Showing posts with label masalah. Show all posts
Showing posts with label masalah. Show all posts

Wednesday, May 21, 2014

Mendeteksi Masalah Accu

Sebagai pemegang fungsi fital dalam sistem kelistrikan kendaraan, aki memerlukan perhatian lebih dalam perawatan. Bayangkan kalau aki rusak, sistem penerangan misalnya dapat terganggu. Untuk itu perlu diperhatikan sejak dini gejala kerusakan pada aki.

Gunakan hidrometer untuk mendeteksi kadar asam dan berat jenis air aki. Tabung hidrometer memiliki 3 warna yang masing-masing memiliki arti. Warna hijau menandakan kadar asam dan berat jenis air aki terlalu ringan, akibatnya listrik yang dikirim ke aki tidak bisa disimpan lama. Warna putih menandakan air aki bagus berarti system pengisian bekerja normal. Warna merah berarti kerja alternator dan regulator terlalu banyak memasok setrum (overcharge) pada aki.

Alternatif alat deteksi yang lain dengan menggunakan multitester (voltmeter). Gunakan multitester pada arus DC di angka 50 volt. Nyalakan mesin dan hubungkan jarum merah multitester pada kepala aki positif dan jarum hitam di kepala aki negatif. Jarum harus menunjukkan angka 13,8 - 14,8 volt. Jika kurang atau lebih berarti masalah ada pada alternator dan regulator.

Selain itu, pengecekan regulator dan alternator dapat dilakukan dengan cara manual, yaitu memposisikan kunci kontak (ignition) ON, tapi mesin jangan dinyalakan. Setelah itu, gunakan obeng atau sesuatu yang bisa menghantarkan listrik. Tempelkan batang obeng pada puli alternator, jika ada gaya tarik magnet berarti alternator normal. Hal itu berarti regulator yang bermasalah. Sebaliknya jika alternator tidak mengandung magnet, kemungkinan lain arang alternator aus dan menipis sehingga tak mampu lagi menghasilkan listrik.

Pendeteksian juga bisa dilakukan secara manual lainnya. Nyalakan mesin dan copot terminal aki positif. Jika mesin tetap hidup, berarti alternator dan regulator bekerja normal. Jangan sekali-sekali melepas terminal aki negatif (massa) karena salah satu kabel massa di regulator tak akan tahan menanggung daya berlebihan.

Apakah anda terlalu sering menambah jumlah air aki mobil anda? Itu berarti ada yang tidak beres dengan aki mobil anda. Tanda-tandanya jumlah air aki mobil anda lebih cepat habis jika dibanding jumlah air aki mobil teman anda. Berikut ini beberapa penyebabnya :

Bagi pemilik aki basah perlu diperhatikan hal-hal yang dapat membuat air aki cepat habis. Selain kebocoran, dapat juga disebabkan aki menanggung beban melebihi batas. Penyetelan regulator tegangan kurang tepat sehingga pemuatan melampaui batas. Jika ini terjadi maka air aki akan menjadi panas sehingga air aki akan meluap dan mengalir ke luar melalui tutup-tutup aki. Disamping itu, lampu-lampu akan cepat mati dan kontak-kontak pemutus arus yang ada dalam distributor perlahan menjadi kasar.
Selengkapnya

Tuesday, February 11, 2014

masalah Belt AVANZA XENIA



bunyi berdecit saat mesin idup atau saat melibas genangan air bisa disebabkan belt altenator / belt ac kendor atau getas(saatnya diganti)
ciri2 umum bila belt altenator(dinamo cas) bunyi timbul saat akselerasi atau pas mesin hidup normal tanpa ac..
kalo ciri2 belt ac berbunyi saat akselerasi tp hanya saat ac nyala..
pergantian belt yg uda getas di anjurkan diganti dua2nya.. krn sekalian kerja.. pada umumnya di patok pergantian setiap 20.000km  (rekomendasi pabrikan)



bila belt altenator putus.. biasa nya mempunyai ciri lampu lambang aki di dashboard menyala trus.. dalam hal ini aki gak dapet pengisian dr altenator.. bila dalam kondisi ini matikan perangkat kelistrikan seperti ac yg memakan listrik gede.. lalu segera lakukan pergantian belt baru.. sblm aki kehabisan strum lalu mogok :D


bila ciri2 belt ac / power steering yg putus di cirikan dgn ac yg gak dingin disertai setir lebih berat dr biasa nya apalg dalam posisi diam di tempat.. dalam hal ini jgn hidupkan ac.. lalu segera lakukan pergantian belt baru..







 -ini ciri belt yg getas .. uda waktu ganti .. selain menimbulkan bunyi


- ini posisi bila mengencangkan belt altenator.. kendorkan baut ini dulu lalu kencangkan dgn mengungkit altenator sampe kekencangan tertentu lalu segera kencangkan baut nya



-ini altenator nya... baut yg di atas itu di kendorkan terlebih dahulu.. baru baut yg di bawah nya(tempat besi rel)









- in bila bunyi2 di mesin.. daerah sini.. ada kemungkinan dari timing belt..
timing belt wajib di ganti setiap 50km  .. utk menjaga2 putus dijalan.. soal nya beda dgn belt altenator dan belt ac.. bila belt ini putus mengakibatkan klep bengkok krn putaran mesin antara camshaft(kem) dan crankshaft (as kruk)  tidak beraturan...


Selengkapnya