Showing posts with label gunakan. Show all posts
Showing posts with label gunakan. Show all posts
Sunday, February 23, 2014
Tips Gunakan Spion Yang Aman Untuk Di Jalan
Sobat pasti sudah pernah lihat beraneka bentuk spion motor. Ada yang bulat, lonjong, dan berwarna warni. Paling sering kita lihat yang berwarna biru metalik dan perak. Woow, keren deh. Apalagi motornya model terbaru seperti Supra X 125 R. Makin keren abizzz. Ternyata dari semua bentuk spion atau bahasa spare partnya mirror comp ada satu jenis yang tidak direkomendasikan untuk dipakai yaitu yang kecil imut. Cerminnya cuma sebesar layar ponsel. Kok gituu? Kan bisa meliuk-liuk dengan lincah diantara mobil kalau macet. Terus kalau parkir gak takut lecet atau rusak. Lagipula keren khaaan? Betul sobat, dengan spion kecil memang dapat meliuk di tengah kemacetan tapi ukuran yang kecil membuat pengendara tidak bisa melihat kendaraan lain dibelakangnya. Juga tidak dapat melihat dengan maksimal situasi dan kondisi jalan dibelakang saat berkendara di jalan lurus, menyalip dan menikung serta berhenti. "Bila ingin mengganti spion bawaan pabrik maka gantilah dengan yang mampu melihat kebelakang dengan mudah" kata Dwi Suprayitno instruktur Safety Riding Wahana. "Jangan sampai pandangan ke belakang terhalang tubuh pengendara," tambahnya. Lebih parah lagi ada yang mencopot kaca spion kanan kiri dengan alasan yang sama, atau kaca spion diputar sampai pengendara bisa bercerimin di kaca spionnya tersebut. Padahal syarat keamanan berkendara adalah adanya kaca spion. Dengan spion pengendara dapat mengambil keputusan untuk berhenti, menyalip atau menikung yang tidak membahayakan pengendara lain yang juga melintas di jalan yang sama. Dalam UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 44 taun 1993 tentang kendaraan dan pengemudi pasal 3 menjelaskan kalau kendaraan roda dua mesti dilengkapi komponen pendukung salah satunya adalah spion. Dengan UU ini maka sah saja bila polisi menilang motor tanpa spion. Tuh, kan. Sobat Honda dimanapun Anda berada. Tidak dilarang ganti spion. Kalau mau ganti maka cari yang memenuhi syarat keamanan berkendara. Jangan menang di model aja, apalagi dicopot semua spionnya malah kena tilang Pak Polisi. Kan malu.
source : http://www.wahanaartha.com/spion.htm
Selengkapnya
source : http://www.wahanaartha.com/spion.htm
Monday, January 20, 2014
Gunakan Cara Ini Untuk Cek Keausan Piston dan Ring Piston
Untuk mengetahui keausan piston atau ring piston, bisa dipantau dari dua cara. Yang pertama, dari kompresi ruang bakar. Kedua, dilihat dari adanya asap putih yang keluar dari saluran buang alias knalpot. Tapi, itu jika sudah parah keausannya.
Tapi, kalau belum parah sobat kudu gunakan metode yang pertama. Tentunya, dibantu dengan alat khusus buat ukur kompresi. Yaitu, compression tester. Selain itu, juga butuh pelumas alias oli mesin.
Jika compression tester sudah siap, lanjutkan dengan sediakan oli mesin. Tak perlu banyak, tapi cukup setengah sendok makan saja.

Kini, ukur lebih dulu kompresi awal mesin pakai compression tester. Nantinya, angka ini menjadi patokan buat melihat terjadinya keausan atau tidak. Setelah diukur, misalnya kompresi mesin menunjukan angka 16 psi.
Sekarang lanjut lagi ke langkah berikutnya. Masukan oli yang sudah disiapkan tadi melalui derat lubang busi di kepala silinder.
Ingat lho, tak perlu banyak-banyak. Karena fungsi oli ini hanya untuk menutup celah-celah longgar diantara ring piston yang terdiri dari ring kompresi dan ring oli itu dengan linner. Dengan tertutupnya celah, maka tekanan alias kompresi menjadi padat.
Setelah oli dimasukkan, kini ukur kembali kompresi pakai compression tester. Setelah dapat angka terbaru, bandingkan dengan kompresi awal sebelum diberikan oli. Naik atau tetap sama.
Jika angka dari compression tester beranjak naik, itu artinya ada keausan di ring piston. Sebaiknya ganti dengan ring baru.
Ingat lho, tak perlu banyak-banyak. Karena fungsi oli ini hanya untuk menutup celah-celah longgar diantara ring piston yang terdiri dari ring kompresi dan ring oli itu dengan linner. Dengan tertutupnya celah, maka tekanan alias kompresi menjadi padat.
Setelah oli dimasukkan, kini ukur kembali kompresi pakai compression tester. Setelah dapat angka terbaru, bandingkan dengan kompresi awal sebelum diberikan oli. Naik atau tetap sama.
Jika angka dari compression tester beranjak naik, itu artinya ada keausan di ring piston. Sebaiknya ganti dengan ring baru.
Subscribe to:
Posts (Atom)