Showing posts with label kopling. Show all posts
Showing posts with label kopling. Show all posts
Sunday, May 11, 2014
Kopling dan Cara kerjanya…
Kopling atau Clutch yaitu peralatan transmisi yang menghubungkan poros engkol dengna poros roda gigi transmisi. Fungsi kopling adalah untuk memindahkan tenaga mesin ke transmisi, kemudian transmisi mengubah tingkat kecepatan sesuai dengan yang diinginkan.
Dalam keadaan normal, dimana fungsi kopling bekerja dengan baik, begitu pengemudi menekan pedal kopling, tenaga mesin akan di putuskan, karena saat pedal ditekan maka gaya tekan itu akan mendorong release fork dan release fork akan mendorong release bearing. Sehingga release bearing akan mengangkat mendorong pegas diaprahgma dan preaseure palte, clutch disc akan terlepas dengan flywheel. Serentak roda gigi akan terlepas dari pengaruh putaran mesin. Kondisi inilah yang memungkinkan terjadinya perpindahan roda gigi pada transmisi. Dewasa ini terdapat berbagai jenis kopling diantaranya kopling gesek, kopling fluida, koping sentrifugal, dan kopling magnet. Tetapi yang paling banyak digunakan oleh kendaraan bermotor adalah jenis koping gesek tipe plat dan kopling gesek tipe kerucut, dimana untuk kopling tipe plat ini bisa berupa kopling plat basah dan kopling plat kering.
Kopling plat basah adalah kopling yang plat-platnya direndam dengan minyak pelumas. Kebanyakan kopling jenis ini digunakan oleh sepeda motor. Sedangkan jenis kopling plat kering adalah jenis kopling yang plat-platnya tidak direndam oleh minyak pelumas. Umumnya digunakan pada mobil dan sepeda motor tua buatan Eropa. kelebihan dari kopling plat basah adalah tidak cepat aus, karena dilumasi oleh oli. Kekurangannya, hambatan geseknya kurang sehingga tidak bisa memindahkan tenaga seefektif kopling kering. Apalagi bila di tambahakan bahan aditif pelicin, kopling bisa slip. Kopling kering cepat aus karena tidak terkena oli tetapi tenaga pemindahan dari mesin ke roda gigi lebih baik.
Pada umunya, bagian utama kopling terdiri atas 3 macam, yaitu unit kopling, tutup kopling, dan unit pembebas. Unit kopling terdiri atas plat kopling, plat tekan, dan pegas kopling. Tutup kopling diikat oleh roda gila, sedangkan didalamnya dipasangkan pada roda poros persneling dan ditempatkan diantara roda gila dan plat tekan. Plat tekan akan menekan plat kopling terhadap roga gila dengan adanya tekanan dari pegas-pegas koping. Peranti ini dibuat dari bahan besi tuang dimana bagian permukaannya dibuat halus dan rata. Sedangkan plat kopling di buat untuk memberikan gesekan yang besar pada roda gila dan plat tekan serta ditempatkan diantara keduanya. Pada kedua permukaan plat kopling ini dipasangkan kampas dan dikeling dengna paku keling, dan biasanya pada permukaan platnya di beri kepingan logam. Fungsinya adalah untuk memperkuat dan juga untuk menyalurkan panas. Selain itu, pada bagian tengah plat kopling terdapat pegas torsi. Pegas torsi berfungsi untuk mengurangi kejutan-kejutan yang terjadi pada waktu kopling bekerja dan untuk mencegah kemungkinan pecahnya plat kopling atau kerusakan lainnya seperti bengkoknya plat kopling.
Unit pembebas terdiri atas garpu pembebas, bantalan, dan tuas untuk menarik plat tekan sehingga membebaskan kopling.
Cara kerja kopling adalah apabila mesin berputar, dengan sendirinya roda gila ikut berputar, sedangkan pada roda gaya ini dipasangkan tutup kopling yang tentunya juga ikut berputar. Dalam hal ini poros roda gigi atau poros utama persneling belum dapat berputar, demikian juga dengna plat kopling yang dipasang dengan perantaraan suatu alur pada poros tersebut yang memungkinkannya bergerak sepanjang poros persneling. Selanjutnya, apabila kita ingin menggerakkan roda, hal ini dapat dilakukan dengna mengoperasikan pedal, dimana pada waktu pedal di angkat pegas-pegas kopling akan menekan plat tekan pada roda gila. Hal ini yang menyebabkan plat kopling tersebut terjepit diantara roda gila dengna plat tekan. Plat ini mulanya akan slip, dan bergesekan dengan roda gila maupun plat tekan akan tetapi selanjutnya secara bertahap akan ikut terbawa berputar dan selanjutnya akan memutar poros utama persneling
Monday, March 31, 2014
Bunyi Berdenyit saat Pedal Kopling Dioperasikan
Pengendara biasanya menginginkan suasana kabin yang tenang. Keinginan ini pun sudah banyak direspon pabrikan dengan baik. Pabrikan men-design mobil dengan ruang kabin sesenyap mungkin. Mereka meminimalisir suara-suara yang dapat mengganggu kenyamanan berkendara.
Tapi, jangan lengah. Bukan tak mungkin bunyi-bunyi yang mengganggu dapat saja tetap muncul karena pengendara kurang merawat kendaraan. Salah satunya adalah bunyi berdenyit yang terdengar tiap kali pedal kopling beroperasi. Ada suara aneh ketika pedal kopling diinjak maupun dilepas. Kasus suara berdenyit ini lumayan sering terjadi baik pada mobil lama maupun baru.
Bila didiamkan bukan hanya kenyamanan yang terusik. Problem yang tampak sepele ini dapat membuat pengendara lebih repot. Saat kerusakannya makin parah, misalnya, pedal kopling akan terasa lebih keras dari biasanya.
Pada dasarnya kasus ini terjadi karena kurangnya pelumasan di bagian penggerak kopling. Ada satu hal yang umumnya membuat pelumasan berkurang, bahkan habis dan kering sama sekali. Selain karena pemakaian kendaraan, pelumas juga dapat berkurang bila kendaraan terlalu sering melewati genangan air.
Cipratan air yang mengenai logam-logam pada sistem kopling (letaknya memang berdekatan dengan permukaan jalan), maka dapat mengakibatkan pelumasan tidak berfungsi dengan baik. Suara itu timbul karena secara teknis memang akan terjadi persinggungan antarlogam saat pedal kopling bekerja.
Kemungkinan itu terlihat dari cara kerja sistem kopling. Pada saat kita menekan pedal kopling, hasil pijakan akan diteruskan menuju garpu pembebas (release fork). Release fork ini yang kemudian akan menekan pegas diafragma (diafragma spring) melalui laher (release bearing).
Untuk dapat menekan pegas diafragma, release fork perlu satu tumpuan sebagai titik tumpu. Persingguan release fork dan tumpuannya inilah yang menjadi sumber suara berdenyit bila pelumasan di bagian ini kurang.
Solusinya tentu saja mudah. Tambahkan pelumasan pada persinggungan dua logam tadi. Atau dapat juga dengan cara menyemprotkan cairan anti karat di tempat yang sama. Kasus seperti ini mestinya tidak akan muncul bila rutin melakukan servis. Bila bunyi, mintalah mekanik untuk menambahkan gemuk atau menyemprotkan cairan anti karat saat servis kendaraan.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya
Tapi, jangan lengah. Bukan tak mungkin bunyi-bunyi yang mengganggu dapat saja tetap muncul karena pengendara kurang merawat kendaraan. Salah satunya adalah bunyi berdenyit yang terdengar tiap kali pedal kopling beroperasi. Ada suara aneh ketika pedal kopling diinjak maupun dilepas. Kasus suara berdenyit ini lumayan sering terjadi baik pada mobil lama maupun baru.
Bila didiamkan bukan hanya kenyamanan yang terusik. Problem yang tampak sepele ini dapat membuat pengendara lebih repot. Saat kerusakannya makin parah, misalnya, pedal kopling akan terasa lebih keras dari biasanya.
Pada dasarnya kasus ini terjadi karena kurangnya pelumasan di bagian penggerak kopling. Ada satu hal yang umumnya membuat pelumasan berkurang, bahkan habis dan kering sama sekali. Selain karena pemakaian kendaraan, pelumas juga dapat berkurang bila kendaraan terlalu sering melewati genangan air.
Cipratan air yang mengenai logam-logam pada sistem kopling (letaknya memang berdekatan dengan permukaan jalan), maka dapat mengakibatkan pelumasan tidak berfungsi dengan baik. Suara itu timbul karena secara teknis memang akan terjadi persinggungan antarlogam saat pedal kopling bekerja.
Kemungkinan itu terlihat dari cara kerja sistem kopling. Pada saat kita menekan pedal kopling, hasil pijakan akan diteruskan menuju garpu pembebas (release fork). Release fork ini yang kemudian akan menekan pegas diafragma (diafragma spring) melalui laher (release bearing).
Untuk dapat menekan pegas diafragma, release fork perlu satu tumpuan sebagai titik tumpu. Persingguan release fork dan tumpuannya inilah yang menjadi sumber suara berdenyit bila pelumasan di bagian ini kurang.
Solusinya tentu saja mudah. Tambahkan pelumasan pada persinggungan dua logam tadi. Atau dapat juga dengan cara menyemprotkan cairan anti karat di tempat yang sama. Kasus seperti ini mestinya tidak akan muncul bila rutin melakukan servis. Bila bunyi, mintalah mekanik untuk menambahkan gemuk atau menyemprotkan cairan anti karat saat servis kendaraan.(Source : AstraWorld)
Thursday, March 20, 2014
Sistem Transmisi dan Kopling
Sisitem transmisi berfungsi untuk mengubah putaran dari roda gila menjadi lebih besar ( untuk kecepatan ) atau lebih kecil ( Untuk keperluan tenaga ).Pada sebuah kendaraan, kendaraan pasti tidak hanya melewati jalan yang rata, kendaraan juga akan melewati jalan yang terjal, menanjak, atau turunan. Dalam setiap kondisi jalan tersebut, kendaraan memerlukan tenaga, kecepatan, dan torsi yang berbeda-beda. Pada jalan yang menanjak atau terjal dibutuhkan tenaga bukan kecepatan, sedangkan pada jalan yang rata, kendaraan memerlukan kecepatan bukan tenaga.
Selain itu, kendaraan juga memerlukan tenaga saat kendaraan memulai start untuk berjalan. Transmisi terhubung langsung dengan kopling dan poros roda. Transmisi memiliki jumlah gigi percepatan sesuai dengan kapasitas mesin itu sendiri, gigi percepatan ada yang tiga ( 3 ) percepatan sampai enam ( 6 ) percepatan ( biasanya digunakan pada kendaraan yang mengutamakan kecepatan/ sport ).
Sebelum lanjut ke transmisi, saya akan membahas kopling terlebih dahulu. Kopling pada mobil berfungsi untuk memutus dan menghubungkan tenaga dan atau putaran dari mesin ke transmisi. Kopling digunakan saat pengendara akan melakukan perpindahan percepatan, kualitas kopling sangat berpengaruh terhadap tenaga dan kecepatan suatu kendaraan, jika kopling sudah aus maka tenaga mesin akan berkurang dan tarikan mobil berkurang. Kopling tidak membutuhkan perawatan akan tetapi apabila sudah aus maka harus diganti dengan yang baru. Demikian sekilas tentang kopling. LANJUT
Transmisi terbagi menjadi 3 ( tiga ) :
Transmisi Manual
Dalam pengoperasian transmisi manual, pengendara harus menggunakan kaki dan tangan secara sinergi agar tidak terjadi slip. Transmisi manual memang sedikit merepotkan jika dibandingkan dengan transmisi otomatis.
Transmisi manual sudah jarang digunakan saat ini karena kebanyakan mobil sudah menggunakan transmisi otomatis atau semi otomatis yang lebih mudah dalam pengoperasiannya.
Transmisi Semi Otomatis
Pada transmisi semi otomatis pengendara tidak perlu menggunakan pedal kopling, pengendara hanya harus memindahkan tuas giginya saja sesuai kebutuhan kendaraan.
Transmisi otomatis
Sepertinya Transmisi otomatis adalah tipe transmisi yang paling mudah untuk digunakan, karena pengemudi hanya perlu memindahkan tuas untuk maju atau untuk mundur, setelah itu hanya perlu untuk mengginjak gas atau rem saja. Kekurangan dari tipe ini adalah lebih boros bahan bakar.
Selain itu, kendaraan juga memerlukan tenaga saat kendaraan memulai start untuk berjalan. Transmisi terhubung langsung dengan kopling dan poros roda. Transmisi memiliki jumlah gigi percepatan sesuai dengan kapasitas mesin itu sendiri, gigi percepatan ada yang tiga ( 3 ) percepatan sampai enam ( 6 ) percepatan ( biasanya digunakan pada kendaraan yang mengutamakan kecepatan/ sport ).

Transmisi terbagi menjadi 3 ( tiga ) :
- Transmisi Manual
- Transmisi Semi Otomatis
- Transmisi Otomatis

Transmisi Manual
Dalam pengoperasian transmisi manual, pengendara harus menggunakan kaki dan tangan secara sinergi agar tidak terjadi slip. Transmisi manual memang sedikit merepotkan jika dibandingkan dengan transmisi otomatis.Transmisi manual sudah jarang digunakan saat ini karena kebanyakan mobil sudah menggunakan transmisi otomatis atau semi otomatis yang lebih mudah dalam pengoperasiannya.
Transmisi Semi Otomatis
Pada transmisi semi otomatis pengendara tidak perlu menggunakan pedal kopling, pengendara hanya harus memindahkan tuas giginya saja sesuai kebutuhan kendaraan.
Transmisi otomatis
Sepertinya Transmisi otomatis adalah tipe transmisi yang paling mudah untuk digunakan, karena pengemudi hanya perlu memindahkan tuas untuk maju atau untuk mundur, setelah itu hanya perlu untuk mengginjak gas atau rem saja. Kekurangan dari tipe ini adalah lebih boros bahan bakar.
Monday, January 20, 2014
Cara Deteksi Waktunya Ganti Kampas Kopling

Di dalam mesin motor manual seperti jenis bebek dan sport, terdapat perangkat yang biasa disebut kopling. Fungsinya untuk memutus dan menghubungkan antara mesin dan transmisi, yang kemudian diteruskan ke gigi utama selanjutnya berakhir di putaran roda.
Nah ada beberapa part yang saling terkait di dalam sistem kopling. Dari beberapa part tersebut, salah satunya adalah kampas kopling. Kapan waktunya ganti kampas kopling? Cara mendeteksinya sebagai berikut:
Nah ada beberapa part yang saling terkait di dalam sistem kopling. Dari beberapa part tersebut, salah satunya adalah kampas kopling. Kapan waktunya ganti kampas kopling? Cara mendeteksinya sebagai berikut:
1. Ada beberapa lembar kampas kopling yang saling terkait dalam mesin motor. Baik itu motor jenis bebek maupun sport.
2. Lembaran-lembaran kampas kopling tertata di dalam rumah kopling.
3. Saat performa dari kampas kopling menurun, maka juga akan memperngaruhi performa motor. Secara fisik, penurunan kinerja kampas kopling terlihat dari mulai tipisnya permukaan part tersebut.
2. Lembaran-lembaran kampas kopling tertata di dalam rumah kopling.
3. Saat performa dari kampas kopling menurun, maka juga akan memperngaruhi performa motor. Secara fisik, penurunan kinerja kampas kopling terlihat dari mulai tipisnya permukaan part tersebut.
4. Enggak perlu jago mesin motor buat mendeteksi penurunan performa kampas kopling. Biasanya, saat gas dibuka, mesin motor meraung tapi akselerasinya kurang.
5. Posisi setelan tuas kopling, juga bisa jadi deteksi waktunya ganti kampas kopling. Itu baik pada setelan yang di tuas atas, maupun yang di bawah tepatnya di bak kopling.
Subscribe to:
Posts (Atom)