Tuesday, April 8, 2014

Daftar Pemeriksaan agar Mudik Aman dan Menyenangkan

Hasil yang baik sangat ditentukan oleh persiapan dan proses yang tepat. Nah, jika ingin perjalanan mudik nanti berjalan dengan lancar, sebaiknya lakukanlah persiapan dengan matang. Periksa seluruh bagian mobil, lengkapi perjalanan dengan barang atau alat-alat yang dibutuhkan.

Pastikan semua dalam kondisi OK. Mulai dari mesin, aki, oli, sistem kelistrikan, ban, hingga ke dokumen-dokumen penting. Di bagian mesin misalnya, lakukanlah tune up.Pada aki, bersihkan terminal-terminalnya dan periksa air aki. Begitu juga pada oli, kualitas maupun kuantitasnya harus diperiksa. Di kaki-kaki, periksa ketebalan kanvas rem, kembang-kembang pada permukaan ban beserta tekanan anginnya.

Yang juga tidak kalah penting adalah sistem kelistrikan. Harus kita periksa seluruh lampu. Apakah bekerja dengan normal? Pastikan juga tape, radio,power window, dan electric mirror.Periksa sekring dan kabel-kabel sambungan bila ada komponen yang tidak menyala. Wiper juga harus diperiksa karena sangat penting saat perjalanan mudik diguyur hujan.

Jangan lupa, pemeriksaan juga harus sampai ke kelengkapan cadangan dan dokumen-dokumen penting seperti STNK, SIM serta surat-surat asuransi mobil. (Source: AstraWorld).
Selengkapnya

Monday, April 7, 2014

Melibas Genangan Jangan Paksa Stater untuk Hindari Water Hammer

Ketika mesin tidak langsung menyala meski kunci kontak sudah diputar ke posisi “START”, pengendara biasanya mencoba melakukannya terus berulang-ulang hingga mesin benar-benar menyala. Tidak terlalu mengkhawatirkan memang. Biasanya, hal seperti ini terjadi karena baterai atau aki tidak menyimpan setrum atau arus listrik.

Tetapi, jika kasus mesin tidak mau menyala terjadi setelah mobil melibas genangan, jangan coba-coba untuk terus memaksa men-stater. Bukan tak mungkin mesin sulit hidup karena ada air yang masuk ke mesin. Bila terus dipaksakan, akan terjadi water hammer, yaitu pukulan keras pada ruang bakar yang mengakibatkan kerusakan pada mesin. Misalnya, batang piston bengkok, bahkan piston bisa mengalami pecah. Yang paling parah, mungkin saja mobil harus di-overhoul (turun mesin).

Karena itu, jika mobil mati setelah melibas genangan jangan paksa men-stater. Kami sarankan untuk melakukan langkah-langkah sederhana namun aman seperti berikut ini:
Periksa saringan udara dari kemungkinan basah atau terendam air. Jika terbukti basah, copot saja untuk sementara.
Buka stick oli dan lihat apakah warnanya berubah kecoklat-coklatan. Jika ya, berarti oli mesin sudah kemasukkan air, sebaiknya jangan hidupkan mobil sama sekali dan bawa saja ke bengkel. Silakan hubungi CALL AstraWorld di 89 898 (ponsel) atau 500 898 (fixed line) untuk mendapatkan bantuan darurat. Jika warnanya masih ok, lanjutkan dengan pemeriksaan berikut.
Buka semua busi untuk memastikan apakah di dalam silinder terdapat air atau tidak. Untuk mengeringkannya, Anda dapat men-stater berulang-ulang sampai tidak ada lagi air yang keluar lubang tempat busi.
Keringkan sistem pengapian dengan lap atau tisu. Misalnya, kabel busi, busi, maupun tutup distributor (bagi yg masih memakai distributor seperti Toyota Starlet, Kijang di bawah tahun 2003, atau Daihatsu Taruna, dll).
Setelah langkah-langkah itu, pasang kembali busi beserta komponen-komponen yang tadi Anda bersihkan. Lalu coba hidupkan mesin dengan men-stater.
Seharusnya mesin dapat hidup seperti semula dan terhindar dari ancaman rusak. Sebab, kerusakan mesin seperti kasus di atas sebenarnya terjadi karena water hammer yang dipicu oleh tersedotnya air melalui saringan udara yang kemudian masuk dan mengalir hingga ke silinder mesin.

Silinder mesin adalah tempat terjadinya kompresi bahan bakar dan udara saat mesin di-stater. Masalah akan timbul ketika yang masuk melalui saringan udara adalah air. Sebab, air tidak menghasilkan pembakaran ketika kompresi berlangsung. Bukan hanya tidak menghasilkan pembakaran, secara teknik perbedaan kompresi pada air jauh lebih tinggi dibandingkan bahan bakar. Tekanan itulah yang mengakibatkan batang piston bengkok, bahkan piston pecah. Makanya, jangan paksakan men-stater jika mesin mati setelah melibas genangan. (Source :AstraWorld)
Selengkapnya

Aman Berkeliling Keliling dengan Defensive Driving

Menjelang akhir-akhir Desember ini rasanya akan banyak pengendara yang memanfaatkan waktu untuk berlibur. Kebetulan, kalender nasional memang penuh dengan tanggal merah. Setelah Natal yang jatuh pada tanggal 25, ada pergantian tahun baru hijriah yang bertepatan dengan 29 Desember serta tahun baru masehi di akhir bulan. Jalan-jalan dan berkeliling ke lokasi menarik bersama keluarga dan kendaraan kesayangan tentu menjadi pilihan menyenangkan.

Seperti biasa, jika hendak berkendara selalu persiapkan segala keperluan perjalanan dengan matang. Dan jangan lupa untuk menerapkan prinsip-prinsip defensive driving ketika meluncur di jalan. Bukan apa-apa, kadangkala kecelakaan lalu lintas bukan semata-mata terjadi karena kelalaian kita. Sangat mungkin tabrakan atau sekadar senggolan mobil terjadi karena kesalahan pengendara lain.

Berbeda dengan safety driving yang pengertiannya lebih mengarah ke kemampuan atau skill pengendara, defensive driving lebih dari itu. Pengertiannya lebih mengarah ke pola sikap, mental serta perilaku pengendara. Dari sekian banyak hal yang perlu kita perhatikan, ada empat point yang sangat penting terkait dengan defensive driving. Berikut ini keempat point tersebut:
- Waspada
- Sadar (aware)
- Sikap dan mental
- Antisipasi
Kewaspadaan menjadi faktor utama yang menjamin pengendara selalu siaga dan waspada terhadap pengguna jalan lain. Bila waspada selalu, artinya dia akan bertindak benar dalam menghadapi pengendara lain yang mungkin saja ugal-ugalan. Seandainya bertemu dengan jenis pengendara seperti ini, lebih baik membiarkan mereka lewat dahulu.
Yang tidak kalah penting adalah kesadaran. Artinya, sebagai pengemudi kita harus memiliki pengetahuan mengenai berkendara yang baik, benar dan aman. Pengetahuan dan pemahaman yang tepat dalam hal berkendara dengan benar, praktis akan meminimalisir kecelakaan lalu lintas.

Sementara, poin sikap dan mental lebih menegaskan pentingnya cara pandang bahwa sebagai pengendara kita tidak boleh egois dan mau menang sendiri. Yang harus kita utamakan adalah kepentingan umum. Pengemudi yang memiliki sikap dan mental baik, bersedia saling bergantian bila mendapati antrian di jalanan.

Dan yang terakhir adalah antisipasi. Ini juga sangat penting karena sebagai pengendara kita harus belajar membuat skenario berkendara yang baik sebagai evaluasi setiap kali berkendara. Antisipasi yang tepat juga sangat mempengaruhi keselamatan berkendara.

Paling tidak, bila kita konsisten menjalankan keempat point itu, akan bermanfaat bagi jaminan keselamatan pribadi. Itulah sebabnya, defensive driving terus disosialisaikan. Harapannya, jika semakin banyak pengemudi yang menerapkan konsep ini, pengaruhnya nanti tentu berimbas ke ketertiban berlalu lintas. (Source AstraWorld)
Selengkapnya

Sunday, April 6, 2014

Jika Indikator Water Sedimeter Menyala

Solar yang terlalu banyak mengandung air tidak bagus bagi mesin diesel. Itu sebabnya, mesin berbahan bakar solar dilengkapi dengan lampu indikator water sedimeter. Jangan anggap remeh jika indikator ini menyala. Segera lakukan langkah-langkah berikut:

1.Kendorkan baut kupu-kupu yang ada di bagian bawah water sedimeter.
2.Biarkan solar keluar.
3.Kencangkan lagi baut kupu-kupu ketika solar sudah tidak keluar dengan deras.
4.Lakukan pemompaan pada priming pump sampai bahan bakar solar keluar melalui selang pompa injeksi. Setelah solar tidak keluar lagi pasang kembali selang, lalu pompa priming pump.
5.Hentikan pemompaan jika priming pump sudah terasa berat.

Langkah-langkah di atas perlu dilakukan dalam rangka menguras solar yang terlalu banyak tercampur air. Ada dua penyebab yang memungkinkan air melebihi batas. Pertama, karena kualitas solar yang memang kurang bagus. Kedua, karena pengembunan yang terpicu akibat tangki bahan bakar sering dibiarkan kurang bahan bakar, bahkan kosong.

Untuk mengantisipasi campuran air, sebetulnya mesin diesel dilengkapi dengan water sedimeter. Komponen ini akan memisahkan air dari solar supaya tidak masuk ke pompa injeksi. Cuma, bukan tidak mungkin jumlah air sudah melebihi batas, sehingga harus dikuras.

Jika tidak dikuras, pengaruhnya sudah bisa diprediksi. Yang paling jelas terkena dampaknya adalah pompa injeksi. Bukan apa-apa, komponen ini terdiri dari logam-logam yang saling bersinggungan. Air yang melebihi batas dan ikut masuk ke pompa injeksi akan memperepat komponen ini cepat aus.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya

Cara Kerja Mobil Listrik




Mobil listrik adalah mobil yang menggunakan listrik sebagai sumber tenaganya. Menurut Internatonal Standard (ISO 8713:2002) Mobil Listik dikenal dalam istilah Electric road vehicles yang di Amerika dikembangkan menjadi dua (2) jenis, diantaranya ; Zero Emission Vehicles(ZEV) dan Low Emission Vehicles (LEV). Mobil listrik yang di kategorikan menjadi Zero Emission Vehicles adalah Mobil Batterai (Battery Operate) dan Mobil Fuel cell. 


Sedangkan yang dikategorikan menjadi LEV adalah mobil yang sistem penggeraknya memadukan antara convensional engine dengan motor listrik (mobil Hbrida).
1. Mobil Listrik “Batterai Operate” Mobil listrik jenis ini mengandalkan batterai sebagai sumber energi untuk menggerakkan kendaraan. Bagian yang sangat penting pada mobil listrik jenis ini ada 5 bagian : 1). Motor listrik. 2). Batterai (AKI). 3). Charger (Alat pengisian ulang energi listrik pada AKI). 4). Sistem Kondali (Controller). 5). Managemen Energi (EMS) atau Energy managemen System
2. Mobil Hybrid Teknologi Mobil hybrid yang dipopulerkan oleh Toyota dan Hondaini, Sebagai solusi menghemat BBM dan mengatasi pencemaran lingkungan. Cara kerja mesin listrik dengan prinsip regenerative (isi ulang/recharging saat kendaraan sedang beroperasi) pada mesin hybrid, berbeda dengan mobil tenaga listrik penuh. Mobil tersebut tidak bisa mengisi ulang listriknya. Bila listriknya habis, Batterai/aki harus di-charge secara khusus dengan waktu 8 hingga 12 jam (untuk teknologi charger onboard). Khusus mesin hybrid, mesin listriknya bisa mengisi ulang ke aki dengan memanfaatkan kinetic energy saat mengerem (regenerative brakeing). Bahkan sebagian energi mesin dari mesin bensin/solar/bio fuel saat berjalan listriknya bisa disalurkan untuk mengisi batterai/aki. 
Dengan sistem operasi seperti ini maka akan terjadi penghematan BBM. Di Kota Tokyo Jepang, truk dan bus sudah banyak yang memakai tenaga mesin system hybrid karena dinilai amat efisien/hemat BBM dan mengurangi polusi. Jenis mesin hybrid secara umum ada yang memakai sistem paralel dan sistem seri, namun yang paling umum adalah parallel. Mesin listrik pada kendaran hybrid sebenarnya hanyalah sebagai penunjang atau bisa disebut booster, pada mesin utama yang memakai bensin ataupun solar. Mesin listrik yang kecil pada kendaraan jenis hybrid tak akan kuat menjalankan mobil secara normal. Perkembangan teknologi mesin hybrid memang kini semakin pesat. Begitu pula dalam pengisian ulang listriknya yang semakin canggih, cepat, dan tenaga mesin listriknya semakin besar.
3. Mobil Surya “Solar Car” Mobil tenaga surya atau tenaga matahari, adalah jenis kendaraan listrik yang menggunakan tenaga matahari sebagai sumber energinya. Energi matahari ditangkap dengan menggunakan panel cell surya kemudian digunakan untuk menggerakkan motor listrik yang berfungsi untuk memutar roda. Agar dapat digunakan secara stabil maka pada mobil surya dilengkapi dengan tempat penyimpanan energy (energy storage) umumnya digunakan accu/batterai. Dilengkapai dengan alat control pengatur kecepatan maka mobil ini dapat melaju sesuai dengan kecepatan sesuai dengan kecepatan yang dirancang.Di Indonesia berkisar 12 tahun yang lalu mobil surya ini dikembangkan oleh mahasiswa ITS Surabaya.
4. ’Mobil Fuel Cell’ Fuel Cell adalah sebuah terobosan teknologi yang dilakukan oleh kalangan ilimuan dan industri mobil untuk mencari sumber energi alternatif penggerak mesin. Dan salah satu pilihan terkuat adalah bahan bakar hidrogen, dipilihnya hydrogen karena dianggap memenuhi dua alasan utama, yakni karena hidrogen ramah lingkungan. Gas buang hasil pembakaran hidrogen sama sekali tidak mencemari lingkungan. Alasan kedua, karena secara alamiah hidrogen tersedia dalam jumlah besar hingga bisa dimanfaatkan dari generasi ke generasi. Hidrogen secara ekonomis dapat diperoleh dengan murah. 
Siklus air juga memungkinkan hidrogen tersedia dalam jangka panjang. Hidrogen merupakan salah satu pilihan kuat sebagai bahan bakar mobil masa datang, menggantikan peran bahan bakar minyak (BBM) yang tingkat polusinya tinggi dan makin tipis ketersediaannya di alam. Hidrogen bisa diperoleh dengan cara melalui proses meng elektrolisa air. cara ini dianggap tidak mengubah keseimbangan alam, sangat simpel, efektif dan bersih. Yakni dengan teknik elektrolisa air dalam jumlah besar dengan menggunakan tenaga listrik. 
Caranya dua elektroda dibenamkan ke dalam bak berisi air, untuk memancing hidrogen. Ion-ion hidrogen yang bermuatan positif (kation) berkumpul di sekitar katoda negatif. Sedangkan ion-ion oksigen (anion) dikumpulkan menuju anoda positif. Dengan begitu terbentuklah hidrogen dalam bentuk gas. Setelah hydrogen dalam bentuk gas didapatkan, maka melalui teknologi pembakaran ‘dingin’ di dalam sebuah sel listrik, yang hasilnya berupa tenaga listrik untuk menggerakkan mobil.
Prinsip Kerja
Energi Listrik yang bersumber dari listrik PLN atau Generator melalui alat pengisisan (Charger) yang berfungsi untuk mengubah arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC) sesuai dengan kebutuhan pengisian dari baterai melalui dua buah kabel yaitu positif dan negatif untuk mengisi baterai. Baterai terdiri dari 3 unit, 12 Volt, 200 Ah dipasang secara seri dimana terminal positf  baterai 1 dihubungkan ke terminal negatif dari baterai 2 dan terminal positif dari baterai 2 dihubungkan ke terminal negatif baterai 3 sedangkan terminal negatif dari baterai 1 dan terminal positif baterai 3 didapatkan keluaran 36 Volt,200 Ah

Setelah baterai penuh, listrik yang tersimpan pada baterai dapat digunakan untuk memutar motor penggerak melalui solenoid yang memiliki 2 terminal yang berfungsi menyambung  dan memutus dimana terminal positif pada baterai dipasang pada salah satu terminal pada solenoide dihubungkan ke kendali kecepatan, dimana solenoide ini dikendalikan oleh dua buah saklar pembatas yang di pasang pada sistem gas dan rem yang hanya dapat berfungsi setelah kunci kontak dinyalakan.

Untuk mengatur besar kecilnya putaran motor penggerak digunakan kendali kecepatan yang memiliki 4 buah terminal utama yang diberi tanda masing masing terminal Bat +, Bat -,A2, M -, dan juga tiga buah terminal untuk input dari potensio atau induktiv. Kabel positif yang melalui solenoid dihubungkan pada terminal Bat + pada kendali kecepatan. 

Kendali yang inputnya berupa sinyal analog dari potensio dan juga induktiv trhole sensor yang dipasang pada mekanisme gas, agar kendaraan dapat bergerak maju,mundur dan netral digunakan saklar mekanis maju mundur SM3 ( saklar mekanis maju mundur ) yang di beri nama masing masing terminal a1,a2, b, c d1,d2 terminal C dihubungkan ke terminal A2 kendali kecepatan, melalui terminal A2 pada motor penggerak. Terminal M- pada kendali kecepatan dihubungkan langsung ke A1 pada motor penggerak. Untuk terminal B dan D pada SM3 memiliki dua buah kutub dimana difungsikan untuk membolak balikan input arah arus pada terminal S1 dan S2 pada motor penggerak
Sistem Penggerak
Saklar pembatas yang dilengkapi dengan pelatuk menempel pada bagian batang pengungkit yang berkerja apabila pedal rem ditekan batang pengungkit juga akan menekan pelatuk dari saklar pembatas sehingga arus yang mengalir melalui terminal penghubung dari saklar pembatas akan terputus seketika apabila proses pengereman mekanis pada roda kendaraan listrik ini yang digerakkan. 

Proses penekanan batang pengungkit terhadap pelatuk saklar pembatas dapat disetel jarak aktifnya agar pada saat mengemudi menenmpelkan kakinya pada pedal rem yang tanpa bermaksud menekan sehingga saklar pembatas tidak akan berfungsi tapi apabila tekanan yang diberikan melebihi batas yang diberikan maka saklar pembatas akan bekerja dengan baik, tujuannya adalah apabila sistem penggerak mobil listrik ini sedang beroperasi tiba tiba pengendara menekan pedal rem maka beban yang diakibatkan oleh pengereman tidak akan berpengaruh pada sistem tenaga karena terlebih dahulu sistem daya telah terputus melalui saklar pembatas yang dipasang sebagai pengaman.

Untuk mengoperasikan kenderaan listrik ini pada systen penggerak ini hanya dapat dioperasikan apabila kunci kontak di on kan atau dinyalakan kemudian pedal gas ditekan, dapat dijelaskan bahwa apabila pedal gas ditekan maka batang penarik akan menarik pengungkit poros dari potensio kemudian pengungkit tersebut akan melepaskan tekanan pelatuk saklar pembatas sehingga arus listrik yang akan menggerakkan solenoide dapat terhubung melalui terminal 1 dari saklar pembatas. 


Sistem ini bertujuan agar energi listrik tidak terbuang percuma pada saat kendaraan mengalami jalan penurunan atau pada jalur macet dan juga berfungsi sebagai pengaman.
Untuk Sistem maju mundur dengan menggunakan SM3, seperti diperlihatkan pada gambar dapat dijelaskan bahwa :

Prinsip dasar pembalikan putaran motor penggerak jenis ini dapat dilakukan dengan pembalikan arah arus yang mengalir pada lilitan stator motor, untuk arah maju berarti arus yang mengalir dari terminal C pada SM3 kemudian mekanis saklar memindahkan hubungan secara mekanis menyambungkan C ke terminal B pada SM3 kemudian dihubungkan ke terminal S1 pada motor penggerak sehingga arus mengalir menuju terminal S2 pada motor penggerak yang langsung dihubungkan ke kendali kecepatan pada terminal M-.

Untuk posisi mundur yang diperlihatkan pada gambar dilakukan dengan pembalikan arah arus yang diperlihatkan bahwa arus yang mengalir dari terminal motor A1 dengan menggunakan SM3 dihubungkan dengan terminal A pada SM3(5) kemudian mekanis saklar memindahkan hubungan secara mekanis menyambungkan terminal C ke terminal D pada SM3, kemudian dihubungakan ke terminal S2 pada motor penggerak yang langsung dihubungkan ke kendali kecepatan pada terminal M-. Berikut penjelasan penggunaan SM3 pada sistem Maju Mundur dan Netral dapat dilihat pada gambar di bawah :


Agar kendaraan dapat bergerak maju, mundur dan posisi netral digunakan alat saklar mekanis maju mundur (SM3) pada gambar, yang memiliki enam terminal yang diberi kode masing masing a,b,c,d. Terminal a dihubungkan ke terminal A kendali Kecepatan melalui terminal A1 dan A2 pada motor penggerak. 

Terminal c pada SM3 dihubungkan langsung ke terminal M dari kendali kecepatan. Untuk terminal b & d memiliki dua buah kutub dimana difungsikan untuk membolak balikan input arah arus pada terminal S1 & S2 pada motor Penggerak.
Penggunaan mikro switch sebagai pengaman dan efisiensi energi seperti pada gambar di bawah sebagai berikut :


Penggunaan Mikri swicth pada sistem mekanis gas untuk pengaman sistem dan efesiensi penggunaan daya listrik
Dengan Pemakaian mikro switch yang menempel pada mekanis gas yang berfungsi mengamankan sistem daya, karena sistim hanya dapat menerima daya listrik apabila pedal gas ditekan setelah kunci kontak di ON kan, sekaligus juga dapat menghemat energi listrik pada saat kendaraan menempuh jalanan macet dan penurunan

Untuk mengantisipasi kebiasaan pengemudi yang biasanya menekan pedal gas terkadang bersamaan dengan pengereman mekanis, juga digunakan mikro switch sebagai pembatas seperti terlihat pada gambar dibawah
Seperti yang dijelaskan diatas mobil listrik memiliki sistem penggerak listrik yang lebih sederhana dan efisien. Dengan melakukan pemilihan beberapa komponen yang digunakan serta disederhanakan, dikurangi dan disatukan. Sehingga sistem penggerak mobil listrik terdiri dari sistem energi, sistem kendali, sistem maju mundur dapat berfungsi dengan baik.
Selengkapnya

Saturday, April 5, 2014

Stepper Motor Kotor Udara Tersumbat

Untuk menghasilkan pembakaran, peran udara sangat penting. Itu sebabnya aliran udara ke ruang bakar harus lancar. Bila tersumbat, pembakaran tidak akan sempurna. Salah satu akibatnya adalah mesin mudah mati, bahkan di saat idling. Untuk mempertahankan mesin, masalah seperti ini sering memaksa pengendara menginjak pedal gas dalam-dalam.

Komponen yang juga memainkan peran penting bagi kelancaran aliran udara ke ruang bakar adalah stepper motor. Jika stepper motor kotor, aliran udara dapat tersumbat. Untuk memastikan kondisinya, periksa saja. Letaknya ada diantara saringan udara dan air intake chamber. Membersihkannya pun mudah. Lepas stepper motor dari dudukannya. Lalu bersihkan dengan menggunakan cleaner.

Biasanya, setelah stepper motor dibersihkan, mesin bisa hidup normal. Tapi, mungkin saja problem tetap muncul, mesin masih mudah mati misalnya. Ini terjadi jika plunger pada stepper motor sudah terlalu panjang. Plunger tersebut ada di dalam stepper motor. Bila memang kondisinya sudah memanjang, maka gantilah stepper motor dengan yang baru.

Solusi atas kasus ini mirip dengan mesin yang mati akibat setelan RPM (rotation per minute) terlalu rendah. Hanya, pada beberapa kendaraan yang menggunakan sistem bahan bakar injeksi dan tidak dilengkapi dengan penyetelan RPM, penanganannya adalah dengan memeriksa stepper motor.

Mobil-mobil sekarang memang umumnya menggunakan sistem bahan bakar injeksi. Bila ada keluhan mesin gampang mati pada saat idling, kemungkinan besar karena sistem pengaturan idling-nya bermasalah.

Pengaturan sistem idling ada beberapa macam. Diantaranya dengan menggunakan: stepper motor, rotary selenoid, atau air valve dengan penghantar wax.

Pengaturan sistem idling berfungsi mengatur aliran udara ke mesin pada saat pedal gas tidak diinjak (katup throttle dalam posisi tertutup). Apabila kondisinya kotor dan tersumbat, akan mengakibatkan campuran udara dan bensin yang dibutuhkan untuk pembakaran tidak ideal. Maka, mesin mudah mati pada posisi idling.

Karena itu perlu diketahui cara untuk menghindari agar peranti pengaturan sistem idling tidak kotor. Yang paling mudah adalah melakukan engine tune up secara periodik (10.000 km). Karena, saat tune up, akan dilakukan pembersihan saringan udara dan saluran pada stepper motor.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya

Friday, April 4, 2014

Memanaskan Mesin Bukan Sekadar Kebiasaan

Memanaskan mesin yang biasa kita lakukan sebelum mengendarai mobil memang tindakan yang sangat berguna. Karena pentingnya tindakan ini, wajar bila banyak customer yang mengajukan pertanyaan ke AstraWorld perihal manfaat dan teknis pemanasan yang sebaiknya dilakukan.

Sebetulnya, pemanasan mesin cukup dalam lima menit dan tidak perlu dengan menginjak-injak pedal gas. Untuk mengetahui bahwa kondisi mesin sudah mencapai temperatur kerja bisa juga dengan melihat indikator temperatur di panel dashboard. Biasanya ditandai dengan jarum temperatur yang menunjukkan posisi 1/3 atau 1/2.

Lakukan tindakan ini secara rutin. Diantara manfaat-manfaat pemanasan mesin adalah pembakaran bahan bakar di ruang bakar menjadi sempurna dan mesin akan bekerja optimal. Bahkan, pemanasan mesin juga membantu memperlambat keausan mesin.

Dengan pemanasan, kita memberi kesempatan pada oli untuk bergerak dari panci oli dan masuk kembali ke bagian-bagian mesin yang perlu dilumasi. Sehingga oli siap melancarkan pergesekan antarlogam saat mesin bekerja keras, ini yang membantu mencegah keausan.

Yang juga menarik adalah manfaat pemanasan dalam membuat mesin bekerja seoptimal mungkin. Optimalisasi ini terjadi karena pemanasan mengurangi terjadinya kebocoran kompresi.

Seperti kita ketahui, karena bagian-bagian pada komponen mesin pasti berada pada temperatur tinggi, ada bagian-bagian tertentu yang memang tidak dibuat presisi. Para desainer sengaja menciptakan celah. Dan celah ini secara otomatis akan berkurang (menjadi presisi) ketika komponen-komponen itu terkena suhu panas. Ini yang kemudian mengurangi terjadinya kebocoran kompresi.

Kebocoran kompresi otomatis membuat tekanan kompresi pada mesin menurun. Akibat penurunan tekanan kompresi, temperatur mesin tidak mampu membakar campuran bahan bakar dan udara dengan sempurna. Ketika campuran tersebut tidak terbakar dengan sempurna, tenaga yang dihasilkan mesin pun tidak optimal.

Pembakaran yang tidak sempurna bukan hanya mengakibatkan tenaga mesin kurang optimal. Tapi juga membuat mesin lebih boros bahan bakar. Ini sudah jelas karena dalam kondisi mesin masih dingin, supply bahan bakar harus lebih besar agar tetap terjadi pembakaran.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya