Showing posts with label rpm. Show all posts
Showing posts with label rpm. Show all posts

Saturday, April 26, 2014

Hubungan antara RPM dan Konsumsi BBM

Banyak yang menyarankan agar perpindahan gigi ke posisi yang lebih tinggi dilakukan pada torque maximum (momen maksimum). Efeknya, adalah ke konsumsi bahan bakar minyak (bbm). Pendapat ini benar sekali. Karena itu, tips berikut ini dapat menjadi salah satu masukan bagi kita yang ingin efisien dalam menggunakan kendaraan.

Perpindahan gigi (transmisi) yang tepat memang akan membuat konsumsi bahan bakar minyak (bbm) menjadi lebih hemat.

Caranya, mudah sekali. Pertama, perhatikan data teknis mobil Anda. Lihat keterangan mengenai Torsi Maksimum (torque maximum). Manual book memuat keterangan mengenai data ini. Biasanya, tertulis dengan satuan feet/lbs, feet-pounds, atau Newtonmeter (Nm). Masing-masing mesin memiliki torsi maksimum yang berbeda. Biasanya, angka torsi (momen) selalu dikaitkan dengan angka putaran mesin (rpm).

Contoh, data teknis pada manual book tertulis torque maximum: 200Nm/3750rpm. Ini berarti, momen tertinggi sebesar 200Nm terjadi pada saat mesin berputar sebanyak 3750 per menit.

Pada contoh ini, berarti sebaiknya kita melakukan perpindahan gigi ketika rpm menunjukkan kisaran angka 3750. Angka rpm dapat dilihat di tachometer yang berada pada dashboard mobil.

Angka rpm di tachometer juga penting kita perhatikan tidak hanya saat pergantian gigi ke posisi yang lebih tinggi. Untuk mengefektifkan konsumsi bbm, saat melaju di jalan pertahankanlah putaran mesin pada kisaran torsi maksimum tersebut. Karena, pada saat itulah supply bbm sangat sesuai dengan output yang dihasilkan mesin dan tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkan mobil.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya

Saturday, April 12, 2014

Hidupkan AC Mobil Saat RPM Rendah

Ya. Bila kita ingin menghidupkan AC mobil, lakukanlah pada saat RPM rendah. Posisi RPM (atau rotation per minute) rendah ada pada saat mesin idle, ketika pedal gas tidak kita injak.

Langkah seperti ini perlu kita lakukan bila kita ingin merawat AC. Alasan teknis di balik langkah ini sebenarnya sangat sederhana. Yaitu, untuk menghindari gesekan yang terlalu keras antara pulley dan pressure plate (plat penekan) pada kompresor AC.

Pulley dan pressure plate memang menjadi komponen yang sangat penting dalam sistem kerja AC. Pressure plate adalah komponen yang bertugas sebagai penghubung sehingga poros kompresor AC dapat berputar. Tugas sebagai penghubung itu baru bisa dijalankan setelah pressure plate menempel ke pulley. Plusser plate ini akan mendekati pulley (hingga menempel) ketika kita menghidupkan AC.

Masalahnya, pulley adalah komponen yang selalu berputar tiap kali mesin hidup. Dan, putaran pulley itu berubah-ubah. Kadang cepat, kadang lambat. Tinggi rendahnya putaran pulley tergantung kerja mesin. Pulley akan berputar cepat ketika putaran mesin per menit (RPM) tinggi. Sebaliknya, lambat saat putaran mesin per menit rendah.

Dari cara kerja itu kita bisa memperkirakan, kapan waktu yang tepat untuk menempelkan pressure plate ke pulley. Dan kita pun bisa membayangkan apa yang terjadi bila kita menempelkan pressure plate pada saat putarannya sangat kencang: gesekan antara permukaan pressure plate dan pulley akan sangat keras. Bila kebiasaan ini terus terulang, permukaan gesek dua komponen ini akan cepat aus.

Bila sudah terlanjur aus, efek berikutnya cukup merepotkan: tenaga putar mesin tidak dapat diteruskan secara maksimal ke kompresor AC. Teknisi menyebut kondisi ini dengan istilah slip. Ada dua dampak lanjutan yang umumnya pengendara rasakan bila terjadi slip. Pertama, AC terasa kurang dingin. Kedua, terdengar suara berisik pada kompresor AC.

Dampak yang membuat kita kurang nyaman, bukan? Karena itu, bila ingin menghidupkan AC, lakukanlah pada saat RPM rendah. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya