Showing posts with label sistem. Show all posts
Showing posts with label sistem. Show all posts

Monday, May 19, 2014

Sistem Sirkulasi AC Mobil

Kenali perangkat sirkulasi AC dan kerusakan apa saja yang bisa terjadi pada perangkat ini

Bila AC mobil Anda kerjanya sudah melemah alias tidak lagi menghembuskan hawa dingin dengan maksimal, belum tentu penyebabnya dari freon yang harus diisi kembali. Kerusakan pada salah satu perangkat sirkulasi AC dapat menyebabkan AC tak dingin lagi dan freon cepat habis. Untuk itu kenalilah beberapa perangkat sirkulasi AC dan kerusakan apa saja yang bisa terjadi pada perangkat ini yang mempengaruhi kerja AC mobil Anda :

a) Evaporator

• Fungsi : mengubah cairan freon menjadi gas dingin. Di perangkat inilah proses pendinginan cairan freon terjadi.

• Kerusakan : terjadi kebocoran akibat kotoran yang menumpuk sehingga menyebabkan korosi / keropos.

b) Termostat

• Fungsi : untuk menyalurkan daya listrik ke kompresor secara otomatis. Sensor pada thermostat akan mendeteksi suhu di evaporator sesuai setelan. Apabila thermostat dalam keadaan rusak maka evaporator bisa membeku karena pemutus arus listrik tidak berfungsi.

• Kerusakan : ditandai dengan keluarnya asap dari kisi AC serta adanya tetesan air seperti embun yang menetes dari evaporator.

c) Dryer

• Fungsi : tempat menyimpan freon sementara setelah dicairkan oleh kondensor untuk kemudian disuplai ke evaporator. Fungsi lainnya adalah sebagai penyaring kotoran dalam system sirkulasi AC.

• Kerusakan : tersumbatnya dryer oleh timbunan kotoran yang terbawa oleh kondensor. Bila dryer rusak maka suku AC menjadi tidak stabil dan berubah-ubah.

d) Katup Ekspansi

• Fungsi : menyemprot cairan Freon dari dyer ke evaporator dengan temperatur dan tekanan yang rendah.

• Kerusakan : katup ekspansi bisa rusak jika dryer juga rusak karena membawa kotoran ikut masuk sehingga kerusakan bisa merembet ke evaporator yang ikut terkena kotoran.

e) Kondensor

• Fungsi : Mengubah Freon menjadi cairan yang bertekanan tinggi dan bertemperatur tinggi.

• Kerusakan : Bisa terjadi kebocoran, kotoran debu dan lumpur juga bisa merusak komponen ini.

f) Kompresor

• Fungsi : Menekan cairan Freon ke kondensor.

• Kerusakan : Kebocoran sil, melemahnya kopling magnet, berkurangnya oli kompresor. Jika terjadi kerusakan biasanya disertai dengan tanda-tanda munculnya suara berisik saat AC dalam kondisi on.


Sumber : www.oto.co.id
Selengkapnya

Wednesday, April 30, 2014

Banyak Asap Tapi Sistem Pelumasan Oke

Banyak pengendara yang langsung menuduh sistem pelumasan ketika asap knalpot tampak berbeda dari biasanya. Asap terlihat lebih banyak, alias ngebul. Logis memang, sebab masalah pada sistem pelumasan --bocor misalnya-- dapat mengakibatkan oli merembes ke ruang bakar. Lalu, ikut terbakar bersama bahan bakar.

Pada kenyataannya, tidak semua asap ngebul disebabkan oleh masalah sistem pelumasan. Seperti yang pernah terjadi pada salah satu customer. Buangan asap dari knalpot mobilnya tampak lebih banyak. Ketika sistem pelumasan dan oli diperiksa, semua baik-baik saja. Ternyata, sumber masalah ada di karet booster rem (membran booster rem), komponen yang berfungsi untuk memperingan injakan pedal rem.

Sumber masalah tersebut baru diketahui ketika ia mendeteksi gejala lain yang dirasakan saat berkendara. Yaitu, putaran mesin terasa tidak stabil setiap kali pedal rem diinjak. Seakan-akan mesin hendak mati.

Karena robek, maka udara luar bebas masuk ke dalam intake manifold. Akibatnya, campuran bahan bakar dan udara menjadi tidak seimbang (terlalu banyak udara / campuran kurus). Inilah yang kemudian menyebabkan pembakaran di ruang bakar ikut terpengaruh, yaitu: pembakaran menjadi tidak sempurna. Tentu saja, tenaga yang dihasilkan pun tidak maksimal dan putaran mesin menjadi tersendat-sendat (hunting) saat pengendara melakukan pengereman.

Selain berpengaruh ke kondisi mesin, karet booster rem yang robek ini juga dapat mengakibatkan sebagian minyak rem masuk ke intake manifold. Dari intake manifold, minyak rem ini kemudian terbakar di ruang bakar. Itulah sebabnya asap knalpot menjadi agak tebal.

Cara menanganinya, tentu saja dengan langsung memfokuskan perhatian ke karet booster rem. Komponen ini terdapat di dalam booster rem. Bongkar dan lakukanlah penggantian karet booster. Saran kami, lakukan penggantian di bengkel atau serahkan kepada yang ahli. Sebab, bila pemasangan kembali tidak presisi, masalah serupa justru akan muncul lagi.

Sebetulnya, kasus karet yang robek ini kebanyakan dipicu oleh minyak rem. Karena itulah, cara menghindari kasus seperti di atas adalah dengan memperhatikan penggantian minyak rem secara lebih disiplin. Minyak rem harus diganti setiap sekitar 20.000 km. Karena, apabila cairan ini tidak diganti, maka viscositas (kekentalan) akan menurun. Oli semacam ini akan mudah mendidih. Efek didih itulah yang membahayakan karet booster rem. Otomatis, juga mempengaruhi kesempurnaan kerja sistem pengereman. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya

Thursday, March 20, 2014

Sistem Transmisi dan Kopling

Sisitem transmisi berfungsi untuk mengubah putaran dari roda gila menjadi lebih besar ( untuk kecepatan ) atau lebih kecil ( Untuk keperluan tenaga ).Pada sebuah kendaraan, kendaraan pasti tidak hanya melewati jalan yang rata, kendaraan juga akan melewati jalan yang terjal, menanjak, atau turunan. Dalam setiap kondisi jalan tersebut, kendaraan memerlukan tenaga, kecepatan, dan torsi yang berbeda-beda. Pada jalan yang menanjak atau terjal dibutuhkan tenaga bukan kecepatan, sedangkan pada jalan yang rata, kendaraan memerlukan kecepatan bukan tenaga.
Selain itu, kendaraan juga memerlukan tenaga saat kendaraan memulai start untuk berjalan. Transmisi terhubung langsung dengan kopling dan poros roda. Transmisi memiliki jumlah gigi percepatan sesuai dengan kapasitas mesin itu sendiri, gigi percepatan ada yang tiga ( 3 ) percepatan sampai enam ( 6 ) percepatan ( biasanya digunakan pada kendaraan yang mengutamakan kecepatan/ sport ).


susunan kopling
Sebelum lanjut ke transmisi, saya akan membahas kopling terlebih dahulu. Kopling pada mobil berfungsi untuk memutus dan menghubungkan tenaga dan atau putaran dari mesin ke transmisi. Kopling digunakan saat pengendara akan melakukan perpindahan percepatan, kualitas kopling sangat berpengaruh terhadap tenaga dan kecepatan suatu kendaraan, jika kopling sudah aus maka tenaga mesin akan berkurang dan  tarikan mobil berkurang. Kopling tidak membutuhkan perawatan akan tetapi apabila sudah aus maka harus diganti dengan yang baru. Demikian sekilas tentang kopling. LANJUT




Transmisi terbagi menjadi 3 ( tiga ) :
    Bagian-bagian transmisi
  1. Transmisi Manual
  2. Transmisi Semi Otomatis
  3. Transmisi Otomatis

Transmisi Manual
Dalam pengoperasian transmisi manual, pengendara harus menggunakan kaki dan tangan secara sinergi agar tidak terjadi slip. Transmisi manual memang sedikit merepotkan jika dibandingkan dengan transmisi otomatis.
Transmisi manual sudah jarang digunakan saat ini karena kebanyakan mobil sudah menggunakan transmisi otomatis atau semi otomatis yang lebih mudah dalam pengoperasiannya.

Transmisi Semi Otomatis
Pada transmisi semi otomatis pengendara tidak perlu menggunakan pedal kopling, pengendara hanya harus memindahkan tuas giginya saja sesuai kebutuhan kendaraan.

Transmisi otomatis
Sepertinya Transmisi otomatis adalah tipe transmisi yang paling mudah untuk digunakan, karena pengemudi hanya perlu memindahkan tuas untuk maju atau untuk mundur, setelah itu hanya perlu untuk mengginjak gas atau rem saja. Kekurangan dari tipe ini adalah lebih boros bahan bakar.

Selengkapnya

Thursday, March 6, 2014

Mengenal Relay Pada Mobil Dan Sistem Starter



Relay adalah semacam saklar yang digerakan listrik. Loh saklar listrik kok digerakan listrik? Apa maksudnya? Contohnya relay lampu, jika lampu menggunakan lampu halogen 120 watt misalnya. Berarti harus menggunakan kabel yang kuat 120 watt/12 volt = 10 Ampere. Sementara lampu asli dari pabrik bawaan hanya 60 watt (misalnya) yang memakai kabel dengan KHA(Kekuatan Hantar Arus) 5 Ampere. Jika lampu 60 watt ini diganti 120 watt maka kabel KHA 5 A dilewati arus 10 A, yah kabel jadi panas.. melepuh dan hangus. Yang memicu konsrtleting dan kebakaran. Jadi kabel KHA 5A harus diganti kabel KHA 10A. Masalahnya :

- Ganti kabel hingga switch di dashboard --> repot dan mahal
- kabel KHA 10A jadi panjang --> mahal juga

Jadi digunakan relay. Dengan relay ini maka saklar didashboard seolah dipindahkan dekat lampu dan accu. Saklar di dashboard digunakan untuk menyaklar relay yang berada di dekat lampu dan accu. Karena arus yang digunakan untuk menggerakan relay sangat kecil, sekitar 0.07 A - 0.14 A maka instalasi kabel yg KHA 5A tadi tidak usah diganti. Selanjutnya penyaklaran lampu dilakukan oleh relay. Relay lampu biasanya bisa menyaklar arus hingga 30 - 40 A. Nah baru kabel dari accu ke lampu yang disaklar relay menggunakan kabel besar, misalnya pakai kabel KHA 10 A. Agar kabel besar tidak berpanjang-panjang maka relay diletakan di dekat accu dan lampu atau dinamo starter.

Bagaimana cara kerja relay?


Pada gambar diatas adalah relay 5 kaki, pada relay 4 kaki maka tidak ada kaki 87a. Terlihat antara kaki 85 dan 86 terdapat kumparan/koil. Koil ini jika dialiri listrik maka menjadi magnet yang menarik saklar kearah kaki 87, jika tidak ada arus pada koil maka saklar terlepas kembali ke titik 87a. Jika antara kaki 85 dan 86 tidak terdapat arus yang mengalir maka saklar tetap parkir di 87a, menghubungkan kaki 30 dan 87a, hubungan kaki 30 dengan kaki 87 terputus. Pada relay 4 kaki berarti hubungan kaki 30 dengan kaki 87 terputus. Tapi jika dialiri arus pada  kaki 85 dan 86 maka saklar tertarik parkir di kaki 87, menghubungkan kaki 30 dengan kaki 87. Jadi dengan meng-ON-OFF-kan listrik pada  kaki 85 dan 86 maka hubungan  kaki 30 dengan kaki 87 juga jadi ikut ON-OFF.. ini yang disebut relay. ON-OFF pada kaki 85 dan 86 hanya butuh arus 0.07 A - 0.14 A,  sementara saklar kaki 30 dan 87 mampu mengalirkan arus hingga 30 - 40 A.

Aplikasi pada lampu misalnya :


Aplikasi pada dinamo starter :
Biasanya relay digunakan untuk menyaklar solenoide starter, padahal  solenoide starter itu juga relay :D .

Pada sistem starter diatas terlihat kabel kontak-relay dan kontak accu pakai kabel KHA 0.5 A sementara kabel relay-dinamo-accu pakai kabel KHA 30 A.


Pada sistem starter diatas, kaki 30 terpasang ke accu melalui sebuah sekering. Titik 30 ini SELALU pada tegangan sekitar 12 volt. Kaki 87 terhubung ke trigger solenoid starter. Atau bisa jadi terbalik pemasangannya, titik 30 ke solenoid dan titik 87 ke (+) accu. Asumsinya selanjutnya adalah titik 87 ke solenoid dan titik 30 ke (+) accu.

Solenoid starter


Solenoid selalu terpasang pada dinamo starter
Titik 86 terhubung dengan kontak, jika kontak on maka ada tegangan sekitar 12 volt pada titik 86. Memeriksanya pakai AVOmeter atau Multimeter atau Testpen DC atau gunakan lampu mobil/motor 12 volt sebagai lampu test . Hubungan (-) lampu (yang ada ulirnya) dengan (-) accu. Tempelkan (+) lampu (yg menonjol) ke titik 86. Lampu test seharusnya menyala jika kontak on, dan mati jika off. Jika lampu test  selalu mati dan accu bagus (bisa cek juga dengan lampu) dan ada tegangan 12 volt di titik 30 (lampu test nyala di titik 30),  berarti ada masalah di kontak dan atau di kabelnya.

Jika lampu test tidak menyala saat ditempelkan di titik 30 maka berarti ada kabel atau sekering yang putus.

Jika lampu test selalu menyala di titik 30, dan nyala-mati di titik 86 mengikuti kontak, tapi tidak nyala di titik 87 berarti relay rusak. Untuk daruratnya, cabut relay dan hubungkan titik 86 dengan titik 87 memakai kabel.
Lampu DC 12 volt sebagai lampu test
Sangat dianjurkan untuk mempunyai Testpen DC :

Testpen DC sumber gambar : danangedewa.com

Contoh penggunaannya : Capit buaya di jepitkan pada massa/body mobil atau (-) accu. Ujung obeng ditempelkan pada titik yang ditest.

gambar : otomodif.otomotif.com
































Selengkapnya

Sunday, February 23, 2014

Sejarah dan Sistem Cara Kerja Rem Angin Pada Kendaraan Bus Truk dll


SEJARAH penemuan rem angin Westinghouse ini cukup sederhana. Pada suatu hari Westinghouse mengadakan perjalanan dengan kereta api dan mengalami keterlambatan beberapa jam. Penyebabnya, dua kereta api telah bertabrakan dan memblokir rel yang akan dilalui. Atas kejadian itu, Westinghouse menjadi tertarik untuk menciptakan suatu sistem rem kereta api yang relatif aman. Ia mempunyai gagasan rem itu harus praktis. Cukup digerakkan seorang masinis dari dalam lokomotif. Selain itu, dalam pikirannya rem kereta api harus bekerja efektif. Artinya, rem tersebut ketika bekerja dapat menghentikan lokomotif dan rangkaian gerbong seketika.

Gagasan itu akhirnya diwujudkannya setelah ada membaca artikel dari suatu majalah. Sebetulnya artikel itu menceritakan tentang penggunaan udara yang dimampatkan untuk menjalankan bor pemecah batuan di pegunungan Alpen di Swiss. Tepatnya, pekerja yang menggunakan bor berada di dalam sebuah terowongan, sedangkan kompresor yang menyediakan udara bertekanan tinggi berada di mulut terowongan yang letaknya sekitar satu kilometer jauhnya. Kemudian ia berpendapat kalau tenaga udara yang dimampatkan dapat juga dipergunakan secara efektif untuk menjalankan rem kereta api sebagai pengganti tenaga manusia. Baru pada tahun 1868, ia menemukan rem angin yang menjadi cita-citanya. Tetapi, rem Westinghouse ini tentu masih harus menjalani pengujian lebih dahulu.

Singkatnya, pada suatu hari sebuah kereta api yang dilengkapi dengan sistem rem Westinghouse meluncur cepat keluar dari sebuah terowongan. Masinis yang ada di lokomotif mendadak melihat sebuah gerbong menghadang tidak jauh dari mulut terowongan. Ia berpendapat, suatu tabrakan tidak dapat dihindarkan lagi. Dalam keadaan kalut, ia membunyikan peluit lokomotif sebagai tanda bagi tukang rem untuk menjalankan tugasnya dengan segera. Di samping itu, ia menggerakkan sebuah tuas yang menjalankan rem angin Westinghouse.

Hasilnya, seluruh kereta api berhenti seketika hanya beberapa meter dari gerbong yang menghadang, sehingga terhindarlah suatu kecelakaan tersebut.
Pokoknya, sistem kerja rem angin Westinghouse itu sangat efektif. Dari kejadian inilah, akhirnya rem angin Westinghuose digunakan secara luas, baik untuk kereta api maupun untuk keperluan rem kendaraan-kendaraan berat yang lainnya, seperti truk dan bus. Jadi, atas jasa George Westinghouse itulah, kita merasa nyaman dalam menggunakan kendaraan-kendaraan berat, termasuk dalam dunia perkeretaapian.(dari Berbagai sumber)***


Spoiler for keuntungan pemakaian rem angin:
A. Merupakan media/fluida kerja yang mudah didapat dan mudah diangkut

1. udara dimana saja tersedia dalam jumlah yang tak terhingga.
2. saluran-saluran balik tidak diperlukan karena udara bekas dapat dibuang bebas ke atmosfir, sistem elektrik dan hidrolik memerlukan saluran balik.
3. udara bertekanan dapat diangkut dengan mudah melalui saluran-saluran dengan jarak yang besar, jadi pembuangan udara bertekanan dapat dipusatkan dan menggunakan saluran melingkar semua pemakai dalam satu perusahan dapat dilayani udara bertekanan dengan tekanan tetap dan sama besarnya. Melalui saluran-saluran cabang dan pipa-pipa selang, energi udara bertekanan dapat disediakan dimana saja dalam perusahaan.

B. Dapat disimpan dengan mudah
1. sumber udara bertekanan ( kompresor ) hanya menyerahkan udara bertekanan kalau udara bertekanan ini memang digunakan. Jadi kompresor tidak perlu bekerja seperti halnya pada pompa peralatan hidrolik.
2. pengangkutan ke dan penyimpanan dalam tangki-tangki penampung juga dimungkinkan.
3. suatu daur kerja yang telah dimulai selalu dapat diselesaikan, demikian pula kalau penyediaan listrik tiba-tiba dihentikan.

C. Bersih dan kering
1. udara bertekanan adalah bersih. Kalau ada kebocoran pada saluran pipa, benda-benda kerja maupun bahan-bahan disekelilingnya tidak akan menjadi kotor.
2. udara bertekanan adalah kering. Bila terdapat kerusakan pipa-pipa tidak akan ada pengotoran-pengotoran, bintik minyak dan sebagainya.
3. dalam industri pangan, kayu, kulit, dan tenun serta pada mesin-mesin pengepakan hal yang memang penting sekali adalah bahwa peralatan tetap bersih selama bekerja.

D. Tidak peka terhadap suhu
1. udara bersih ( tanpa uap air) dapat digunakan sepenuhnya pada suhu-suhu yang tinggi atau pada nilai-nilai rendah, jauh di bawah titik beku ( masing-masng panas atau dingin )
2. udara bertekanan juga dapat digunakan pada tempat-tempat yang sangat panas, misalnya untuk pelayanan tempa tekan, pintu-pintu dapur pijar, dapur pengerasan atau dapur lumer.
3. peralatan-peralatan atau saluran-saluran pipa dapat digunakan secara aman dalam lingkungan yang panas sekali, misalnya pada industri-industri baja atau bengkel-bengkel tuang ( cor ).

E. Aman terhadap kebakaran dan ledakan
1. keamanan kerja serta produksi besar dari udara bertekanan tidak mengandung bahaya kebakaran maupun ledakan.
2. dalam ruang-ruang dengan resiko timbulnya kebakaran atau ledakan atau gas-gas yang dapat meledak dapat dibebaskan, alat-alat pneumatik dapat digunakan tanpa dibutuhkan pengamanan yang mahal dan luas. Dalam ruang seperti itu kendali elektrik dalam banyak hal tidak diinginkan.

F. Tidak diperlukan pendinginan fluida kerja
1. pembawa energi ( udara bertekanan ) tidak perlu diganti sehingga untuk ini tidak dibutuhkan biaya. Minyak setidak-tidaknya harus diganti setelah 100 sampai 125 jam kerja.

G. Rasional ( Menguntungkan )
1. pneumatik adalah 40 sampai 50 kali lebih murah daripada tenaga otot. Hal ini sangat penting pada mekanisasi dan otomatisasi produksi.
2. komponen-komponen untuk peralatan pneumatik tanpa pengecualian adalah lebih murah jika dibandingkan dengan komponen-komponen peralatan hidrolik.

H. Kesederhanaan ( Mudah Pemeliharan )
1. karena konstruksi sederhana, peralatan-peralatan udara bertekanan hampir tidak peka gangguan.
2. gerakan-gerakan lurus dilaksanakan secara sederhana tanpa komponen mekanik, seperti tuas-tuas, eksentrik, cakera bubungan , pegas, poros sekrup dan roda gigi.
3. komponen-komponennya dengan mudah dapat dipasang dan setelah dibuka dapat digunakan kembali untuk penggunaan-penggunaan lainnya.

I. Aman
1. sama sekali tidak ada bahaya dalam hubungan penggunan pneumatik, juga tidak jika digunakan dalam ruang-ruang lembab atau udara luar. Pada alat-alat elektrik ada bahaya hubungan singkat.

J. Dapat dibebani lebih
Alat-alat udara bertekanan dan komponen-komponen berfungsi dapat ditahan sedemikian rupa hingga berhenti. Dengan cara ini komponen-komponen akan aman terhadap pembebanan lebih. Komponen-komponen ini juga dapat di rem sampai keadaan berhenti tanpa kerugian.
1. pada pembebanan lebih alat-alat udara bertekanan memang akan berhenti, tetapi tidak akan mengalami kerusakan. Alat-alat listrik terbakar pada pembebanan lebih.
2. suatu jaringan udara bertekanan dapat diberi beban lebih tanpa rusak.
3. silinder-silinder gaya tak peka pembebanan lebih dan dengan menggunakan katup-katup khusus maka kecepatan torak dapat disetel tanpa bertingkat.

K. Biaya pemasangan murah
1. mengembalikan udara bertekanan yang telah digunakan ke sumbernya ( kompresor ) tidak perlu dilakukan. Udara bekas dengan segera mengalir keluar ke atmosfir, sehingga tidak diperlukan saluran-saluran balik, hanya saluran masuk saja.
2. suatu peralatan udara bertekanan dengan kapasitas yang tepat, dapat melayani semua pemakai dalam satu industri. Sebaliknya, pengendalian-pengendalian hidrolik memerlukan sumber energi untuk setiap instalasi sendiri ( motor dan pompa ).

Supaya saat pengereman tidak mengeluarkan tenaga yang besar, maka dibuatlah suatu sistem pengereman yang memakai tenaga tekanan udara, pesawat ini disebut pesawat rem tekanan udara atau lebih dikenal rem angin atau rem pneumatik. Sistem rem angin dilengkapi dengan sebuah kompresor, gunanya untuk menghasilkan udara kompresi. Kompresor itu digerakkan oleh mesin kendaraan.


Selain karena kelalaian pengemudi,faktor kendaraan yg mencakup rem,keausan ban dll juga menjadi faktor yg sering muncul dalam sebuah kecelakaan

Spoiler for Ini dia akibat2 dari rem blong:
 



Spoiler for update gambarnya gan (ati2 bw killer):
 

Selengkapnya

Wednesday, February 19, 2014

Mengisi Refrigerant Pada Sistem AC Mobil


Mengisi Refrigerant Pada Sistem AC Mobil 

Manifold Gauge/Manometer
Manifold pengukur adalah alat yang berfungsi selain untuk mengosongkan/mengisi refrigerant juga sebagai alat untuk mengidentifikasi gangguan. Konstruksi yang istimewa dari alat ini harus dipelajari secara seksama agar penggunaannya menjadi optimal dan terhindar dari kesalahan pemakaian. Penjelasan berikut menggunakan manipol pengukur model keran seperti pada gambar dibawah dengan 4 nipel penghubung ( ada yang hanya menggunakan 3 niple penghubung, yang perbedaannya pada niple no 4 tidak ada )

Kondisi Hubungan saluran manifold gauge.

1)    Keran katup tekanan rendah terbuka dan keran katup tekanan tinggi menutup.
       Dalam kondisi ini :
  •   Niple 2,3,4 dan pengukur tekanan rendah  saling berhubungan.
  •   Niple 1 hanya terhubung dengan pengukur tekanan tinggi.

 

2)    Keran katup tekanan rendah tertutup dan keran katup tekanan tinggi membuka.
       Dalam kondisi ini :

  •  Niple 1,2,4 dan pengukur tekanan tinggi saling berhubungan.
  •  Niple 3 hanya terhubung dengan pengukur tekanan rendah.
 


3)    Kedua keran katup terbuka
       Dalam Kondisi ini :

  • Semua niple penghubung dan pengukur saling berhubungan.
 

5)    Kedua keran katup tertutup.
       Dalam kondisi ini :

  • Niple 1 berhubungan dengan pengukur tekanan tinggi.     
  • Niple 3 berhubungan dengan pengukur tekanan rendah.

 


Mengisi Refrigerant pada sistem AC Mobil.


 
a.    Mengenal Refrigerant ( Zat pendingin )
       Refrigerant atau zat pendingin mempunyai kemampuan menyerap panas dalam jumlah yang besar dan pada proses itu disertai dengan perubahan wujud yaitu dari cair menjadi gas. Zat  pendingin   yang sering digunakan pada sistem    AC mobil adalahR 12 atau juga dikenal dengan CFC 12 (fluorinated hydrocarbon). Kelebihan zat  pendingin ini antara lain :
  •      Mendidih pada –29,8oC dalam tekanan atmosfir.
  •      Stabil pada temperatur baik tinggi maupun rendah.
  •      Tidak menimbulkan reaksi terhadap logam.
  •      Dapat larut bila dicampur dengan minyak.
  •      Kurang bereaksi terhadap karet.
  •      Tidak berwarna dan tidak berbau.
 

    Kekurangannya adalah dapat mempengaruhi penipisan lapisan ozon pada atmosfir bumi yang menjaga terjadinya radiasi sinar ultra Violet dari matahari dan menimbulkan efek rumah kaca.

     Refrigerant (Zat Pendingin) lain  yang sekarang banyak dijumpai dan lebih ramah terhadap ozon serta memiliki efektifitas pendinginan lebih baik adalah HFC 134a.
     Refrigerant yang dipakai sebagai alternatif pengganti lainnya adalah: Ternary blend yang merupakan campuran dari zat pendingin yang berbeda seperti : HCF22,HFC152a dan HCFC124 dan yang sudah sangat kita kenal yaitu gas alam cair ( LPG ) meskipun zat ini sangat mudah terbakar, sehingga pada beberapa negara tertentu penggunaan LPG ini tidak diijinkan lagi.
 

b.    Mengenal pelumas Kompressor.
       Pelumas kompresor diperlukan untuk melumasi bantalan-bantalan serta bidang permukaan yang saling bergesekan. Oleh karena pelumas pada kompresor ikut bersirkulasi dengan refrigerant, maka dibutuhkan oli khusus untuk kompresor.

 

                        Salah satu contoh oli khusus untuk kompresor
  

Oli kompresor terdiri dari berbagai tingkatan dan jenis yang diolah sedemikian rupa sehingga menghindari timbulnya busa dan belerang. Selain itu oli kompresor sangat bergantung dengan jenis refrigerant yang digunakan dan secara spesifik dapat diuraikan :
  •  untuk refrigerant R12 : digunakan pelumas mineral.
  •  untuk CFC 134a    : digunakan PAG (Poly Alkylene Glycol ) atau pelumas Ester.

Jumlah oli kompresor baik dalam keadaan kosong maupun sebagai tambahan karena penggantian komponen.
  •   kosong (pemasangan baru)..... 100 cc
  •   ganti receifer.......................... 20 cc
  •   ganti condenser ..................... 40 – 50 cc
  •   ganti evaporator .................... 40 – 50 cc

Cara mengisi refrigerant.

Sebelum mengisi refrigerant sistem rangkaian harus dalam keadaan kosong, tidak ada udara ataupun uap air yang tersisa didalamnya. Untuk mengosongkan sistem rangkaian ini lakukanlah langkah pengosongan dengan menggunakan alat Vacuum pump.

Prosedur pengosongan :

  •  Tutup kedua katup manifold gauge.
  •  pasang manifold gauge ke kompresor dengan selang merah ke nipel tekanan tinggi dan  
  •  selang biru ke nipel tekanan rendah serta selang hijau ke pompa vakum.
 

  • Bukalah salah satu katup manifold dan hidupkan pompa vakum.
  • Bacalah ukuran pada vakum gauge, hingga menunjukkan angka +/- 600 mmHg ( 23,62 inHg; 80 kPa )
  • Bukalah sisi katup manifold yang lain agar vakum bekerja dari dua sisi untuk lebih mengefisienkan kerja pompa vakum. 
  • Baca kembali ukuran pada vakum gauge dan pastikan sistem telah bersih dari udara maupun uap air dengan angka penunjuk berada pada angka 750 mmHg ( 29,53 in Hg; 99,98 kPa )
  • Biarkan pompa vakum tetap hidup kurang lebih selama 30 menit.
  • Tutup kedua katup manifold sebelum mematikan pompa vakum.
  • Tunggu kurang lebih 15 menit dan amati angka penunjuk meteran. Bila terjadi penurunan maka berarti dalam sistem rangkaian masih terjadi kebocoran.
  • Cari kebocoran dengan alat deteksi kebocoran sampai ditemukan dan perbaiki.

Pengisian refrigerant.
Sebelum memulai pengisian refrigerant pastikan langkah-langkah berikut sudah dilakukan :

  •  Rangkaian sistem masih terpasang dengan benar.
  •  Selang masih terpasang dengan manifold gauge warna merah ke nipel tekanan tinggi, 
  •   Warna  biru ke nipel tekanan rendah dan warna hijau ke tangki refrigerant atau alat pengisi.
  •   Refrigerant yang akan digunakan tersedia dengan cukup.
  •   Singkirkan alat-alat yang masih ada di sekitar mesin untuk menghindari kecelakaan.

Langkah pengisian
Pemasangan selang pada tabung refrigerant : 

  • Sebelum memasang selang, putarlah handle berlawanan arah jarum jam sampai jarum katupnya tertarik penuh. 
  • Putarlah disc berlawanan arah jarum jam, sampai posisi habis.
  • Hubungan selang warna hijau ke tabung refrigerant.
  • Putarlah disch searah jarum jam dengan tangan.
  • Putarlah handle searah jarum jam untuk membuat lubang, dan putarlah kembali berlawanan arah jarum jam agar gas dapat mengalir ke selang.
  • Tekanlah niple no 4 pada manifold gauge dengan jari tangan sampai udara keluar dari selang tengah.
  • Bila udara sudah keluar ( ditandai dengan keluarnya refrigerant ) tutuplah niple no 4 dengan tutup niple.
 


Pemeriksaan kebocoran awal :

  • Bukalah keran katup tekanan tinggi pada manifold gauge agar gas masuk kedalam sistem. (tabung menghadap keatas ).
  • Bila pengukur tekanan rendah sudah menunjukkan 1 kg/cm2 ( 14 psi; 98 kPa ) tutup keran manifold tekanan tinggi.
  • Periksalah kebocoran pada sistem dengan menggunakan detektor.

Pengisian Refrigerant dalam bentuk cair :
  • Balikkanlah tabung refrigerant menghadap kebawah agar isi refrigerant yang keluar dalam bentuk cair.
  • Buka katup tekanan tinggi.
  • Periksalah kaca pengintai sampai aliran refrigerant berhenti mengalir dan tutuplah keran.
  • Amati kedua pengukur, tekanan tinggi maupun tekanan rendah. Keduanya harus menunjukkan tekanan yang sama.
 
Pengisian Lanjutan :
  • Baliklah tabung refrigerant menghadap keatas agar isi refrigerant keluar dalam bentuk gas.
  • Hidupkan mesin dan biarkan beberapa menit untuk pemanasan.
  • Hidupkan switch AC, dan amati pengukur tekanan manifold gauge tanda merah harus terlihat pada tekanan tinggi dan tanda biru pada tekanan rendah tetapi tidak vakum.
  • Buka sedikit demi sedikit katup manifold gauge warna biru. (besar kecilnya  pembukaan akan mempengaruhi jumlah refrigerant yang mengalir dalam sistem.
  • Amati gelas pantau dan bila jumlah gelembung menjadi semakin sedikit dan lembut menunjukkan bahwa pengisian sudah cukup.
  • Tutup katup manifold gauge, dan baca pengukur tekanan rendah 1,5 – 2,0 kg/cm2 dan tekanan tinggi 14,5 – 15 kg/cm2

Read more at http://machrusafif.blogspot.com/2012/12/pengisian-refrigerant-ac-mobil.html#1qptV9CO1R7ew5mi.99 
Selengkapnya

Tuesday, February 18, 2014

Sistem Rem pada Kendaraan

Rem ( brake dalam bahasa inggris ) adalah alat yang digunakan untuk memperlambat dan atau menghentikan laju kendaraan. Adanya rem pada kendaraan sangat penting untuk keselamatan pengendara, jika tidak ada rem  maka pengendara bisa mengalami kecelakaan yang bisa menyebabkan kematian. Rem hanya salah satu bagian kendaraan yang penting, masih ada bagian penting lainnya, berikut bagian/komponen utama kendaraan




 









System rem  yang digunakan pada kendaraan bermotor dapat digolongkan sebagai berikut :


Menurut konstruksinya :
  • Rem tromol
  • Rem piriringan/cakram

Menurut tempatnya ada 2 :
  • Rem roda = rem yang ditempatkan pada roda depan ataupun belakang
  • Rem propeller = rem yang ditempatkan didepan poros propeller

Menurut layananya :
  • Rem kaki , dengan cara di injak
  • Rem tangan atau rem parkir.




Menurut mekanisme penggeraknya :
  • Rem mekanis = rem yang menggunakan tuas atau kawat pada system rem, kekuatan pengereman tergantung pada kekuatan tarikan/kawat
  • Rem hidraulik = rem yang menggunakan fluida dalam pengereman
  • Rem boster = suatu alat tambahan yang digunakan untuk meringankan tenaga pengereman dengan memenfaatkan kevakuman
  • Rem angin = rem yang bekerja berdasarkan tekanan udara yang tersedia untuk membantu mengerakan sepatu / kampas rem dalam menekan tromol



Rem Cakarm :
Rem cakram atau disc brake bayak dipakai di kendaraan bermotor berkecepatan tinggi. Terjadinya gaya pengereman pada rem cakram adalah akibat gesekan yang dilakukan oleh pad/ bantalan terhadam cakram/ piringan dengan cara menjepit.

Keuntungan :
  • Pengereman tetap stabil walaupun dilakukan berkali-kali pada kecepatan tinggi.
  • Piringan dapat meradiasi panas dengan baik
  • Ekspansi paanas dan pemuaian panas yang terjadi karena gesekan tidak menyebabkan perubahan renggang antara cakram dan pad.
  • Konstruksi  sederhana
  • Jika piringan terkena air maka efek pengereman tetap konstan, hal ini disebabkan air yang menempel pada piringan akan terl


    empar keluar karena gaya sentrifugal.

Kerugian :
  • Diperlukan tenaga pengereman yang lebih besar
  • Debu dan kotoran akan lebih mudah masuk karena system remnya terbuka.


Jenis-jenis rem cakram :

  1. Tipe satu piston/floating caliper
  2. Tipe dua piston/fixed caliper
  • Pada tipe satu piston/ floating caliper, tekanan hidraulik master silinder akan mendorong kea rah kiri. Cakram bergerak berlawanan arah dengan gerak piston sehingga piringan akan terjepit.
  • Pada tipe dua piston , tenaga pengereman yang terjadi  adalah saat tekanan hidraulik mendorong kedua piston sehingga piston mendorong pad untuk menjepit piringan/cakram. Kerja dari tipe ini lebih akurat namun radiasi panasnya terbatas karena silinder rem berada diantara cakram dengan velg sehingga dulit tercapainya pendinginan oleh karena itu dibutuhkan komponen yang lebih bayak.




  • Secara garis besar komponen rem cakram ada 3 macam yaitu : piringan/cakram, pad dan caliper.
1.Cakram/ piringan
Terbuat dari besi tuang kelabu berbentuk lingkaran yang dipasang atau disatukan dengan roda sehimgga apabila roda berputar maka cakram juga ikut berputar.

2.Pad / bantalan rem/ diskbrake
Terbuat dari metalik fiber dicampur dengan sedikit serbuk besi, fungsinya adalah untuk memberikan gesekan pada piringan saat mendapatkan tekanan hidraulik dari master silinder.

3.Caliper
Adalah rumah piston. Caliper dibedakan menjadi 2 macam menurut konstruksinya yaitu floating caliper dan fixed caliper.


Syarat-syarat rem :
  • Dapat bekerja cepat dan tepat
  • Kemampuan pengereman dapat dipercaya
  • Gaya pengereman tiap roda harus sama
  • Konstruksi sederhana pemeliharaan mudah



Selanjutnya : Rem Tromol

Selengkapnya

Friday, February 14, 2014

SISTEM KEMUDI


SISTEM KEMUDI


Sistem kemudi berfungsi mengatur arah kendaraan dengan cara,membelokkan roda depan. Bila roda kemudi diputar, kolom kemudi
meneruskan putaran ke roda gigi kemudi. Roda gigi kemudi ini memperbesar momen putar, sehingga menghasilkan tenaga yang lebih besar untuk 
menggerakkan roda depan melalui sambungan-sambungan kemudi (steering linkage). 


Ada dua model sistem kemudi yang umum digunakan pada mobil,yaitu model recirculating ball 

 


dan model rack dan punion
 

Kolom kemudi (steering column) 
Kolom kemudi terdiri atas main shaft yang meneruskan putaran
roda kemudi ke roda gigi kemudi, dan kolom kemudi yang mengikat
main shaft ke bodi. Ujung atas dari main shaft dibuat meruncing dan
bergigi. 



Di ujung inilah roda kemudi diikat dengan sebuah mur
Bagian-bagian dari kolom kemudi ditunjukkam pada 

 

2. Roda gigi kemudi (steering gear) 
Roda gigi kemudi selain berfungsi mengarahkan roda depan, juga
berfungsi sebagai gigi reduksi untuk memperbesar momen agar 
kemudi menjadi ringan dan gangguan-gangguan terhadap roda tidak 
langsung dirasakan oleh pengemudi. 


Ada beberapa jenis roda gigi kemudi, tetapi yang banyak digunakan dewasa ini adalah jenis recirculating ball 



 

dan 

 


dan pinion 



Janis recirculating ball digunakan pada
mobil penumpang ukuran sedang sampai besar dan mobil komercial 
sedangkan jenis rack dan pinion digunakan pada mobil penumpang ukuran kecil sampai sedang. 

sambunbungan-sambungan kemudi (steering linkage) 


Walaupun mobil bergerak naik-turun, gerakan roda kemudi harus dapat diteruskan ke roda·roda dengan sangat tepat (akurat) setiap saat, untuk ilu diperlukan sambungan-sambungan kemudi (steering linkage. Babarapa model sambungan·sambungan kemudi 
suspensi rigid 


suspensi independen 

 





 

Power steering 

power steering 


Sistem power steering direncanakan untuk mengurangi tenaga pengemudian saat mobil bergerak pada putaran rendah dem menyesuainya pada tingkat tertentu bila kendaraan bererak mulai kecepatan
sedang sampai kecepatan tinggi. 



Pada sistem power steering terdapat
bosster hidraulis yang ditempatkan di bagian tengah mekanisme kemudi. 

Power steering model integral
 

memperlihatkan mekanisme power steering model
integral. Bagian utamanya terdiri atas tangki reservoir (berisi fluida),
vane pump yang membangkitkan tenaga hidraulis, gear box yang berisi control valve, power pinton, dan steerig gear (jenis recirculating balt).
pipa-pipa yang mcngalirkan fluida dan selang-selang fleksibel. 

Power sfeering model rack dan pinion
Power steering model ini mekanismenya sama dengan model integral, tetapi control valvenya termasuk di dalam gear housing dan power pistonnya terpisah di dalam power cylinder. 
 

roda 


Output terakhir dari tenaga putar mesin adalah pada roda. Sambil
memikul berat kendaraan roda juga berfungsi meredam kejutan
kejutan dan menambah kenyamanan pengendara. Roda dapat dibagii
menjadi dua bagian, yaitu pelek roda (disc wheel dan ban (tire). 

Pelek roda 


 

memperlihatkan
sebuah model velg roda yang banyak
digunakan pada mobil penumpang. 


Velg roda dipasangkan pada poros
roda (axle shaft) dengan menggunakan
empat atau enam baut. Baut-baut 


Ban adalah bagian mobil yang barsentuhan langsung dengan permukaan jalan. Selain berfungsi meredam kejutan, ban juga bertugas menjejak dengan gaya geseknya pada jalan selama kendaraan berjalan, membelok, dan saat pengereman. 


Menurut konstruksinya ban dapat dibedakan menjadi ban bias
dan ban radial 

 

Ban bias mengasilkan jalannya kendaraan lebih lembut, tetapi kemampuan membelok dan ketahanan ausnya kurang. Ban radial menghasilkan kemampuan membelok dan kemampuan kecepatan tinggi yang baik serta tahanan gelindingnya
rendah. 



Daya tahan ausnya lebih tinggi dibanding ban biasa. Tetapi pada jalan yang tidak rata dengan kecepatan rendah, ban radial lembut
dirasakan pengendara. 

Menurut penampungan isi udaranya, dapat dibedakan menjadi ban
biasa dan ban tubles 

 

Pada ban biasa, udara ditampung
pada ban dalam. Katup atau pentilnya bersatu dengan ban dalam. Bila ban
biasa tertusuk benda tajam maka akan langsung kempes. Pada ban
tubles tidak terdapat ban dalam, tekanan udara hanya ditahan oleh lapisan ban dalam yang kedap udara. Katup atau pentilnya langsung
terpasang pada pelek. Bila ban tubles tertusuk benda tajam, tidak langsung menjadi kempes (tekanan udaranya tidak turun seketika) karena
lapisan dalamnya menghasilkan efek merapatkan sendiri. 



2. C a s t e r
Caster adalah sudut antara king pin dengan garis vertikal yang dilihat dari samping kendaraan 

 

Bila miringnya ke arah belakang disebut caster positif sebaliknya bila miringnya ke arah depan disebut caster negatif. Pada umumnya yang dipakai adalah caster positif karena dapat menghasilkan kestabilan kendaraan saat berjalan lurus dan daya balik kemudi setelah membelok lebih baik. 



3. King pin inclination
Garis sumbu yang melalui ball joint atas dan ball joint bawah di-
sebut steering axis (sumbu kemudi). Sumbu ini dimiringkan ke arah da-
lam sekitar 5-7°. Kemiringan ini dinamakam king pin inclination.
" Dengan adanya king pin inclination bersama-sama dengan camber, maka jarak (offset) akan menjadi sangat kecil, sehingga kemudi akan lebih ringan dan kejutan akibat pengereman dan percepatan dapat berkurang. Di samping itu, dengan adanya king pin inclination dapat dihasilkan daya balik kemudi
dengan ,memanfaatkan berat kendaraan. 


 

Toe-in
Bila dilihat dari atas, roda-roda depan terlihat menyudut ke arah
dalam di bagian depan

Yang dimaksud toe-in adalah selisih antara jarak A dan B (toe-in = B - A). Biasanya selisih ini diatur
2 - 6 mm. Bila jarak bagian depan (A) lebih besar daripada jarak bagian belakang (B) disebut toe-out 


Bila roda-roda depan memiliki camber positif maka bagian atas roda
mlring mengarah ke luar, sehingga roda-roda berusaha menggelinding ke arah luar pada saat mobil berjalan lurus dan akan terjadi
side slip yang berakibat ban cepat aus. Untuk mencegah hal ini maka diatasi oleh adanya toe-in. 


 

penyetelan toe-in, cember; dan caster
Pada model suspensi independen, besarnya toe-in distel oleh tie-rod kiri dan kanan, sedangkan besar sudut camber dan caster distel dengan menambah atau mengurangi shim yang disisipkan pada upper arm rangka. Pada model suspensi tetap (satu poros), toe-in distel dengan mengubah-ubah tie-rod yang panjang, sedangkan besar caster distel
dengan menyisipkan busi tirus (bentuk baji) antara pegas daun dan rumah pores.
Selengkapnya