Tuesday, April 15, 2014
Tips Memilih Kaca Film Mobil
Kaca film pada mobil cukup penting karena selain melindungi kita dari sinar matahari juga memiliki fungsi sebagai keamanan dari orang yang akan melakukan tindakan kejahatan pada kita maupun mobil kita.
Dengan adanya kaca film terutama kadar kegelapannya yang tinggi, orang yang ingin melakukan kejahatan seperti mengambil barang-barang kita di dalam mobil jadi sedikit terhalang karena orang tersebut tidak bisa melihat secara jelas barang yang ada di dalam kabin mobil kita. Nah buat para pemilik kendaraan, kali ini saya akan mencoba mengupas tips-tips memilih kaca film mobil yang baik. Simak tips-tipsnya berikut ini :
1. Merek penting
Dalam memilih kaca film untuk mobil ternyata merek sangat mempengaruhi karena dengan merek yang sudah ternama dan terpercaya kaca film tersebut juga memberikan keuntungan bagi kita semua.
2. Ada garansi
Hal kedua yakni kaca film untuk mobil haruslah ada garansi. Merek-merek ternama lainnya pasti memberikan asuransi kepada konsumennya.
3. Lihat spesifikasinya
Hal yang terakhir ini yang tidak kalah pentingnya. Sebelum membeli dan memasang kaca film pada mobil kita harus tahu terlebih dulu spesifikasi dari kaca film tersebut. Bisa dipelajari dari brosur atau pendapat teman yang sudah menggunakan kaca film dengan merek tersebut.
Unsur kaca film yang baik itu harus memiliki unsur seperti di bawah ini :
Visible light Transmittance : persentase total cahaya tampak yang masuk.
Visibe light Reflectance : persentase total pantulan dari cahaya tampak yang masuk.
UV Rejected : persentase radiasi ultra violet yang dieliminase.
I.R Rejected (900-2500nm) persentase panas infra merah yang dieliminasi
Selengkapnya
Dengan adanya kaca film terutama kadar kegelapannya yang tinggi, orang yang ingin melakukan kejahatan seperti mengambil barang-barang kita di dalam mobil jadi sedikit terhalang karena orang tersebut tidak bisa melihat secara jelas barang yang ada di dalam kabin mobil kita. Nah buat para pemilik kendaraan, kali ini saya akan mencoba mengupas tips-tips memilih kaca film mobil yang baik. Simak tips-tipsnya berikut ini :1. Merek penting
Dalam memilih kaca film untuk mobil ternyata merek sangat mempengaruhi karena dengan merek yang sudah ternama dan terpercaya kaca film tersebut juga memberikan keuntungan bagi kita semua.
2. Ada garansi
Hal kedua yakni kaca film untuk mobil haruslah ada garansi. Merek-merek ternama lainnya pasti memberikan asuransi kepada konsumennya.
3. Lihat spesifikasinya
Hal yang terakhir ini yang tidak kalah pentingnya. Sebelum membeli dan memasang kaca film pada mobil kita harus tahu terlebih dulu spesifikasi dari kaca film tersebut. Bisa dipelajari dari brosur atau pendapat teman yang sudah menggunakan kaca film dengan merek tersebut.
Unsur kaca film yang baik itu harus memiliki unsur seperti di bawah ini :
Visible light Transmittance : persentase total cahaya tampak yang masuk.
Visibe light Reflectance : persentase total pantulan dari cahaya tampak yang masuk.
UV Rejected : persentase radiasi ultra violet yang dieliminase.
I.R Rejected (900-2500nm) persentase panas infra merah yang dieliminasi
Jangan Paksa Melaju Jika Rem Sedikit Terganggu
Sistem rem memegang peranan yang sangat penting dalam membantu pengendara mengendalikan laju kendaraan. Karena itu, komponen-komponen pada sistem rem juga perlu kita rawat. Ada dua perawatan rutin untuk bagian ini. Pertama, periksa komponen rem baik kanvas, piringan, seal caliper maupun selang-selang minimal setiap kelipatan 10.000 km. Kedua, kuras minyak rem setiap kelipatan 20.000 km (1 tahun).
Pemeriksaan ini teramat penting, apalagi pada kendaraan yang sistem pengeremannya menggunakan cakram, bukan tromol. Bukan apa-apa, konstruksi rem cakram agak berbeda dibandingkan dengan tromol. Rem cakram didisain tanpa penutup sehingga jauh lebih mudah dihinggapi debu atau kotoran dari jalan. Kondisi ini memang disengaja agar cakram mudah mengalami proses pendinginan saat bekerja. Kelemahannya, yaitu tadi: disain yang terbuka ini memperbesar kemungkinan kotoran masuk sehingga memicu kemacetan pada roda-roda saat mobil dikendarai. Apabila kemacetan terjadi pada roda-roda depan, pengendara akan merasa setir tidak stabil alias cenderung “lari” ke kiri atau ke kanan.
Karena mirip sekali dengan gejala ban yang perlu di-spooring dan balancing, para pengendara seringkali terkecoh dan memaksa mobil terus melaju sambil berencana akan membawa mobil ke bengkel untuk menyetel keseimbangan dan keselarasan roda-roda. Sebaiknya, berhenti dulu dan lakukan pemeriksaan sederhana.
Kami sarankan Anda menepi di tempat yang aman bila menemukan gejala seperti kasus di atas. Lalu, periksa kondisi rem depan dengan mendongkrak ban. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan memperhatikan putaran roda. Jika putaran roda tampak tersendat (tidak lancar), sumber masalah bukan pada spooring dan balancing, melainkan karena rem terganggu kotoran dan debu. Bersihkan kanvas rem dari debu atau kotoran yang menempel.
Memang, ada kemungkinan gangguan ini dapat diatasi dengan terus memaksakan mobil melaju. Tetapi, jika kotoran, debu atau mungkin kerikil yang menempel pada cakram relatif keras maka efek pemaksaan justru dapat membuat kondisi cakram rusak. Yang paling sering adalah cakram tergores. Yang lebih fatal lagi, mungkin saja terjadi cakram melengkung karena panas akibat gesekan yang dipaksakan. Nah, lebih mengerikan bukan? (Source : AstraWorld)
Selengkapnya
Pemeriksaan ini teramat penting, apalagi pada kendaraan yang sistem pengeremannya menggunakan cakram, bukan tromol. Bukan apa-apa, konstruksi rem cakram agak berbeda dibandingkan dengan tromol. Rem cakram didisain tanpa penutup sehingga jauh lebih mudah dihinggapi debu atau kotoran dari jalan. Kondisi ini memang disengaja agar cakram mudah mengalami proses pendinginan saat bekerja. Kelemahannya, yaitu tadi: disain yang terbuka ini memperbesar kemungkinan kotoran masuk sehingga memicu kemacetan pada roda-roda saat mobil dikendarai. Apabila kemacetan terjadi pada roda-roda depan, pengendara akan merasa setir tidak stabil alias cenderung “lari” ke kiri atau ke kanan.
Karena mirip sekali dengan gejala ban yang perlu di-spooring dan balancing, para pengendara seringkali terkecoh dan memaksa mobil terus melaju sambil berencana akan membawa mobil ke bengkel untuk menyetel keseimbangan dan keselarasan roda-roda. Sebaiknya, berhenti dulu dan lakukan pemeriksaan sederhana.
Kami sarankan Anda menepi di tempat yang aman bila menemukan gejala seperti kasus di atas. Lalu, periksa kondisi rem depan dengan mendongkrak ban. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan memperhatikan putaran roda. Jika putaran roda tampak tersendat (tidak lancar), sumber masalah bukan pada spooring dan balancing, melainkan karena rem terganggu kotoran dan debu. Bersihkan kanvas rem dari debu atau kotoran yang menempel.
Memang, ada kemungkinan gangguan ini dapat diatasi dengan terus memaksakan mobil melaju. Tetapi, jika kotoran, debu atau mungkin kerikil yang menempel pada cakram relatif keras maka efek pemaksaan justru dapat membuat kondisi cakram rusak. Yang paling sering adalah cakram tergores. Yang lebih fatal lagi, mungkin saja terjadi cakram melengkung karena panas akibat gesekan yang dipaksakan. Nah, lebih mengerikan bukan? (Source : AstraWorld)
Monday, April 14, 2014
Akibat Salah Pasang One Way Valve
Bila pedal rem terasa keras, komponen yang paling dulu kita curigai biasanya booster rem. Bukan apa-apa, seperti sudah kami ulas pada edisi sebelumnya, dari namanya saja sudah jelas: booster rem memang berfungsi memperingan pijakan ke pedal rem.
Tapi, jangan super yakin dulu. Tak semua rem keras dipicu oleh kerusakan pada booster rem. Bisa saja booster rem normal dan baik-baik saja, namun pedal rem tidak terasa ringan. Salah satu kemungkinan adalah karena pemasangan one way valve yang keliru. Jangan sampai komponen yang biasa juga disebut dengan istilah “katup searah” ini terpasang terbalik.
Untuk memastikan apakah one way valve pada sistem rem kendaraan Anda sudah terpasang dengan benar, lakukan pengujian dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
Hidupkan mesin.
Pada saat mesin hidup, cabut selang vakum yang terdapat pada booster rem.
Tutup lubang vakum tersebut. Apabila terasa ada hisapan, artinya pemasangan one way valve sudah benar. Tapi, apabila tidak terdapat hisapan, kemungkinan besar pemasangannya keliru.
Secara fisik, komponen ini terletak diantara booster rem dan mesin. Cara kerjanya mirip seperti pentil sepeda. Yaitu, hanya bisa mengalirkan sesuatu dari satu arah saja. Pada sistem pengereman, katup searah berfungsi agar kevakuman di booster rem dapat dihisap oleh mesin. Hisapan ini selanjutnya dibutuhkan untuk membantu menggerakkan sistem pengereman berikutnya.
Itu sebabnya, ketika terpasang terbalik, pedal rem akan terasa keras. Untuk mengatasinya cukup dengan memasang kembali dengan membalikkan arahnya.
Perlu dicatat bahwa pada beberapa tipe kendaraan, ada yang menggunakan one way valve berbentuk huruf L. Untuk tipe seperti ini, kemungkinan salah pasang sebenarnya sangat kecil. Karena posisi arahnya sudah sangat jelas.
Nah, bila booster rem tak masalah, pemasangan one way valve juga sudah benar, tapi pedal rem tetap keras, kemungkinan lain adalah karena terjadinya kebocoran kevakuman. Untuk pembahasan yang satu ini, tunggu edisi berikutnya. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya
Tapi, jangan super yakin dulu. Tak semua rem keras dipicu oleh kerusakan pada booster rem. Bisa saja booster rem normal dan baik-baik saja, namun pedal rem tidak terasa ringan. Salah satu kemungkinan adalah karena pemasangan one way valve yang keliru. Jangan sampai komponen yang biasa juga disebut dengan istilah “katup searah” ini terpasang terbalik.
Untuk memastikan apakah one way valve pada sistem rem kendaraan Anda sudah terpasang dengan benar, lakukan pengujian dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
Hidupkan mesin.
Pada saat mesin hidup, cabut selang vakum yang terdapat pada booster rem.
Tutup lubang vakum tersebut. Apabila terasa ada hisapan, artinya pemasangan one way valve sudah benar. Tapi, apabila tidak terdapat hisapan, kemungkinan besar pemasangannya keliru.
Secara fisik, komponen ini terletak diantara booster rem dan mesin. Cara kerjanya mirip seperti pentil sepeda. Yaitu, hanya bisa mengalirkan sesuatu dari satu arah saja. Pada sistem pengereman, katup searah berfungsi agar kevakuman di booster rem dapat dihisap oleh mesin. Hisapan ini selanjutnya dibutuhkan untuk membantu menggerakkan sistem pengereman berikutnya.
Itu sebabnya, ketika terpasang terbalik, pedal rem akan terasa keras. Untuk mengatasinya cukup dengan memasang kembali dengan membalikkan arahnya.
Perlu dicatat bahwa pada beberapa tipe kendaraan, ada yang menggunakan one way valve berbentuk huruf L. Untuk tipe seperti ini, kemungkinan salah pasang sebenarnya sangat kecil. Karena posisi arahnya sudah sangat jelas.
Nah, bila booster rem tak masalah, pemasangan one way valve juga sudah benar, tapi pedal rem tetap keras, kemungkinan lain adalah karena terjadinya kebocoran kevakuman. Untuk pembahasan yang satu ini, tunggu edisi berikutnya. (Source : AstraWorld)
Rawat Fuel Filter Cegah Mesin Tersendat
Bahan bakar tidak selalu bersih dari kotoran dan air. Kotoran dan air pada bahan bakar bisa merusak komponen-komponen sistem bahan bakar, korosi misalnya. Untuk itulah pada sistem bahan bakar terdapat komponen yang bernama "saringan bahan bakar" (fuel filter). Komponen ini perlu perawatan.
Inti perawatan fuel filter ada dua:
1. Fuel filter harus dibersihkan secara berkala setiap kelipatan 5000 km.
2. Ganti fuel filter setiap kelipatan 20.000 km.
Dua hal di atas berlaku untuk mesin berbahan bakar bensin. Pada mesin berbahan bakar solar (diesel) perhatian kita terhadap fuel filter bahkan hanya satu, yaitu penggantian setiap kelipatan 10.000. Bisa lebih cepat lagi jika ada indikasi tenaga mesin berkurang. Fuel filter mesin diesel tidak dapat dibersihkan. Penggantiannya jauh lebih cepat karena bahan bakar solar biasanya lebih banyak mengandung kotoran.
Maintenance fuel filter hanya pembersihan dan atau penggantian. Penggantian perlu dilakukan rutin mengingat bahan dasar fuel filter adalah kertas. Di kertas inilah terdapat pori-pori untuk menyaring bahan bakar. Lama kelamaan pori-pori tersebut kian rapat sehingga bahan bakar sama sekali sulit menembusnya. Dan solusinya harus diganti dengan yang baru.
Bila tidak, mungkin Anda akan terjebak pada kasus yang sering dialami para pengendara: mesin seperti kurang tenaga, terasa lemah meskipun pedal gas diinjak sedalam-dalamnya. Bila gejala awal ini dibiarkan tanpa penanganan segera, kejadian berikutnya bisa lebih parah lagi: mesin tersendat-sendat, bahkan mogok karena aliran bahan bakar ke mesin terhambat atau bahkan terhenti sama sekali.
Memeriksa dan mengganti fuel filter akan jauh lebih ringan ketimbang memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan bila fuel filter tidak bekerja dengan baik. Sebagai saringan, peran fuel filter bagi kinerja mesin sangat besar. Komponen ini menghentikan kotoran dan air yang terkandung dalam bahan bakar. Jika tidak ada fuel filter, material-material perusak itu bisa terus menerobos masuk ke sistem bahan bakar.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya
Inti perawatan fuel filter ada dua:
1. Fuel filter harus dibersihkan secara berkala setiap kelipatan 5000 km.
2. Ganti fuel filter setiap kelipatan 20.000 km.
Dua hal di atas berlaku untuk mesin berbahan bakar bensin. Pada mesin berbahan bakar solar (diesel) perhatian kita terhadap fuel filter bahkan hanya satu, yaitu penggantian setiap kelipatan 10.000. Bisa lebih cepat lagi jika ada indikasi tenaga mesin berkurang. Fuel filter mesin diesel tidak dapat dibersihkan. Penggantiannya jauh lebih cepat karena bahan bakar solar biasanya lebih banyak mengandung kotoran.
Maintenance fuel filter hanya pembersihan dan atau penggantian. Penggantian perlu dilakukan rutin mengingat bahan dasar fuel filter adalah kertas. Di kertas inilah terdapat pori-pori untuk menyaring bahan bakar. Lama kelamaan pori-pori tersebut kian rapat sehingga bahan bakar sama sekali sulit menembusnya. Dan solusinya harus diganti dengan yang baru.
Bila tidak, mungkin Anda akan terjebak pada kasus yang sering dialami para pengendara: mesin seperti kurang tenaga, terasa lemah meskipun pedal gas diinjak sedalam-dalamnya. Bila gejala awal ini dibiarkan tanpa penanganan segera, kejadian berikutnya bisa lebih parah lagi: mesin tersendat-sendat, bahkan mogok karena aliran bahan bakar ke mesin terhambat atau bahkan terhenti sama sekali.
Memeriksa dan mengganti fuel filter akan jauh lebih ringan ketimbang memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan bila fuel filter tidak bekerja dengan baik. Sebagai saringan, peran fuel filter bagi kinerja mesin sangat besar. Komponen ini menghentikan kotoran dan air yang terkandung dalam bahan bakar. Jika tidak ada fuel filter, material-material perusak itu bisa terus menerobos masuk ke sistem bahan bakar.(Source : AstraWorld)
Sunday, April 13, 2014
Menghentikan Kendaraan Saat Rem Tak Berfungsi
Ketika menyadari kendaraan mengalami kerusakan fungsi rem, biasanya pengendara sangat terkejut dan panik. Apalagi jika pada saat itu kendaraan sedang melaju di jalan raya. Kepanikan inilah yang umumnya membuat pengendalian laju kendaraan menjadi tidak terkontrol dan sangat potensial menimbulkan kecelakaan lalulintas.
Ada dua kemungkinan kerusakan fungsi rem yang umumnya baru kita ketahui saat kendaraan sedang melaju: rem blong dan rem macet. Keduanya sama-sama berbahaya. Bahkan rem yang macet (menjepit terus) dapat mempengaruhi arah steer (kemudi). Rem yang macet dapat mengakibatkan kemudi tertarik ke kiri atau ke kanan karena roda terkunci.
Bila mendapati kerusakan rem dalam kondisi kendaraan sedang melaju, yang pertama harus dilakukan adalah menghentikan laju kendaraan. Masalahnya, adakah cara lain yang dapat kita gunakan untuk menghentikan kendaraan tanpa menginjak pedal rem?
Jawabannya ada. Untuk kondisi seperti ini kita dapat menghentikan laju kendaraan dengan menggunakan rem tangan. Tentu saja rem tangan ini baru dapat kita operasikan saat kecepatan kendaraan sudah sangat rendah (di bawah 10 km/jam).
Untuk ini, ada beberapa step yang harus kita lakukan sebelum mengoperasikan rem tangan.
1. Turunkan kecepatan kendaraan dengan memindahkan gigi perseneling yang lebih rendah secara bertahap (5-4,4-3,3-2,2-1).
2. Apabila pada bahu jalan terdapat rumput, gunakan bahu jalan yang berumput tersebut untuk semakin memperlambat laju kendaraan.
3. Setelah kecepatan kendaraan sudah relatif pelan, maka lakukan pengoperasian rem tangan untuk menghentikan laju kendaraan.
Setelah kendaraan berhenti total, segera lakukan pemeriksaan komponen rem. Bila ada kerusakan, segeralah lakukan perbaikan. Menghentikan kendaraan tanpa fungsi rem seperti di atas ini relatif lebih aman ketimbang panik yang berpotensi kendaraan melaju tanpa kontrol. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya
Ada dua kemungkinan kerusakan fungsi rem yang umumnya baru kita ketahui saat kendaraan sedang melaju: rem blong dan rem macet. Keduanya sama-sama berbahaya. Bahkan rem yang macet (menjepit terus) dapat mempengaruhi arah steer (kemudi). Rem yang macet dapat mengakibatkan kemudi tertarik ke kiri atau ke kanan karena roda terkunci.
Bila mendapati kerusakan rem dalam kondisi kendaraan sedang melaju, yang pertama harus dilakukan adalah menghentikan laju kendaraan. Masalahnya, adakah cara lain yang dapat kita gunakan untuk menghentikan kendaraan tanpa menginjak pedal rem?
Jawabannya ada. Untuk kondisi seperti ini kita dapat menghentikan laju kendaraan dengan menggunakan rem tangan. Tentu saja rem tangan ini baru dapat kita operasikan saat kecepatan kendaraan sudah sangat rendah (di bawah 10 km/jam).
Untuk ini, ada beberapa step yang harus kita lakukan sebelum mengoperasikan rem tangan.
1. Turunkan kecepatan kendaraan dengan memindahkan gigi perseneling yang lebih rendah secara bertahap (5-4,4-3,3-2,2-1).
2. Apabila pada bahu jalan terdapat rumput, gunakan bahu jalan yang berumput tersebut untuk semakin memperlambat laju kendaraan.
3. Setelah kecepatan kendaraan sudah relatif pelan, maka lakukan pengoperasian rem tangan untuk menghentikan laju kendaraan.
Setelah kendaraan berhenti total, segera lakukan pemeriksaan komponen rem. Bila ada kerusakan, segeralah lakukan perbaikan. Menghentikan kendaraan tanpa fungsi rem seperti di atas ini relatif lebih aman ketimbang panik yang berpotensi kendaraan melaju tanpa kontrol. (Source : AstraWorld)
Overheating dan Cara Mengisi Air Radiator
Overheating tidak hanya disebabkan oleh kebocoran radiator atau kerusakan-kerusakan pada sistem pendingin. Bisa jadi, suhu mesin mencapai titik panas yang tinggi karena ada kesalahan kita saat melakukan pengisian air radiator.
Memang, kehati-hatian saat mengisi air radiator perlu lebih diperhatikan. Terutama untuk para pemilik Avanza dan Xenia. Di buku servis manual kedua brand tersebut ada informasi tambahan mengenai cara pengisian air radiator yang tepat.
Berbeda dengan tipe-tipe lainnya, pabrikan menyebutkan bahwa saat mengisi air radiator, air relief valve (air plug) yang ada di blok mesin harus dibuka. Air plug baru ditutup ketika air radiator sudah keluar dari lubang air plug.
Dari segi fungsi, air plug pada Avanza dan Xenia sebenarnya untuk memastikan bahwa udara telah benar-benar keluar dari seluruh ruang saluran air radiator. Itu sebabnya, ketika sedang mengisi air radiator, air plug harus dibuka. Tujuannya agar udara terdorong keluar lewat lubang air plug.
Bisa dibayangkan apa yang terjadi ketika air plug tidak kita buka saat mengisi air radiator. Kemungkinan besar udara terjebak di saluran-saluran radiator.
Jika udara belum keluar, kerja sistem pendingin dapat terganggu. Ketika udara masih terjebak di saluran sistem pendingin, berarti jumlah air radiator yang masuk masih di bawah jumlah yang dibutuhkan. Pengaruhnya sama seperti radiator yang kekurangan air: menurunnya kemampuan radiator dalam menyerap suhu panas mesin. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya
Memang, kehati-hatian saat mengisi air radiator perlu lebih diperhatikan. Terutama untuk para pemilik Avanza dan Xenia. Di buku servis manual kedua brand tersebut ada informasi tambahan mengenai cara pengisian air radiator yang tepat.
Berbeda dengan tipe-tipe lainnya, pabrikan menyebutkan bahwa saat mengisi air radiator, air relief valve (air plug) yang ada di blok mesin harus dibuka. Air plug baru ditutup ketika air radiator sudah keluar dari lubang air plug.
Dari segi fungsi, air plug pada Avanza dan Xenia sebenarnya untuk memastikan bahwa udara telah benar-benar keluar dari seluruh ruang saluran air radiator. Itu sebabnya, ketika sedang mengisi air radiator, air plug harus dibuka. Tujuannya agar udara terdorong keluar lewat lubang air plug.
Bisa dibayangkan apa yang terjadi ketika air plug tidak kita buka saat mengisi air radiator. Kemungkinan besar udara terjebak di saluran-saluran radiator.
Jika udara belum keluar, kerja sistem pendingin dapat terganggu. Ketika udara masih terjebak di saluran sistem pendingin, berarti jumlah air radiator yang masuk masih di bawah jumlah yang dibutuhkan. Pengaruhnya sama seperti radiator yang kekurangan air: menurunnya kemampuan radiator dalam menyerap suhu panas mesin. (Source : AstraWorld)
Saturday, April 12, 2014
Hidupkan AC Mobil Saat RPM Rendah
Ya. Bila kita ingin menghidupkan AC mobil, lakukanlah pada saat RPM rendah. Posisi RPM (atau rotation per minute) rendah ada pada saat mesin idle, ketika pedal gas tidak kita injak.
Langkah seperti ini perlu kita lakukan bila kita ingin merawat AC. Alasan teknis di balik langkah ini sebenarnya sangat sederhana. Yaitu, untuk menghindari gesekan yang terlalu keras antara pulley dan pressure plate (plat penekan) pada kompresor AC.
Pulley dan pressure plate memang menjadi komponen yang sangat penting dalam sistem kerja AC. Pressure plate adalah komponen yang bertugas sebagai penghubung sehingga poros kompresor AC dapat berputar. Tugas sebagai penghubung itu baru bisa dijalankan setelah pressure plate menempel ke pulley. Plusser plate ini akan mendekati pulley (hingga menempel) ketika kita menghidupkan AC.
Masalahnya, pulley adalah komponen yang selalu berputar tiap kali mesin hidup. Dan, putaran pulley itu berubah-ubah. Kadang cepat, kadang lambat. Tinggi rendahnya putaran pulley tergantung kerja mesin. Pulley akan berputar cepat ketika putaran mesin per menit (RPM) tinggi. Sebaliknya, lambat saat putaran mesin per menit rendah.
Dari cara kerja itu kita bisa memperkirakan, kapan waktu yang tepat untuk menempelkan pressure plate ke pulley. Dan kita pun bisa membayangkan apa yang terjadi bila kita menempelkan pressure plate pada saat putarannya sangat kencang: gesekan antara permukaan pressure plate dan pulley akan sangat keras. Bila kebiasaan ini terus terulang, permukaan gesek dua komponen ini akan cepat aus.
Bila sudah terlanjur aus, efek berikutnya cukup merepotkan: tenaga putar mesin tidak dapat diteruskan secara maksimal ke kompresor AC. Teknisi menyebut kondisi ini dengan istilah slip. Ada dua dampak lanjutan yang umumnya pengendara rasakan bila terjadi slip. Pertama, AC terasa kurang dingin. Kedua, terdengar suara berisik pada kompresor AC.
Dampak yang membuat kita kurang nyaman, bukan? Karena itu, bila ingin menghidupkan AC, lakukanlah pada saat RPM rendah. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya
Langkah seperti ini perlu kita lakukan bila kita ingin merawat AC. Alasan teknis di balik langkah ini sebenarnya sangat sederhana. Yaitu, untuk menghindari gesekan yang terlalu keras antara pulley dan pressure plate (plat penekan) pada kompresor AC.
Pulley dan pressure plate memang menjadi komponen yang sangat penting dalam sistem kerja AC. Pressure plate adalah komponen yang bertugas sebagai penghubung sehingga poros kompresor AC dapat berputar. Tugas sebagai penghubung itu baru bisa dijalankan setelah pressure plate menempel ke pulley. Plusser plate ini akan mendekati pulley (hingga menempel) ketika kita menghidupkan AC.
Masalahnya, pulley adalah komponen yang selalu berputar tiap kali mesin hidup. Dan, putaran pulley itu berubah-ubah. Kadang cepat, kadang lambat. Tinggi rendahnya putaran pulley tergantung kerja mesin. Pulley akan berputar cepat ketika putaran mesin per menit (RPM) tinggi. Sebaliknya, lambat saat putaran mesin per menit rendah.
Dari cara kerja itu kita bisa memperkirakan, kapan waktu yang tepat untuk menempelkan pressure plate ke pulley. Dan kita pun bisa membayangkan apa yang terjadi bila kita menempelkan pressure plate pada saat putarannya sangat kencang: gesekan antara permukaan pressure plate dan pulley akan sangat keras. Bila kebiasaan ini terus terulang, permukaan gesek dua komponen ini akan cepat aus.
Bila sudah terlanjur aus, efek berikutnya cukup merepotkan: tenaga putar mesin tidak dapat diteruskan secara maksimal ke kompresor AC. Teknisi menyebut kondisi ini dengan istilah slip. Ada dua dampak lanjutan yang umumnya pengendara rasakan bila terjadi slip. Pertama, AC terasa kurang dingin. Kedua, terdengar suara berisik pada kompresor AC.
Dampak yang membuat kita kurang nyaman, bukan? Karena itu, bila ingin menghidupkan AC, lakukanlah pada saat RPM rendah. (Source : AstraWorld)
Subscribe to:
Posts (Atom)