper juga mungkin sudah keras sehingga kurang bagus saat menyapu kaca. Begitu juga dengan air wiper, bisa saja kering dan semprotannya tidak pas mengenai sasaran. Untuk semprotan air wiper yang kurang tepat, sebaiknya lakukan penyetelan.

Lampu-lampu
Komponen ini juga amat penting jika berkendara di saat hujan turun. Selain untuk menyorot kondisi jalan, sinar dari lampu-lampu mobil Anda sangat membantu pengendara lain melihat posisi kendaraan Anda saat melintas. Periksa apakah lampu kecil dan lampu besar dapat menyala. Akan lebih baik juga seandainya mobil Anda dilengkapi dengan lampu kabut yang sinarnya mampu menembus gelap yang menyelimuti jalan. Jangan gunakan lampu hazard ketika hujan lebat, gunakan lampu hazard hanya pada saat berhenti dalam kondisi darurat.

Defogger
Penglihatan melalui spion dalam juga bisa terganggu jika kaca belakang mobil berembun. Untuk menghilangkannya Anda dapat menghangatkan kaca belakang dengan mengaktifkan defogger. Karena itu periksa apakah defogger dapat bekerja dengan baik. Caranya, aktifkan switch defogger, jika kaca belakang terasa hangat berarti perangkat ini masih bekerja dengan baik.

Permukaan ban
Pengendalian roda saat hujan turun jauh lebih sulit dibandingkan dengan ketika permukaan jalan kering. Apalagi jika kembang roda sudah dalam kondisi kurang bagus. Periksa apakah permukaan ban sudah gundul dan ganti jika kembang ban sudah kurang dari 1 milimeter. Dan jika hujan, cara termudah untuk menghindari efek hidroplanning (ban kehilangan traksi saat basah) adalah dengan berkendara di bawah 60km/jam.

Karet-karet pintu
Periksa dari kemungkinan bocor, dan ganti jika kondisinya memang sudah tidak bagus lagi. Karet-karet pintu yang bocor bisa mengakibatkan air hujan merembes masuk ke dalam kabin yang tentu saja akan sangat mengganggu kenyamanan berkendara.

Hindari daerah rawan banjir
Daerah-daerah banjir tentu sudah bisa kita kenali. Sebisa mungkin usahakan menghindari jalur-jalur yang sering tergenang banjir jika hujan turun. Bukan hanya untuk mencegah kendaraan kita terendam banjir, pengenalan daerah banjir juga berguna agar kita terhindar dari macet berkepanjangan.

Segera bilas dengan air bersih
Air hujan mengandung asam dan sangat kurang baik bagi perawatan cat maupun body mobil. Kami sarankan, segera bilas mobil dengan air bersih.(Source AstraWorld )
Selengkapnya

Monday, January 20, 2014

Panduan Setting Motor Agar Tetap Fit Di Musim Hujan

Memasuki musim hujan, konsumsi BBM motor kesayangan terasa lebih boros. Ditambah lagi, saat memanaskan mesin di pagi hari, sulit diajak langsam (stasioner) meski tuas choke sudah ditarik. Ada apa gerangan? Padahal rutin melakukan perawatan mesin.

Sangat mungkin setting mesin tak lagi sesuai sama suhu yang cenderung lebih dingin. Curah hujan tinggi bikin volume udara lebih padat dan suhu kerja mesin ideal sulit dicapai. Perlu dikalibrasi ulang untuk penyesuaian.

Beberapa bagian mesin yang selama ini perlu penyetelan seperti celah klep, celah busi, udara karburator hingga tekanan angin ban perlu diadjust untuk mengantisipasi suhu dingin dari biasanya. Makanya, pabrikan sengaja memberi rentang untuk setelan klep antara 0,04-0,08 mm. 

Pemilik motor sudah sepantasnya menyesuaikan setelan motor untuk efisiensi dan performa terbaik. Termasuk di dalamnya menentukan oktan bahan bakar yang ideal untuk aplikasi sehari-hari. Volume udara yang lebih padat, menuntut suplai bahan bakar yang lebih sedikit ketimbang saat cuaca panas. 

Ini karena proses combustion (pengabutan) bisa dilakukan dengan sempurna hanya dengan suplai bahan bakar yang lebih minim dan oktan lebih tinggi. Membuat bahan bakar menjadi ideal bisa dilakukan dengan banyak cara.

Langkah pertama, setel ulang kerenggangan pelatuk klep (celah klep). Bila selama ini disetel 0,04-0,06 mm, bisa dibuat lebih renggang. Semakin kecil bukaan klep, kian minim debit bensin yang masuk ruang bakar.

Celah busi juga bisa dibuat lebih rapat untuk menghasilkan api yang tetap tebal pada putaran atas. Selain dari torsi motor bertambah, pembakaran dengan volume udara yang lebih padat bisa lebih sempurna. Bila tadinya memakai setelan celah busi 0,75-0,80 mm, kini bisa dirapatkan dengan kerenggangan 0,60 mm.

Selanjutnya, setel ulang pengabutan dengan memutar baut setelan angin karburator. Biasanya, setelah melakukan beberapa penyesuaian di atas, setelan angin ikut berubah. Pastikan filter udara dan filter bensin dalam kondisi bersih untuk hasil penyetelan terbaik.
Selengkapnya