Showing posts with label banyak. Show all posts
Showing posts with label banyak. Show all posts

Wednesday, April 30, 2014

Banyak Asap Tapi Sistem Pelumasan Oke

Banyak pengendara yang langsung menuduh sistem pelumasan ketika asap knalpot tampak berbeda dari biasanya. Asap terlihat lebih banyak, alias ngebul. Logis memang, sebab masalah pada sistem pelumasan --bocor misalnya-- dapat mengakibatkan oli merembes ke ruang bakar. Lalu, ikut terbakar bersama bahan bakar.

Pada kenyataannya, tidak semua asap ngebul disebabkan oleh masalah sistem pelumasan. Seperti yang pernah terjadi pada salah satu customer. Buangan asap dari knalpot mobilnya tampak lebih banyak. Ketika sistem pelumasan dan oli diperiksa, semua baik-baik saja. Ternyata, sumber masalah ada di karet booster rem (membran booster rem), komponen yang berfungsi untuk memperingan injakan pedal rem.

Sumber masalah tersebut baru diketahui ketika ia mendeteksi gejala lain yang dirasakan saat berkendara. Yaitu, putaran mesin terasa tidak stabil setiap kali pedal rem diinjak. Seakan-akan mesin hendak mati.

Karena robek, maka udara luar bebas masuk ke dalam intake manifold. Akibatnya, campuran bahan bakar dan udara menjadi tidak seimbang (terlalu banyak udara / campuran kurus). Inilah yang kemudian menyebabkan pembakaran di ruang bakar ikut terpengaruh, yaitu: pembakaran menjadi tidak sempurna. Tentu saja, tenaga yang dihasilkan pun tidak maksimal dan putaran mesin menjadi tersendat-sendat (hunting) saat pengendara melakukan pengereman.

Selain berpengaruh ke kondisi mesin, karet booster rem yang robek ini juga dapat mengakibatkan sebagian minyak rem masuk ke intake manifold. Dari intake manifold, minyak rem ini kemudian terbakar di ruang bakar. Itulah sebabnya asap knalpot menjadi agak tebal.

Cara menanganinya, tentu saja dengan langsung memfokuskan perhatian ke karet booster rem. Komponen ini terdapat di dalam booster rem. Bongkar dan lakukanlah penggantian karet booster. Saran kami, lakukan penggantian di bengkel atau serahkan kepada yang ahli. Sebab, bila pemasangan kembali tidak presisi, masalah serupa justru akan muncul lagi.

Sebetulnya, kasus karet yang robek ini kebanyakan dipicu oleh minyak rem. Karena itulah, cara menghindari kasus seperti di atas adalah dengan memperhatikan penggantian minyak rem secara lebih disiplin. Minyak rem harus diganti setiap sekitar 20.000 km. Karena, apabila cairan ini tidak diganti, maka viscositas (kekentalan) akan menurun. Oli semacam ini akan mudah mendidih. Efek didih itulah yang membahayakan karet booster rem. Otomatis, juga mempengaruhi kesempurnaan kerja sistem pengereman. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya

Friday, February 21, 2014

Honda Kami Berdosa Jika Banyak Lulusan SMK Nganggur


Honda: Kami Berdosa Jika Banyak Lulusan SMK Nganggur

Aditya Maulana - detikOto
Kamis, 20/06/2013 16:03 WIB

Berita Lainnya
  • foto26 Siswa SMK Adu Ngoprek Motor
Jakarta - Honda sudah menggaet cukup banyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia. Totalnya ada 66 SMK yang memiliki kurikulum Teknik Sepeda Motor Honda (TSMH).

Selain itu, AHM juga sudah selama 4 tahun berturut-turut mengadakan kontes teknik SMK tingkat nasional. Disitu siswa-siswa SMK di seluruh Indonesia terutama SMK binaan AHM berkompetisi menjadi siswa yang terbaik.

Head of Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM) Kristanto mengatakan siswa SMK binaan AHM itu jika sudah lulus akan diproritaskan bekerja di jaringan bengkel resmi Honda atau AHASS.

"Kita akan prioritaskan siswa lulusan binaan kami (AHM) dan kami akan merasa berdosa jika siswa-siswa lulusan SMK itu tidak bekerja atau nganggur jadi kami akan terus berusaha agar lulusan SMK itu tidak menganggur," kata Kristanto di Astra Training Center (AHTC), Sunter, Jakarta Utara, Kamis (20/6/2013).

Technical Training Coordinator Astra Motor Jogja Danang Priyo Kumoro menambahkan, kalau lulusan SMK di Jogja juga sudah ada yang di booking untuk bekerja di AHASS Jogja dan sekitarnya.

Bahkan Kepala Sekolah SMK Maarif 1 Wates Kulonprogo Rahmat Raharja mengatakan dengan adanya kerjasama ini maka SMK-nya itu kewalahan karena banyak calon siswa yang sudah mendaftar lebih awal.

"Setelah kerjasama dengan AHM tadinya kami hanya disediakan 2 kelas oleh diknas, sekarang ditambah lagi 1 kelas jadi total 3 kelas atau total 140 siswa melakukan daftar sementara, ini karena mereka melihat keseriusan kerjasama dengan AHM," pungkasnya.

(ady/ddn)

sumber: detik.com
Selengkapnya