Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts
Sunday, February 23, 2014
Sejarah dan Sistem Cara Kerja Rem Angin Pada Kendaraan Bus Truk dll
SEJARAH penemuan rem angin Westinghouse ini cukup sederhana. Pada suatu hari Westinghouse mengadakan perjalanan dengan kereta api dan mengalami keterlambatan beberapa jam. Penyebabnya, dua kereta api telah bertabrakan dan memblokir rel yang akan dilalui. Atas kejadian itu, Westinghouse menjadi tertarik untuk menciptakan suatu sistem rem kereta api yang relatif aman. Ia mempunyai gagasan rem itu harus praktis. Cukup digerakkan seorang masinis dari dalam lokomotif. Selain itu, dalam pikirannya rem kereta api harus bekerja efektif. Artinya, rem tersebut ketika bekerja dapat menghentikan lokomotif dan rangkaian gerbong seketika.
Gagasan itu akhirnya diwujudkannya setelah ada membaca artikel dari suatu majalah. Sebetulnya artikel itu menceritakan tentang penggunaan udara yang dimampatkan untuk menjalankan bor pemecah batuan di pegunungan Alpen di Swiss. Tepatnya, pekerja yang menggunakan bor berada di dalam sebuah terowongan, sedangkan kompresor yang menyediakan udara bertekanan tinggi berada di mulut terowongan yang letaknya sekitar satu kilometer jauhnya. Kemudian ia berpendapat kalau tenaga udara yang dimampatkan dapat juga dipergunakan secara efektif untuk menjalankan rem kereta api sebagai pengganti tenaga manusia. Baru pada tahun 1868, ia menemukan rem angin yang menjadi cita-citanya. Tetapi, rem Westinghouse ini tentu masih harus menjalani pengujian lebih dahulu.
Singkatnya, pada suatu hari sebuah kereta api yang dilengkapi dengan sistem rem Westinghouse meluncur cepat keluar dari sebuah terowongan. Masinis yang ada di lokomotif mendadak melihat sebuah gerbong menghadang tidak jauh dari mulut terowongan. Ia berpendapat, suatu tabrakan tidak dapat dihindarkan lagi. Dalam keadaan kalut, ia membunyikan peluit lokomotif sebagai tanda bagi tukang rem untuk menjalankan tugasnya dengan segera. Di samping itu, ia menggerakkan sebuah tuas yang menjalankan rem angin Westinghouse.
Hasilnya, seluruh kereta api berhenti seketika hanya beberapa meter dari gerbong yang menghadang, sehingga terhindarlah suatu kecelakaan tersebut.
Pokoknya, sistem kerja rem angin Westinghouse itu sangat efektif. Dari kejadian inilah, akhirnya rem angin Westinghuose digunakan secara luas, baik untuk kereta api maupun untuk keperluan rem kendaraan-kendaraan berat yang lainnya, seperti truk dan bus. Jadi, atas jasa George Westinghouse itulah, kita merasa nyaman dalam menggunakan kendaraan-kendaraan berat, termasuk dalam dunia perkeretaapian.(dari Berbagai sumber)***
Gagasan itu akhirnya diwujudkannya setelah ada membaca artikel dari suatu majalah. Sebetulnya artikel itu menceritakan tentang penggunaan udara yang dimampatkan untuk menjalankan bor pemecah batuan di pegunungan Alpen di Swiss. Tepatnya, pekerja yang menggunakan bor berada di dalam sebuah terowongan, sedangkan kompresor yang menyediakan udara bertekanan tinggi berada di mulut terowongan yang letaknya sekitar satu kilometer jauhnya. Kemudian ia berpendapat kalau tenaga udara yang dimampatkan dapat juga dipergunakan secara efektif untuk menjalankan rem kereta api sebagai pengganti tenaga manusia. Baru pada tahun 1868, ia menemukan rem angin yang menjadi cita-citanya. Tetapi, rem Westinghouse ini tentu masih harus menjalani pengujian lebih dahulu.
Singkatnya, pada suatu hari sebuah kereta api yang dilengkapi dengan sistem rem Westinghouse meluncur cepat keluar dari sebuah terowongan. Masinis yang ada di lokomotif mendadak melihat sebuah gerbong menghadang tidak jauh dari mulut terowongan. Ia berpendapat, suatu tabrakan tidak dapat dihindarkan lagi. Dalam keadaan kalut, ia membunyikan peluit lokomotif sebagai tanda bagi tukang rem untuk menjalankan tugasnya dengan segera. Di samping itu, ia menggerakkan sebuah tuas yang menjalankan rem angin Westinghouse.
Hasilnya, seluruh kereta api berhenti seketika hanya beberapa meter dari gerbong yang menghadang, sehingga terhindarlah suatu kecelakaan tersebut.
Pokoknya, sistem kerja rem angin Westinghouse itu sangat efektif. Dari kejadian inilah, akhirnya rem angin Westinghuose digunakan secara luas, baik untuk kereta api maupun untuk keperluan rem kendaraan-kendaraan berat yang lainnya, seperti truk dan bus. Jadi, atas jasa George Westinghouse itulah, kita merasa nyaman dalam menggunakan kendaraan-kendaraan berat, termasuk dalam dunia perkeretaapian.(dari Berbagai sumber)***
Spoiler for keuntungan pemakaian rem angin:
A. Merupakan media/fluida kerja yang mudah didapat dan mudah diangkut
1. udara dimana saja tersedia dalam jumlah yang tak terhingga.
2. saluran-saluran balik tidak diperlukan karena udara bekas dapat dibuang bebas ke atmosfir, sistem elektrik dan hidrolik memerlukan saluran balik.
3. udara bertekanan dapat diangkut dengan mudah melalui saluran-saluran dengan jarak yang besar, jadi pembuangan udara bertekanan dapat dipusatkan dan menggunakan saluran melingkar semua pemakai dalam satu perusahan dapat dilayani udara bertekanan dengan tekanan tetap dan sama besarnya. Melalui saluran-saluran cabang dan pipa-pipa selang, energi udara bertekanan dapat disediakan dimana saja dalam perusahaan.
B. Dapat disimpan dengan mudah
1. sumber udara bertekanan ( kompresor ) hanya menyerahkan udara bertekanan kalau udara bertekanan ini memang digunakan. Jadi kompresor tidak perlu bekerja seperti halnya pada pompa peralatan hidrolik.
2. pengangkutan ke dan penyimpanan dalam tangki-tangki penampung juga dimungkinkan.
3. suatu daur kerja yang telah dimulai selalu dapat diselesaikan, demikian pula kalau penyediaan listrik tiba-tiba dihentikan.
C. Bersih dan kering
1. udara bertekanan adalah bersih. Kalau ada kebocoran pada saluran pipa, benda-benda kerja maupun bahan-bahan disekelilingnya tidak akan menjadi kotor.
2. udara bertekanan adalah kering. Bila terdapat kerusakan pipa-pipa tidak akan ada pengotoran-pengotoran, bintik minyak dan sebagainya.
3. dalam industri pangan, kayu, kulit, dan tenun serta pada mesin-mesin pengepakan hal yang memang penting sekali adalah bahwa peralatan tetap bersih selama bekerja.
D. Tidak peka terhadap suhu
1. udara bersih ( tanpa uap air) dapat digunakan sepenuhnya pada suhu-suhu yang tinggi atau pada nilai-nilai rendah, jauh di bawah titik beku ( masing-masng panas atau dingin )
2. udara bertekanan juga dapat digunakan pada tempat-tempat yang sangat panas, misalnya untuk pelayanan tempa tekan, pintu-pintu dapur pijar, dapur pengerasan atau dapur lumer.
3. peralatan-peralatan atau saluran-saluran pipa dapat digunakan secara aman dalam lingkungan yang panas sekali, misalnya pada industri-industri baja atau bengkel-bengkel tuang ( cor ).
E. Aman terhadap kebakaran dan ledakan
1. keamanan kerja serta produksi besar dari udara bertekanan tidak mengandung bahaya kebakaran maupun ledakan.
2. dalam ruang-ruang dengan resiko timbulnya kebakaran atau ledakan atau gas-gas yang dapat meledak dapat dibebaskan, alat-alat pneumatik dapat digunakan tanpa dibutuhkan pengamanan yang mahal dan luas. Dalam ruang seperti itu kendali elektrik dalam banyak hal tidak diinginkan.
F. Tidak diperlukan pendinginan fluida kerja
1. pembawa energi ( udara bertekanan ) tidak perlu diganti sehingga untuk ini tidak dibutuhkan biaya. Minyak setidak-tidaknya harus diganti setelah 100 sampai 125 jam kerja.
G. Rasional ( Menguntungkan )
1. pneumatik adalah 40 sampai 50 kali lebih murah daripada tenaga otot. Hal ini sangat penting pada mekanisasi dan otomatisasi produksi.
2. komponen-komponen untuk peralatan pneumatik tanpa pengecualian adalah lebih murah jika dibandingkan dengan komponen-komponen peralatan hidrolik.
H. Kesederhanaan ( Mudah Pemeliharan )
1. karena konstruksi sederhana, peralatan-peralatan udara bertekanan hampir tidak peka gangguan.
2. gerakan-gerakan lurus dilaksanakan secara sederhana tanpa komponen mekanik, seperti tuas-tuas, eksentrik, cakera bubungan , pegas, poros sekrup dan roda gigi.
3. komponen-komponennya dengan mudah dapat dipasang dan setelah dibuka dapat digunakan kembali untuk penggunaan-penggunaan lainnya.
I. Aman
1. sama sekali tidak ada bahaya dalam hubungan penggunan pneumatik, juga tidak jika digunakan dalam ruang-ruang lembab atau udara luar. Pada alat-alat elektrik ada bahaya hubungan singkat.
J. Dapat dibebani lebih
Alat-alat udara bertekanan dan komponen-komponen berfungsi dapat ditahan sedemikian rupa hingga berhenti. Dengan cara ini komponen-komponen akan aman terhadap pembebanan lebih. Komponen-komponen ini juga dapat di rem sampai keadaan berhenti tanpa kerugian.
1. pada pembebanan lebih alat-alat udara bertekanan memang akan berhenti, tetapi tidak akan mengalami kerusakan. Alat-alat listrik terbakar pada pembebanan lebih.
2. suatu jaringan udara bertekanan dapat diberi beban lebih tanpa rusak.
3. silinder-silinder gaya tak peka pembebanan lebih dan dengan menggunakan katup-katup khusus maka kecepatan torak dapat disetel tanpa bertingkat.
K. Biaya pemasangan murah
1. mengembalikan udara bertekanan yang telah digunakan ke sumbernya ( kompresor ) tidak perlu dilakukan. Udara bekas dengan segera mengalir keluar ke atmosfir, sehingga tidak diperlukan saluran-saluran balik, hanya saluran masuk saja.
2. suatu peralatan udara bertekanan dengan kapasitas yang tepat, dapat melayani semua pemakai dalam satu industri. Sebaliknya, pengendalian-pengendalian hidrolik memerlukan sumber energi untuk setiap instalasi sendiri ( motor dan pompa ).
Supaya saat pengereman tidak mengeluarkan tenaga yang besar, maka dibuatlah suatu sistem pengereman yang memakai tenaga tekanan udara, pesawat ini disebut pesawat rem tekanan udara atau lebih dikenal rem angin atau rem pneumatik. Sistem rem angin dilengkapi dengan sebuah kompresor, gunanya untuk menghasilkan udara kompresi. Kompresor itu digerakkan oleh mesin kendaraan.
1. udara dimana saja tersedia dalam jumlah yang tak terhingga.
2. saluran-saluran balik tidak diperlukan karena udara bekas dapat dibuang bebas ke atmosfir, sistem elektrik dan hidrolik memerlukan saluran balik.
3. udara bertekanan dapat diangkut dengan mudah melalui saluran-saluran dengan jarak yang besar, jadi pembuangan udara bertekanan dapat dipusatkan dan menggunakan saluran melingkar semua pemakai dalam satu perusahan dapat dilayani udara bertekanan dengan tekanan tetap dan sama besarnya. Melalui saluran-saluran cabang dan pipa-pipa selang, energi udara bertekanan dapat disediakan dimana saja dalam perusahaan.
B. Dapat disimpan dengan mudah
1. sumber udara bertekanan ( kompresor ) hanya menyerahkan udara bertekanan kalau udara bertekanan ini memang digunakan. Jadi kompresor tidak perlu bekerja seperti halnya pada pompa peralatan hidrolik.
2. pengangkutan ke dan penyimpanan dalam tangki-tangki penampung juga dimungkinkan.
3. suatu daur kerja yang telah dimulai selalu dapat diselesaikan, demikian pula kalau penyediaan listrik tiba-tiba dihentikan.
C. Bersih dan kering
1. udara bertekanan adalah bersih. Kalau ada kebocoran pada saluran pipa, benda-benda kerja maupun bahan-bahan disekelilingnya tidak akan menjadi kotor.
2. udara bertekanan adalah kering. Bila terdapat kerusakan pipa-pipa tidak akan ada pengotoran-pengotoran, bintik minyak dan sebagainya.
3. dalam industri pangan, kayu, kulit, dan tenun serta pada mesin-mesin pengepakan hal yang memang penting sekali adalah bahwa peralatan tetap bersih selama bekerja.
D. Tidak peka terhadap suhu
1. udara bersih ( tanpa uap air) dapat digunakan sepenuhnya pada suhu-suhu yang tinggi atau pada nilai-nilai rendah, jauh di bawah titik beku ( masing-masng panas atau dingin )
2. udara bertekanan juga dapat digunakan pada tempat-tempat yang sangat panas, misalnya untuk pelayanan tempa tekan, pintu-pintu dapur pijar, dapur pengerasan atau dapur lumer.
3. peralatan-peralatan atau saluran-saluran pipa dapat digunakan secara aman dalam lingkungan yang panas sekali, misalnya pada industri-industri baja atau bengkel-bengkel tuang ( cor ).
E. Aman terhadap kebakaran dan ledakan
1. keamanan kerja serta produksi besar dari udara bertekanan tidak mengandung bahaya kebakaran maupun ledakan.
2. dalam ruang-ruang dengan resiko timbulnya kebakaran atau ledakan atau gas-gas yang dapat meledak dapat dibebaskan, alat-alat pneumatik dapat digunakan tanpa dibutuhkan pengamanan yang mahal dan luas. Dalam ruang seperti itu kendali elektrik dalam banyak hal tidak diinginkan.
F. Tidak diperlukan pendinginan fluida kerja
1. pembawa energi ( udara bertekanan ) tidak perlu diganti sehingga untuk ini tidak dibutuhkan biaya. Minyak setidak-tidaknya harus diganti setelah 100 sampai 125 jam kerja.
G. Rasional ( Menguntungkan )
1. pneumatik adalah 40 sampai 50 kali lebih murah daripada tenaga otot. Hal ini sangat penting pada mekanisasi dan otomatisasi produksi.
2. komponen-komponen untuk peralatan pneumatik tanpa pengecualian adalah lebih murah jika dibandingkan dengan komponen-komponen peralatan hidrolik.
H. Kesederhanaan ( Mudah Pemeliharan )
1. karena konstruksi sederhana, peralatan-peralatan udara bertekanan hampir tidak peka gangguan.
2. gerakan-gerakan lurus dilaksanakan secara sederhana tanpa komponen mekanik, seperti tuas-tuas, eksentrik, cakera bubungan , pegas, poros sekrup dan roda gigi.
3. komponen-komponennya dengan mudah dapat dipasang dan setelah dibuka dapat digunakan kembali untuk penggunaan-penggunaan lainnya.
I. Aman
1. sama sekali tidak ada bahaya dalam hubungan penggunan pneumatik, juga tidak jika digunakan dalam ruang-ruang lembab atau udara luar. Pada alat-alat elektrik ada bahaya hubungan singkat.
J. Dapat dibebani lebih
Alat-alat udara bertekanan dan komponen-komponen berfungsi dapat ditahan sedemikian rupa hingga berhenti. Dengan cara ini komponen-komponen akan aman terhadap pembebanan lebih. Komponen-komponen ini juga dapat di rem sampai keadaan berhenti tanpa kerugian.
1. pada pembebanan lebih alat-alat udara bertekanan memang akan berhenti, tetapi tidak akan mengalami kerusakan. Alat-alat listrik terbakar pada pembebanan lebih.
2. suatu jaringan udara bertekanan dapat diberi beban lebih tanpa rusak.
3. silinder-silinder gaya tak peka pembebanan lebih dan dengan menggunakan katup-katup khusus maka kecepatan torak dapat disetel tanpa bertingkat.
K. Biaya pemasangan murah
1. mengembalikan udara bertekanan yang telah digunakan ke sumbernya ( kompresor ) tidak perlu dilakukan. Udara bekas dengan segera mengalir keluar ke atmosfir, sehingga tidak diperlukan saluran-saluran balik, hanya saluran masuk saja.
2. suatu peralatan udara bertekanan dengan kapasitas yang tepat, dapat melayani semua pemakai dalam satu industri. Sebaliknya, pengendalian-pengendalian hidrolik memerlukan sumber energi untuk setiap instalasi sendiri ( motor dan pompa ).
Supaya saat pengereman tidak mengeluarkan tenaga yang besar, maka dibuatlah suatu sistem pengereman yang memakai tenaga tekanan udara, pesawat ini disebut pesawat rem tekanan udara atau lebih dikenal rem angin atau rem pneumatik. Sistem rem angin dilengkapi dengan sebuah kompresor, gunanya untuk menghasilkan udara kompresi. Kompresor itu digerakkan oleh mesin kendaraan.
Selain karena kelalaian pengemudi,faktor kendaraan yg mencakup rem,keausan ban dll juga menjadi faktor yg sering muncul dalam sebuah kecelakaan
Spoiler for Ini dia akibat2 dari rem blong:
Spoiler for update gambarnya gan (ati2 bw killer):
Saturday, February 1, 2014
SEJARAH AC MOBIL
Kita mungkin tidak menduga bahwa awal dari adanya teknologi A/C mobil yang sekarang ini berasal dari suatu ide yang sederhana dan perjalanannya juga cukup panjang yaitu mulai tahun 1884 (satu abad lebih kalau dihitung sampai sekarang).
Pada tahun 1884, William Whiteley mencoba menaruh balok-balok es (es batu) pada bagian bawah gerobak penumpang yang masih ditarik oleh kuda untuk mendinginkan penumpang yang ada. Sebuah kipas/fan dengan tenaga angin ditaruh didepannya yang akan berputar jika gerobak tersebut berjalan. Dengan adanya angin tersebut melewati balok-balok es / evaporator menuju ruang penumpang sehingga ruangan gerobak menjadi dingin. Karena udara yang dimasukkan kedalam ruangan adalah udara dari luar, sehingga udara yang dihirup juga tidak bersih karena bercampur dengan debu (ini merupakan suatu masalah tersendiri yang juga harus dipecahkan).
Pada tahun 1930, C&C Kelvinator, membuat sistem pendingin Kelvinator dengan mesin penggerak tersendiri yang berbahan bakar gasolin.
Pada waktu yang hampir bersamaan, 1930, Laboratorium Penelitian General Motors menyampaikan konsep sistem pendingin dengan memakai refrigerant R12. Proposal tersebut disetujui untuk diaplikasikan pada mobil Cadillac pada tanggal 23 september 1932. Pekerjaan ini dimulai pada tahun 1933 dan dapat diaplikasikan pada tahun 1939 pada sebuah trunk . Compressor digerakkan oleh v-belt, tetapi belum memakai magnetic clutch, sehingga jika ingin mematikannya harus melepas v-beltnya terlebih dahulu.
Pada tahun 1940, Packard Motor Car merilis sistem dual pendingin dan pemanas. Sampai tahun 1942 telah terjual 1.500 buah.
Pada tahun 1953, General Motors membuat sistem A/C mobil yang berbeda dengan sebelumnya, seperti sistem yang sekarang ini, yaitu compressor dan condensor pada bagian engine compartement. Dan diaplikasikan untuk yang pertama kali pada mobil Pontiac pada tahun 1954 oleh Harrison Radiator.
Pada tahun 1954, Manufaktur mobil berlomba-lomba melengkapi mobil buatannya dengan A/C. Chevrolet dibuatkan General Motors, Chrysler oleh De Soto, Dodge dan Plymouth dan sebagainya. Sampai tahun 1955 telah terjual 118.000 unit A/C mobil atau 1,5% dari jumlah mobil yang diproduksi.
Perkembangan di negara selain Amerika juga begitu pesat. Sampai akhirnya bisa kita lihat, kita sebagai generasi tahun 2000-an, telah menikmati hasil dari jerih payah pendahulu-pendahulu kita tersebut.
Thursday, January 30, 2014
Sejarah Transmisi Otomatis Pada Mobil
Karena banyaknya energi terbuang percuma dari selip fluida dalam transmisi, laju kendaraan lebih pelan dan konsumsi bbm lebih boros dibanding manual. Namun ini tidak menghalangi konsumen di Negeri Paman Sam membelinya karena kenyamanan yang ditawarkan. Keberhasilan ini membuat pabrikan lain menyodorkan versi otomatis. Di 1950 saja, sebagian besar pabrikan mobil di Amerika telah memiliki varian transmisi matik.
Kemudian pada tahun 1990-an ketika teknologi elektronik mulai berkembang pesat, sistem komputer pun digunakan untuk memperhebat kinerja transmisi. Perpindahan gigi manual lewat sentuhan tombol mulai diperkenalkan, dan konsumen diberi nuansa sporty di dalam kendaraan mereka. Saat ini transmisi otomatis bagaikan lahan perlombaan kecanggihan teknologi sejumlah pabrikan.
Hydraulic Automatic Transmission
Ini merupakan jenis transmisi otomatis yang sering disebut sebagai tipe konvensional. Meski tetap menggunakan pasangan roda gigi seperti manual, transmisi ini memiliki fluida di antara kopling untuk memungkinkan kendaraan berhenti tanpa membuat mesin mati.
Selanjutnya, saat dicapai sebuah nilai torsi mesin tertentu, pompa fluida akan bekerja memindahkan gigi, baik ke posisi lebih rendah maupun lebih tinggi. Konstruksi mekanikal penyalur daya ini cukup rumit sehingga transmisi otomatis biasanya memiliki bobot lebih berat ketimbang manual.
Transmisi jenis ini hanya memiliki tujuan kenyamanan mengemudi. Dari segi kedinamisan, terjadi beberapa hambatan perpindahan energi dari mesin ke roda. Utamanya karena terjadi selip fluida di antara kopling, serta pompa fluida yang membutuhkan energi untuk bekerja.
Continuous Variable Transmission (CVT)
Transmisi ini tidak memiliki roda gigi seperti pada transmisi konvensional. Gantinya, ditempatkan 2 buah puli (penggerak dan digerakkan) yang dihubungkan dengan sebuah sabuk baja. Nah, sebuah pompa hidraulik akan bekerja mengatur diameter kedua puli tersebut, sehingga rasio putarannya berubah.
Karena tak adanya perpindahan roda gigi, perubahan diameter puli ini menyebabkan mobil serasa berpindah gigi secara sangat halus. Itu sebabnya, transmisi CVT sering diistilahkan sebagai transmisi dengan jumlah percepatan tak terhingga. Keunggulan dari CVT terletak pada desainnya yang kompak serta kehalusan mengemudi. Selain itu, saat berkendara di tol putaran mesin juga bisa dibuat relatif rendah dibanding tipe konvensional.
Sayangnya, transmisi CVT kadang dinilai kurang lincah berakselerasi. Oleh sebab itu beberapa pabrikan seperti Audi dan Honda melengkapi transmisi CVT mereka dengan mode manual, yang merekayasa perubahan diameter puli. Selain itu, karena kekuatannya hanya tergantung satu sabuk, CVT tidak direkomendasikan untuk mobil bertenaga di atas 200 dk. Tapi sebagai partner berjalan santai di dalam kota, kenyamanan CVT sulit ditandingi.
Automated Manual Transmission (AMT)
Di jenis ini, mobil memiliki girboks dengan kopling kering layaknya mobil manual. Tapi bedanya, mekanisme kerja kopling dikendalikan oleh sebuah pompa yang diatur secara elektronik. Hasilnya Anda bisa berkendara nyaman layaknya transmisi otomatis, namun tanpa selip fluida berlebihan begitu melaju di sebuah posisi gigi.
Mobil pertama yang memakai transmisi AMT di Indonesia adalah Alfa Romeo 156 Selespeed yang meluncur di tahun 2000. Sedangkan yang berada di pasaran sekarang, transmisi AMT digunakan oleh smartfortwo serta Proton Savvy. Konsumsi bbm tidak terkorbankan terlalu banyak di transmisi ini, namun kelemahannya terletak pada perpindahan gigi yang relatif lambat plus entakan yang cukup terasa saat berpindah gigi.
Dual Cluth Transmission
Sesuai namanya, transmisi ini memiliki dua buah kopling kering yang sudah terhubung dengan posisi gigi berikutnya. Hasilnya, perpindahan gigi bisa dilakukan lebih cepat dari kemampuan tangan manusia dan tanpa selip kopling. Kehebatan sistem ini membuat sejumlah pabrikan mobil sport menggunakannya, bahkan memberi nama sendiri-sendiri. Sebut saja VW dengan DSG (Dual Sequential Gearbox), BMW memakai SMG (Sequential Manual Gearbox), Ford dengan Powershift, atau Porsche yang menyebutnya sebagai PDK (Porsche Doppelkuplung).
Di Indonesia, Anda bisa menikmati transmisi koling ganda ini antara lain di VW Golf GTI dan TSI, VW Touran, BMW M3, Ford Fiesta 1.6 S, serta Ford Focus TDCi. Enaknya lagi, transmisi ini sudah bisa didapat dengan harga terjangkau, seperti contohnya di Fiesta 1.6 S.
Subscribe to:
Posts (Atom)