Showing posts with label yang. Show all posts
Showing posts with label yang. Show all posts
Wednesday, April 2, 2014
Mari Lebih Peduli pada Mobil yang Terpanggang Matahari
Cuaca juga mempengaruhi cara kita merawat mobil kesayangan mengingat kondisi lingkungan yang dingin, basah, kering, atau berdebu dsb pasti berimbas terhadap bagian-bagian mobil. Lalu, pada musim kemarau yang sepanjang hari memaksa kita berkendara di bawah terik matahari seperti sekarang ini, perawatan macam apa yang sebaiknya kita lakukan?
Pertanyaan ini memang penting dan bila diabaikan cukup merugikan. Contoh sederhana, lihat saja kondisi cat mobil Anda. Buram atau masih kinclong ? Atau, coba pegang karet wiper. Masih elastis atau sudah keras? Begitu juga karet-karet pada pintu mobil yang mestinya masih utuh dan tidak robek-robek serta mampu meredam bunyi ketika pintu ditutup. Boleh jadi, buramnya cat atau tidak elastisnya lagi karet-karet pada mobil terjadi karena kekurangpedulian kita menangani pengaruh panas matahari terhadap mobil.
Cat dan karet-karet mobil adalah dua hal paling cepat terkena imbas panas matahari. Suhu yang tinggi seperti memanggang cat dan karet-karet. Celakanya lagi, kebanyakan tempat parkir juga tidak memiliki atap yang sebenarnya dapat meminimalisir efek buruk sinar matahari. Karena itu, langkah pertama perawatan mobil terkait dengan musim panas ini adalah: usahakan memarkir mobil di tempat teduh.
Namun, seandainya pun Anda seringkali kesulitan menemukan tempat parkir yang teduh, kurangilah dampak buruk panas matahari dengan poin-poin berikut ini:
1. Sebelum meninggalkan tempat parkir, tegakkanlah wiper agar karet-karet wiper tidak bersentuhan langsung dengan kaca mobil. Kaca yang panas akan makin mempercepat ketidakelastisan karet wiper. Permukaan karet wiper menjadi tidak rata dan mengeras.
2. Untuk mengurangi penerobosan panas matahari ke kabin, pasangi kaca mobil Anda dengan kaca film yang dapat menahan radiasi.
3. Sebaiknya lakukan pemolesan body mobil secara rutin. Akan jauh lebih baik lagi bila cat mobil Anda diberi lapisan pelindung cat.
4. Jangan lupa untuk menyingkirkan barang-barang yang mudah meledak dari dalam kabin saat memarkir mobil. Sebab, mobil yang diparkir di bawah sinar langsung matahari tak ubahnya sebuah oven.
5. Turunkan sedikit kaca jendela (sekitar 0.5 atau 1 cm) agar tekanan serta panas dalam kabin tidak terlalu tinggi. Suhu kabin yang tinggi juga bisa memicu pecahnya kaca depan kendaraan. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya
Pertanyaan ini memang penting dan bila diabaikan cukup merugikan. Contoh sederhana, lihat saja kondisi cat mobil Anda. Buram atau masih kinclong ? Atau, coba pegang karet wiper. Masih elastis atau sudah keras? Begitu juga karet-karet pada pintu mobil yang mestinya masih utuh dan tidak robek-robek serta mampu meredam bunyi ketika pintu ditutup. Boleh jadi, buramnya cat atau tidak elastisnya lagi karet-karet pada mobil terjadi karena kekurangpedulian kita menangani pengaruh panas matahari terhadap mobil.
Cat dan karet-karet mobil adalah dua hal paling cepat terkena imbas panas matahari. Suhu yang tinggi seperti memanggang cat dan karet-karet. Celakanya lagi, kebanyakan tempat parkir juga tidak memiliki atap yang sebenarnya dapat meminimalisir efek buruk sinar matahari. Karena itu, langkah pertama perawatan mobil terkait dengan musim panas ini adalah: usahakan memarkir mobil di tempat teduh.
Namun, seandainya pun Anda seringkali kesulitan menemukan tempat parkir yang teduh, kurangilah dampak buruk panas matahari dengan poin-poin berikut ini:
1. Sebelum meninggalkan tempat parkir, tegakkanlah wiper agar karet-karet wiper tidak bersentuhan langsung dengan kaca mobil. Kaca yang panas akan makin mempercepat ketidakelastisan karet wiper. Permukaan karet wiper menjadi tidak rata dan mengeras.
2. Untuk mengurangi penerobosan panas matahari ke kabin, pasangi kaca mobil Anda dengan kaca film yang dapat menahan radiasi.
3. Sebaiknya lakukan pemolesan body mobil secara rutin. Akan jauh lebih baik lagi bila cat mobil Anda diberi lapisan pelindung cat.
4. Jangan lupa untuk menyingkirkan barang-barang yang mudah meledak dari dalam kabin saat memarkir mobil. Sebab, mobil yang diparkir di bawah sinar langsung matahari tak ubahnya sebuah oven.
5. Turunkan sedikit kaca jendela (sekitar 0.5 atau 1 cm) agar tekanan serta panas dalam kabin tidak terlalu tinggi. Suhu kabin yang tinggi juga bisa memicu pecahnya kaca depan kendaraan. (Source : AstraWorld)
Sunday, February 23, 2014
Tips Gunakan Spion Yang Aman Untuk Di Jalan
Sobat pasti sudah pernah lihat beraneka bentuk spion motor. Ada yang bulat, lonjong, dan berwarna warni. Paling sering kita lihat yang berwarna biru metalik dan perak. Woow, keren deh. Apalagi motornya model terbaru seperti Supra X 125 R. Makin keren abizzz. Ternyata dari semua bentuk spion atau bahasa spare partnya mirror comp ada satu jenis yang tidak direkomendasikan untuk dipakai yaitu yang kecil imut. Cerminnya cuma sebesar layar ponsel. Kok gituu? Kan bisa meliuk-liuk dengan lincah diantara mobil kalau macet. Terus kalau parkir gak takut lecet atau rusak. Lagipula keren khaaan? Betul sobat, dengan spion kecil memang dapat meliuk di tengah kemacetan tapi ukuran yang kecil membuat pengendara tidak bisa melihat kendaraan lain dibelakangnya. Juga tidak dapat melihat dengan maksimal situasi dan kondisi jalan dibelakang saat berkendara di jalan lurus, menyalip dan menikung serta berhenti. "Bila ingin mengganti spion bawaan pabrik maka gantilah dengan yang mampu melihat kebelakang dengan mudah" kata Dwi Suprayitno instruktur Safety Riding Wahana. "Jangan sampai pandangan ke belakang terhalang tubuh pengendara," tambahnya. Lebih parah lagi ada yang mencopot kaca spion kanan kiri dengan alasan yang sama, atau kaca spion diputar sampai pengendara bisa bercerimin di kaca spionnya tersebut. Padahal syarat keamanan berkendara adalah adanya kaca spion. Dengan spion pengendara dapat mengambil keputusan untuk berhenti, menyalip atau menikung yang tidak membahayakan pengendara lain yang juga melintas di jalan yang sama. Dalam UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 44 taun 1993 tentang kendaraan dan pengemudi pasal 3 menjelaskan kalau kendaraan roda dua mesti dilengkapi komponen pendukung salah satunya adalah spion. Dengan UU ini maka sah saja bila polisi menilang motor tanpa spion. Tuh, kan. Sobat Honda dimanapun Anda berada. Tidak dilarang ganti spion. Kalau mau ganti maka cari yang memenuhi syarat keamanan berkendara. Jangan menang di model aja, apalagi dicopot semua spionnya malah kena tilang Pak Polisi. Kan malu.
source : http://www.wahanaartha.com/spion.htm
Selengkapnya
source : http://www.wahanaartha.com/spion.htm
Monday, February 17, 2014
Cara Memilih Ban Bekas yang Baik
![]() |
| gambar dari kabartulisan.com |
Lalu bagaimana jika sedang tanggal tua (belum punya cukup uang)?
Mengganti ban dengan ban baru memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit apalagi ban tersebut adalah ban mobil, tentu harganya sangat mahal. Jadi, untuk mensiasati kondisi yang demikian, tidak salah jika anda memilih opsi untuk menggunakan ban bekas yang notabene harganya lebih terjangkau.
Apakah menggunakan ban bekas tidak beresiko?
Ada kalanya memang beresiko, tapi jika anda cermat dalam memilih ban bekas, bukan tidak mungkin kalau pilihan anda tersebut tidaklah salah. Sebab, selain harganya yang jauh lebih murah dibanding ban baru, tidak semua ban bekas berkualitas jelek. Malah jika anda tahu cara untuk memilih ban bekas, anda bisa mendapatkan ban bekas yang kondisinya masih cukup layak untuk dipakai.
Lalu bagaimanakah cara untuk memilih ban bekas yang baik?
Nah, untuk cara memilihnya, anda bisa mengikuti petunjuk di bawah ini:
- Jika yang akan anda pilih itu adalah ban tubeles bekas, maka cara memilihnya adalah dengan memperhatikan jumlah bekas tambalannya. Sebab, semakin banyak bekas tambalan itu berarti ban tersebut semakin kurang layak untuk dipakai. Jadi, sebisa mungkin pilihlah ban tubeles yang minim atau sedikit tambalan.
- Perhatikan tapak-tapak bannya: Ketika anda memilih ban bekas, sebaiknya anda perhatikan bagian tapak-tapaknya, apakah terdapat keretakan atau tidak. Ban bekas yang baik adalah ban yang tidak terdapat keretakan pada tapaknya
- Perhatikan juga uliran bannya: Sebisa mungkin pilihlah ban yang masih tampak tebal dan tidak kelihatan kawatnya. Tapi anda harus waspada apakah ketebalan pada uliran ban tersebut orisinal atau hasil vulkanisir. Sebab, jika ban hasil vulkanisir yang digunakan (khususnya pada kendaraan pribadi), biasanya sedikit banyak berpengaruh terhadap laju kendaraan yakni laju kendaraan tersebut kurang stabil. Selain itu, kendaraan pribadi yang menggunakan ban hasil vulkanisir, jalannya sedikit bergoyang.
- Hati-hati dengan tampilan ban yang menarik: tampilan yang menarik, belum tentu kualitasnya masih bagus. Tidak jarang, para penjual ban bekas yang memoles ban bekas yang dijualnya hingga tampak mengkilap dengan tujuan untuk menutupi sisi kekurangannya. Jadi, sebaiknya anda jangan terkecoh dan harus memeriksanya dengan teliti jika anda tertarik untuk membelinya.
- Perhatikan kode produksi yang tertera pada bannya: jika ada, sebaiknya anda pilih ban yang kode produksinya masih tebilang baru. Ban bekas yang kode produksinya tergolong masih baru, tingkat kekuatannya juga masih cukup baik.
Friday, February 7, 2014
Mengatasi Rem yang Harus Dikocok
Mengatasi Rem yang Harus Dikocok
Sungguh tak nyaman bila hendak menghentikan laju mobil harus dengan menginjak pedal rem berulang-ulang. Lebih dari sekadar masalah kenyamanan, rem yang harus dikocok tentu sangat membahayakan keselamatan pengendara dan pengguna jalan. Mestinya, sekali ditekan, rem menggigit dan laju kendaraan dapat terkontrol
Biasanya kasus rem kocok diawali dengan rem yang tidak menggigit meskipun pedal sudah diinjak dalam-dalam. Apabila keadaan ini dibiarkan tanpa perbaikan, lama kelamaan rem serasa hilang sehingga injakan harus semakin dalam lagi dan perlu dikocok-kocok.
Sebetulnya, rem yang harus dikocok ini timbul karena adanya udara palsu dalam sistem rem. Udara inilah yang membuat tekanan dari pedal rem tidak bisa langsung diteruskan ke masing-masing silinder roda. Dengan menekan dan melepas berulang-ulang, udara di dalam sistem rem akan terkompresi. Barulah kemudian tekanan pedal rem bisa sampai ke silinder roda.
Ruang-ruang pada sistem rem seharusnya memang tidak berisi udara, melainkan minyak rem. Nah, mengapa udara bisa berada di sana?
Timbulnya udara palsu dalam sistem rem disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
- Panas pada minyak rem yang disebabkan oleh tekanan di pedal rem. Suhu yang naik ini akan mengurangi viskositas (kekentalan) minyak rem. Semakin rendah viskositas minyak rem, cenderung akan cepat panas/mendidih. Kalau sudah mendidih, akan muncul uap. Salah satu unsur di dalam uap adalah udara. Udara ini kemudian terjebak di dalam ruangan sistem rem. Lama lama akan berkumpul dan semakin banyak seiring dengan usia pemakaian minyak rem.
- Kebocoran di sistem rem. Kebocoran bisa terjadi di master rem, pipa-pipa, atau di wheel cylinder. Kebocoran ini bisa terjadi karena kerusakan pada komponen-komponen rem. Misalnya, seal master cylinder dan seal wheelcylinder.
- Habisnya minyak rem pada recervoir tank. Kalau habis, pada saat kita injak dan lepas pedal rem, maka media penghantar yang terhisap ke ruangan master rem adalah udara. Udara ini kemudian bisa menjalar ke seluruh ruangan pada sistem rem.
Dari beberapa faktor di atas, Hal-hal yang perlu diperhatikan agar udara palsu tidak masuk ke sistem rem adalah:
- Periksa permukaan minyak rem di recervoir tank setiap hari.Lakukanlah penggantian minyak rem secara periodik, setiap 20.000 km.
- Saat mengganti minyak rem, gunakanlah minyak rem yang sejenis, atau yang direkomendasikan pabrikan. Bila lain jenis, dikhawatirkan terdapat perbedaan karakter yang dapat mempengaruhi daya tahan komponen sistem rem, terutama seal-seal, baik di master maupun wheel cylinder.
- Stel dan bersihkan rem secara berkala, setiap 10.000 km.
Bila Rem Berdenyit
Menjelang musim kemarau, maka hujan pun turun tak menentu. Hasilnya mobil dapat dalam sekejab kuyup dan selekas itu pula kering. Dan rem pun kadang berdenyit kala diaktifkan pada dua kondisi tersebut.
Kebanyakan konsumen sangat merisaukan munculnya bunyi tersebut. Namun sebetulnya tak semua bunyi itu berarti telah terjadi kerusakan rem mobil bersangkutan.
Bunyi rem bisa muncul karena jenis kanvasnya. Betapapun demikian terdapat bunyi yang menandakan rem mobil bersangkutan perlu mendapat perawatan atau bahkan penggantian. Berikut sejumlah penyebab bunyi rem yang dapat digunakan sebagai patokan. Juga perlunya diketahui untung ruginya bila Anda menggunakan produk asli atau tiruan yang memang umumnya dijual dengan harga lebih murah.
Bunyi rem bisa muncul karena jenis kanvasnya. Betapapun demikian terdapat bunyi yang menandakan rem mobil bersangkutan perlu mendapat perawatan atau bahkan penggantian. Berikut sejumlah penyebab bunyi rem yang dapat digunakan sebagai patokan. Juga perlunya diketahui untung ruginya bila Anda menggunakan produk asli atau tiruan yang memang umumnya dijual dengan harga lebih murah.
Bunyi yang terbilang normal, dinyatakan berdenyit normal bila bunyi hanya muncul kala rem diinjak secara perlahan. Namun justru tak mengeluarkan bunyi apapun bila rem ditekan mendadak.
Bunyi yang terbilang normal ini muncul, umumnya karena pad rem yang kini banyak diperdagangkan adalah jenis semi-metalic. Dan biasanya ini digunakan untuk mobil berpenggerak roda depan (front wheel drive) dan minivan.
Bunyi yang mencurigakan, berdenyitnya bunyi rem yang terjadi pada setiap kali komponen ini diaktifkan. Umumnya bunyi tersebut disertai getaran pada pedal bila pengemudi menginjak rem. Bila ini yang terjadi disarankan segera membawanya ke bengkel. Kerusakan yang menimbulkan gejala seperti ini bisa terjadi pada bagian kanvas, rotor maupun kaliper. Biasanya penggantian komponen harus disertai servis rem pada bagian lainnya.
Ganti dengan komponen original. Disarankan untuk mengganti kanvas dan pad rem asli untuk mobil Anda. Kanvas rem dan break pad yang berkualitas unggul justru bukan berbahan amat keras. Namun juga tak terlalu lunak. Komponen ini sangaja dibuat agak lunak supaya proses pengereman berjalan maksimal dengan kanvas atau pad yang dirancang lebih cepat habis.
Pada produk yang berkualitas kurang baik, terdiri dari bahan yang amat keras, sehingga akan menjadikan tromol (drum) atau piringan (dish) rem mudah tergores. Kerusakan demikian akan membuat kerja rangkaian rem tak maksimal.
Hindari mereparasi tromol dan piringan. Kebanyakan bengkel menyarankan untuk kembali membubut (meratakan) tromol atau piringan rem mobil jika terjadi cekungan atau goresan. Secara teori ini bisa saja berjalan seakan normal. Apalagi bila pembubutan hanya merupakan upaya sedikit meratakan cekungan atau goresan pada komponen ini. Namun sebetulnya kegiatan ini menjadikan tromol maupun piringan rem mudah rapuh usai menjalani pembubutan itu. Sebab proses perataan tersebut memerlukan pula pemanasan tinggi yang berakibat komponen justru menjadi rapuh.
Hindari mereparasi tromol dan piringan. Kebanyakan bengkel menyarankan untuk kembali membubut (meratakan) tromol atau piringan rem mobil jika terjadi cekungan atau goresan. Secara teori ini bisa saja berjalan seakan normal. Apalagi bila pembubutan hanya merupakan upaya sedikit meratakan cekungan atau goresan pada komponen ini. Namun sebetulnya kegiatan ini menjadikan tromol maupun piringan rem mudah rapuh usai menjalani pembubutan itu. Sebab proses perataan tersebut memerlukan pula pemanasan tinggi yang berakibat komponen justru menjadi rapuh.
Hasil pembubutan atau perataan permukaan yang terlalu banyak memakan ‘daging’ komponen tersebut bisa pula membuat tromol atau piringan pecah saat diaktifkan pada kesempatan berikutnya.
Kegiatan ini hanya direkomendasikan untuk keadaan darurat. Segera gantikan tromol atau piringan rem dengan produk baru pada kesempatan selanjutnya.
Baru Ganti Kampas Rem, Malah Gak Pakem?
Beberapa rekan mengalami hal yang sama, baru saja mengganti keempat kampas rem mobil (depan belakang & kiri kanan) tetapi setelah itu merasakan bahwa kemampuan rem kendaraannya jadi tidak pakem.
Tidak kita sadari bahwa permukaan disc/drum pada sistem rem kita jika diperbesar tidaklah rata. Sementara permukaan brake Pad yang baru adalah rata. Hal ini mengakibatkan bidang yang bersentuhan untuk menimbulkan friksi menjadi kecil, sehingga kemampuan pengereman menjadi berkurang.
Untuk itu, seperti pada buku panduan yang disertakan ketika kita baru membeli mobil, bahwa sistem rem perlu proses ‘Running In’ sejauh kurang lebih 300 kilometer perjalanan agar permukaan disc dan permukaan brake pad menjadi “sambung-manis”.
Pada saat masa ‘Running In’ tidak diperkenankan untuk melakukan pengereman yang mendadak, karena akan merusak proses Running In itu sendiri karena dipaksakan.
Jadi kalau mengganti kampas rem sebaiknya tidak bersamaan keempat-empatnya… tetapi misalnya saat ini mengganti rem roda depan (kiri-kanan), kemudian setelah berjalan 300km dilanjut dengan rem roda belakang (kiri-kanan).
Bergetar Saat Nge-rem Meski Sudah di-Balancing
Penyebab Getaran Steering Wheel
Balancing dan spooring tentu populer di kalangan pengendara dan pecinta otomotif. Efek tindakan ini memang dapat meningkatkan kenyamanan berkendara karena mampu meredam getaran yang dihasilkan akibat putaran roda. Tapi, mengapa setelah dilakukan balancing dan spooring getaran tetap terasa? Terutama saat roda di-rem.
Bergetarnya steering wheel dalam kasus seperti di atas kemungkinan besar justru terjadi karena sistem rem. Bukan tidak berfungsinya balancing. Masalah sistem rem diantaranya, piringan (tromol) rem yang tidak rata. Yang paling sering adalah piringan rem ban depan (kanan-kiri).
Untuk mengatasinya, akan lebih baik jika piringan rem tersebut diganti dengan yang baru. Memang, ada sebagian orang yang berusaha mengatasinya dengan membubut komponen tersebut.
Efek balancing dan spooring memang untuk menghilangkan getaran yang timbul pada saat kendaraan melaju. Semakin tinggi kecepatan, getaran yang diproduksi akan semakin kuat. Namun, sumber getaran bisa juga berasal dari sistem rem.
Selain kondisi piringan rem, bearing (laher) roda depan yang mengalami keausan juga bisa menyebabkan getaran di steer. Tetapi getaran ini tidak hanya muncul pada saat di rem saja. Getaran terasa pada saat kecepatan tinggi dan permukaan jalan yang tidak rata. Untuk mengatasi masalah seperti ini, solusinya adalah dengan mengganti komponen tersebut.
Disarankan, balancing dan spooring dilakukan setiap 10.000 km. Untuk sistem rem sendiri, lakukan pemeriksaan setiap 10.000 km juga. Dan apabila terjadi penggantian kanvas rem, gunakanlah kanvas rem yang orisinil. Sementara laher, lakukan penggantian grease (gemuk) setiap 20.000 km.
Menghentikan Kendaraan Saat Rem Tak Berfungsi
Ketika menyadari kendaraan mengalami kerusakan fungsi rem, biasanya pengendara sangat terkejut dan panik. Apalagi jika pada saat itu kendaraan sedang melaju di jalan raya. Kepanikan inilah yang umumnya membuat pengendalian laju kendaraan menjadi tidak terkontrol dan sangat potensial menimbulkan kecelakaan lalulintas.
Ada dua kemungkinan kerusakan fungsi rem yang umumnya baru kita ketahui saat kendaraan sedang melaju: rem blong dan rem macet. Keduanya sama-sama berbahaya. Bahkan rem yang macet (menjepit terus) dapat mempengaruhi arah steer (kemudi). Rem yang macet dapat mengakibatkan kemudi tertarik ke kiri atau ke kanan karena roda terkunci.
Bila mendapati kerusakan rem dalam kondisi kendaraan sedang melaju, yang pertama harus dilakukan adalah menghentikan laju kendaraan. Masalahnya, adakah cara lain yang dapat kita gunakan untuk menghentikan kendaraan tanpa menginjak pedal rem?
Jawabannya ada. Untuk kondisi seperti ini kita dapat menghentikan laju kendaraan dengan menggunakan rem tangan. Tentu saja rem tangan ini baru dapat kita operasikan saat kecepatan kendaraan sudah sangat rendah (di bawah 10 km/jam).
Untuk ini, ada beberapa step yang harus kita lakukan sebelum mengoperasikan rem tangan.
- Turunkan kecepatan kendaraan dengan memindahkan gigi perseneling yang lebih rendah secara bertahap (5-4,4-3,3-2,2-1).
- Apabila pada bahu jalan terdapat rumput, gunakan bahu jalan yang berumput tersebut untuk semakin memperlambat laju kendaraan.
- Setelah kecepatan kendaraan sudah relatif pelan, maka lakukan pengoperasian rem tangan untuk menghentikan laju kendaraan.
Setelah kendaraan berhenti total, segera lakukan pemeriksaan komponen rem. Bila ada kerusakan, segeralah lakukan perbaikan. Menghentikan kendaraan tanpa fungsi rem seperti di atas ini relatif lebih aman ketimbang panik yang berpotensi kendaraan melaju tanpa kontrol.
Tuesday, February 4, 2014
Info UU dan PP LaluLintas Yang Patut Di Ketahui
http://sports.groups.yahoo.com/group...PP_41_1993.pdf
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no.41 th 1993 ttg Angkutan Jalan
http://sports.groups.yahoo.com/group...PP_42_1993.pdf
Peraturan Pemerintah no.42 th 1993 ttg Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan
http://sports.groups.yahoo.com/group...PP_43_1993.pdf
Peraturan Pemerintah no.43 th 1993 ttg Prasarana dan Lalu Lintas Jalan
http://sports.groups.yahoo.com/group...PP_44_1993.pdf
Peraturan Pemerintah no.44 th 1993 ttg Kendaraan dan Pengemudi
http://sports.groups.yahoo.com/group...UU_14_1992.pdf
Undang Undang Republik Indonesia no.14 th 1992 ttg Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Selengkapnya
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no.41 th 1993 ttg Angkutan Jalan
http://sports.groups.yahoo.com/group...PP_42_1993.pdf
Peraturan Pemerintah no.42 th 1993 ttg Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan
http://sports.groups.yahoo.com/group...PP_43_1993.pdf
Peraturan Pemerintah no.43 th 1993 ttg Prasarana dan Lalu Lintas Jalan
http://sports.groups.yahoo.com/group...PP_44_1993.pdf
Peraturan Pemerintah no.44 th 1993 ttg Kendaraan dan Pengemudi
http://sports.groups.yahoo.com/group...UU_14_1992.pdf
Undang Undang Republik Indonesia no.14 th 1992 ttg Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Wednesday, January 29, 2014
Macam macam Peralatan Standart yang Harus ada Di dalam Mobil
Bagi orang-orang yang sering melakukan perjalanan darat menggunakan mobil, bukan tidak mungkin sebuah pengalaman yang tidak mengenakkan terjadi pada mobil mereka, seperti mobil tiba-tiba mogok atau ban mobil tiba-tiba kempis atau bocor dan harus diganti dengan ban cadangan padahal sedang berada di dalam perjalanan. Hal yang demikian itu pasti cukup merepotkan, terlebih jika masalah tersebut terjadi di malam hari, tentu akan lebih merepotkan lagi sebab bukan perkara gampang mencari bengkel pada malam hari untuk memperbaikinya.
Untuk itu, ada baiknya jika anda memiliki beberapa peralatan sederhana yang diletakkan di dalam mobil. Tujuannya adalah hanya untuk berjaga-jaga jika tiba-tiba terjadi masalah atau terjadi kendala pada mobil anda ketika berada dalam perjalanan. Dengan begitu, anda bisa melakukan perbaikan darurat menggunakan peralatan emergency yang sudah anda persiapkan tadi jika tiba-tiba terjadi masalah atau terjadi kendala pada mobil selama anda berada dalam perjalanan.

Lalu, alat-alat apa saja yang seharusnya ada di dalam sebuah mobil?
Dongkrak dan Kunci Roda
Keberadaan dongkrak dan kunci roda pada sebuah mobil bisa dibilang cukup vital. Anda bisa menggunakannya untuk mendongkrak mobil jika mendadak ban mobil anda bocor atau kempis. Sedangkan kunci roda berguna untuk membuka dan memasang baut roda. Untuk kunci roda, sebaiknya anda memiliki kunci lengkap semua ukuran atau jika tidak, ukuran yang harus anda miliki adalah kunci ukuran 17,19,21 dan 23.
Lampu senter
alat ini berfungsi sebagai sumber penerangan yang nantinya pasti akan sangat berguna yakni sebagai media pendukung ketika melakukan perbaikan, jika kendala yang terjadi pada kendaraan atau mobil anda pada malam hari.
Perlengkapan tambahan
Yang termasuk pelengkapan tambahan adalah seperti kain lap atau kanebo, kunci inggris, kunci L, gunting, cutter, obeng plus minus, lakban atau isolasi, lem besi, power glue, tang dan kawat kecil. Fungsi dari alat-alat ini sangat banyak dan cukup fleksibel untuk digunakan, seperti untuk memperbaiki spion yang lepas, kaca pecah, hingga bocornya oli.
Dengan memiliki peralatan standart seperti yang telah kami tampilkan di atas pada mobil anda, tentu anda bisa melakukan perbaikan darurat bila tiba-tiba terjadi masalah pada mobil selama berada dalam perjalanan. Dan sesampainya ditempat tujuan, anda bisa melakukan pengecekan kembali dengan membawanya ke bengkel resmi atau bengkel kepercayaan anda agar tidak terjadi kerusakan fatal nantinya.
Untuk itu, ada baiknya jika anda memiliki beberapa peralatan sederhana yang diletakkan di dalam mobil. Tujuannya adalah hanya untuk berjaga-jaga jika tiba-tiba terjadi masalah atau terjadi kendala pada mobil anda ketika berada dalam perjalanan. Dengan begitu, anda bisa melakukan perbaikan darurat menggunakan peralatan emergency yang sudah anda persiapkan tadi jika tiba-tiba terjadi masalah atau terjadi kendala pada mobil selama anda berada dalam perjalanan.

Lalu, alat-alat apa saja yang seharusnya ada di dalam sebuah mobil?
Dongkrak dan Kunci Roda
Keberadaan dongkrak dan kunci roda pada sebuah mobil bisa dibilang cukup vital. Anda bisa menggunakannya untuk mendongkrak mobil jika mendadak ban mobil anda bocor atau kempis. Sedangkan kunci roda berguna untuk membuka dan memasang baut roda. Untuk kunci roda, sebaiknya anda memiliki kunci lengkap semua ukuran atau jika tidak, ukuran yang harus anda miliki adalah kunci ukuran 17,19,21 dan 23.
Lampu senter
alat ini berfungsi sebagai sumber penerangan yang nantinya pasti akan sangat berguna yakni sebagai media pendukung ketika melakukan perbaikan, jika kendala yang terjadi pada kendaraan atau mobil anda pada malam hari.
Perlengkapan tambahan
Yang termasuk pelengkapan tambahan adalah seperti kain lap atau kanebo, kunci inggris, kunci L, gunting, cutter, obeng plus minus, lakban atau isolasi, lem besi, power glue, tang dan kawat kecil. Fungsi dari alat-alat ini sangat banyak dan cukup fleksibel untuk digunakan, seperti untuk memperbaiki spion yang lepas, kaca pecah, hingga bocornya oli.
Dengan memiliki peralatan standart seperti yang telah kami tampilkan di atas pada mobil anda, tentu anda bisa melakukan perbaikan darurat bila tiba-tiba terjadi masalah pada mobil selama berada dalam perjalanan. Dan sesampainya ditempat tujuan, anda bisa melakukan pengecekan kembali dengan membawanya ke bengkel resmi atau bengkel kepercayaan anda agar tidak terjadi kerusakan fatal nantinya.
Sunday, January 26, 2014
Trik Atasi Lampu Depan Motor yang Sering Mati
Belakangan ini semua motor wajib menyalakan lampu di siang hari. Itu sudah pasti lampu motor nyala terus siang dan malam. Pemilik motor mungkin sudah pernah mengalami kalau lampu depan motornya sering mati.
Lampu motor yang sering mati dalam jangka waktu yang tidak wajar itu diakibatkan oleh fitting yang sudah mulai rusak sehingga dapat mempengaruhi kinerja bohlam.
Fitting tersebut, diantara komponennya sudah ada yang mulai rusak atau meleleh sehingga bagian yang rusak atau meleleh tadi mempengaruhi ke bohlam dan bagian bohlam juga ada yang terkena lelehan dari salah satu bagian di fitting.
Kalau sudah seperti itu tidak bisa diakalin lagi, sebaiknya segera mengganti fitting tersebut dengan yang baru. Ingat kalau diganti juga usahakan yang orisinil jangan yang bajakan. Karena tetap tidak akan awet dan bohlam akan cepat putus. Beda harganya juga enggak jauh-jauh amat.
Lampu motor yang sering mati dalam jangka waktu yang tidak wajar itu diakibatkan oleh fitting yang sudah mulai rusak sehingga dapat mempengaruhi kinerja bohlam.
Fitting tersebut, diantara komponennya sudah ada yang mulai rusak atau meleleh sehingga bagian yang rusak atau meleleh tadi mempengaruhi ke bohlam dan bagian bohlam juga ada yang terkena lelehan dari salah satu bagian di fitting.
Kalau sudah seperti itu tidak bisa diakalin lagi, sebaiknya segera mengganti fitting tersebut dengan yang baru. Ingat kalau diganti juga usahakan yang orisinil jangan yang bajakan. Karena tetap tidak akan awet dan bohlam akan cepat putus. Beda harganya juga enggak jauh-jauh amat.
Saturday, January 25, 2014
Cara Mengatasi Mesin Mobil yang Cepat Panas OverHeat
Jika temperatur mesin mobil anda mendadak menjadi cepat sekali panas, mungkin ada sedikit masalah pada sistem pendingin mesin mobil anda. Bisa jadi radiatornya bermasalah atau kinerja kipasnya kurang maksimal. Anda tidak perlu keburu panik, sebab ada cara sederhana yang bisa anda lakukan untuk mengatasinya.
Tapi sebelum anda mengetahui bagaimana cara untuk mengatasi mesin mobil yang cepat panas, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebabnya. Sebab, dengan mengetahui penyebabnya, anda akan bisa mengatasinya atau memperbaikinya dengan tepat.
Umumnya, mesin mobil akan menjadi cepat panas disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:
Radiator mampet
Radiator mampet biasanya disebabkan karena kisi-kisi radiator yang kotor sehingga sirkulasi air tidak bisa sempurna. Hal tersebut dapat mengakibatkan mesin mobil menjadi cepat panas. Cara memperbaikinya adalah dengan cara mengganti kisi-kisinya dengan yang baru.
Volume air terus berkurang
Satu lagi penyebab mesin mobil menjadi cepat panas adalah karena volume air terkuras cukup banyak. Hal tersebut biasanya terjadi karena ada salah satu yang bocor antara tutup radiator, selang ataupun sambungannya. Cara mengatasinya adalah dengan cara mengganti tutup radiatornya dengan yang baru jika yang bocor adalah tutup radiatornya. Sementara jika yang terjadi adalah karena selang atau sambungannya yang bocor, maka cara mengatasinya adalah dengan melakukan perbaikan di bengkel-bengkel langganan anda atau bengkel resmi.
Motor kipas tidak berfungsi dengan maksimal
.jpg)
Jika motor kipas sudah tidak berfungsi dengan maksimal sebagaimana mestinya, maka yang terjadi adalah kipas akan menjadi lemah sebab daya putarannya tentu akan berkurang dan dampaknya mesin tidak bisa didinginkan secara maksimal menggunakan kipas akibatnya mesin akan cepat panas atau overheat. Cara mengatasinya adalah dengan menggantinya dengan kipas yang baru.
Lalu, bagaimana jika masalah tersebut (mesin cepat panas) terjadi secara mendadak atau ketika kita sedang berada dalam suatu perjalanan misalnya? Jangan khawatir, jika kondisi tersebut (berada dalam perjalanan) yang terjadi, anda bisa menyiasatinya dengan cara di bawah ini:
Pertama : pinggirkan mobil anda, lalu bukalah kap mesinnya dan angkat pengungkit yang ada di atas radiator dengan hati-hati, lalu biarkan sampai beberapa menit. Hal tersebut bertujuan untuk membebaskan tekanan.
Kedua : putar penutup radiator hingga setengah putaran secara berlawanan dengan arah jarum jam dengan menggunakan kain atau lap. Biarkan hingga penutupnya berhenti mengeluarkan cairan. Hal tersebut bertujuan untuk lebih mengurangi tekanan dengan lebih banyak lagi.
Ketiga : Setelah penutup radiatornya berhenti mengeluarkan cairan, teruskan dengan mengangkat penutupnya dengan cara menekan dan memutar penutupnya lagi secara berlawanan dengan arah jarum jam. Biarkan kurang lebih hingga setengah jam supaya mesin kembali dingin.
Keempat : setelah mesin benar-benar dingin, lanjutkan dengan mengisi kembali cairan yang tumpah tadi dengan yang baru atau bisa juga dengan menggunakan coolant radiator.
Dengan melakukan cara sederhana di atas (cara mengatasi mesin yang cepat panas), semoga masalah mesin overheat tidak menjadi hambatan anda selama anda dalam perjalanan.
Tapi sebelum anda mengetahui bagaimana cara untuk mengatasi mesin mobil yang cepat panas, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebabnya. Sebab, dengan mengetahui penyebabnya, anda akan bisa mengatasinya atau memperbaikinya dengan tepat.
Umumnya, mesin mobil akan menjadi cepat panas disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:
Radiator mampet
Radiator mampet biasanya disebabkan karena kisi-kisi radiator yang kotor sehingga sirkulasi air tidak bisa sempurna. Hal tersebut dapat mengakibatkan mesin mobil menjadi cepat panas. Cara memperbaikinya adalah dengan cara mengganti kisi-kisinya dengan yang baru.
Volume air terus berkurang
Satu lagi penyebab mesin mobil menjadi cepat panas adalah karena volume air terkuras cukup banyak. Hal tersebut biasanya terjadi karena ada salah satu yang bocor antara tutup radiator, selang ataupun sambungannya. Cara mengatasinya adalah dengan cara mengganti tutup radiatornya dengan yang baru jika yang bocor adalah tutup radiatornya. Sementara jika yang terjadi adalah karena selang atau sambungannya yang bocor, maka cara mengatasinya adalah dengan melakukan perbaikan di bengkel-bengkel langganan anda atau bengkel resmi.
Motor kipas tidak berfungsi dengan maksimal
.jpg)
Jika motor kipas sudah tidak berfungsi dengan maksimal sebagaimana mestinya, maka yang terjadi adalah kipas akan menjadi lemah sebab daya putarannya tentu akan berkurang dan dampaknya mesin tidak bisa didinginkan secara maksimal menggunakan kipas akibatnya mesin akan cepat panas atau overheat. Cara mengatasinya adalah dengan menggantinya dengan kipas yang baru.
Lalu, bagaimana jika masalah tersebut (mesin cepat panas) terjadi secara mendadak atau ketika kita sedang berada dalam suatu perjalanan misalnya? Jangan khawatir, jika kondisi tersebut (berada dalam perjalanan) yang terjadi, anda bisa menyiasatinya dengan cara di bawah ini:
Pertama : pinggirkan mobil anda, lalu bukalah kap mesinnya dan angkat pengungkit yang ada di atas radiator dengan hati-hati, lalu biarkan sampai beberapa menit. Hal tersebut bertujuan untuk membebaskan tekanan.
Kedua : putar penutup radiator hingga setengah putaran secara berlawanan dengan arah jarum jam dengan menggunakan kain atau lap. Biarkan hingga penutupnya berhenti mengeluarkan cairan. Hal tersebut bertujuan untuk lebih mengurangi tekanan dengan lebih banyak lagi.
Ketiga : Setelah penutup radiatornya berhenti mengeluarkan cairan, teruskan dengan mengangkat penutupnya dengan cara menekan dan memutar penutupnya lagi secara berlawanan dengan arah jarum jam. Biarkan kurang lebih hingga setengah jam supaya mesin kembali dingin.
Keempat : setelah mesin benar-benar dingin, lanjutkan dengan mengisi kembali cairan yang tumpah tadi dengan yang baru atau bisa juga dengan menggunakan coolant radiator.
Dengan melakukan cara sederhana di atas (cara mengatasi mesin yang cepat panas), semoga masalah mesin overheat tidak menjadi hambatan anda selama anda dalam perjalanan.
Cara Memperbaiki Mobil yang Masuk Angin
Kasus mobil masuk angin ini bisa jadi bukanlah masalah yang teramat serius alias ringan, terutama bagi anda yang sudah terbiasa mengendarai mobil-mobil keluaran tahun lawas khususnya mobil bermesin diesel, sebab, anda pasti sudah paham betul bagaimana cara mengatasi atau memperbaiki mobil anda ketika masuk angin.
Tapi bagaimana jika kasus mobil masuk angin ini menimpa atau terjadi pada anda yang masih awam? Tentu sudah bisa ditebak, anda pasti akan sangat kebingungan, terlebih lagi jika mobil tersebut berada jauh dari bengkel sebab belum mengetahui cara untuk memperbaikinya.
Nah, untuk anda yang masih awam dan masih belum tahu cara untuk mengatasi mobil yang masuk angin, mungkin informasi ini bisa sangat bermanfaat untuk jaga-jaga jika suatu saat anda menemui kondisi seperti ini. Tapi sebelum itu, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab mobil masuk angin?
Secara umum, penyebab mobil masuk angin itu ada 2, yaitu :
Yang pertama adalah karena keterlambatan dalam mengisi bahan bakar. Jika normalnya pompa bahan bakar pada mobil (khususnya mobil solar) menghisap solar, maka ketika solarnya kosong maka yang dihisap dan dimasukkan ke pompa injeksi berganti angin. Hal tersebut membuat mobil susah hidup ketika distarter, dan kalaupun mesinnya bisa hidup tapi pasti RPMnya akan sangat rendah dan tenaga yang dihasilkan juga akan sangat lemah. Hal tersebut disebabkan karena jumlah atau volume bahan bakar yang diinjeksi (yang masuk) ke ruang pembakaran sangat minim tidak sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan oleh mesin itu sendiri padahal untuk mesin diesel, tenaga injeksi yang dibutuhkan sangatlah besar, lebih besar daripada mesin bensin.
Penyebab mobil masuk angin yang kedua adalah adanya komponen pada sistem bahan bakar seperti selang, filter bahan bakar, ataupun nozzle (injektor) yang bocor atau longgar. Jika salah satu dari komponen tersebut ada yang bocor atau hanya longgar maka angin akan masuk ke sistem pembakaran dari celah kecil tersebut.
Lalu bagaimana cara mengatasinya (memperbaiki mobil yang masuk angin) tersebut?
Cara memperbaikinya tentu saja dengan membuang anginnya. Caranya cukup mudah, hal perama yang perlu anda periksa adalah komponen-komponen pada sistem pembakarannya, pastikan jika komponen-komponen tersebut tidak ada yang berlubang atau bocor, dan jika selangnya ada yang longgar segera perbaiki (dieratkan hingga benar-benar erat).
Setelah itu, lanjutkan dengan mengutak-atik tabung sendimeternya, kendorkan baut nepel angin-anginnya (cukup dikendorkan saja bukan dilepas).
Setelah bautnya kendor, pompa secara berulang-ulang hingga anda melihat solar keluar dari situ bersama dengan angin yang ada di dalamnya (indikasinya adalah solar yang keluar berbusa = solar + angin). Jika sudah terlihat solar dan anginnya keluar, tetap teruskan memompanya. Anda pompa hingga solar yang keluar tadi bersih (tidak berbuih atau tidak keluar bersama angin).
Setelah solar yang keluar tadi benar-benar bersih, itu berarti sudah cukup, kencangkan kembali baut yang anda kendorkan tadi. Dan lalu coba hidupkan atau stater kembali mesinnya, Semestinya mesin tersebut sudah bisa hidup dengan normal seperti semula. Tapi jika masih tidak hidup atau hidup tapi tenaganya masih rendah, lanjutkan kembali tahap-tahap di atas hingga mesin bisa benar-benar nyala dengan normal dan dengan RPM yang normal pula.
Tapi bagaimana jika kasus mobil masuk angin ini menimpa atau terjadi pada anda yang masih awam? Tentu sudah bisa ditebak, anda pasti akan sangat kebingungan, terlebih lagi jika mobil tersebut berada jauh dari bengkel sebab belum mengetahui cara untuk memperbaikinya.Nah, untuk anda yang masih awam dan masih belum tahu cara untuk mengatasi mobil yang masuk angin, mungkin informasi ini bisa sangat bermanfaat untuk jaga-jaga jika suatu saat anda menemui kondisi seperti ini. Tapi sebelum itu, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab mobil masuk angin?
Secara umum, penyebab mobil masuk angin itu ada 2, yaitu :
Yang pertama adalah karena keterlambatan dalam mengisi bahan bakar. Jika normalnya pompa bahan bakar pada mobil (khususnya mobil solar) menghisap solar, maka ketika solarnya kosong maka yang dihisap dan dimasukkan ke pompa injeksi berganti angin. Hal tersebut membuat mobil susah hidup ketika distarter, dan kalaupun mesinnya bisa hidup tapi pasti RPMnya akan sangat rendah dan tenaga yang dihasilkan juga akan sangat lemah. Hal tersebut disebabkan karena jumlah atau volume bahan bakar yang diinjeksi (yang masuk) ke ruang pembakaran sangat minim tidak sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan oleh mesin itu sendiri padahal untuk mesin diesel, tenaga injeksi yang dibutuhkan sangatlah besar, lebih besar daripada mesin bensin.
Penyebab mobil masuk angin yang kedua adalah adanya komponen pada sistem bahan bakar seperti selang, filter bahan bakar, ataupun nozzle (injektor) yang bocor atau longgar. Jika salah satu dari komponen tersebut ada yang bocor atau hanya longgar maka angin akan masuk ke sistem pembakaran dari celah kecil tersebut.
Lalu bagaimana cara mengatasinya (memperbaiki mobil yang masuk angin) tersebut?
Cara memperbaikinya tentu saja dengan membuang anginnya. Caranya cukup mudah, hal perama yang perlu anda periksa adalah komponen-komponen pada sistem pembakarannya, pastikan jika komponen-komponen tersebut tidak ada yang berlubang atau bocor, dan jika selangnya ada yang longgar segera perbaiki (dieratkan hingga benar-benar erat).
Setelah itu, lanjutkan dengan mengutak-atik tabung sendimeternya, kendorkan baut nepel angin-anginnya (cukup dikendorkan saja bukan dilepas).
Setelah bautnya kendor, pompa secara berulang-ulang hingga anda melihat solar keluar dari situ bersama dengan angin yang ada di dalamnya (indikasinya adalah solar yang keluar berbusa = solar + angin). Jika sudah terlihat solar dan anginnya keluar, tetap teruskan memompanya. Anda pompa hingga solar yang keluar tadi bersih (tidak berbuih atau tidak keluar bersama angin).
Setelah solar yang keluar tadi benar-benar bersih, itu berarti sudah cukup, kencangkan kembali baut yang anda kendorkan tadi. Dan lalu coba hidupkan atau stater kembali mesinnya, Semestinya mesin tersebut sudah bisa hidup dengan normal seperti semula. Tapi jika masih tidak hidup atau hidup tapi tenaganya masih rendah, lanjutkan kembali tahap-tahap di atas hingga mesin bisa benar-benar nyala dengan normal dan dengan RPM yang normal pula.
Monday, January 20, 2014
Tips Atasi Engkol Motor yang Tidak Mau Balik

Bagi sebagian orang mungkin pernah mengalami yang namanya menginjak kick starter (engkol) tapi setelah diinjak kick starter tidak balik lagi ke posisi semula dan malah diam di bawah. Kejadian ini biasanya sering terjadi pada sepeda motor yang umurnya lebih dari 3 tahun.
Hal tersebut terjadi karena per pada starternya sudah kekurangan cairan pelumas sehingga saat diinjak pedalnya tidak bisa balik lagi ke atas dan harus kita naikkan sendiri.
Jika Anda mengalami hal tersebut tidak perlu beranggapan kalau bakal rusak parah. Jika kick starter diinjak tidak mau balik lagi ke posisi semula solusinya hanya mengoleskan pelumas ke bagian per starter.
Kasih pelumas atau gemuk saja lagi di per starternya. Itu terjadi biasanya karena gemuknya sudah mulai habis atau kering.
Lain ceritanya dengan kick starter yang ngelos atau ngempos saat diijak. Sewaktu menghidupkan mesin kick starter sering ngelos itu disebabkan oleh klep dan ring seher yang sudah rusak.
Biasanya terjadi pada motor yang usianya diatas 3 tahun. Kita injak terus kick starternya tapi mesin tidak mau nyala. Itu biasanya di klep dan ring seher yang sudah rusak. Jika klep dan ring seher sudah mulai rusak tidak ada cara lain selain diganti baru.
Meski jaman sekarang semua motor sudah dilengkapi electric starter jangan melupakan kick starter. Sesekali harus tetap menggunakan kick starter agar gemuk atau pelumas tidak cepat kering.
Biasanya terjadi pada motor yang usianya diatas 3 tahun. Kita injak terus kick starternya tapi mesin tidak mau nyala. Itu biasanya di klep dan ring seher yang sudah rusak. Jika klep dan ring seher sudah mulai rusak tidak ada cara lain selain diganti baru.
Meski jaman sekarang semua motor sudah dilengkapi electric starter jangan melupakan kick starter. Sesekali harus tetap menggunakan kick starter agar gemuk atau pelumas tidak cepat kering.
Subscribe to:
Posts (Atom)
