Showing posts with label angin. Show all posts
Showing posts with label angin. Show all posts
Sunday, February 23, 2014
Sejarah dan Sistem Cara Kerja Rem Angin Pada Kendaraan Bus Truk dll
SEJARAH penemuan rem angin Westinghouse ini cukup sederhana. Pada suatu hari Westinghouse mengadakan perjalanan dengan kereta api dan mengalami keterlambatan beberapa jam. Penyebabnya, dua kereta api telah bertabrakan dan memblokir rel yang akan dilalui. Atas kejadian itu, Westinghouse menjadi tertarik untuk menciptakan suatu sistem rem kereta api yang relatif aman. Ia mempunyai gagasan rem itu harus praktis. Cukup digerakkan seorang masinis dari dalam lokomotif. Selain itu, dalam pikirannya rem kereta api harus bekerja efektif. Artinya, rem tersebut ketika bekerja dapat menghentikan lokomotif dan rangkaian gerbong seketika.
Gagasan itu akhirnya diwujudkannya setelah ada membaca artikel dari suatu majalah. Sebetulnya artikel itu menceritakan tentang penggunaan udara yang dimampatkan untuk menjalankan bor pemecah batuan di pegunungan Alpen di Swiss. Tepatnya, pekerja yang menggunakan bor berada di dalam sebuah terowongan, sedangkan kompresor yang menyediakan udara bertekanan tinggi berada di mulut terowongan yang letaknya sekitar satu kilometer jauhnya. Kemudian ia berpendapat kalau tenaga udara yang dimampatkan dapat juga dipergunakan secara efektif untuk menjalankan rem kereta api sebagai pengganti tenaga manusia. Baru pada tahun 1868, ia menemukan rem angin yang menjadi cita-citanya. Tetapi, rem Westinghouse ini tentu masih harus menjalani pengujian lebih dahulu.
Singkatnya, pada suatu hari sebuah kereta api yang dilengkapi dengan sistem rem Westinghouse meluncur cepat keluar dari sebuah terowongan. Masinis yang ada di lokomotif mendadak melihat sebuah gerbong menghadang tidak jauh dari mulut terowongan. Ia berpendapat, suatu tabrakan tidak dapat dihindarkan lagi. Dalam keadaan kalut, ia membunyikan peluit lokomotif sebagai tanda bagi tukang rem untuk menjalankan tugasnya dengan segera. Di samping itu, ia menggerakkan sebuah tuas yang menjalankan rem angin Westinghouse.
Hasilnya, seluruh kereta api berhenti seketika hanya beberapa meter dari gerbong yang menghadang, sehingga terhindarlah suatu kecelakaan tersebut.
Pokoknya, sistem kerja rem angin Westinghouse itu sangat efektif. Dari kejadian inilah, akhirnya rem angin Westinghuose digunakan secara luas, baik untuk kereta api maupun untuk keperluan rem kendaraan-kendaraan berat yang lainnya, seperti truk dan bus. Jadi, atas jasa George Westinghouse itulah, kita merasa nyaman dalam menggunakan kendaraan-kendaraan berat, termasuk dalam dunia perkeretaapian.(dari Berbagai sumber)***
Gagasan itu akhirnya diwujudkannya setelah ada membaca artikel dari suatu majalah. Sebetulnya artikel itu menceritakan tentang penggunaan udara yang dimampatkan untuk menjalankan bor pemecah batuan di pegunungan Alpen di Swiss. Tepatnya, pekerja yang menggunakan bor berada di dalam sebuah terowongan, sedangkan kompresor yang menyediakan udara bertekanan tinggi berada di mulut terowongan yang letaknya sekitar satu kilometer jauhnya. Kemudian ia berpendapat kalau tenaga udara yang dimampatkan dapat juga dipergunakan secara efektif untuk menjalankan rem kereta api sebagai pengganti tenaga manusia. Baru pada tahun 1868, ia menemukan rem angin yang menjadi cita-citanya. Tetapi, rem Westinghouse ini tentu masih harus menjalani pengujian lebih dahulu.
Singkatnya, pada suatu hari sebuah kereta api yang dilengkapi dengan sistem rem Westinghouse meluncur cepat keluar dari sebuah terowongan. Masinis yang ada di lokomotif mendadak melihat sebuah gerbong menghadang tidak jauh dari mulut terowongan. Ia berpendapat, suatu tabrakan tidak dapat dihindarkan lagi. Dalam keadaan kalut, ia membunyikan peluit lokomotif sebagai tanda bagi tukang rem untuk menjalankan tugasnya dengan segera. Di samping itu, ia menggerakkan sebuah tuas yang menjalankan rem angin Westinghouse.
Hasilnya, seluruh kereta api berhenti seketika hanya beberapa meter dari gerbong yang menghadang, sehingga terhindarlah suatu kecelakaan tersebut.
Pokoknya, sistem kerja rem angin Westinghouse itu sangat efektif. Dari kejadian inilah, akhirnya rem angin Westinghuose digunakan secara luas, baik untuk kereta api maupun untuk keperluan rem kendaraan-kendaraan berat yang lainnya, seperti truk dan bus. Jadi, atas jasa George Westinghouse itulah, kita merasa nyaman dalam menggunakan kendaraan-kendaraan berat, termasuk dalam dunia perkeretaapian.(dari Berbagai sumber)***
Spoiler for keuntungan pemakaian rem angin:
A. Merupakan media/fluida kerja yang mudah didapat dan mudah diangkut
1. udara dimana saja tersedia dalam jumlah yang tak terhingga.
2. saluran-saluran balik tidak diperlukan karena udara bekas dapat dibuang bebas ke atmosfir, sistem elektrik dan hidrolik memerlukan saluran balik.
3. udara bertekanan dapat diangkut dengan mudah melalui saluran-saluran dengan jarak yang besar, jadi pembuangan udara bertekanan dapat dipusatkan dan menggunakan saluran melingkar semua pemakai dalam satu perusahan dapat dilayani udara bertekanan dengan tekanan tetap dan sama besarnya. Melalui saluran-saluran cabang dan pipa-pipa selang, energi udara bertekanan dapat disediakan dimana saja dalam perusahaan.
B. Dapat disimpan dengan mudah
1. sumber udara bertekanan ( kompresor ) hanya menyerahkan udara bertekanan kalau udara bertekanan ini memang digunakan. Jadi kompresor tidak perlu bekerja seperti halnya pada pompa peralatan hidrolik.
2. pengangkutan ke dan penyimpanan dalam tangki-tangki penampung juga dimungkinkan.
3. suatu daur kerja yang telah dimulai selalu dapat diselesaikan, demikian pula kalau penyediaan listrik tiba-tiba dihentikan.
C. Bersih dan kering
1. udara bertekanan adalah bersih. Kalau ada kebocoran pada saluran pipa, benda-benda kerja maupun bahan-bahan disekelilingnya tidak akan menjadi kotor.
2. udara bertekanan adalah kering. Bila terdapat kerusakan pipa-pipa tidak akan ada pengotoran-pengotoran, bintik minyak dan sebagainya.
3. dalam industri pangan, kayu, kulit, dan tenun serta pada mesin-mesin pengepakan hal yang memang penting sekali adalah bahwa peralatan tetap bersih selama bekerja.
D. Tidak peka terhadap suhu
1. udara bersih ( tanpa uap air) dapat digunakan sepenuhnya pada suhu-suhu yang tinggi atau pada nilai-nilai rendah, jauh di bawah titik beku ( masing-masng panas atau dingin )
2. udara bertekanan juga dapat digunakan pada tempat-tempat yang sangat panas, misalnya untuk pelayanan tempa tekan, pintu-pintu dapur pijar, dapur pengerasan atau dapur lumer.
3. peralatan-peralatan atau saluran-saluran pipa dapat digunakan secara aman dalam lingkungan yang panas sekali, misalnya pada industri-industri baja atau bengkel-bengkel tuang ( cor ).
E. Aman terhadap kebakaran dan ledakan
1. keamanan kerja serta produksi besar dari udara bertekanan tidak mengandung bahaya kebakaran maupun ledakan.
2. dalam ruang-ruang dengan resiko timbulnya kebakaran atau ledakan atau gas-gas yang dapat meledak dapat dibebaskan, alat-alat pneumatik dapat digunakan tanpa dibutuhkan pengamanan yang mahal dan luas. Dalam ruang seperti itu kendali elektrik dalam banyak hal tidak diinginkan.
F. Tidak diperlukan pendinginan fluida kerja
1. pembawa energi ( udara bertekanan ) tidak perlu diganti sehingga untuk ini tidak dibutuhkan biaya. Minyak setidak-tidaknya harus diganti setelah 100 sampai 125 jam kerja.
G. Rasional ( Menguntungkan )
1. pneumatik adalah 40 sampai 50 kali lebih murah daripada tenaga otot. Hal ini sangat penting pada mekanisasi dan otomatisasi produksi.
2. komponen-komponen untuk peralatan pneumatik tanpa pengecualian adalah lebih murah jika dibandingkan dengan komponen-komponen peralatan hidrolik.
H. Kesederhanaan ( Mudah Pemeliharan )
1. karena konstruksi sederhana, peralatan-peralatan udara bertekanan hampir tidak peka gangguan.
2. gerakan-gerakan lurus dilaksanakan secara sederhana tanpa komponen mekanik, seperti tuas-tuas, eksentrik, cakera bubungan , pegas, poros sekrup dan roda gigi.
3. komponen-komponennya dengan mudah dapat dipasang dan setelah dibuka dapat digunakan kembali untuk penggunaan-penggunaan lainnya.
I. Aman
1. sama sekali tidak ada bahaya dalam hubungan penggunan pneumatik, juga tidak jika digunakan dalam ruang-ruang lembab atau udara luar. Pada alat-alat elektrik ada bahaya hubungan singkat.
J. Dapat dibebani lebih
Alat-alat udara bertekanan dan komponen-komponen berfungsi dapat ditahan sedemikian rupa hingga berhenti. Dengan cara ini komponen-komponen akan aman terhadap pembebanan lebih. Komponen-komponen ini juga dapat di rem sampai keadaan berhenti tanpa kerugian.
1. pada pembebanan lebih alat-alat udara bertekanan memang akan berhenti, tetapi tidak akan mengalami kerusakan. Alat-alat listrik terbakar pada pembebanan lebih.
2. suatu jaringan udara bertekanan dapat diberi beban lebih tanpa rusak.
3. silinder-silinder gaya tak peka pembebanan lebih dan dengan menggunakan katup-katup khusus maka kecepatan torak dapat disetel tanpa bertingkat.
K. Biaya pemasangan murah
1. mengembalikan udara bertekanan yang telah digunakan ke sumbernya ( kompresor ) tidak perlu dilakukan. Udara bekas dengan segera mengalir keluar ke atmosfir, sehingga tidak diperlukan saluran-saluran balik, hanya saluran masuk saja.
2. suatu peralatan udara bertekanan dengan kapasitas yang tepat, dapat melayani semua pemakai dalam satu industri. Sebaliknya, pengendalian-pengendalian hidrolik memerlukan sumber energi untuk setiap instalasi sendiri ( motor dan pompa ).
Supaya saat pengereman tidak mengeluarkan tenaga yang besar, maka dibuatlah suatu sistem pengereman yang memakai tenaga tekanan udara, pesawat ini disebut pesawat rem tekanan udara atau lebih dikenal rem angin atau rem pneumatik. Sistem rem angin dilengkapi dengan sebuah kompresor, gunanya untuk menghasilkan udara kompresi. Kompresor itu digerakkan oleh mesin kendaraan.
1. udara dimana saja tersedia dalam jumlah yang tak terhingga.
2. saluran-saluran balik tidak diperlukan karena udara bekas dapat dibuang bebas ke atmosfir, sistem elektrik dan hidrolik memerlukan saluran balik.
3. udara bertekanan dapat diangkut dengan mudah melalui saluran-saluran dengan jarak yang besar, jadi pembuangan udara bertekanan dapat dipusatkan dan menggunakan saluran melingkar semua pemakai dalam satu perusahan dapat dilayani udara bertekanan dengan tekanan tetap dan sama besarnya. Melalui saluran-saluran cabang dan pipa-pipa selang, energi udara bertekanan dapat disediakan dimana saja dalam perusahaan.
B. Dapat disimpan dengan mudah
1. sumber udara bertekanan ( kompresor ) hanya menyerahkan udara bertekanan kalau udara bertekanan ini memang digunakan. Jadi kompresor tidak perlu bekerja seperti halnya pada pompa peralatan hidrolik.
2. pengangkutan ke dan penyimpanan dalam tangki-tangki penampung juga dimungkinkan.
3. suatu daur kerja yang telah dimulai selalu dapat diselesaikan, demikian pula kalau penyediaan listrik tiba-tiba dihentikan.
C. Bersih dan kering
1. udara bertekanan adalah bersih. Kalau ada kebocoran pada saluran pipa, benda-benda kerja maupun bahan-bahan disekelilingnya tidak akan menjadi kotor.
2. udara bertekanan adalah kering. Bila terdapat kerusakan pipa-pipa tidak akan ada pengotoran-pengotoran, bintik minyak dan sebagainya.
3. dalam industri pangan, kayu, kulit, dan tenun serta pada mesin-mesin pengepakan hal yang memang penting sekali adalah bahwa peralatan tetap bersih selama bekerja.
D. Tidak peka terhadap suhu
1. udara bersih ( tanpa uap air) dapat digunakan sepenuhnya pada suhu-suhu yang tinggi atau pada nilai-nilai rendah, jauh di bawah titik beku ( masing-masng panas atau dingin )
2. udara bertekanan juga dapat digunakan pada tempat-tempat yang sangat panas, misalnya untuk pelayanan tempa tekan, pintu-pintu dapur pijar, dapur pengerasan atau dapur lumer.
3. peralatan-peralatan atau saluran-saluran pipa dapat digunakan secara aman dalam lingkungan yang panas sekali, misalnya pada industri-industri baja atau bengkel-bengkel tuang ( cor ).
E. Aman terhadap kebakaran dan ledakan
1. keamanan kerja serta produksi besar dari udara bertekanan tidak mengandung bahaya kebakaran maupun ledakan.
2. dalam ruang-ruang dengan resiko timbulnya kebakaran atau ledakan atau gas-gas yang dapat meledak dapat dibebaskan, alat-alat pneumatik dapat digunakan tanpa dibutuhkan pengamanan yang mahal dan luas. Dalam ruang seperti itu kendali elektrik dalam banyak hal tidak diinginkan.
F. Tidak diperlukan pendinginan fluida kerja
1. pembawa energi ( udara bertekanan ) tidak perlu diganti sehingga untuk ini tidak dibutuhkan biaya. Minyak setidak-tidaknya harus diganti setelah 100 sampai 125 jam kerja.
G. Rasional ( Menguntungkan )
1. pneumatik adalah 40 sampai 50 kali lebih murah daripada tenaga otot. Hal ini sangat penting pada mekanisasi dan otomatisasi produksi.
2. komponen-komponen untuk peralatan pneumatik tanpa pengecualian adalah lebih murah jika dibandingkan dengan komponen-komponen peralatan hidrolik.
H. Kesederhanaan ( Mudah Pemeliharan )
1. karena konstruksi sederhana, peralatan-peralatan udara bertekanan hampir tidak peka gangguan.
2. gerakan-gerakan lurus dilaksanakan secara sederhana tanpa komponen mekanik, seperti tuas-tuas, eksentrik, cakera bubungan , pegas, poros sekrup dan roda gigi.
3. komponen-komponennya dengan mudah dapat dipasang dan setelah dibuka dapat digunakan kembali untuk penggunaan-penggunaan lainnya.
I. Aman
1. sama sekali tidak ada bahaya dalam hubungan penggunan pneumatik, juga tidak jika digunakan dalam ruang-ruang lembab atau udara luar. Pada alat-alat elektrik ada bahaya hubungan singkat.
J. Dapat dibebani lebih
Alat-alat udara bertekanan dan komponen-komponen berfungsi dapat ditahan sedemikian rupa hingga berhenti. Dengan cara ini komponen-komponen akan aman terhadap pembebanan lebih. Komponen-komponen ini juga dapat di rem sampai keadaan berhenti tanpa kerugian.
1. pada pembebanan lebih alat-alat udara bertekanan memang akan berhenti, tetapi tidak akan mengalami kerusakan. Alat-alat listrik terbakar pada pembebanan lebih.
2. suatu jaringan udara bertekanan dapat diberi beban lebih tanpa rusak.
3. silinder-silinder gaya tak peka pembebanan lebih dan dengan menggunakan katup-katup khusus maka kecepatan torak dapat disetel tanpa bertingkat.
K. Biaya pemasangan murah
1. mengembalikan udara bertekanan yang telah digunakan ke sumbernya ( kompresor ) tidak perlu dilakukan. Udara bekas dengan segera mengalir keluar ke atmosfir, sehingga tidak diperlukan saluran-saluran balik, hanya saluran masuk saja.
2. suatu peralatan udara bertekanan dengan kapasitas yang tepat, dapat melayani semua pemakai dalam satu industri. Sebaliknya, pengendalian-pengendalian hidrolik memerlukan sumber energi untuk setiap instalasi sendiri ( motor dan pompa ).
Supaya saat pengereman tidak mengeluarkan tenaga yang besar, maka dibuatlah suatu sistem pengereman yang memakai tenaga tekanan udara, pesawat ini disebut pesawat rem tekanan udara atau lebih dikenal rem angin atau rem pneumatik. Sistem rem angin dilengkapi dengan sebuah kompresor, gunanya untuk menghasilkan udara kompresi. Kompresor itu digerakkan oleh mesin kendaraan.
Selain karena kelalaian pengemudi,faktor kendaraan yg mencakup rem,keausan ban dll juga menjadi faktor yg sering muncul dalam sebuah kecelakaan
Spoiler for Ini dia akibat2 dari rem blong:
Spoiler for update gambarnya gan (ati2 bw killer):
Saturday, January 25, 2014
Cara Memperbaiki Mobil yang Masuk Angin
Kasus mobil masuk angin ini bisa jadi bukanlah masalah yang teramat serius alias ringan, terutama bagi anda yang sudah terbiasa mengendarai mobil-mobil keluaran tahun lawas khususnya mobil bermesin diesel, sebab, anda pasti sudah paham betul bagaimana cara mengatasi atau memperbaiki mobil anda ketika masuk angin.
Tapi bagaimana jika kasus mobil masuk angin ini menimpa atau terjadi pada anda yang masih awam? Tentu sudah bisa ditebak, anda pasti akan sangat kebingungan, terlebih lagi jika mobil tersebut berada jauh dari bengkel sebab belum mengetahui cara untuk memperbaikinya.
Nah, untuk anda yang masih awam dan masih belum tahu cara untuk mengatasi mobil yang masuk angin, mungkin informasi ini bisa sangat bermanfaat untuk jaga-jaga jika suatu saat anda menemui kondisi seperti ini. Tapi sebelum itu, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab mobil masuk angin?
Secara umum, penyebab mobil masuk angin itu ada 2, yaitu :
Yang pertama adalah karena keterlambatan dalam mengisi bahan bakar. Jika normalnya pompa bahan bakar pada mobil (khususnya mobil solar) menghisap solar, maka ketika solarnya kosong maka yang dihisap dan dimasukkan ke pompa injeksi berganti angin. Hal tersebut membuat mobil susah hidup ketika distarter, dan kalaupun mesinnya bisa hidup tapi pasti RPMnya akan sangat rendah dan tenaga yang dihasilkan juga akan sangat lemah. Hal tersebut disebabkan karena jumlah atau volume bahan bakar yang diinjeksi (yang masuk) ke ruang pembakaran sangat minim tidak sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan oleh mesin itu sendiri padahal untuk mesin diesel, tenaga injeksi yang dibutuhkan sangatlah besar, lebih besar daripada mesin bensin.
Penyebab mobil masuk angin yang kedua adalah adanya komponen pada sistem bahan bakar seperti selang, filter bahan bakar, ataupun nozzle (injektor) yang bocor atau longgar. Jika salah satu dari komponen tersebut ada yang bocor atau hanya longgar maka angin akan masuk ke sistem pembakaran dari celah kecil tersebut.
Lalu bagaimana cara mengatasinya (memperbaiki mobil yang masuk angin) tersebut?
Cara memperbaikinya tentu saja dengan membuang anginnya. Caranya cukup mudah, hal perama yang perlu anda periksa adalah komponen-komponen pada sistem pembakarannya, pastikan jika komponen-komponen tersebut tidak ada yang berlubang atau bocor, dan jika selangnya ada yang longgar segera perbaiki (dieratkan hingga benar-benar erat).
Setelah itu, lanjutkan dengan mengutak-atik tabung sendimeternya, kendorkan baut nepel angin-anginnya (cukup dikendorkan saja bukan dilepas).
Setelah bautnya kendor, pompa secara berulang-ulang hingga anda melihat solar keluar dari situ bersama dengan angin yang ada di dalamnya (indikasinya adalah solar yang keluar berbusa = solar + angin). Jika sudah terlihat solar dan anginnya keluar, tetap teruskan memompanya. Anda pompa hingga solar yang keluar tadi bersih (tidak berbuih atau tidak keluar bersama angin).
Setelah solar yang keluar tadi benar-benar bersih, itu berarti sudah cukup, kencangkan kembali baut yang anda kendorkan tadi. Dan lalu coba hidupkan atau stater kembali mesinnya, Semestinya mesin tersebut sudah bisa hidup dengan normal seperti semula. Tapi jika masih tidak hidup atau hidup tapi tenaganya masih rendah, lanjutkan kembali tahap-tahap di atas hingga mesin bisa benar-benar nyala dengan normal dan dengan RPM yang normal pula.
Tapi bagaimana jika kasus mobil masuk angin ini menimpa atau terjadi pada anda yang masih awam? Tentu sudah bisa ditebak, anda pasti akan sangat kebingungan, terlebih lagi jika mobil tersebut berada jauh dari bengkel sebab belum mengetahui cara untuk memperbaikinya.Nah, untuk anda yang masih awam dan masih belum tahu cara untuk mengatasi mobil yang masuk angin, mungkin informasi ini bisa sangat bermanfaat untuk jaga-jaga jika suatu saat anda menemui kondisi seperti ini. Tapi sebelum itu, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab mobil masuk angin?
Secara umum, penyebab mobil masuk angin itu ada 2, yaitu :
Yang pertama adalah karena keterlambatan dalam mengisi bahan bakar. Jika normalnya pompa bahan bakar pada mobil (khususnya mobil solar) menghisap solar, maka ketika solarnya kosong maka yang dihisap dan dimasukkan ke pompa injeksi berganti angin. Hal tersebut membuat mobil susah hidup ketika distarter, dan kalaupun mesinnya bisa hidup tapi pasti RPMnya akan sangat rendah dan tenaga yang dihasilkan juga akan sangat lemah. Hal tersebut disebabkan karena jumlah atau volume bahan bakar yang diinjeksi (yang masuk) ke ruang pembakaran sangat minim tidak sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan oleh mesin itu sendiri padahal untuk mesin diesel, tenaga injeksi yang dibutuhkan sangatlah besar, lebih besar daripada mesin bensin.
Penyebab mobil masuk angin yang kedua adalah adanya komponen pada sistem bahan bakar seperti selang, filter bahan bakar, ataupun nozzle (injektor) yang bocor atau longgar. Jika salah satu dari komponen tersebut ada yang bocor atau hanya longgar maka angin akan masuk ke sistem pembakaran dari celah kecil tersebut.
Lalu bagaimana cara mengatasinya (memperbaiki mobil yang masuk angin) tersebut?
Cara memperbaikinya tentu saja dengan membuang anginnya. Caranya cukup mudah, hal perama yang perlu anda periksa adalah komponen-komponen pada sistem pembakarannya, pastikan jika komponen-komponen tersebut tidak ada yang berlubang atau bocor, dan jika selangnya ada yang longgar segera perbaiki (dieratkan hingga benar-benar erat).
Setelah itu, lanjutkan dengan mengutak-atik tabung sendimeternya, kendorkan baut nepel angin-anginnya (cukup dikendorkan saja bukan dilepas).
Setelah bautnya kendor, pompa secara berulang-ulang hingga anda melihat solar keluar dari situ bersama dengan angin yang ada di dalamnya (indikasinya adalah solar yang keluar berbusa = solar + angin). Jika sudah terlihat solar dan anginnya keluar, tetap teruskan memompanya. Anda pompa hingga solar yang keluar tadi bersih (tidak berbuih atau tidak keluar bersama angin).
Setelah solar yang keluar tadi benar-benar bersih, itu berarti sudah cukup, kencangkan kembali baut yang anda kendorkan tadi. Dan lalu coba hidupkan atau stater kembali mesinnya, Semestinya mesin tersebut sudah bisa hidup dengan normal seperti semula. Tapi jika masih tidak hidup atau hidup tapi tenaganya masih rendah, lanjutkan kembali tahap-tahap di atas hingga mesin bisa benar-benar nyala dengan normal dan dengan RPM yang normal pula.
Monday, January 20, 2014
DIY service ulang perawatan klakson angin Stebel Nautilus
perawatan cukup dgn bongkar ulang bersihkan. semprot2 di jamin lancar kembali
-caranya lepas kan dinamo nya
atau bisa di geser per nya supaya bs di gunakan sampe mentok ke ujung carbon nya
Subscribe to:
Posts (Atom)