Showing posts with label v. Show all posts
Showing posts with label v. Show all posts

Friday, March 28, 2014

Komparasi Teknologi CB150R vs New V Ixion

Teknologi Mesin

Mesin CB150R menggunakan platform dari CBR150R. Mesin ini mengusung teknologi kepala silinder DOHC (double overhead camshaft) dengan 4 klep. Ada dua camshaft atau noken as atau kem. Tiap noken as memiliki dua bumbungan yang masing-masing langsung terhubung ke batang klep. Satu noken as bertugas membuka-tutup dua klep masuk dan noken as yang lainnya lagi membuka-tutup dua klep buang. 

Sedang New V-Ixion masih menggunakan mesin lamanya, SOHC (single overhead camshaft) 4 klep. Hanya memiliki satu noken as dengan dua bumbungan untuk mengatur buka-tutup dua klep masuk dan dua klep buang. Karena tiap bumbungan bertugas menggerakan dua noken as sekaligus, maka masih memerlukan rocker arm atau lengan penghubung antara noken as dengan batang klep.

Keunggulan DOHC yang paling mendasar adalah memiliki komponen yang bergerak lebih sedikit ketimbang SOHC yang masih membutuhkan rocker arm. Selain itu tidak perlu lagi setelan kerenggangan klep, fungsi pada DOHC sudah digantikan oleh shim yang membuatnya lebih minim perawatan. Tapi secara performa, keduanya hampir sama. 

Kedua motor ini sama-sama memiliki 4 klep dan telah dilengkapi dengan pendingin air atau radiator. Sedang untuk transmisinya, Honda lebih unggul secara jumlah dengan 6 speed. Sedang New V-Ixion hanya 5 speed.

Teknologi Injeksi

Sensor-sensor yang dulu ada pada sistem injeksi V-Ixion lama tetap dipertahankan di New V-Ixion, yaitu Sensor Throttle Position Sensor (TPS), Intake Air Pressure Sensor (IAPS), Intake Air Temperature Sensor (IATS), Crankshaft Position Sensor (CPS) dan Coolant Temperature Sensor (CTP). Tapi kini ditambah O2 sensor.

Sensor oksigen ini hadir untuk memberikan feedback alias umpan balik kepada Electronic Control Unit (ECU) mengenai hasil pembakaran. Ketika gas buang terdeteksi terlalu kaya atau terlalu miskin, maka secara otomatis suplai bahan bakar akan disesuaikan. Hasilnya pembakaran lebih sempurna dan emisi lebih rendah.

Pada CB150R tidak dilengkapi sensor O2. Tapi jangan khawatir soal emisi, Honda telah membekali CB150R dengan Secondary Air Suplai System (SASS) agar tetap lolos regulasi Euro 2. SASS ini bekerja dengan cara menyuntikkan oksigen ke jalur pembuangan, sehingga gas CO yang beracun akan berubah menjadi CO2 dan O2. 

Tapi untuk sensor lain, CB150R masih lengkap dengan Throttle Position Sensor (TPS), Manifold Absolute Pressure (MAP) dan Intake Air Temperature (IAT). Selain itu sensor seperti Engine Coolant Temperature (ECT) dan Crank Position Sensor (CKP) juga tetap ada.

Fitur lain yang membedakan adalah, CB150R kembali mengadopsi sistem penyetelan stasioner model manual dengan sebuah sekrup. Sedang V-Ixion dilengkapi dengan Fast Idle Solenoid (FID) yang mengatur stasioner secara otomatis.


Kedua motor ini juga sama-sama memiliki sensor untuk mematikan sistem injeksi secara otomatis ketika terjatuh. Honda tetap memiliki Bank Angle Sensor (BAS), sedang Yamaha juga setia dengan Lean Angle Sensor (LAS).

Di CB150R juga terpasang capasitor bank. Tujuannya jika aki soak, pacuan yang aplikasi sistem bahan bakar injeksi itu bisa tetap berfungsi. Listrik cadangan yang tersimpan di kapasitor bank bisa memberikan pasokan listrik ke sistem injeksi. Part ini juga berfungsi stabilkan arus listrik agar main di 12–14 volt.

Sedang pada New V-Ixion tidak ada komponen seperti itu. Tapi Yamaha menyediakan lampu indikator yang akan menginformasikan kondisi aki. Ketika aki soak lampu akan menyala. Sehingga sebelum kejadian motor mogok karena sistem injeksi tidak bekerja gara-gara aki mati, pemilik motor sudah bisa melakukan pengecekan. 
Selengkapnya

Friday, February 21, 2014

DIY ganti v belt

- v-belt di ganti bila selalu berdecit bila di kencang kan.. karena alur nya sudah slip ketika memutar pulley
lakukan pergantian setiap 20000km atau bila kondisi uda retak
-v-belt di ganti kedua bagian utk mesin nya melintang.. karena mengingat proses pengerjaan nya yg agak sulit karena tempat sempit seperti di temukan pada sedan2 termasuk aerio
lakukan pergantian dgn part asli karena kwalitas karet nya lebiuh bagus "
====ini proses pergantian pada aerio / baleno next-g====








-buka kancing2 spakbor bawah roda kanan


-buka box filter udara dan engine mounting (utk memudahkan pemasangan)

-kendor kan mur dan baut tensioner
-jangan lupa ganjal mesin sebelum engine mounting di lepas, lalu lepas kan belt ac terlebih dahulu

-kelihatan belt yg uda retak
-lalu kendor kan baut 12 ini

-kendor kan juga baut 12 ini juga (posisi baut setelan)



"pas pemasangan di kencangkan dgn memgungkit altenator dengan kekencangan tertentu(jangan terlalu kencang, krn bisa bikin pulley cepat termakan) lalu segera kencang kan baut ini terlebih dahulu sebelum baut2 lain nya "
gambar di atas itu posisi tempat mengungkit/ mengencang belt altenator... menggunakan besi panjang supaya memudahkan kerja kita ....



-kendorkan baut ini dengan kunci L di bantu pipa panjang (karena umum nya keras utk mobil baru/blm pernah ganti belt) tanpa kendorkan baut ini walau baut setelan altenator sudah di kendorkan altenator masih susah di geser2..


selanjut nya lakukan pemasangan kembali belt altenator, lalu di lanjut pemasangan belt ac yg baru , lalu menggunakan kunci L 10 pendek di bantu pipa panjang / bila ada special tool nya :D  putar berlawanan arah jarum jam utk mengencangkan (putar searah jarum jam utk mengendorkan)
pada kekencangan tertentu segera kunci mur tensioner di lanjut baut tensioner

setelah selesai segera tes ulang.. bila masih kendor bisa di kencangkan lagi

"" belt altenator umum nya berdecit saat mesin hidup , tapi apabila ac di nyalakan baru berdecit berarti masalah dari belt ac,
belt altenaot putus di cirikan lampu indikator aki menyala juga dan mesin cepet panas (bisa overhead) karena waterpump tidak mutar,
ciri2 belt ac putus, ac tidak mau menyala(cuma angin saja) kompresor tidak mau hidup, dan setir berat karena utk mobil yg menggunakan pompa power steering, pompa tidak mutar karena belt putus..""


-ini tensioner.. berupa bearing .. bila oblak atau aus.. bisa bikin berisik .. ciri2 nya mesin lebih berisik ketika belt ac di pasang dan mesin lebih halus saat belt ac di lepas :D
bisa juga di cek dengan membukanya lalu memegang oblak tidak nya bearing ini ... lalu dengar juga saat di putar dengan tangan.. bearing normal selalu tidak bersuara sedikitpun saat di putar..

"baut tensioner >> posisi pada lubang ter atas"
"baut tensioner>> posisi baut saat menyetel >> posisi pada lubang melengkung(yg bawah)
"posisi temapt kunci L 10mm utk menyetel kencang kendor tensioner>> pada lubang yg tengah "



Selengkapnya

Thursday, January 23, 2014

Harga Honda CR V Bekas Berbagai Tahun Keluaran Lengkap

Daftar harga Honda CR-V bekas atau second yang akan kami sajikan berikut ini mungkin akan sangat berguna bagi anda, terutama bagi anda yang memang sedang mencari sebuah mobil CR-V bekas. Informasi ini kami tampilkan lengkap yakni daftar harga semua tipe mobil CR-V mulai keluaran tahun 2000 hingga keluaran tahun 2013. Jadi, informasi ini akan membantu anda untuk mengetahui harga pasaran atau standart harga sebuah mobil CR-V bekas yang sedang anda incar. 

Dan dengan informasi ini pula (informasi harga honda CR-V bekas) anda dapat melakukan perbandingan harga pada masing-masing tipe mobil CR-V yang sedang anda incar tersebut sebelum anda memutuskan untuk membelinya. Sehingga anda memiliki sebuah pandangan mengenai tipe mobil CR-V apa dan keluaran tahun berapa yang akan anda beli nanti, dan tentunya mobil CR-V yang harganya sesuai dengan kemampuan finansial anda.

Oke langsung saja, untuk informasinya, anda bisa melihatnya di bawah ini:

Harga Honda CR-V bekas atau second

Harga Pasaran Semua Tipe Honda CR-V Bekas atau Second Lengkap Berbagai Tahun Keluaran

Tipe Mobil CRV

CR-V 2.0 4X2 (A/T)
CR-V 2.0 4X2 (A/T)
CR-V 2.0 4X2 (A/T)

CR-V 2.0 4X2 (M/T)
CR-V 2.0 4X2 (M/T)
CR-V 2.0 4X2 (M/T)

CR-V 2.0 (A/T)
CR-V 2.0 (A/T)
CR-V 2.0 (A/T) Facelift
CR-V 2.0 (A/T) Facelift
CR-V 2.0 (A/T) Facelift

CR-V 2.0 (M/T)
CR-V 2.0 (M/T)
CR-V 2.0 (M/T) Facelift
CR-V 2.0 (M/T) Facelift
CR-V 2.0 (M/T) Facelift

CR-V 2.4 (A/T)
CR-V 2.4 (A/T)

All New CR-V 2.0 (A/T)
All New CR-V 2.0 (A/T)
All New CR-V 2.0 (A/T)
All New CR-V 2.0 (A/T) Facelift
All New CR-V 2.0 (A/T) Facelift

All New CR-V 2.0 (M/T)
All New CR-V 2.0 (M/T)
All New CR-V 2.0 (M/T)
All New CR-V 2.0 (M/T) Facelift
All New CR-V 2.0 (M/T) Facelift
All New CR-V 2.0 (M/T) Facelift

All New CR-V 2.4 (A/T)
All New CR-V 2.4 (A/T)
All New CR-V 2.4 (A/T)
All New CR-V 2.4 (A/T) Facelift
All New CR-V 2.4 (A/T) Facelift
All New CR-V 2.4 (A/T) Facelift

Grand New CRV 2.0
Grand New CRV 2.4
Grand New CRV 2.4
Tahun Keluaran

2000
2001
2002

2000
2001
2002

2002
2003
2004
2005
2006

2002
2003
2004
2005
2006

2005
2006

2007
2008
2009
2010
2011

2007
2008
2009
2010
2011
2012

2007
2008
2009
2010
2011
2012

2012
2012
2013
Harga Pasaran

100 Jt-an
105 Jt-an
110 Jt-an

85 Jt-an
95 Jt-an
100 Jt-an

120 Jt-an
130 Jt-an
150 Jt-an
160 Jt-an
170 Jt-an

120 Jt-an
130 Jt-an
140 Jt-an
150 Jt-an
160 Jt-an

160 Jt-an
170 Jt-an

235 Jt-an
235 Jt-an
250 Jt-an
285 Jt-an
295 Jt-an

220 Jt-an
230 Jt-an
240 Jt-an
260 Jt-an
280 Jt-an
300 Jt-an

240 Jt-an
215 Jt-an
225 Jt-an
270 Jt-an
290 Jt-an
310 Jt-an

350 Jt-an
380 Jt-an
390 Jt-an
Selengkapnya