Showing posts with label komparasi. Show all posts
Showing posts with label komparasi. Show all posts

Saturday, May 10, 2014

Komparasi Jenis jenis BBM

Pertamax

Pertamax meiliki angka oktan (RON) minimal 92 untuk bahan bakar bensin. Dengan angka oktan yang tinggi, Pertamax cocok bagi mesin kendaraan yang mempunyai rasio kompresi tinggi. Pertamaxdipoduksi tanpa timbal dan diberi tambahan aditif generasi terbaru yang mmeberikan perlindungan pada mesin dengan pembakaran lebih sempurna. Sehingga membuat mesin bersih dari deposit pada intake valve, port fuel injector dan combustion chamber, selain itu memberikan keuntungan lain berupa proteksi anti karat pada tangki dan saluran bahan bakar. Pertamax ini tersedia di Jawa, bali, Sumatera, daerah Kalimantan Selatan dan daerah Sulawesi Selatan.

Pertamax Plus

Pertamax plus memiliki angka oktan (RON) minimal 95 sebagai bahan bakar mesin bensin. Jenis ini disarankan untuk kendaraan tahun 1992 ke atas yang dilengkapi dengan catalitic conventer. Sehingga emisi gas buang kendaraan tersebut tidak mencemari lingkungan. Dengan angka oktan tinggi, Pertamax Plus cocok untuk mesin kendaraan yang mempunyai rasio kompresi tinggi. Pertamax Plus diproduksi tanpa timbal dari komponen pilihan jenis High Octane Mogas Component (HOMC) serta aditif generasi terbaru yang melindungi mesin dengan pembakaran lebih sempurna. Sehingga mesin bersih dari deposit pada intake valve, port fuel injector dan combustion chamber, selain itu memberikan keuntungan lain berupa proteksi anti karat pada tangki dan saluran bahan bakar. Pada saat ini tersedia di Jawa,sebagian wilayah Sumatera (Kep.Riau), Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Pertamina DEX (Diesel Environment X-tra

Pertamina DEX adalah bahan bakar mesin diesel modern yang memenuhi emisi gas buang EURO2
1. Memiliki performa tinggi dengan angka Cetane lebih dari 53.
2. Memiliki kualitas tinggi dengan kandungan sulfur dibawah 300 ppm
3. Memenuhi unjuk kerja untuk mesin diesel teknologi terbaru (Diesel Common Rail System)
4. Penggunaan lebih ekonomis.
5. Dikembangkan dengan menggunakan aditif terbaru, sehingga membuat kinerja mesin maksimal ekonomis dn lebih bertenaga
Pertamina DEX mengandung beberapa additive dengan bahan dasar PIBSI (Poly Isobutane Succinmides), yang bersifat Synthetic,metal free dan halogen free. Aditif ini mengandung bahan anti foaming,anti corrosion dn detergen.
Manafaat dari aditif ini adalah meningkatkan penghematan pemakaian bahan bakar, mengurangi emisi gas buang dan menambah kenyamanan driveability, baik untuk light maupun heavy duty engines. Beberapa fungsi additive Pertamina Dex antara lain : membersihkan dn mempertahankan kebersihan fuel injector. Mencegah korosi pada bagian mesin yang terkait dengan aliran dan pembakaran bahan, pembakaran sempurna yaitu keseragaman campuran bahan bakar dan udara.

Bio Pertamax

Bio Pertamax adalah bahan bakar kendaraan bermotor modern yang bermutu tinggi dan ramah lingkungan, merupakan hasil pencampuran Pertamax dan etanol murni, Sebagai energi terbarukan Bio Pertamax dapat digunakan pada semua jenis kendaraan non diesel tanpa adanya modifikasi mesin dan dapat menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik

Keunggulan Bio Pertamax
1. Ramah lingkungan/langit biru
2. Emisi gas buang lebih baik
3. Pembakaran lebih sempurna
4. Tidak perlu modifikasi mesin/alat
5. Memperpanjang umur mesin
6. Merupakan bahan bakar terbaru
7. Bersifat detergensi (membersihkan ruang bakar)

Tambahan info :

Angka Oktan
Angka Oktan adalah suatu angka yang menyatakan kemampuan bahan bakar minyak (khususnya Mogas) dalam menahan tekanan kompresi untuk mencegah gasoline terbakar sebelum busi menyala (mencegah terjadinya detonasi/suara menggelitik) didalam mesin bensin

Angka Cetana
Angka Cetana adalah suatu angka yang menyatakan kualitas pembakaran dari bahan bakar mesin diesel, yang diperlukan untuk mencegah terjadinya “diesel knock” atau suara pukulan didalam ruang bakar mesin diesel. Untuk mesein diesel yang bekerja dnegan putaran tinggi diperlukan bahan bakar minyak dengan angka cetana yang tinggi
Selengkapnya

Friday, March 28, 2014

Komparasi Teknologi CB150R vs New V Ixion

Teknologi Mesin

Mesin CB150R menggunakan platform dari CBR150R. Mesin ini mengusung teknologi kepala silinder DOHC (double overhead camshaft) dengan 4 klep. Ada dua camshaft atau noken as atau kem. Tiap noken as memiliki dua bumbungan yang masing-masing langsung terhubung ke batang klep. Satu noken as bertugas membuka-tutup dua klep masuk dan noken as yang lainnya lagi membuka-tutup dua klep buang. 

Sedang New V-Ixion masih menggunakan mesin lamanya, SOHC (single overhead camshaft) 4 klep. Hanya memiliki satu noken as dengan dua bumbungan untuk mengatur buka-tutup dua klep masuk dan dua klep buang. Karena tiap bumbungan bertugas menggerakan dua noken as sekaligus, maka masih memerlukan rocker arm atau lengan penghubung antara noken as dengan batang klep.

Keunggulan DOHC yang paling mendasar adalah memiliki komponen yang bergerak lebih sedikit ketimbang SOHC yang masih membutuhkan rocker arm. Selain itu tidak perlu lagi setelan kerenggangan klep, fungsi pada DOHC sudah digantikan oleh shim yang membuatnya lebih minim perawatan. Tapi secara performa, keduanya hampir sama. 

Kedua motor ini sama-sama memiliki 4 klep dan telah dilengkapi dengan pendingin air atau radiator. Sedang untuk transmisinya, Honda lebih unggul secara jumlah dengan 6 speed. Sedang New V-Ixion hanya 5 speed.

Teknologi Injeksi

Sensor-sensor yang dulu ada pada sistem injeksi V-Ixion lama tetap dipertahankan di New V-Ixion, yaitu Sensor Throttle Position Sensor (TPS), Intake Air Pressure Sensor (IAPS), Intake Air Temperature Sensor (IATS), Crankshaft Position Sensor (CPS) dan Coolant Temperature Sensor (CTP). Tapi kini ditambah O2 sensor.

Sensor oksigen ini hadir untuk memberikan feedback alias umpan balik kepada Electronic Control Unit (ECU) mengenai hasil pembakaran. Ketika gas buang terdeteksi terlalu kaya atau terlalu miskin, maka secara otomatis suplai bahan bakar akan disesuaikan. Hasilnya pembakaran lebih sempurna dan emisi lebih rendah.

Pada CB150R tidak dilengkapi sensor O2. Tapi jangan khawatir soal emisi, Honda telah membekali CB150R dengan Secondary Air Suplai System (SASS) agar tetap lolos regulasi Euro 2. SASS ini bekerja dengan cara menyuntikkan oksigen ke jalur pembuangan, sehingga gas CO yang beracun akan berubah menjadi CO2 dan O2. 

Tapi untuk sensor lain, CB150R masih lengkap dengan Throttle Position Sensor (TPS), Manifold Absolute Pressure (MAP) dan Intake Air Temperature (IAT). Selain itu sensor seperti Engine Coolant Temperature (ECT) dan Crank Position Sensor (CKP) juga tetap ada.

Fitur lain yang membedakan adalah, CB150R kembali mengadopsi sistem penyetelan stasioner model manual dengan sebuah sekrup. Sedang V-Ixion dilengkapi dengan Fast Idle Solenoid (FID) yang mengatur stasioner secara otomatis.


Kedua motor ini juga sama-sama memiliki sensor untuk mematikan sistem injeksi secara otomatis ketika terjatuh. Honda tetap memiliki Bank Angle Sensor (BAS), sedang Yamaha juga setia dengan Lean Angle Sensor (LAS).

Di CB150R juga terpasang capasitor bank. Tujuannya jika aki soak, pacuan yang aplikasi sistem bahan bakar injeksi itu bisa tetap berfungsi. Listrik cadangan yang tersimpan di kapasitor bank bisa memberikan pasokan listrik ke sistem injeksi. Part ini juga berfungsi stabilkan arus listrik agar main di 12–14 volt.

Sedang pada New V-Ixion tidak ada komponen seperti itu. Tapi Yamaha menyediakan lampu indikator yang akan menginformasikan kondisi aki. Ketika aki soak lampu akan menyala. Sehingga sebelum kejadian motor mogok karena sistem injeksi tidak bekerja gara-gara aki mati, pemilik motor sudah bisa melakukan pengecekan. 
Selengkapnya