Showing posts with label menyala. Show all posts
Showing posts with label menyala. Show all posts
Sunday, April 20, 2014
Segera Periksa Bila Engine Lamp Menyala
Pabrikan men-design dan memasang lampu engine (engine lamp) dengan fungsi yang sangat penting. Lampu ini menjadi indikator ada tidaknya kerusakan pada sistem injeksi. Ya, sistem injeksi. Sistem yang menggunakan sensor-sensor elektronis dalam mengatur supply bahan bakar ke mesin. Dengan sistem ini, supply bahan bakar akan sesuai dengan kebutuhan mesin, sehingga output mesin (tenaga) maksimal.
Itu sebabnya, jangan diamkan saja bila indikator lampu engine tiba-tiba menyala. Bergegaslah membawa kendaraan ke bengkel agar segera dilakukan pemeriksaan. Dari fungsinya saja semestinya membuat kita berhati-hati bila terjadi kerusakan pada sistem injeksi. Karena, jika sistem ini rusak bisa saja tiba-tiba mobil Anda mogok di jalan. Dan sebaiknya pemeriksaan dilakukan di bengkel, mengingat untuk mengetahui kerusakan yang memicu engine lamp menyala diperlukan tools dan keahlian khusus.
Biasanya, ada beberapa macam kerusakan yang kerap dialami sistem injeksi. Pertama, kerusakan pada sensor-sensor. Baik di temperatur air pendingin, temperatur udara, throttle position sensor, manifold pressure sensor (air flow meter), knock sensor, crank position sensor (engine speed sensor) maupun sensor-sensor yang lain. Kedua, kerusakan di Electronic Control Unit (komputer). Ketiga, actuator (injector, ignition coil, dan idle speed control).
Diantara ketiga kemungkinan tersebut, yang paling sering dan rentan dari risiko kerusakan adalah engine speed sensor (crank position sensor). Sebab, komponen ini berupa kumparan listrik yang sangat mungkin mengalami short circuit (korslet) atau terputus (open circuit).
Sebetulnya, setiap kali melakukan tune up, mekanik di bengkel akan melakukan pemeriksaan terhadap sistem injeksi. Ada seperangkat alat yang digunakan untuk mendiagnosis ada tidaknya kerusakan.
Masalahnya, komponen-komponen ini juga sangat terpengaruh dengan faktor usia. Sehingga, bisa saja ketika tengah asyik berkendara tiba-tiba engine lamp menyala, tanda telah terjadi sesuatu dengan sistem injeksi. Beruntung bila waktu engine lamp menyala mesin masih tetap hidup dan kendaraan masih bisa dijalankan.
Celakanya, bila yang terjadi adalah kemungkinan kedua, yaitu mesin langsung mogok tak lama setelah engine lamp menyala. Dari beberapa kasus yang pernah Emergency Roadside Assistance (ERA) AstraWorld tangani, ditemukan kasus seperti kemungkinan kedua ini. Jadi, berhati-hatilah. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya
Itu sebabnya, jangan diamkan saja bila indikator lampu engine tiba-tiba menyala. Bergegaslah membawa kendaraan ke bengkel agar segera dilakukan pemeriksaan. Dari fungsinya saja semestinya membuat kita berhati-hati bila terjadi kerusakan pada sistem injeksi. Karena, jika sistem ini rusak bisa saja tiba-tiba mobil Anda mogok di jalan. Dan sebaiknya pemeriksaan dilakukan di bengkel, mengingat untuk mengetahui kerusakan yang memicu engine lamp menyala diperlukan tools dan keahlian khusus.
Biasanya, ada beberapa macam kerusakan yang kerap dialami sistem injeksi. Pertama, kerusakan pada sensor-sensor. Baik di temperatur air pendingin, temperatur udara, throttle position sensor, manifold pressure sensor (air flow meter), knock sensor, crank position sensor (engine speed sensor) maupun sensor-sensor yang lain. Kedua, kerusakan di Electronic Control Unit (komputer). Ketiga, actuator (injector, ignition coil, dan idle speed control).
Diantara ketiga kemungkinan tersebut, yang paling sering dan rentan dari risiko kerusakan adalah engine speed sensor (crank position sensor). Sebab, komponen ini berupa kumparan listrik yang sangat mungkin mengalami short circuit (korslet) atau terputus (open circuit).
Sebetulnya, setiap kali melakukan tune up, mekanik di bengkel akan melakukan pemeriksaan terhadap sistem injeksi. Ada seperangkat alat yang digunakan untuk mendiagnosis ada tidaknya kerusakan.
Masalahnya, komponen-komponen ini juga sangat terpengaruh dengan faktor usia. Sehingga, bisa saja ketika tengah asyik berkendara tiba-tiba engine lamp menyala, tanda telah terjadi sesuatu dengan sistem injeksi. Beruntung bila waktu engine lamp menyala mesin masih tetap hidup dan kendaraan masih bisa dijalankan.
Celakanya, bila yang terjadi adalah kemungkinan kedua, yaitu mesin langsung mogok tak lama setelah engine lamp menyala. Dari beberapa kasus yang pernah Emergency Roadside Assistance (ERA) AstraWorld tangani, ditemukan kasus seperti kemungkinan kedua ini. Jadi, berhati-hatilah. (Source : AstraWorld)
Sunday, April 6, 2014
Jika Indikator Water Sedimeter Menyala
Solar yang terlalu banyak mengandung air tidak bagus bagi mesin diesel. Itu sebabnya, mesin berbahan bakar solar dilengkapi dengan lampu indikator water sedimeter. Jangan anggap remeh jika indikator ini menyala. Segera lakukan langkah-langkah berikut:
1.Kendorkan baut kupu-kupu yang ada di bagian bawah water sedimeter.
2.Biarkan solar keluar.
3.Kencangkan lagi baut kupu-kupu ketika solar sudah tidak keluar dengan deras.
4.Lakukan pemompaan pada priming pump sampai bahan bakar solar keluar melalui selang pompa injeksi. Setelah solar tidak keluar lagi pasang kembali selang, lalu pompa priming pump.
5.Hentikan pemompaan jika priming pump sudah terasa berat.
Langkah-langkah di atas perlu dilakukan dalam rangka menguras solar yang terlalu banyak tercampur air. Ada dua penyebab yang memungkinkan air melebihi batas. Pertama, karena kualitas solar yang memang kurang bagus. Kedua, karena pengembunan yang terpicu akibat tangki bahan bakar sering dibiarkan kurang bahan bakar, bahkan kosong.
Untuk mengantisipasi campuran air, sebetulnya mesin diesel dilengkapi dengan water sedimeter. Komponen ini akan memisahkan air dari solar supaya tidak masuk ke pompa injeksi. Cuma, bukan tidak mungkin jumlah air sudah melebihi batas, sehingga harus dikuras.
Jika tidak dikuras, pengaruhnya sudah bisa diprediksi. Yang paling jelas terkena dampaknya adalah pompa injeksi. Bukan apa-apa, komponen ini terdiri dari logam-logam yang saling bersinggungan. Air yang melebihi batas dan ikut masuk ke pompa injeksi akan memperepat komponen ini cepat aus.(Source : AstraWorld)
Selengkapnya
1.Kendorkan baut kupu-kupu yang ada di bagian bawah water sedimeter.
2.Biarkan solar keluar.
3.Kencangkan lagi baut kupu-kupu ketika solar sudah tidak keluar dengan deras.
4.Lakukan pemompaan pada priming pump sampai bahan bakar solar keluar melalui selang pompa injeksi. Setelah solar tidak keluar lagi pasang kembali selang, lalu pompa priming pump.
5.Hentikan pemompaan jika priming pump sudah terasa berat.
Langkah-langkah di atas perlu dilakukan dalam rangka menguras solar yang terlalu banyak tercampur air. Ada dua penyebab yang memungkinkan air melebihi batas. Pertama, karena kualitas solar yang memang kurang bagus. Kedua, karena pengembunan yang terpicu akibat tangki bahan bakar sering dibiarkan kurang bahan bakar, bahkan kosong.
Untuk mengantisipasi campuran air, sebetulnya mesin diesel dilengkapi dengan water sedimeter. Komponen ini akan memisahkan air dari solar supaya tidak masuk ke pompa injeksi. Cuma, bukan tidak mungkin jumlah air sudah melebihi batas, sehingga harus dikuras.
Jika tidak dikuras, pengaruhnya sudah bisa diprediksi. Yang paling jelas terkena dampaknya adalah pompa injeksi. Bukan apa-apa, komponen ini terdiri dari logam-logam yang saling bersinggungan. Air yang melebihi batas dan ikut masuk ke pompa injeksi akan memperepat komponen ini cepat aus.(Source : AstraWorld)
Friday, April 4, 2014
Jika Indikator Accu Menyala Terus
Sewaktu lampu indikator accu (baterai) menyala terus, mobil memang masih bisa dioperasionalkan. Mesin tetap hidup seolah tidak terjadi apa-apa. Namun jangan anggap remeh. Lampu indikator accu yang menyala terus saat mesin hidup adalah tanda telah terjadi masalah dengan sistem pengisian kelistrikan. Mungkin undercharge, bisa juga overcharge.
Pada prinsipnya supply dan kebutuhan listrik harus setara. Kuncinya, ada pada alternator (komponen yang mengubah tenaga putar menjadi listrik). Energi listrik yang dihasilkan komponen ini harus sesuai dengan beban listrik yang dipakai. Untuk ini, hampir semua mobil mempunyai tegangan standar output alternator. Yaitu, antara 13 volt sampai 15,2 volt.
Pasokan listrik dari alternator tidak boleh di bawah maupun di atas angka tersebut. Jika pasokan listrik di bawah angka standar, maka disebut undercharge. Sebaliknya, jika lebih dari 15,2 volt maka disebut overcharge.
Efeknya bisa sama-sama merepotkan. Jika dibiarkan terus dalam kondisi undercharge, bukan tidak mungkin mesin mogok dan tidak dapat di-starter. Sebab, untuk men-starter butuh pasokan listrik besar.
Yang lebih parah, mungkin saja accu mobil meledak. Terutama ketika terjadi overcharge. Karena saat supply dari alternator berlebih, maka reaksi kimia di dalam accu membuat accu panas dan bertekanan sehingga mengakibatkan ledakan.
Karena itu, perhatikan langkah-langkah yang dapat Anda lakukan jika lampu indikator accu tiba-tiba menyala:
Pastikan apakah kasus ini terjadi karena overcharge atau undercharge. Yaitu dengan menyentuh accu. Jika panas berlebih dan atau keluar air dari tutup aki, biasanya karena overcharge. Jika accu tidak panas, ada kemungkinan undercharge.
Bawa mobil ke bengkel. Karena pengerjaannya tidak dapat dilakukan sendiri.
Jika memang undercharge, bawa mobil ke bengkel dengan mematikan beban-beban kelistrikan (ac, lampu, tape dsb). Jika terpaksa harus menghidupkan lampu karena berjalan di malam hari, hidupkan lampu hazard saja. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya
Pada prinsipnya supply dan kebutuhan listrik harus setara. Kuncinya, ada pada alternator (komponen yang mengubah tenaga putar menjadi listrik). Energi listrik yang dihasilkan komponen ini harus sesuai dengan beban listrik yang dipakai. Untuk ini, hampir semua mobil mempunyai tegangan standar output alternator. Yaitu, antara 13 volt sampai 15,2 volt.
Pasokan listrik dari alternator tidak boleh di bawah maupun di atas angka tersebut. Jika pasokan listrik di bawah angka standar, maka disebut undercharge. Sebaliknya, jika lebih dari 15,2 volt maka disebut overcharge.
Efeknya bisa sama-sama merepotkan. Jika dibiarkan terus dalam kondisi undercharge, bukan tidak mungkin mesin mogok dan tidak dapat di-starter. Sebab, untuk men-starter butuh pasokan listrik besar.
Yang lebih parah, mungkin saja accu mobil meledak. Terutama ketika terjadi overcharge. Karena saat supply dari alternator berlebih, maka reaksi kimia di dalam accu membuat accu panas dan bertekanan sehingga mengakibatkan ledakan.
Karena itu, perhatikan langkah-langkah yang dapat Anda lakukan jika lampu indikator accu tiba-tiba menyala:
Pastikan apakah kasus ini terjadi karena overcharge atau undercharge. Yaitu dengan menyentuh accu. Jika panas berlebih dan atau keluar air dari tutup aki, biasanya karena overcharge. Jika accu tidak panas, ada kemungkinan undercharge.
Bawa mobil ke bengkel. Karena pengerjaannya tidak dapat dilakukan sendiri.
Jika memang undercharge, bawa mobil ke bengkel dengan mematikan beban-beban kelistrikan (ac, lampu, tape dsb). Jika terpaksa harus menghidupkan lampu karena berjalan di malam hari, hidupkan lampu hazard saja. (Source : AstraWorld)
Subscribe to:
Posts (Atom)