Showing posts with label engine. Show all posts
Showing posts with label engine. Show all posts

Wednesday, July 16, 2014

How a car engine works

In this article we will discuss very briefly how a typical car engine works in terms of generating power required to move the vehicle.

The most common type of car engine is an internal combustion gasoline engine working on the principal of the Otto cycle. The simple animation below provides a rough illustration of what is happening in the 4 cylinders of a standard gas motor.



If you analyze the animation then you will see the basic principle of operation which consists of 4 steps performed in each of the cylinders. These are:

1. A fuel air mixture is pulled into a cylinder (where fuel usually enters through a special fuel injector). In the illustration above, the mixture enters through the blue intake valve.

2. The cylinder is then sealed off with both the intake and outlet valves closed and the piston moves upward to compress the mixture required for effective combustion.

3. A spark is then generated by a special spark plug and the mixture is ignited with the burning gas pressure pushing the piston down. This generates power to rotate the crankshaft inside the engine block.

4. Finally, the exhaust valve opens and the piston moves upward to release the exhaust gasses.

This process is continuously repeated in all 4 cylinders while the engine is running. The 4 stokes are also known as: 1. Intake stroke. 2. Compression stroke. 3. Power stroke. 4. Exhaust stroke.

Below is a more detailed animation of a cylinder/valve/piston operation:



Depending on the particular engine design there can be several cylinders-pistons in a car engine (usually there are 4-12). A special connecting rod links the pistons to a crankshaft which is rotated inside the engine block. The crank is used to convert the linear piston motion to rotation.

The following video provides a very good explanation to some of the basics behind the car engine operating principles:




http://www.carsensation.com
Selengkapnya

Thursday, April 24, 2014

Tune up mesin

1

Banyak yang bisa dioptimalkan diengine untuk motor standar.Kenceng berarti akselerasi yah bukan top speed (seberapa cepat motor ente mencapai kecepatan tertentu) kalo mau signifikan ada beberapa cara:
engine44
1.Membersihkan ruang bakar plus.
Biasanya thunder dengan km> 25000 kudu servis besar, yang harus dilakukan adalah membersihkan ruang bakar, cek ring piston, cek apakah ada goresan pada liner, skir klep (kudu 1 hari 1 malem untuk nentuin apakah klep masih bocor atau tidak), cek kerenggangan klep, lihat kondisi rocker arm sudah aus atau tidak, cek busi (lihat warnanya puti kecoklatan – merah bata atau tidak), bersihkan dan setel karburator, cek kopling dan kampas kopling,ganti per kopling jika panjang per kopling < 40 mm (aslinya 42 mm), cek karet kopling, cek pompa oli, terakhir cek rante, kerenggangannya dan cek gir sproket. Ini mengikuti SOP service pabrikan.

2. lepas segel engine di thunder.
Cuma gak semua mekanik bisa melakukan itu (mungkin gak tahu). Kalo thunder standar biasanya mulai teriak di 4500 – 6500 (peak) selebihnya rada drop powernya sampe batas limiter di 9500 rpm. kalo segel dilepas, power mulai ada di 2500 – 3000 (o-1500 rpm jatah buat stasioner, 1500 – 2500 jatah buat mesin ambil napas) dan puncaknya di 8000-9000 rpm (tergantung dari karakter mesin). Karburator standar (main jet dan pilot jet tidak berubah, knalpot standar pabrik. Problemnya cuma satu warna spkbor depan bisa kaya pelangi karena sering nyeruduk angkot kalo gak biasa jaga jarak karena jarak akselerasi motor bertambah tetapi deselerasi motor (baca pengereman) tetap. Setahu ane mesin diriset pabrik hasilnya muncul 100% power namun ketika dibuat massal powernya diturunkan (disegel) hingga 25% dengan berbagai macam alasan (mulai dari menurunkan biaya produksi, aturan keselamatan, dll) jadi kalo mesin thunder di brosur 20.6 HP (diukur di engine) maka power sebenernya diatas itu. sebenernya bukan CDI yang menentukan powernya keluar di rpm bawah-atas (tarikan bawah atas enak). Engine yang minta. Yang mesti diketahui CDI hanya bertugas mengirimkan sinyal-sinyal arus ke koil sesuai dengan inputan dari pickup koil (ada faktor putaran mesin bermain) jika CDI aftermarket setting pengapian di rpm 3000 – 15000 tapi kalo enginenya tidak mau ngikutin maunya CDI juga gak akan keluar powernya. Jadi kalo mekaniknya emang jago, dia bisa buat mesin dengan powerband yang lebih lebar dari 2500 – 9000 rpm dibandingin dengan standar yang cuma 4500 – 6500 rpm (tentunya dengan CDI standar)
2
3. Porting dan polish jalur ruang bakar in/out dan ruang bakarnya.
Kalo istilah kerennya korek harian. Bagian silinder head biasanya diutak atik. Tapi gak semua orang tahu start awalnya dari mana. Biasanya yang dirapihkan adalah bagian kulit jeruk di sepanjang jalur ruang bakar dan merapihkan ruang bakar itu sendiri. Tapi untuk porting dan polish ada banyak faktor yang ikut diperhitungkan (namanya mekanik harus bisa ngitung dong, bukan bilang katanya si anu bikin kenceng) mulai dari durasi kem yang menentukan tekanan
kevakuman ruang bakar, bore stroke, diameter klep, lubang in dan out yang diperlukan, tekanan gas buang yang keluar, panjang leher angsa knalpot, volume dari silencer, tekanan backpressure dari knalpot yang diminta, kompresi yang diminta, serta debit/volume bahan bakar+udara yang diperlukan untuk di ruang bakar. dari faktor itu keluar berapa diameter lubang in yang diperlukan dibagian mana harus diperbesar dan dibagian mana yang cukup dibersihkan kulit jeruknya saja. Karbu bagaimana? tergantung hitungannya bos, dari debit yang diperlukan perdetik dihubungkan dengan faktor AFR, dan diamter jalur in, muncul ukuran spuyer yang digunakan baik untuk pilot atau main jet. Knalpot ganti?? tergantung hitungan tadi, di motor ane knalpot standar dibobok dan dibuat ulang sesuai dengan hitungan volume
silencer. Soal bensin perlu pake pertamax? jawabnya tergantung kompresi yang diminta, kalo memang maunya pake pertamax ruang bakar disetting untuk pertamax, kalo make premium 88 juga bisa. Selama ini yang didenger mesin kalo udah korek mintanya naik pertamax karena kompresi naik. Itu gak sepenuhnya bener. kompresi hanya bilangan yang berkaitan dengan bahan bakar apa yang mau dipake. Kalo kompresi 9-9.5 biasanya disarankan pake premium, 9.5 – 10.5 pertamax 92 10.5 – 12 pertamax 94, 12 up mulai dari bensol, avgas, dll.
engine45
4. Oversize/Bore up (memperbesar volume silinder)
Nah kalo ini rada ekstrem. Bore up bisa mulai dari oversize 50, 100 (bawaan pabrik) sampe oversize 200 – 400. Biasanya liner di blok silinder diperbesar/dicorter sampe ukuran yang dimau.Liner asli biasanya hanya sanggup sampe oversize 100, lebih dari itu harus ganti liner yang lebih tebel,lebih bagus dan lebih kuat dan punya batas toleransi kerenggangan yang sempit (tes dulu di lab). Kendalanya ketika oversize, gak semua tukang bubut punya alat yang punya toleransi kesalahan 0.01 mm atau lebih kecil dan biasanya juga alat bubutnya gak pernah dikalibrasi. tanya kenapa? karena harga alat kalibrasi sama mahalnya dengan harga mesin bubutnya, efeknya paling parah adalah center dari liner berubah alias miring yang berakibat, liner baret (karena center liner tidak sama dengan center arah gerak piston, ring habis sebelah. Di jakarta cuma ada satu yang bisa melakukan itu. Biasanya kesalahannya 0.05 mm up (tergantung skill tukang bubut). Diukur pake sigmat analog gak begitu keliatan karena tolerensi sigmat hanya 0.05 mm. comtoh kalo ente mau oversize 100 berarti harusnya diameter liner 73.00 mm (asli 72 mm), kalo yang bagus biasanya yang keluar adalah 73.01-73.03mm dan yang jelek adalah 73.05 mm up. Nah kalo masalah diatas sedah tidak menjadi masalah, baru dihitung ulang faktor yang disebut diatas untuk mengeluarkan power engine yang optimal.Ada efek negatif kalo
kompresi kegedean. Dinamo starter minta ganti yang lebih kuat.
Bore up dengan piston mobil? hati-hati karena konstruksi pin piston untuk mobil berbeda dengan motor, baik dari ukuran piston, tebal piston, konstruksi bangun piston, maupun diameter dan posisi center pinnya. kalo diameter pin mungkin bisa dilakukan oversize tapi posisi center pin tidak bisa dirubah.Ini yang bahaya buat liner karena posisi centernya berubah tidak sama dengan centernya arah gerak piston,piston miring sebelah, dll.
5. Naik stroke.
Kalo ini tidak direkomendasikan. Tanya kenapa?karena di sini belum ada yang punya alat untuk ngebalance kruk as. Selama di Indonesia belum ada yang punya alat itu jangan dilayanin kalo ada yang nawarin naik stroke. Sudah beberapa thunder yang bermasalah dengan naik stroke.
Nah kalo semua diatas udah di jalanin baru deh mulai upgrade aksesoris pendukung motor sesuai dengan kemauan mesin.
1. Benahi kabel bodi.
minimal bersihkan soket dan solder setiap sambungan terutama yang berkaitan kabel di sekitaran sepul, CDI, Kiprok, dan koil. Kalo punya duit lebih ganti kabel yang berkaitan diatas dengan kabel kualitas lebih bagus (hambatannya lebih kecil dari kabel standar). soalnya kable mudah getas setelah umur thundi lebih dari 2thn,sering terkena panas mesin, nge"fong" dan punya hambatan kabel yang besar karena ukuran tembaga dlam kablenya halus sekali. Efek negatifnya kalo kabel gak dirapihin adalah arus yang di dalam kabel bisa lebih kecil dari spek input CDI untuk membuka kurva pengapian dan sinyal arus yang dikirim ke koil untuk mengaktifkan busi juga jadi lebih kecil sehingga energi yang dikeluarkan juga lebih kecil, efeknya jelas bahan bakar tidak terbakar sempurna dan jadi boros BBM
2. Ganti koil dan CDI?
jawabnya tergantung dari maunya mesin. Kalo memang masih sesuai dengan maunya mesin kenapa harus ganti?. Kalo dirunut begini, Dari kompresi mesin keluar bahan bakar apa yang dipake,misal pertamax 92 di kompresi 9.7, dari sini keluar hitungan energi aktivasi yang diperlukan dari bensin pertamax, Energi tersebut keluar dari busi sebagai pemantik. disini faktor angka busi menentukan berapa energi yang diminta sesuai maunya pertamax 92 dikompresi 9.7. contoh Energi yang keluar dari Denso X24 beda dengan Denso X27. Dari hitungan energi tsb keluar spek busi yang diminta.
Spek busi tersebut tentu ada spek input arus dan voltase yang masuk ke busi untuk mengeluarkan energi. Voltase dan arus dikeluarkan oleh koil, nah dikoil punya rentang output arus dan voltase yang dikeluarkan. kalo masih masuk rentang outputnya gak usah ganti kalo diluar itu baru ganti koil. Faktor lain juga ada, panjang kabel busi dan chop busi juga punya pengaruh. Ada efek negatifnya kalo ganti koil diatas spek standar. Kabel bodi bisa meleleh karena arus yang disedot terlalu besar sedangkan hambatan dalam kable standar juga
besar dan menimbulkan efek panas berlebihan dan meleleh deh (pengalaman pribadi), selain itu juga umur busi juga lebih pendek karena harus berpijar lebih tinggi dari speknya.
Pesan sponsor: Kalo mau ekstrem dengan kapasitas cc engine jangan lupa kalo temen-temennya (baca sparepart) juga kudu ikutan diganti dengan material yang lebih bagus.
disadur dari milis JTC dan copy ulang dari bro ksatriapertama di thread Kaskus Thunder 250
Selengkapnya

Sunday, April 20, 2014

Segera Periksa Bila Engine Lamp Menyala

Pabrikan men-design dan memasang lampu engine (engine lamp) dengan fungsi yang sangat penting. Lampu ini menjadi indikator ada tidaknya kerusakan pada sistem injeksi. Ya, sistem injeksi. Sistem yang menggunakan sensor-sensor elektronis dalam mengatur supply bahan bakar ke mesin. Dengan sistem ini, supply bahan bakar akan sesuai dengan kebutuhan mesin, sehingga output mesin (tenaga) maksimal.

Itu sebabnya, jangan diamkan saja bila indikator lampu engine tiba-tiba menyala. Bergegaslah membawa kendaraan ke bengkel agar segera dilakukan pemeriksaan. Dari fungsinya saja semestinya membuat kita berhati-hati bila terjadi kerusakan pada sistem injeksi. Karena, jika sistem ini rusak bisa saja tiba-tiba mobil Anda mogok di jalan. Dan sebaiknya pemeriksaan dilakukan di bengkel, mengingat untuk mengetahui kerusakan yang memicu engine lamp menyala diperlukan tools dan keahlian khusus.

Biasanya, ada beberapa macam kerusakan yang kerap dialami sistem injeksi. Pertama, kerusakan pada sensor-sensor. Baik di temperatur air pendingin, temperatur udara, throttle position sensor, manifold pressure sensor (air flow meter), knock sensor, crank position sensor (engine speed sensor) maupun sensor-sensor yang lain. Kedua, kerusakan di Electronic Control Unit (komputer). Ketiga, actuator (injector, ignition coil, dan idle speed control).

Diantara ketiga kemungkinan tersebut, yang paling sering dan rentan dari risiko kerusakan adalah engine speed sensor (crank position sensor). Sebab, komponen ini berupa kumparan listrik yang sangat mungkin mengalami short circuit (korslet) atau terputus (open circuit).

Sebetulnya, setiap kali melakukan tune up, mekanik di bengkel akan melakukan pemeriksaan terhadap sistem injeksi. Ada seperangkat alat yang digunakan untuk mendiagnosis ada tidaknya kerusakan.

Masalahnya, komponen-komponen ini juga sangat terpengaruh dengan faktor usia. Sehingga, bisa saja ketika tengah asyik berkendara tiba-tiba engine lamp menyala, tanda telah terjadi sesuatu dengan sistem injeksi. Beruntung bila waktu engine lamp menyala mesin masih tetap hidup dan kendaraan masih bisa dijalankan.

Celakanya, bila yang terjadi adalah kemungkinan kedua, yaitu mesin langsung mogok tak lama setelah engine lamp menyala. Dari beberapa kasus yang pernah Emergency Roadside Assistance (ERA) AstraWorld tangani, ditemukan kasus seperti kemungkinan kedua ini. Jadi, berhati-hatilah. (Source : AstraWorld)
Selengkapnya

Wednesday, January 22, 2014

Pengertian Mesin Diesel Engine Diesel

Apakah Pengertian dari Mesin Diesel

Sumber : Wikipedia ( edited )
mesin diesel
 Hari ini saya akan membahas tentang :

PENGERTIAN MESIN DIESEL,

 Jika anda sampai di artikel ini, maka anda tentunya ingin tahu informasi tentang mesin diesel, dan banyak pertanyaan yg ingin dijawab seperti  bagaimana ia bekerja?, apa bedanya mesin diesel dengan mesin bensin, kenapa mesin diesel ukurannya lebih besar dari mesin bensin ? dan masih banyak lagi.
Sekarang kita bahas tentang pengertian mesin diesel

 

PENGERTIAN :


Mesin diesel adalah sejenis mesin pembakaran dalam; lebih spesifik lagi, sebuah mesin pemicu kompresi, dimana bahan bakar dinyalakan oleh suhu tinggi gas yang dikompresi, dan bukan oleh alat berenergi lain (seperti busi). Mesin diesel pada kendaraan otomotif sering digunakan pada mobil-mobil yang mempunyai kapasitas mesin yang besar, dan juga tenaga yang besar ( contoh ; Truk, tronton, fuso, bus dan kendaraan besar lainnya. ) hal ini dikarenakan mesin diesel cocok untuk penggunaan jarak jauh ( mesin diesel lebih tahan panas dibanding mesin bensin ) dan tenaga yang besar ( karena konstruksi mesin diesel rata-rata berkapasitas besar ).

Mesin diesel ini ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang menerima paten pada 23 Februari 1893. Diesel menginginkan sebuah mesin untuk dapat digunakan dengan berbagai macam bahan bakar termasuk debu batu bara. Dia mempertunjukkannya pada Exposition Universelle (Pameran Dunia) tahun 1900 dengan menggunakan minyak kacang (lihat biodiesel). Kemudian diperbaiki dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering.


Bagaimana mesin diesel bekerja

Ketika udara dikompresi suhunya akan meningkat (seperti dinyatakan oleh Hukum Charles), mesin diesel menggunakan sifat ini untuk proses pembakaran. Udara disedot ke dalam ruang bakar mesin diesel dan dikompresi oleh piston yang merapat, jauh lebih tinggi dari rasio kompresi dari mesin bensin. Beberapa saat sebelum piston pada posisi Titik Mati Atas (TMA) atau BTDC (Before Top Dead Center), bahan bakar diesel disuntikkan ke ruang bakar dalam tekanan tinggi melalui nozzle supaya bercampur dengan udara panas yang bertekanan tinggi. Hasil pencampuran ini menyala dan membakar dengan cepat. Penyemprotan bahan bakar ke ruang bakar mulai dilakukan saat piston mendekati (sangat dekat) TMA untuk menghindari detonasi. Penyemprotan bahan bakar yang langsung ke ruang bakar di atas piston dinamakan injeksi langsung (direct injection) sedangkan penyemprotan bahan bakar kedalam ruang khusus yang berhubungan langsung dengan ruang bakar utama dimana piston berada dinamakan injeksi tidak langsung (indirect injection).

Ledakan tertutup ini menyebabkan gas dalam ruang pembakaran mengembang dengan cepat mendorong piston ke bawah dan menghasilkan tenaga linear. Batang penghubung (connecting rod) menyalurkan gerakan ini ke crankshaft dan oleh crankshaft tenaga linear tadi diubah menjadi tenaga putar. Tenaga putar pada ujung poros crankshaft dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Untuk meningkatkan kemampuan mesin diesel, umumnya ditambahkan komponen :

  • Turbocharger atau supercharger untuk memperbanyak volume udara yang masuk ruang bakar karena udara yang masuk ruang bakar didorong oleh turbin pada turbo/supercharger.
  • Intercooler untuk mendinginkan udara yang akan masuk ruang bakar. Udara yang panas volumenya akan mengembang begitu juga sebaliknya, maka dengan didinginkan bertujuan supaya udara yang menempati ruang bakar bisa lebih banyak.

Mesin diesel sulit untuk hidup pada saat mesin dalam kondisi dingin. Beberapa mesin menggunakan pemanas elektronik kecil yang disebut busi menyala (spark/glow plug) di dalam silinder untuk memanaskan ruang bakar sebelum penyalaan mesin. Lainnya menggunakan pemanas "resistive grid" dalam "intake manifold" untuk menghangatkan udara masuk sampai mesin mencapai suhu operasi. Setelah mesin beroperasi pembakaran bahan bakar dalam silinder dengan efektif memanaskan mesin.

Dalam cuaca yang sangat dingin, bahan bakar diesel mengental dan meningkatkan viscositas dan membentuk kristal lilin atau gel. Ini dapat memengaruhi sistem bahan bakar dari tanki sampai nozzle, membuat penyalaan mesin dalam cuaca dingin menjadi sulit. Cara umum yang dipakai adalah untuk memanaskan penyaring bahan bakar dan jalur bahan bakar secara elektronik.

Untuk aplikasi generator listrik, komponen penting dari mesin diesel adalah governor, yang mengontrol suplai bahan bakar agar putaran mesin selalu pada putaran yang diinginkan. Apabila putaran mesin turun terlalu banyak kualitas listrik yang dikeluarkan akan menurun sehingga peralatan listrik tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya, sedangkan apabila putaran mesin terlalu tinggi maka dapat mengakibatkan over voltage yang bisa merusak peralatan listrik. Mesin diesel modern menggunakan pengontrolan elektronik canggih untuk mencapai tujuan ini melalui modul kontrol elektronik (ECM) atau unit kontrol elektronik (ECU) - yang merupakan "komputer" dalam mesin. ECM/ECU menerima sinyal kecepatan mesin melalui sensor dan menggunakan algoritma dan mencari tabel kalibrasi yang disimpan dalam ECM/ECU, dia mengontrol jumlah bahan bakar dan waktu melalui aktuator elektronik atau hidraulik untuk mengatur kecepatan mesin.

Tipe mesin diesel


Ada dua kelas mesin diesel: dua-tak dan empat-tak.

Biasanya jumlah silinder dalam kelipatan dua, meskipun berapapun jumlah silinder dapat digunakan selama poros engkol dapat diseimbangkan untuk mencegah getaran yang berlebihan. Mesin 6 segaris paling banyak diproduksi dalam mesin tugas-medium ke tugas-berat, meskipun V8 dan 4 segaris juga banyak diproduksi.

Mesin diesel bekerja dengan kompresi udara yang cukup tinggi, sehingga pada mesin disel besar perlu ditambahkan sejumlah udara yang lebih banyak. Maka digunakan Supercharger atau turbocharger pada intake manifold, dengan tujuan memenuhi kebutuhan udara kompresi.

Keunggulan dan kelemahan dibanding dengan mesin busi-nyala


Untuk keluaran tenaga yang sama, ukuran mesin diesel lebih besar daripada mesin bensin karena konstruksi besar diperlukan supaya dapat bertahan dalam tekanan tinggi untuk pembakaran atau penyalaan. Dengan konstruksi yang besar tersebut penggemar modifikasi relatif mudah dan murah untuk meningkatkan tenaga dengan penambahan turbocharger tanpa terlalu memikirkan ketahanan komponen terhadap takanan yang tinggi. Mesin bensin perlu perhitungan yang lebih cermat untuk modifikasi peningkatan tenaga karena pada umumnya komponen di dalamnya tidak mampu menahan tekanan tinggi, dan menjadikan mesin diesel kandidat untuk modifikasi mesin dengan biaya murah.

Penambahan turbocharger atau supercharger ke mesin bertujuan meningkatkan jumlah udara yang masuk dalam ruang bakar dengan demikian pada saat kompresi akan menghasilkan tekanan yang tinggi dan pada saat penyalaan atau pembakaran akan menghasilkan tenaga yang besar. Penambahan turbocharger atau supercharger pada mesin diesel tidak berpengaruh besar terhadap pemakaian bahan bakar karena bahan bakar disuntikan secara langsung ke ruang bakar pada saat ruang bakar dalam keadaan kompresi tertinggi untuk memicu penyalaan agar terjadi proses pembakaran. Sedangkan penambahan turbocharger atau supercharger pada mesin bensin sangat memengaruhi pemakaian bahan bakar karena udara dan bahan bakar dicampur dengan komposisi yang tepat sebelum masuk ruang bakar, baik untuk mesin bensin dengan sistem karburator maupun sistem injeksi.


Demikian artikel tentang Pengertian mesin diesel, semoga bermanfaat, carilah info lain yang mungkin lebih bermanfaat, TERIMA KASiH
sumber : wikipedia
Selengkapnya