Showing posts with label belt. Show all posts
Showing posts with label belt. Show all posts

Tuesday, April 1, 2014

Berkendara Darurat dengan Fan Belt Sekarat

Satu dari sekian banyak masalah saat berkendara yang lumayan sering muncul adalah fan belt alternator putus tiba-tiba. Efeknya dapat sangat merepotkan. Karena terkait dengan kerja alternator (sistem pengisian listrik / accu) dampak putusnya komponen ini dapat mengakibatkan mogok. Karena itu, jika terdengar bunyi aneh di ruang mesin, atau lampu indikator accu menyala segera lakukan pemeriksaan.

Jika komponen yang terletak di ruang mesin ini sudah kedapatan putus, satu-satunya jalan adalah mengganti fan belt dengan yang baru. Mobil yang putus fan belt-nya tetap dapat dijalankan secara darurat, dengan catatan: lokasi yang ditempuh tidak terlalu jauh dan tetap berkendara sambil memantau temperatur mesin. Jika indikator temperatur mesin sudah melebihi standar, hentikan kendaraan sejenak, lanjutkan lagi jika mesin sudah mendingin. Selain mengontrol temperatur, mobil bisa tetap dijalankan dengan mematikan semua accesoris yang bisa menyedot energi listrik (AC, tape, lampu besar, dll).

Langkah-langkah tersebut perlu dilakukan mengingat fungsi vital fan belt alternator terhadap temperatur mesin maupun listrik. Secara teknis fungsinya adalah untuk meneruskan tenaga dari poros engkol ke dinamo amper, kipas pendingin dan pompa air. Dinamo amper harus digerakkan karena ia bertugas menghasilkan setrum (listrik). Energi yang dihasilkan ini akan digunakan untuk mengisi accu dan kelistrikan lainnya. Itu sebabnya, bila fan belt alternator putus, lama kelamaan sistem kelistrikan / accu mobil bisa tekor. Implikasinya adalah mobil mogok.

Sementara, kipas pendingin berguna untuk mempercepat aliran udara dari depan kendaraan yang akan melalui radiator (pendingin air). Sedangkan pompa air, berguna untuk mensirkulasikan air pendingin pada sistem pendingin. Hasil kerja kedua komponen ini akan membuat panas mesin selalu terkendali.

Di samping fan belt alternator, kendaraan umumnya terdiri dari beberapa fan belt. Diantaranya adalah fan belt untuk menggerakkan water pump (pompa air), kompresor AC dan pompa power steering. Pada mesin diesel malah ada fan belt untuk menggerakkan pompa vakum (untuk menghasilkan kevakuman). Pada beberapa tipe mobil, satu fan belt langsung menggerakkan ketiga komponen tadi.

Semua sama penting dan vital. Bila mengalami kerusakan dan tidak segera diatasi, bisa mengakibatkan kerusakan yang lebih parah. Untuk itu, kami sarankan beberapa tips untuk merawat fan belt supaya tidak putus tiba-tiba.

1. Lakukan pemeriksaan fan belt. Periksa fan belt dari kemungkinan aus, getas, dan kurang lentur. Biasanya setiap servis berkala (tune up) atau setiap 5.000 km, bengkel juga akan memeriksa komponen ini. Ganti fan belt apabila kondisinya sudah tidak baik (tipis, retak-retak dan tidak lentur).

2. Setel ketegangan fan belt apabila sudah kendor. Fan belt yang kendor bisa menyebabkan penerusan putaran tidak maksimal (terjadi slip). Bila slip, otomatis semua komponen yang digerakkan tidak akan bekerja maksimal.

3. Hindari pemakaian pelumas (grease) yang berlebihan. Biasanya, bila kerja fan belt terasa berisik, pengendara mengatasinya dengan mengolesi fan belt dengan grease. Tapi jangan terlalu banyak karena bisa mengakibatkan fan belt slip. Slip yang berlebihan akan menimbulkan panas. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya

Friday, February 21, 2014

DIY ganti v belt

- v-belt di ganti bila selalu berdecit bila di kencang kan.. karena alur nya sudah slip ketika memutar pulley
lakukan pergantian setiap 20000km atau bila kondisi uda retak
-v-belt di ganti kedua bagian utk mesin nya melintang.. karena mengingat proses pengerjaan nya yg agak sulit karena tempat sempit seperti di temukan pada sedan2 termasuk aerio
lakukan pergantian dgn part asli karena kwalitas karet nya lebiuh bagus "
====ini proses pergantian pada aerio / baleno next-g====








-buka kancing2 spakbor bawah roda kanan


-buka box filter udara dan engine mounting (utk memudahkan pemasangan)

-kendor kan mur dan baut tensioner
-jangan lupa ganjal mesin sebelum engine mounting di lepas, lalu lepas kan belt ac terlebih dahulu

-kelihatan belt yg uda retak
-lalu kendor kan baut 12 ini

-kendor kan juga baut 12 ini juga (posisi baut setelan)



"pas pemasangan di kencangkan dgn memgungkit altenator dengan kekencangan tertentu(jangan terlalu kencang, krn bisa bikin pulley cepat termakan) lalu segera kencang kan baut ini terlebih dahulu sebelum baut2 lain nya "
gambar di atas itu posisi tempat mengungkit/ mengencang belt altenator... menggunakan besi panjang supaya memudahkan kerja kita ....



-kendorkan baut ini dengan kunci L di bantu pipa panjang (karena umum nya keras utk mobil baru/blm pernah ganti belt) tanpa kendorkan baut ini walau baut setelan altenator sudah di kendorkan altenator masih susah di geser2..


selanjut nya lakukan pemasangan kembali belt altenator, lalu di lanjut pemasangan belt ac yg baru , lalu menggunakan kunci L 10 pendek di bantu pipa panjang / bila ada special tool nya :D  putar berlawanan arah jarum jam utk mengencangkan (putar searah jarum jam utk mengendorkan)
pada kekencangan tertentu segera kunci mur tensioner di lanjut baut tensioner

setelah selesai segera tes ulang.. bila masih kendor bisa di kencangkan lagi

"" belt altenator umum nya berdecit saat mesin hidup , tapi apabila ac di nyalakan baru berdecit berarti masalah dari belt ac,
belt altenaot putus di cirikan lampu indikator aki menyala juga dan mesin cepet panas (bisa overhead) karena waterpump tidak mutar,
ciri2 belt ac putus, ac tidak mau menyala(cuma angin saja) kompresor tidak mau hidup, dan setir berat karena utk mobil yg menggunakan pompa power steering, pompa tidak mutar karena belt putus..""


-ini tensioner.. berupa bearing .. bila oblak atau aus.. bisa bikin berisik .. ciri2 nya mesin lebih berisik ketika belt ac di pasang dan mesin lebih halus saat belt ac di lepas :D
bisa juga di cek dengan membukanya lalu memegang oblak tidak nya bearing ini ... lalu dengar juga saat di putar dengan tangan.. bearing normal selalu tidak bersuara sedikitpun saat di putar..

"baut tensioner >> posisi pada lubang ter atas"
"baut tensioner>> posisi baut saat menyetel >> posisi pada lubang melengkung(yg bawah)
"posisi temapt kunci L 10mm utk menyetel kencang kendor tensioner>> pada lubang yg tengah "



Selengkapnya

Tuesday, February 11, 2014

masalah Belt AVANZA XENIA



bunyi berdecit saat mesin idup atau saat melibas genangan air bisa disebabkan belt altenator / belt ac kendor atau getas(saatnya diganti)
ciri2 umum bila belt altenator(dinamo cas) bunyi timbul saat akselerasi atau pas mesin hidup normal tanpa ac..
kalo ciri2 belt ac berbunyi saat akselerasi tp hanya saat ac nyala..
pergantian belt yg uda getas di anjurkan diganti dua2nya.. krn sekalian kerja.. pada umumnya di patok pergantian setiap 20.000km  (rekomendasi pabrikan)



bila belt altenator putus.. biasa nya mempunyai ciri lampu lambang aki di dashboard menyala trus.. dalam hal ini aki gak dapet pengisian dr altenator.. bila dalam kondisi ini matikan perangkat kelistrikan seperti ac yg memakan listrik gede.. lalu segera lakukan pergantian belt baru.. sblm aki kehabisan strum lalu mogok :D


bila ciri2 belt ac / power steering yg putus di cirikan dgn ac yg gak dingin disertai setir lebih berat dr biasa nya apalg dalam posisi diam di tempat.. dalam hal ini jgn hidupkan ac.. lalu segera lakukan pergantian belt baru..







 -ini ciri belt yg getas .. uda waktu ganti .. selain menimbulkan bunyi


- ini posisi bila mengencangkan belt altenator.. kendorkan baut ini dulu lalu kencangkan dgn mengungkit altenator sampe kekencangan tertentu lalu segera kencangkan baut nya



-ini altenator nya... baut yg di atas itu di kendorkan terlebih dahulu.. baru baut yg di bawah nya(tempat besi rel)









- in bila bunyi2 di mesin.. daerah sini.. ada kemungkinan dari timing belt..
timing belt wajib di ganti setiap 50km  .. utk menjaga2 putus dijalan.. soal nya beda dgn belt altenator dan belt ac.. bila belt ini putus mengakibatkan klep bengkok krn putaran mesin antara camshaft(kem) dan crankshaft (as kruk)  tidak beraturan...


Selengkapnya