Showing posts with label up. Show all posts
Showing posts with label up. Show all posts

Saturday, May 17, 2014

Biasakan untuk Tune Up kendaraan sesuai prosedur

Melakukan tune up agar hasilnya prima harus dilakukan secara sistematis sesuai prosedur. Prosedur tersebut biasanya terdapat dalam buku manual atau buku petunjuk service kendaraan bermotor. Seringkali terjadi sehabis mobil di tune up malah terdapat kerusakan lagi. Hal itu terjadi karena mungkin terjadi kesalahan pada saat tune up. Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda perhatikan untuk menghindari kesalahan yang terjadi. :

a. Selalu gunakan suku cadang asli dan berkualitas. Kalau bisa sedapat mungkin jangan menggunakan suku cadang palsu yang berkualitas rendah karena dapat menurunkan performa mesin kendaraan bahkan dapat menimbulkan keausan pada komponen mesin yang lain.

b. Sewaktu membersihkan ruang bakar jangan menggunakan carbon cleaner (bahan pembersih deposit karbon) karena akan menempel di elektroda busi dan menyebabkan mesin tersendat-sendat.

c. Penggunaan carbon cleaner dianjurkan untuk mobil yang sering digunakan sehari-hari dalam kota namun jarang digunakan untuk jalan jauh dan kecepatan tinggi. Setelah melakukan perjalanan jauh baru gunakan carbon cleaner, buka busi dan bersihkan semua deposit yang menempel pada elektroda.

d. Saat melepas kabel busi jangan menukar rute kabel busi. Cek busi dengan Ohm-meter, ukuran yang tepat setiap 1.200 Ohm untuk 25 mm.

e. Saat memasang busi kembali tangan harus bersih dan tidak basah untuk menghindari terjadinya korsleting. Pada saat memasukkan busi, usahakan jangan sampai membentur kepala silinder karena dapat merubah celah busi. Perubahan celah busi dapat mempengaruhi performa mesin.

f. Saat memasang platina baru, jangan sampai tercemar oli yang biasanya terdapat pada rotor karena jika platina sampai terkena oli maka akan menyebabkan permukaannya terbakar prematur. Gunakan pelumas gemuk silikon khusus untuk rotor platina.

g. Pemeriksaan oli harus dilakukan secara rutin. Lakukanlah di daerah yang datar. Untuk memeriksa oli tunggu sampai mesin dingin karena jika oli mesin diperiksa pada saat mesin baru saja mati 3-4 menit yang lalu maka oli masih banyak tertinggal pada bagian mesin. Hal ini akan menyebabkan jumlah oli di karter tidak tepat.

h. Cara memeriksa oli gunakan tonggak pengukur oli. Tarik tonggak pengukur oli dan bersihkan dengan kain lalu masukkan kembali sedalam mungkin untuk memperoleh hasil pengukuran yang tepat. Lalu tarik tonggak pengukur oli dan amati. Oli harus berada di antara tanda F dan L. Jika oli berkurang, tambahkan oli dengan tingkat kekentalan yang sama. Banyaknya oli seharusnya ada pada tanda F.

i. Perhatikan kualitas oli. Jika oli sudah berubah warna maka perlu segera diganti. Lihatlah petunjuk pada buku manual, biasanya tertera petunjuk masa penggantian oli setiap 6 bulan sekali atau setelah mobil menempuh jarak 5.000 km.
Selengkapnya

Thursday, April 24, 2014

Tune up mesin

1

Banyak yang bisa dioptimalkan diengine untuk motor standar.Kenceng berarti akselerasi yah bukan top speed (seberapa cepat motor ente mencapai kecepatan tertentu) kalo mau signifikan ada beberapa cara:
engine44
1.Membersihkan ruang bakar plus.
Biasanya thunder dengan km> 25000 kudu servis besar, yang harus dilakukan adalah membersihkan ruang bakar, cek ring piston, cek apakah ada goresan pada liner, skir klep (kudu 1 hari 1 malem untuk nentuin apakah klep masih bocor atau tidak), cek kerenggangan klep, lihat kondisi rocker arm sudah aus atau tidak, cek busi (lihat warnanya puti kecoklatan – merah bata atau tidak), bersihkan dan setel karburator, cek kopling dan kampas kopling,ganti per kopling jika panjang per kopling < 40 mm (aslinya 42 mm), cek karet kopling, cek pompa oli, terakhir cek rante, kerenggangannya dan cek gir sproket. Ini mengikuti SOP service pabrikan.

2. lepas segel engine di thunder.
Cuma gak semua mekanik bisa melakukan itu (mungkin gak tahu). Kalo thunder standar biasanya mulai teriak di 4500 – 6500 (peak) selebihnya rada drop powernya sampe batas limiter di 9500 rpm. kalo segel dilepas, power mulai ada di 2500 – 3000 (o-1500 rpm jatah buat stasioner, 1500 – 2500 jatah buat mesin ambil napas) dan puncaknya di 8000-9000 rpm (tergantung dari karakter mesin). Karburator standar (main jet dan pilot jet tidak berubah, knalpot standar pabrik. Problemnya cuma satu warna spkbor depan bisa kaya pelangi karena sering nyeruduk angkot kalo gak biasa jaga jarak karena jarak akselerasi motor bertambah tetapi deselerasi motor (baca pengereman) tetap. Setahu ane mesin diriset pabrik hasilnya muncul 100% power namun ketika dibuat massal powernya diturunkan (disegel) hingga 25% dengan berbagai macam alasan (mulai dari menurunkan biaya produksi, aturan keselamatan, dll) jadi kalo mesin thunder di brosur 20.6 HP (diukur di engine) maka power sebenernya diatas itu. sebenernya bukan CDI yang menentukan powernya keluar di rpm bawah-atas (tarikan bawah atas enak). Engine yang minta. Yang mesti diketahui CDI hanya bertugas mengirimkan sinyal-sinyal arus ke koil sesuai dengan inputan dari pickup koil (ada faktor putaran mesin bermain) jika CDI aftermarket setting pengapian di rpm 3000 – 15000 tapi kalo enginenya tidak mau ngikutin maunya CDI juga gak akan keluar powernya. Jadi kalo mekaniknya emang jago, dia bisa buat mesin dengan powerband yang lebih lebar dari 2500 – 9000 rpm dibandingin dengan standar yang cuma 4500 – 6500 rpm (tentunya dengan CDI standar)
2
3. Porting dan polish jalur ruang bakar in/out dan ruang bakarnya.
Kalo istilah kerennya korek harian. Bagian silinder head biasanya diutak atik. Tapi gak semua orang tahu start awalnya dari mana. Biasanya yang dirapihkan adalah bagian kulit jeruk di sepanjang jalur ruang bakar dan merapihkan ruang bakar itu sendiri. Tapi untuk porting dan polish ada banyak faktor yang ikut diperhitungkan (namanya mekanik harus bisa ngitung dong, bukan bilang katanya si anu bikin kenceng) mulai dari durasi kem yang menentukan tekanan
kevakuman ruang bakar, bore stroke, diameter klep, lubang in dan out yang diperlukan, tekanan gas buang yang keluar, panjang leher angsa knalpot, volume dari silencer, tekanan backpressure dari knalpot yang diminta, kompresi yang diminta, serta debit/volume bahan bakar+udara yang diperlukan untuk di ruang bakar. dari faktor itu keluar berapa diameter lubang in yang diperlukan dibagian mana harus diperbesar dan dibagian mana yang cukup dibersihkan kulit jeruknya saja. Karbu bagaimana? tergantung hitungannya bos, dari debit yang diperlukan perdetik dihubungkan dengan faktor AFR, dan diamter jalur in, muncul ukuran spuyer yang digunakan baik untuk pilot atau main jet. Knalpot ganti?? tergantung hitungan tadi, di motor ane knalpot standar dibobok dan dibuat ulang sesuai dengan hitungan volume
silencer. Soal bensin perlu pake pertamax? jawabnya tergantung kompresi yang diminta, kalo memang maunya pake pertamax ruang bakar disetting untuk pertamax, kalo make premium 88 juga bisa. Selama ini yang didenger mesin kalo udah korek mintanya naik pertamax karena kompresi naik. Itu gak sepenuhnya bener. kompresi hanya bilangan yang berkaitan dengan bahan bakar apa yang mau dipake. Kalo kompresi 9-9.5 biasanya disarankan pake premium, 9.5 – 10.5 pertamax 92 10.5 – 12 pertamax 94, 12 up mulai dari bensol, avgas, dll.
engine45
4. Oversize/Bore up (memperbesar volume silinder)
Nah kalo ini rada ekstrem. Bore up bisa mulai dari oversize 50, 100 (bawaan pabrik) sampe oversize 200 – 400. Biasanya liner di blok silinder diperbesar/dicorter sampe ukuran yang dimau.Liner asli biasanya hanya sanggup sampe oversize 100, lebih dari itu harus ganti liner yang lebih tebel,lebih bagus dan lebih kuat dan punya batas toleransi kerenggangan yang sempit (tes dulu di lab). Kendalanya ketika oversize, gak semua tukang bubut punya alat yang punya toleransi kesalahan 0.01 mm atau lebih kecil dan biasanya juga alat bubutnya gak pernah dikalibrasi. tanya kenapa? karena harga alat kalibrasi sama mahalnya dengan harga mesin bubutnya, efeknya paling parah adalah center dari liner berubah alias miring yang berakibat, liner baret (karena center liner tidak sama dengan center arah gerak piston, ring habis sebelah. Di jakarta cuma ada satu yang bisa melakukan itu. Biasanya kesalahannya 0.05 mm up (tergantung skill tukang bubut). Diukur pake sigmat analog gak begitu keliatan karena tolerensi sigmat hanya 0.05 mm. comtoh kalo ente mau oversize 100 berarti harusnya diameter liner 73.00 mm (asli 72 mm), kalo yang bagus biasanya yang keluar adalah 73.01-73.03mm dan yang jelek adalah 73.05 mm up. Nah kalo masalah diatas sedah tidak menjadi masalah, baru dihitung ulang faktor yang disebut diatas untuk mengeluarkan power engine yang optimal.Ada efek negatif kalo
kompresi kegedean. Dinamo starter minta ganti yang lebih kuat.
Bore up dengan piston mobil? hati-hati karena konstruksi pin piston untuk mobil berbeda dengan motor, baik dari ukuran piston, tebal piston, konstruksi bangun piston, maupun diameter dan posisi center pinnya. kalo diameter pin mungkin bisa dilakukan oversize tapi posisi center pin tidak bisa dirubah.Ini yang bahaya buat liner karena posisi centernya berubah tidak sama dengan centernya arah gerak piston,piston miring sebelah, dll.
5. Naik stroke.
Kalo ini tidak direkomendasikan. Tanya kenapa?karena di sini belum ada yang punya alat untuk ngebalance kruk as. Selama di Indonesia belum ada yang punya alat itu jangan dilayanin kalo ada yang nawarin naik stroke. Sudah beberapa thunder yang bermasalah dengan naik stroke.
Nah kalo semua diatas udah di jalanin baru deh mulai upgrade aksesoris pendukung motor sesuai dengan kemauan mesin.
1. Benahi kabel bodi.
minimal bersihkan soket dan solder setiap sambungan terutama yang berkaitan kabel di sekitaran sepul, CDI, Kiprok, dan koil. Kalo punya duit lebih ganti kabel yang berkaitan diatas dengan kabel kualitas lebih bagus (hambatannya lebih kecil dari kabel standar). soalnya kable mudah getas setelah umur thundi lebih dari 2thn,sering terkena panas mesin, nge"fong" dan punya hambatan kabel yang besar karena ukuran tembaga dlam kablenya halus sekali. Efek negatifnya kalo kabel gak dirapihin adalah arus yang di dalam kabel bisa lebih kecil dari spek input CDI untuk membuka kurva pengapian dan sinyal arus yang dikirim ke koil untuk mengaktifkan busi juga jadi lebih kecil sehingga energi yang dikeluarkan juga lebih kecil, efeknya jelas bahan bakar tidak terbakar sempurna dan jadi boros BBM
2. Ganti koil dan CDI?
jawabnya tergantung dari maunya mesin. Kalo memang masih sesuai dengan maunya mesin kenapa harus ganti?. Kalo dirunut begini, Dari kompresi mesin keluar bahan bakar apa yang dipake,misal pertamax 92 di kompresi 9.7, dari sini keluar hitungan energi aktivasi yang diperlukan dari bensin pertamax, Energi tersebut keluar dari busi sebagai pemantik. disini faktor angka busi menentukan berapa energi yang diminta sesuai maunya pertamax 92 dikompresi 9.7. contoh Energi yang keluar dari Denso X24 beda dengan Denso X27. Dari hitungan energi tsb keluar spek busi yang diminta.
Spek busi tersebut tentu ada spek input arus dan voltase yang masuk ke busi untuk mengeluarkan energi. Voltase dan arus dikeluarkan oleh koil, nah dikoil punya rentang output arus dan voltase yang dikeluarkan. kalo masih masuk rentang outputnya gak usah ganti kalo diluar itu baru ganti koil. Faktor lain juga ada, panjang kabel busi dan chop busi juga punya pengaruh. Ada efek negatifnya kalo ganti koil diatas spek standar. Kabel bodi bisa meleleh karena arus yang disedot terlalu besar sedangkan hambatan dalam kable standar juga
besar dan menimbulkan efek panas berlebihan dan meleleh deh (pengalaman pribadi), selain itu juga umur busi juga lebih pendek karena harus berpijar lebih tinggi dari speknya.
Pesan sponsor: Kalo mau ekstrem dengan kapasitas cc engine jangan lupa kalo temen-temennya (baca sparepart) juga kudu ikutan diganti dengan material yang lebih bagus.
disadur dari milis JTC dan copy ulang dari bro ksatriapertama di thread Kaskus Thunder 250
Selengkapnya

Friday, March 21, 2014

TUNE UP MOBIL

Tenaga mesin pada motor bakar bensin dihasilkan dari pemba­karan campuran udara dan bensin, untuk memperoleh campuran udara dan bensin sesuai dengan kondisi kerja dari suatu mesin, diguna­kan karburator. Dengan demikian karburator merupakan bagian yang penting, untuk memperoleh hasil kerja mesin yang maksimum dan efisien. Rangkaian Tune Up Mesin Kijang, pekerjaan pemeriksaan, penyetelan, pembersihan pada karburator harus dilaksanakan.

Katup Trotel
Trotle harus bergerak bebas tidak terganjal-ganjal dan membuka full. Pada saat pedal gas bebas, trotel harus menutup full, atau sebesar RPM ideal, (sekrup penyetel) dan akan terbuka full apabila pedal gas diinjak penuh. Apabila ternyata trotel tidak bekerja seperti petunjuk maka dapat mengadakan penyetelan pada dua tempat.

Pertama adakanlah penyetelan pada bagian bawah dari pedal gas, sehingga trotel tampak terbuka penuh. <!–[if !supportLineBreakNewLine]–> <!–[endif]–>
Kedua, didekat karburator ada penyetel yang menyatu dengan kabel gas. Kabel gas tidak boleh terlalu tegang dan kaku karena hal itu akan meyebabkan pada saat deakselerasi (peal gas dibebaskan) RPM mesin terlambat ke posisi stasioner, dan bahan bakar bisa lebih boros.

Periksa Pompa Akselerasi.
Pada saat kendaraan hendak ditambah kecepatan, pedal gas ditekan, mesin mobil membutuhkan bahan bakar lebih banyak. Pompa akselerasi mempunyai tugas itu. Dari lubang atas karburator tampak semburan bensin. Apabila hasil semburan tidak lancar atau bahkan tidak ada dapat disebabkan oleh dua hal. Mungkin karbura­tor sudah sangat aus, sehingga pompa tidak dapat bekerja dengan baik, atau kulit pompanya sudah rusak. Didalam pompa akselerasi juga terdapat klep dari sebuah boll bearing. Waktu pompa diang­kat, bensin akan masuk ke ruang pompa dan klep akan menutup begitu ditekan, sehingga bensin tersemprot dari saluran ke ruang inlet dari karburator. Sering kali karburator yang terbuat dari bahan aluminium itu mengalami korosi sehingga merusakan sifat dari klep pompa akselerasi, atau berkaratnya boll bearing.

Penyetelan Putaran Idle.
Penyetelan putaran idle sangat penting mengingat menyetel ini juga mempengaruhi campuran idle bensin dan udara yang berman­faat mempertahankan tingkat kerja yang maksimum dari mesin. Sebelum mengadakan penyetelan idle pada mesin 5K Kijang, hendak­nya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: saringan udara sudah dibersihkan dan terpasang kembali pada tempatnya, suhu kerja mesin 85-90 derajat celcius dan semua perlengkapan tambahan dimatikan. Transmisi pada posisi netral (N) dan waktu pengapian telah tepat (5 derajat) serta tacho-meter dan CO meter sudah terpasang. Putarlah penyetel RPM (1) sampai tacho meter menunjukkan 800, kemudian putarlah sekrup penyetel idle (2) sampai meter menunjukkan putaran mesin maksimum. Setelah itu kembali sekrup penyetel RPM diputar sampai RPM mencapai 800.

Penyetelan idle mesin dengan CO meter.

Konsentrasi CO pada gas buang, putarlah sekrup katup penyetel putaran idle dan campuran idle, untuk mendapatkan spesifikasi konsentrasi pada putaran idle.

Mengukur kensentrasi CO pada ujung knalpot. Periksa bahwa meter CO dalam keadaan sempurna. Naikan puta­ran mesin hingga putaran 2000 RPM dan tunggu 1-3 menit agar konsentrasinya stabil. Masukan pengindra (testing probe) CO ke dalam ujung knalpot sekurang-kurang 40 cm dan ukurlah konsentrasi CO dalam waktu yang singkat. Konsentarsi CO yang tepat: 1% – 2%.Bila konsentrasi dalam harga spesifikasi berarti penyetelan telah sempurna.
Bila konsentrasi CO diluar harga spesifikasi, putarlah sekrup penyetelan putaran idle untuk mencapai harga konsentrasi spesifikasi. Bila harga konsentrasi tidak dapat diperbaiki dengan penyetelan sekrup penyetel campuran idle, maka kemungkinan ada kerusakan pada komponen lainnya.

Konsentrasi CO yang tetap tinggi, sekalipun sekrup putaran idle telah diputar maka penyebabnya bisa jadi, saringan udara tersumbat karena kotoran debu, katup PVC tersumbat atau kesalahan pada karburator.

Pekerjaan Tune Up Mesin juga termasuk memperhatikan kondisi oli mesin. Kalau sudah mencapai jarak tempuh 5000 Km, saatnya untuk mengganti oli mesin dengan yang baru. Kalau kurang, se­dangkan jarak tempuhnya baru 3000 Km, seharusnya cukup ditambah saja dengan oli baru. Mengenai penggantian oli mesin, banyakpernyataan yang sampai ke penulis. Kapan seharusnya mengganti oli mesin? Apakah oli mesin perlu ditambah dengan adetive? Pemilik lain mengatakan : “Kami terpengaruh dengan kartu servis yang disertakan pada mobil yang mengatakan bahwa, kembali setelah 2000 Km”.
Tentang oli ini memang ada alasan dan ceritanya. Dahulu memang dianjurkan, mengganti oli mesin setiap 1.500 Km. Hal ini disebabkan oleh, kwalitas oli masih rendah (API Service hanya SA atau SB). API Servis sendiri menunjukkan komponen-komponen kimia yang ditambahkan pada oli, dan dari tahun ke tahun telah berkembang sampai Api Servis SF (huruf S menunjukkan oli untuk mesin motor bakar dengan bahan bakar bensin). API Servis SF dapat diperoleh dari produksi Pertamina dengan merk dagang Mesran Super.
Dengan menggunakan oli Mesran Super atau Mesran Spesial (API Servis SE), tidak ada alasan bagi kita untuk merasa khawatir terhadap mesin mobil. Bahkan di Jepang, Amerika (cuaca berbeda dan kurang berdebu) dan Eropa, oli dengan API Servis SE baru di ganti setelah 10.000 Km. Hal ini sangat dimungkinkan, karena
disamping kedua alasan diatas . Selain itu permukaan mesin yang saling bergesek sudah dikerjakan dengan sangat teliti. Penyeles­aiannya sangat halus dan membersihkan sisa-sisa bahan mesin dengan menggunakan mesin changi.
Apakah oli perlu ditambah lagi dengan aditive? Jawabnya :
oli kemasan Pertamina sudah (harus) mengandung adetive yang di maksud, hanya pada kemasan Pertamina tidak diperinci. Jenis dan jumlahnya telah diukur untuk mampu menempuh suatu jarak tertentu. Bila dikehendaki untuk menembah aditive, seharusnya jarak tempuh ditambah. Tentang anjuran kembali pada Km tertentu setelah menem­puh 2.000Km, tidak perlu dituruti.
Periksa kualitas oli.
Mesin mobil yang normal, artinya terawat dengan baik dan tekanan kompresinya masih tinggi mengganti oli mesin setiap 5.000Km. Bagi mesin yang sudah tua, dimana sisa-sisa pembakaran dapat masuk ke karter, penggantian oli mesin dipercepat. Periksa­lah oli tersebut, kemungkinan telah kotor dan terasa berpasir.
Dapat juga terjadi, oli mesin berubah warnanya. Hitam, karena mesin yang kotor atau pembakaran yang tidak normal. Warna Coklat susu, biasanya menandakan bahwa oli mesin telah bercampur dengan air. Kondisi ini sangat berbahaya, dan sebaiknya diperiksa lebih teliti.
Mengganti saringan oli (filter) membutuhkan peralatan khu­sus. Bagi yang ingin mengganti sendiri, sedangkan tidak memiliki alat khusus, dapat menggunakan rantai bekas sepeda. Dua hal perlu diperhatikan, waktu mengganti saringan oli. Pertama, tidak meng­gunakan saringan imitasi, karena dikuatirkan bagian dalam dari saringan terdapat sisa-sisa benda yang dapat merusakkan bearing crank shaft atau menggunakan kertas mutu rendah.
Kedua, sebelum memasang saringan baru pada blok mesin, pastikan bahwa semua bagian ada dalam keadaan yang bersih. Koto­ran yang ada pada permukaan saringan maupun blok mesin, bisa mencapai bearing kruk as. Pada bagian atas dari saringan oli ada plastik pengaman. Bagian ini baru dibuka begitu saringanhendak dipasang pada tempatnya.
Mengencangkan saringan tidak perlu menggunakan kunci, cukup dengan tangan saja dan setelah mesin dihidupkan, perhatikan bahwa tidak ada kebocoran oli di sekitar saringan oli.
Pada Toyota Kijang, setiap penggantikan oli tanpa ganti filter, diperlukan oli 3 liter. Apabila mengganti saringan dibu­tuhkan oli 3,5 liter, dengan API Servis SE.
Catatan : API Service oli yang beredar ada, SA, SB, SC, SD, SE, SF.
Bila mobil setiap 1.000 kilometer harus menambah oli 1 liter, ini menandakan ada yang tidak beres pada mesin. Apakah ring piston sudah aus atau seal klep rusak. Dengan menggunakan alat test kompresi dapat memberi indikasi, apakah ring rusak.
Kalau kompresi baik maka penyebab lainya adalah seal klep.
Supaya efisen maka mesin mobil harus dapat beroperasi pada putaran yang sesuai dengan yang dikehendaki misalnya pada saat di butuhkan untuk cepat maka mesin harus berputar cepat atau seba­liknya. Pembakaran gas juga harus dapat mengikuti kondisi mesin tersebut, bila mesinnya berputar cepat maka saat pengapian juga harus lebih awal dan sebaliknya. Kejadian ini harus berlaku secara otomatis dan untuk itulah maka pada mesin dilengkapi
dengan alat pemajuan pengapian yang sebanding dengan putaran mesin, alat tersebut lebih dikenal dengan sebutan Governor Ad­vancer. Bagian ini harus diperiksa, apakah dapat bekerja dengan baik? Kerusakan pada bagian ini biasanya disebabkan oleh mele­mahnya per dan bantalan bola ( bearing) yang kotor dan berkarat.

Rotor bekerja berputar didalam tutup distributor, membagi arus ke busi sesuai dengan urutan pembakaran mesin mobil. Rotor yang sudah rusak dapat berupa retak dan rusak sifat isolasinya. Bagi isolasi yang rusak dapat dicoba dengan mendekatkan kabel busi yang dari koil sambil mesin di start. Bila terjadi loncatan bunga api, maka dapat dipastikan sifat isolasinya sudah rusak.
Periksa cara kerja percepatan vakum (vacuum advance).
Kecepatan perambatan api pada suatu campuran bahan bakar dan udara dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya: perbandingan campuran, tekanan campuran, temperatur campuran, dan kondisi dari campuran (atomisasinya) itu sendiri. Kondisi muatan dari mesin kendaraan juga bermacam-macam misalnya kendaraan bermuatan ringan dan kendaraan berjalan dengan kecepatan lambat serta pada jalan yang rata.

Apabila mesin tiba-tiba diakselerasi, maka karena adanya kelengkapan-kelengkapan pada system karburator akan menyebabkan campuran bahan bakar dan udara menjadi gemuk. Campuran yang gemuk ini dengan sendirinya membutuhkan waktu pembakaran yang lebih lambat, saat pengapian yang diperlambat. Karena alasan inilah maka pada system pengapian ditambahkan suatu alat pemacu yang dapat memajukan pengapian pada saat mesin sedang diakselerasi.
Alat itu sering disebut dengan Vacuum Advancer.

Prinsip kerja dari vacuum advancer ialah dengan memanfaatkan kevacuuman yang terjadi pada karburator. Pada saat kendaraan hidup dan diakselerasi maka oktan selektor harus bergerak. Oktan selektor yang tidak bergerak menandakan ada yang tidak beres dengan system kerjanya. Apakah pipa karet dari karburator rusak (putus, tersumbat)? Apakah diaframa rusak? Atau, apakah setelah mengganti platina dan mengganti baut baru yang lebih panjang?

Baut yang terlalu panjang akan tersangkut dengan bagian di bawah­nya, sehingga oktan selektor tidak dapat bergerak. Kerugian akibat oktan selektor dan governor yang tidak bekerja dengan baik ialah: mesin berat tidak mau lari, penggunaan bahan bakar lebih boros.

Penyeletelan Celah Katup.
Adakalanya ada mesin yang penyetelan katupnya diminta pada temperatur dingin. Namun pada mesin 5K, untuk Kijang diminta temperatur mesin 80 derajat celcius. Kemudian putarlah baut yang terdapat pada ujung luar kruk as dan cocokkan tanda yang terdapat pada puly tali kipas dengan angka 0 yang terdapat pada tutup mesin.

Kencangkan kembali baut kop.
Akibat keausan bahan, baik mesin, paking, dan baut kepala selinder maka baut-batu itu perlu dikencangkan kembali. Cara pengencangan harus dari titik tengah kepala selinder dan satu persatu ke sisi-sisi lainnya. Ada dua macam baut yang perlu dikencangkan, dan berbeda momen pengencangannya. 5,4-6,6 Kg-m untuk baut kepala selinder dan 1,8-2,4 Kg-m untuk baut penunjang batang penumbuk (baut rocker arm shaft). <!–[if !supportLineBreakNewLine]–> <!–[endif]–>
Cara penyetelan katup.
Putar puli kruk as sampai ada tanda 0. Delapan katup yang kendor dapat langsung distel. putar sekali lagi sampai 360 dera­jat dan stel 8 yang lain. Gunakan fuller ukuran 0,20 mm untuk katup hisap 0.30 mm katup buang. Fuller yang diletakkan antara ujung katup dan roker arm (penumbuk katup) tidak boleh seret sampai menekan katup menjadi terbuka, namun juga tidak bolehterlalu longgar.

Penyetelan katup yang tidak tepat, membuat katup membuka dan menutup tidak sesuai kebutuhan kerja dari mesin, yang pada akhir­nya menyebabkan kerja mesin tidak efisien serta boros bahan bakar.
Selengkapnya

Sunday, March 2, 2014

Cara Melakukan Tune Up Mobil Sendiri

Cara Melakukan Tune Up Mobil Sendiri

Tuning mobil memerlukan beberapa keterampilan khusus, tapi setiap orang dengan mekanik yang wajar tahu bagaimana dapat melakukan setengah pekerjaan – dan menghemat setengah biaya tune up stasiun layanan.
Berikut ini langkah-langkah dasar melakukan sendiri tune up mesin mobil.
Anda akan memerlukan layanan manual untuk mobil Anda, busi, distributor dan kondensor poin, kunci pas busi, obeng, peraba mengukur dan kunci pas bulan sabit kecil. Untuk membeli bagian Anda akan perlu tahu ukuran mesin mobil Anda, jumlah silinder, dan ukuran karburator. Mengubah busi adalah tugas yang rumit, dan pemilik mobil disarankan untuk tidak mencobanya tanpa bantuan untuk beberapa kali. Namun, jika Anda tahu bagaimana, atau ingin mencoba dengan bantuan seorang teman, ada beberapa tindakan pencegahan untuk mengambil.
Saat melepas kabel busi, jangan tarik mereka langsung pergi dengan menarik tajam, bukannya bekerja mereka dengan hati-hati. Pastikan Anda label mereka di depan waktu sehingga Anda dapat menghubungkan mereka kembali dalam urutan yang tepat. Menggunakan potongan-potongan selotip dan penomoran mereka adalah cara yang baik. Jangan overtighten colokan baru; mereka harus nyaman, tetapi tidak mustahil untuk menghapus.
Instalasi poin baru dan kondensor di distributor adalah rumit jadi saat pertama kali Anda mencoba itu Anda harus memiliki seseorang membantu Anda yang tahu bagaimana melakukannya. Bila Anda telah menginstal busi baru, poin dan kondensor dan disesuaikan kesenjangan poin, membawa mobil ke dealer atau garasi Anda dan minta mereka menyesuaikan waktu. Ini akan memakan waktu sekitar 10 menit.
Tapi bagaimana Anda tahu kapan Anda membutuhkan mobil tune up?
Ini adalah gejala yang paling umum: sulit untuk memulai, itu lamban ketika Anda menginjak pedal gas dan kekurangan PEP, itu idles dan membakar lebih banyak gas daripada dulu.
Seberapa sering seharusnya mobil dituning up?
Tidak ada interval yang ditetapkan karena mobil dan kebiasaan orang mengemudi berbeda. Setiap 10.000 mil adalah aturan-of-thumb, tetapi beberapa mobil perlu tune up lebih sering, orang lain dapat pergi lagi. Jika Anda membawa mobil Anda ke bengkel untuk disetel, Anda harus tahu apa yang termasuk dalam kecil dan besar mobil tune-up.
A minor tune-up termasuk penggantian titik, kondensor dan busi, pengaturan waktu percikan dan menyesuaikan karburator menganggur. Sebuah tune mobil besar hingga mencakup pemeriksaan dari kompresi mesin, penggantian pembersih, atau dan penyesuaian busi, membangun kembali distributor, menyesuaikan waktu, karburator, dan sabuk kipas.
Membersihkan terminal baterai, servis pembersih udara, koil, manifold panas katup kontrol dan filter saluran bahan bakar.
Namun, cara terbaik untuk membantu meningkatkan kinerja mesin adalah untuk menjaga mesin dan sistem pengapian bersih. Tidak ada keahlian khusus yang diperlukan, hanya beberapa lap bersih dan dapat dari pelarut untuk menghilangkan minyak dan noda lemak dari mesin itu sendiri dan dari beberapa komponen dari sistem listrik.
Tidak banyak yang menyadari efek berbahaya dari kotoran pada bagian luar mesin. Sebuah film dari kotoran dan minyak pada blok mesin bertindak seperti isolator dan dapat membuat mesin berjalan lebih panas. Sebagian besar kotoran ini menumpuk di atas mesin. Keluarkan udara bersih untuk mendapatkan mesin lebih mudah dan menutupi karburator dengan sepotong plastik. Untuk keamanan lepaskan kabel negatif dari baterai untuk menghilangkan kemungkinan percikan api.
Bersihkan permukaan dengan kain, dan jika film ini berat, semprot pada degreaser mesin. Bersihkan bagian atas busi (bagian porselen putih dari steker) dan kabel, yang mengarah ke colokan. Kotoran yang mengumpulkan pada busi dan kabel mengurangi arus listrik yang mengalir ke businya dan dapat menjadi penyebab keras mulai, terutama dalam cuaca lembab.
Selama musim dingin, mobil diparkir di luar kadang-kadang sulit untuk memulai selama periode salju atau hujan. Untuk ini, membeli sekaleng semprot pengapian pelindung. Semprot ini sebenarnya drive keluar kelembaban dan insulates kabel dan koneksi, semua yang membuat mulai jauh lebih mudah. Anda semprot pada busi, kabel, tutup distributor dan coil. Arah lengkap disertakan pada kaleng.
Sementara tuning mobil Anda dan pembersihan mesin, cari semua kabel yang longgar atau memiliki tampak aus atau retak isolasi. Jika Anda melihat apapun, menunjukkannya kepada mekanik Anda, atau mengganti mereka sendiri.
Selengkapnya

Tips Bore Up Baik pada motor anda


memiliki motor dengan kecepatan maximal cepat mungkin merupakan damban para anak muda sekarang dan pembalap tentunya, banyak tekhnik atau cara dan tidak perlu mengganti motor menjadi lebih bagus. Untuk solusinya mungkin bisa anda memakai cara dengan Bore Up. Bore Up sendiri merupakan pembesaran diameter piston yang melewati ukuran yg telah ditentukan oleh pabrikan.  yaitu over size, dimana over size terdiri dari 0,25 ; 0,50 ; 0,75 ; 1.00. limit yang paling tipis adalah 2 mm! jadi liner jangan sampai kurang dari 2mm!! klo kurang dari itu dapat dipastikan suhu dari liner akan cepat meningkat dan kerusakan liner serta kebocoran kompresi akan ada didepan mata! selanjutnya perlu penyesuaian setingan pilot jet dan main jet sesuai dengan kondisi mesin, biar perfoema mesin meningkat dan daya tahan mesin baik!. Untuk lebih tahu lagi mungkin kita bisa langsung saja membaca infoTips  tentang Bore Up di bawah ini.



langkah-langkah Bore Up :

  1. Mengganti seher atau piston dengan yang lebih besar sehingga tenaga (power) mesin motor kita lebih besar ketika berakselerasi.
  2. Mengganti klep. Penggantian ini ditujukan agar daya hisap dan juga buang hasil pembakaran mesin motor kita lebih cepat dengan volume yang lebih besar karena klep yang digunakan lebih cepat.
  3. Mengganti noken as dengan yang racing atau membubutnya. Hal ini bertujuan agar putaran yang dihasilkan lebih cepat sehingga fungsi klep lebih cepat digunakan karena ukuran noken as dan juga sudutnya yang lebih kecil dan lancip.
  4. Mengganti CDI dengan yang racing. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengapian (ignition) yang sempurna dengan tanpa batas sehingga pembakaran lebih besar dan mampu menghasilkan tenaga yang besar pula.
  5. Mengganti karburator dengan ukuran yang lebih besar. Karburator merupakan bagian penting dalam mesin motor karena sebagai penyuplai bensin dalam pembakaran. Apabila semua mesin sudah di-bore up, maka karburator yang diperlukan juga lebih besar untuk hasil pembakaran dan suplai bensin yang sempurna.
  6. Mengganti knalpot dengan yang racing.
    Mengganti knalpot dengan yang racing dapat meningkatkan tenaga 1,8-3 Hp. Tentu jika tenaga motor kita ingin meningkat, exaust motor kita pun harus lebih besar agar pembuangan menjadi sempurna.
Pada dasarnya, ada banyak pilihan lain yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan tenaga motor selain keenam poin yang saya sebutkan di atas. Namun, dengan menerapkan keenam langkah di atas, insya allah kecepatan sepeda motor kita akan meningkat.
Selengkapnya

Wednesday, February 19, 2014

Spesifikasi Lengkap Tentang Pick Up Daihatsu Grand Max 3 Way 1 3 M T

Jika anda sedang mencari sebuah pick up dengan ukuran bak yang luas, cobalah untuk mempertimbangkan pick up daihatsu grand max 3 way 1.3 M/T. Mengapa? Sebab selain baknya dapat diisi dengan banyak muatan, bak pada pick up keluaran daihatsu ini juga bisa dibuka pada 3 sisinya. Jadi bukaan bak pada pick up grand max 3 way 1.3 M/T ini tidak melulu ada di belakang, tapi lebih fleksibel dan memungkinkan anda untuk menaikkan barang muatan dari sisi kanan atau dari sisi kiri bak tergantung kondisi dan situasi pada saat anda menaikkan barang muatan.

Sebenarnya saat ini di pasaran sudah ada jenis pick up lain yang juga sama-sama memiliki daya tampung yang luas pada baknya, pick up tersebut adalah pick up keluaran suzuki yang diberi nama Mega carry (baca spesifikasi lengkap pick up Mega Carry). Tapi, jika dibandingkan dengan pick up grand max, harga pick up mega carry masih lebih mahal yakni berada dikisaran 100 jutaan lebih dikit. Jadi, jika anda hanya menyiapkan budget sekitar 100 juta atau kurang, lebih baik anda memilih pick up grand max 3 way 1.3 M/T ini.

Untuk itu, dibawah ini kami tambahkan spesifikasi lengkap tentang pick up keluaran daihatsu ini, agar anda bisa lebih tahu seperti apa gambaran pick up grand max 3 way 1.3 M/T ini, barang kali anda benar-benar tertarik:

Spesifikasi Mesin
Kode mesin : K3-DE
Jenis mesin : mesin bensin
Keterangan mesin : DOHC
Kapasitas silinder : 1298 cc
Jumlah silinder : 4
Jumlah katup : 16 katup
Diameter x langkah : 72 mm x 79,7 mm
Sistem bahan bakar : fuel injection
Jenis bahan bakar : bensin
Kapasitas tangki BBM : 43 liter
Sistem pengapian : CDI
Daya maksimum : 88 ps/6000 rpm
Torsi maksimum : 114 nm/4400 rpm
Rasio kompresi : 1

Spesifikasi Transmisi
Jenis transmisi : manual
Keterangan Transmisi : 5-kecepatan
Sistem penggerak : RWD

Spesifikasi Dimensi mobil
Ukuran (P x L x T) : 4195 mm x 1665 mm x 1850 mm
Ukuran bak : 2350 mm x 1585 mm x 360 mm
Tinggi dari tanah : 175 mm
Spesifikasi Lengkap Tentang Pick Up Daihatsu Grand Max 3 Way 1.3 M/TJarak sumbu roda : 2650 mm
Jarak pijak depan : 1460 mm
Jarak pijak belakang : 1440 mm
Radius putar : 4,7 m
Bobot kendaraan : 1950 kg
Jenis rangka : Ladder Frame
Kapasitas tempat duduk : 3 orang

Spesifikasi kaki-kaki
Suspensi depan : MacPherson Struts dengan per keong
Suspensi belakang : Rigid Axle dengan per keong
Rem depan : Cakram Berventilasi dengan booster
Rem belakang : tromol leadeing & trailing
Ukuran ban : 175 R13
Selengkapnya

Wednesday, February 5, 2014

Tune up motor


Tune Up adalah perwatan berkala tanpa adanya penggantian komponen mesin
Pekerjaan yang meliputi pemeriksaan;
-oli mesin
-Sistim pendingin
-Tali kipas
-Saringan udara
-Katup pengontrol panas

-Baterai
-Busi
-Kabel tegangan tinggi
-Distributor
-Celah katup
-Karburator
-Putaran idle permulaan (Inintial Idle Speed)
-Fast idle
-Thottle Positioner
-Tekannan kompresi
Tujuan melaksanakan Tune Up pada kendaraan bermotor yakni:
Untuk pengontrolan kondisi mesin kendaraan setelah digunakan untuk 10.000 kilometer;
Untuk memeriksa, menyetel dan mengembalikan kondisi motor dari kendaraan ke keadaan semula
Fungsi Filter Udara:
Udara yang masuk ke mesin mengundang debu dan benda benda lain akan menyumbat saluran karburator, mempercepat keausan silinder mesin serta mengotorkan oli. Filter Udara menyaring debu dan kotoran lainnya yang terkandung di dalam udara yang masuk melalui filter yang didalamnya terdapat alat penyaring udara, sehingga debu dan kotoran tidak dapat masuk ke dalam karburator dan silinder mesin. Apabila filter tersumbat kotoran, aliran udara akan terbatas yang mengakibatkan terganggunya kerja karburator. Filter Udara dibagi menjadi dua yaitu: filter udara kering dan filter udara basah
Pembersihan atau penggantian saringan udara jenis kering
1. Lepas saringan udara periksa kondisi saringan udara, jika kotor sekali harus diganti baru
2. Ketok saringan beberapa kali agar debu yang menempel terlepas
3. Semprotkan dengan udara bertekan dari dalam keluar. Kadang-kadang saringan udara basah oleh oli.
Oli tersebut berasal dari sistim ventilasi karter. Bersihkan sistem tersebut kemudianlakukan pengontrolan
pada permukaan batas oli motor (mungkin terlalu tinggi) atau juga disebabkan kerapatan cincin-cincin
torak, untuk ini buka tutup pengisi oli pada saat motorhidup. Jika banyak gas yang keluar, bisa juga cincin
torak bocor, akibatnya gas tersebut dapatmembawa oli mesin sampai ke saringan udara.
4. Pasang kembali rumah saringan udara. Pada waktu pemasangan, perhatikan kedudukan paking-pakingnya.
Pembersihan saringan udara tandon oli (tipe basah).
1. Lepas saringan udara
2. Cuci saringan udara dengan bensin
3. Keluarkan oli dari rumah saaringan udara, bersihkan rumah saaringan udara dengan bensin dan lap.
Fungsi Tali Kipas
Tali kipas meneruskan tenaga mesin dari puli poros engkol untuk menggerakkan bagian bagian pembantu mesin yang lain, seperti pompa air, kipas dan alternator. Biasanya tali kipas baru masih elastis, tetapi elastisitasnya hilang setelah dipergunakan.
Pemeriksaan secara visual
1. Periksa tali kipas kemungkinan retak, sudah buruk, terlalu kencang atau aus;
2. Terdapat oli atau gemuk.
3. Persinggungan yang tidak sempurna antara tali dan puli.
Pemeriksaan dan penyetelan kekencangan tali kipas
1. Dengan kekuatan tekanan 10 kg, tekan tali pada tempat-tempat yang seharusnya tali harus
menunjukkan kekencangan spesifikasi. Lenturan tali kipas pada tekanan 10 kg yakni Kipas Alternator
7-11 mm dan Engkol Kompresor AC 11-14 mm.
2. Perhatikan ketegangan sabuk penggerak. Kurang tegang – tali kipas slip – cepat aus.Terlalu tegang –
bantalan pipa air dan alternator menjadi cepat rusak. Jika tali kipas harus diganti, perhatikan ukurannya.
Ukuran sabuk mengikuti normalisasi.Lebar : 9,5 ; 10,5 ; 11,5 ; 12,5 mm. Panjang : Penatahapannya adalah
25 mm, misal 800, 825,850 mm dst.
3. Beri vet atau cairan khusus pada sabuk lama yang berbunyi
Periksa baterai kemungkinan:
1. Rumah baterai berkarat;
2. Hubungan terminal longgar;
3. Terminal berkarat atau rusak;
4. Baterai rusak atau bocor.
Pengukuran berat jenis elektrolit
1. Periksa berat jenis elektrolit dengan hydrometer; Berat jenis berkisar antara 1,25 – 1,27 pada 20oC;
2. Periksa banyaknya elektrolit pada setiap sel. Jika tidak berada pada ketinggian yang semestinya, istilah
dengan air suling.
Fungsi Oli
Oli dengan sifatnya yang kental dan halus, tidak hanya sekedar mengurangi ausan dan gesekan pada piston (torak), bantalan dan bagian bagian yang berputar. Oli juga membantu menahan suhu tinggi, gas bertekanan tinggi maupun membantu memindahkan panas dari bagian yang bersuhu tinggi ke karter (panci oli) selanjutnya dipindahkan ke udara luar. Oli mencegah keroposnya bagian yang terbuat dari logam, merupakan bantalan bagi bagian yang berputar serta menyerap zat zat yang merusak dari hasil pembakaran didalam mesin. Setelah melakukan tugas tugas ini, maka oli kehilangan efektifitasnya dan karena itu harus diganti secara periodik.Pemeriksaan tinggi oli, tinggi oli harus berada pada tanda L dan Jika lebih rendah, periksa kemungkinanada kebocoran lalu tambah oli hingga tanda F Gunakan oli API service SE.
Fungsi Penggantian saringan oli
Sementara oli sedang dipakai, karbon yang dihasilkan dari reaksi pembakaran dalam mesin serta serbuk logam masuk ke dalam oli sehingga oli menjadi kotor. Apabila kotoran tersebut menumpuk, ia akan menyebabkan bagian bagian yang berputar cepat aus dan tergores. Karena itulah dipasangkan saringan oli untuk menahan kotoran dan membuang kotoran tersebut dari oli. Berhubung kotoran yang demikian akan menumpuk didalam saringan (flter), saringan perlu diganti secara periodik.
Penggantian Saringan Oli (Filter)
1. Buka saringan oli dengan alat pembuka filter;
2. Pilih saringan oli dengan mencocokkan ulir saringan dan diameter paking
3. Kontrol apakah saringan oli lama dilengkapi dengan katup “ by-pass” atau tidak.
4. Kontrol perlu tidaknya katup anti balik di dalam saringan oli dengan melihat posisi pengikatan saringan oli
terhadap motor. Jika posisi pengikatan horisontal atau saringan di bawah, maka saringan oli
harus dilengkapi dengan katup anti balik.
5. Untuk memasang, kencangkan saringan oli dengan tangan.
Fungsi Celah Katup
Agar terdapat operasi mesin yang effisien apabila katup menutup, agar tertutup rapat sekali dengan dudukannya.
Untuk menjamin keadaan demikian, terdapat celah yang disebut ‘celah katup’ (clearance) diantara katup katup dalam keadaan tertutup dan tuas (roker). Dengan celah ini, katup akan kembali ke dudukannya tanpa ganguan selama mesin bekerja walaupun terdapat pemuaian dari komponen tertentu.
Cara menyetel celah katup yakni:
1. Mesin dipanasi dan kemudian dimatikan;
2. Tempatkan Silinder nomor 1 pada TMA atau titik mati atas atau kompresi dengan jalan memutar
poros engkol;
3. Kencangkan kembali baut-baut kepala dan baut-baut penguat roker. Momen pengencangan menunjukkan
1,8 –2,4 kgm;
4. Stel celah katup dengan jalan celah katup diukur diantara batang aktup dan lengan loker.Yang disetel hanya
katup yang ditunjuk oleh panah saja. Celah katup menunjukkan Hisap 0,20 mm dan Buang 0,30 mm;
5. Putarkan poros engkol (crankshaft) 360o;
6. Setel katup-katup lain yang ditunjukkan oleh panah.
PEMERIKSAAN KABEL BUSI
Lepaskan steker busi. Jangan ditarik pada kabelnya. Hubungan inti arang kabel mudah terlepas dari steker kalau kabel ditarik. Periksa tahanan kabel menggunakan multimeter. Tahanan kabel yakni kurang dari 25 kΩ per kable
.PEMERIKSAAN ADVANCE VACCUM
1. Lepas tutup distributor;
2. Lepas slang vaccum yang menuju ke distributor pada karburator. Hisap slang dengan mulut dan perhatikan
plat dudukan kontak pemutus harus bergerak. Slang vaccum tidak boleh retak atau longgar
pada sambungannya
PEMERIKSAAN ADVANCE SENTRIFUGAL
Rotor harus kembali dengan cepat setelah diputar searah putarannya dan dilepas;
Rotor tidak boleh terlalu longgar.
PEMERIKSAAN KONTAK PEMUTUS
1. Setel celah kontak pemutus dengan fuler, putar motor dengan tangan sampai kam; dengan tumit ebonit
dalam posisi yang tepat
2. Pilih fuler yang sesuai dengan besar celah kotak;
3. Periksa celah kontak dengan fuler yang bersih.
4. Jika celah tidak baik, stel seperti berikut:
-Kendorkan sedikit sekrup-sekrup pada kontak tetap.
-Stel besar celah dengan menggerakkan kontak tetap.
-Penyetelan dilakukan dengan obeng pada takik penyetel;
-Jika penyetelan sudah tepat, keraskan sekrup-sekrup pada kontak tetap;
5. Putar mesin satu putaran, periksa sekali lagi besarnya celah kontak.
Sebagai petunjuk:
Besar celah kontak untuk mobil biasanya 0,4 –0,5 mm.
Kontak pemutus biasanya diganti baru setiap 20’000 km. Kontak lama dapat dirataka dengan kikir kontak atau kertasa gosok dan selanjutnya dibersihkan dengan kertas yang bersih. Tetapi, kalau ketidak-rataan kontak besar, sebaiknya kontak pemutus diganti baru.
Tes dengan dwell tester
Start motor dan periksa sudut dwel. Jika salah, stel celah kontak sampai mendapatkan hasil yang baik dan keraskan sekrup-sekrup pada kontak tetap;
Pasang kembali, kontrol sudut dwel sekali lagi selama motor hidup (putaran idle).
Sebagai Petunjuk:
Besarnya sudut dwel untuk motor 4 silinder biasanya 52o – 56o
Sesuaikan pemasangan kabel pengetes dwel dengan merk atau tipe yang digunaakan
Fungsi Pengapian
Mesin bensin bekerja dengan pembakaran bensin dan campuran udara yang ditekan setelah langkah hisap serta terbakar oleh bunga api busi. Bunga api yang menyebabkan letusan disebut “saat pengapian” (ignition time) dan diatur oleh pembukaan platina dalam distributor.Waktu pengapian harus distel sedemikan rupa sehingga tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat sebab akan menurunkan efisiensi mesin.
Penyetelan Pengapian
Setel putaran mesin pada kecepatan idle. Pada motor yang dilengkapi dengan oktan slektor, posisi oktan selektor harus disetel pada posisi standar. Saat pengapian adalah 8o sebelum TMA atau idling.
Penyetelan saat pengapian cocokkan tanda-tanda waktu dengan memut body distributor . Saat pengapian 8o sebelum TMA atau idling.
PEMERIKSAAN BUSI
Periksa busi secara visual kemungkinan terdapat hal-hal berikut:
1. Retak atau kerusakan lain pada ulir dan isolator;
2. Keausan elektroda;
3. Gastek rusak atau lapuk;
4. Elektroda terbakar atau terdapat kotoran yang berlebihan.
Pembersihan Busi
1. Jangan menggunakan alat pembersih busi lebih lama dari yang diperlukan;
2. Tiupkan bubuk pembersih dan karbon dengan udara kompresi;
3. Bersihkan ulir dan permukaan luar isolator
Pengukuran tekanan kompresi
1. Panaskan mesin;
2. Buka semua busi;
3. Lepaskan kabel tegangan tinggi dari koil pengapian agar aliran sekunder terputus;
4. Masukkan alat pengukur kompresi ke dalam lubang busi;
5. Buka trotel gas sepenuhnya dan baca tekanan kompresi sementara mesin dihidupkan dengan motor stater.
Sebagai petunjuk:
Usahakan agar pengukuran dilakukan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
-Putaran : 250
-Tekanan kompresi
-STD 11,0 kg/cm2
-Limit 9,0 kg/cm2
-Perbedaan antara masing-masing silinder 1,0 kg/cm2
Selengkapnya

Sunday, February 2, 2014

Cara Tune Up mobil sendiri atau bengkel dgn Baik dan Benar

Cara Tune Up Mobil sesuai SOP

Hari ini adalah tentang :
  • bagaimana men Tune Up mobil ?
  • bagaimana urutan men Tune Up mobil ?
  • alat apa saja yang di butuhkan untuk tune up mobil ?
  • apakah mobil saya kembali enak di bawa setelah di tune up ?

Semoga saja jawaban dari pertanyan di atas dapat terjawab oleh penjelasan di bawah..
Sebaiknya untuk melakukan Tune UP mobil serahkanlah pada bengkel atau orang yg sudah ahli, tapi kalo untuk ingin tahu saja silakan baca ulasan di bawah.

 cara tune up mesin mobil


 LANGKAH KERJA TUNE - UP ENGINE BENSIN 1

1. Pasang perlengkapan servis kendaraan

    Fender cover
    Grill cover
    Steering cover
    Floor cover
    Seat cover

2. Siapkan peralatan kerja

    Tool set
    Alat ukur, meliputi : Tune-up tester, Multimeter, Radiator Tester, Radiator cup tester, Spring scale, kunci momen (torque wrench), hidrometer, feeler gauge dan mistar baja.
    Perlengkapan servis lain, meliputi : kompresor, air gun dan kain lap bersih.

3. Pekerjaan saat mesin dingin, meliputi pemeriksaan :

    minyak pelumas
    sistem pendingin
    tali kipas
    filter bensin
    filter udara
    sistem pengapian

4. Pekerjaan saat mesin hidup, meliputi pemeriksaan :

    dwell angle
    Putaran idle
    saat pengapian

5. Pekerjaan setelah mesin dipanaskan, meliputi :

    celap katup
    kerja karburator
    stel putaran idle
    kompresi
    tes jalan

MINYAK PELUMAS

    Tarik batang pengukur, lap ujungnya, dan kembali masukkan.
    Tarik kembali dan periksa volume oli (diantara Full dan Low) serta kualitas oli dengan melihat warna dan kepekatan oli.
    Lihat perubahan warna pada oli mesin

SISTEM PENDINGIN

    periksa slang radiator
    periksa klem
    periksa kebocoran sirip-sirip
    periksa kran penguras
    Tes kebocoran sistem pendingin (menggunakan radiator tester beri tekanan sampai 1,2 Kg/Cm2)
    Pemeriksaan tutup radiator (menggunakan radiator cup tester beri tekanan 0,6 - 1,2 Kg/Cm2)
    Periksa kualitas dan kapasitas air pendingin
    Periksa volume tangki cadangan
    Periksa tali kipas : secara visual periksa dari kemungkinan retak/aus
    Saat mengembalikan tali kipas berilah tekanan 10 Kg dan defleksi tali kipas : 7 - 11 mm (untuk pompa air - alternator) 11 - 14 (untuk engkol - kompresor)
    Periksa suara bearing, pompa abnormal
    Sirkulasi air pendingin (dilakukan saat mesin panas dan hidup)

SARINGAN BAHAN BAKAR

    lepas filter bahan bakar
    Perhatikan saluran masuk dan buangnya
    Semprotkan udara bertekanan rendah
    Urutan penyemprotan : saluran buang - saluran masuk, saluran masuk - saluran buang, saluran buang - saluran masuk.
    Tiup ( dengan mulut ) dari saluran masuk dan buangnya. Apabila ringan : berarti bersih, apabila berat harus diganti.

SARINGAN UDARA (Air filter)

    Lepas klip
    Periksa secara visual elemen saringan udara
    Semprot elemen saringan udara dengan urutan : dari dalam - keluar, dari luar - ke dalam, dari dalam - keluar.
    Lap rumah saringan udara.
    Pasang, perhatikan tanda panah yang ada pada tutup rumah saringan.

BATERAI

    Lepas pole baterai (terminal (-) terlebih dahulu.
    Angkat baterai (posisikan tangan dibawah kotak baterai)
    Periksa kotak, dari kemungkinan retak, menggelembung.
    Periksa volume elektrolit
    Periksa lubang penguapan pada tutup, semprot dengan udara bertekanan dari kompresor
    Periksa berat jenis elektrolit, dengan menggunakan hidrometer (kondisi baik bila pada skala diantara 1,25 - 1,27)
    Periksa kondisi dari pole/terminal
    Periksa tegangan dengan menggunakan Voltmeter

KOMPONEN SISTEM PENGAPIAN
A. Busi, periksa :

    Insulator
    Ulir busi
    Keausan elektroda
    Gasket Busi
    Kondisi elektroda busi
    Celah busi

B. Kabel busi, dengan ohmmeter periksa resistance dari kabel (kondisi baik bila kurang dari 25 KΩ.

C. Distributor

    bersihkan tutup distributor dengan lap bersih
    Periksa secara visual, dari kemungkinan retak, aus
    Bersihkan terminal dalam
    Periksa panjang brush
    Rotor, bersihkan dengan kain lap
    Platina, periksa, bersihkan dan stel
    Governor advancer, putar rotor (kondisi baik bila rotor segera kembali ke tempat semula)
    Vacuum advancer (kondisi baik bila diisap ......... dudukan platina bergerak)
    Octan selector (posisikan Std/ tengah)

IGNITION COIL

    Periksa tahanan primer koil (1,3 - 1,6 Ω)
    Periksa tahanan sekunder koil (10,7 - 14,5 KΩ)
    Periksa resistor koil (1,5 - 1,9 Ω)

KEKERASAN BAUT KEPALA SILINDER
Pengencangan dengan kunci moment dimulai dari tengah kemudian keluar, seperti prinsip obat nyamuk bakar.

DATA TUNE-UP SAAT MESIN HIDUP

    DWELL ANGLE : 520 ± 60
    Saat pengapian ( kijang 5 K = 50 sebelum TMA )
    Putaran idle ± 750 rpm

TUNE UP MOTOR BENSIN 2
Tune Up adalah perwatan berkala tanpa adanya penggantian komponen mesin
Pekerjaan yang meliputi pemeriksaan;
-oli mesin
-Sistim pendingin
-Tali kipas
-Saringan udara
-Katup pengontrol panas
-Baterai
-Busi
-Kabel tegangan tinggi
-Distributor
-Celah katup
-Karburator
-Putaran idle permulaan (Inintial Idle Speed)
-Fast idle
-Thottle Positioner
-Tekannan kompresi

Tujuan melaksanakan Tune Up pada kendaraan bermotor yakni:
Untuk pengontrolan kondisi mesin kendaraan setelah digunakan untuk 10.000 kilometer;
Untuk memeriksa, menyetel dan mengembalikan kondisi motor dari kendaraan ke keadaan semula

Fungsi Filter Udara:
Udara yang masuk ke mesin mengundang debu dan benda benda lain akan menyumbat saluran karburator, mempercepat keausan silinder mesin serta mengotorkan oli. Filter Udara menyaring debu dan kotoran lainnya yang terkandung di dalam udara yang masuk melalui filter yang didalamnya terdapat alat penyaring udara, sehingga debu dan kotoran tidak dapat masuk ke dalam karburator dan silinder mesin. Apabila filter tersumbat kotoran, aliran udara akan terbatas yang mengakibatkan terganggunya kerja karburator. Filter Udara dibagi menjadi dua yaitu: filter udara kering dan filter udara basah

Pembersihan atau penggantian saringan udara jenis kering
1. Lepas saringan udara periksa kondisi saringan udara, jika kotor sekali harus diganti baru
2. Ketok saringan beberapa kali agar debu yang menempel terlepas
3. Semprotkan dengan udara bertekan dari dalam keluar. Kadang-kadang saringan udara basah oleh oli.
Oli tersebut berasal dari sistim ventilasi karter. Bersihkan sistem tersebut kemudianlakukan pengontrolan
pada permukaan batas oli motor (mungkin terlalu tinggi) atau juga disebabkan kerapatan cincin-cincin
torak, untuk ini buka tutup pengisi oli pada saat motorhidup. Jika banyak gas yang keluar, bisa juga cincin
torak bocor, akibatnya gas tersebut dapatmembawa oli mesin sampai ke saringan udara.
4. Pasang kembali rumah saringan udara. Pada waktu pemasangan, perhatikan kedudukan paking-pakingnya.

Pembersihan saringan udara tandon oli (tipe basah).
1. Lepas saringan udara
2. Cuci saringan udara dengan bensin
3. Keluarkan oli dari rumah saaringan udara, bersihkan rumah saaringan udara dengan bensin dan lap.

Fungsi Tali Kipas
Tali kipas meneruskan tenaga mesin dari puli poros engkol untuk menggerakkan bagian bagian pembantu mesin yang lain, seperti pompa air, kipas dan alternator. Biasanya tali kipas baru masih elastis, tetapi elastisitasnya hilang setelah dipergunakan.

Pemeriksaan secara visual
1. Periksa tali kipas kemungkinan retak, sudah buruk, terlalu kencang atau aus;
2. Terdapat oli atau gemuk.
3. Persinggungan yang tidak sempurna antara tali dan puli.

Pemeriksaan dan penyetelan kekencangan tali kipas
1. Dengan kekuatan tekanan 10 kg, tekan tali pada tempat-tempat yang seharusnya tali harus
menunjukkan kekencangan spesifikasi. Lenturan tali kipas pada tekanan 10 kg yakni Kipas Alternator
7-11 mm dan Engkol Kompresor AC 11-14 mm.
2. Perhatikan ketegangan sabuk penggerak. Kurang tegang – tali kipas slip – cepat aus.Terlalu tegang –
bantalan pipa air dan alternator menjadi cepat rusak. Jika tali kipas harus diganti, perhatikan ukurannya.
Ukuran sabuk mengikuti normalisasi.Lebar : 9,5 ; 10,5 ; 11,5 ; 12,5 mm. Panjang : Penatahapannya adalah
25 mm, misal 800, 825,850 mm dst.
3. Beri vet atau cairan khusus pada sabuk lama yang berbunyi

Periksa baterai kemungkinan:
1. Rumah baterai berkarat;
2. Hubungan terminal longgar;
3. Terminal berkarat atau rusak;
4. Baterai rusak atau bocor.

Pengukuran berat jenis elektrolit
1. Periksa berat jenis elektrolit dengan hydrometer; Berat jenis berkisar antara 1,25 – 1,27 pada 20oC;
2. Periksa banyaknya elektrolit pada setiap sel. Jika tidak berada pada ketinggian yang semestinya, istilah
dengan air suling.

Fungsi Oli
Oli dengan sifatnya yang kental dan halus, tidak hanya sekedar mengurangi ausan dan gesekan pada piston (torak), bantalan dan bagian bagian yang berputar. Oli juga membantu menahan suhu tinggi, gas bertekanan tinggi maupun membantu memindahkan panas dari bagian yang bersuhu tinggi ke karter (panci oli) selanjutnya dipindahkan ke udara luar. Oli mencegah keroposnya bagian yang terbuat dari logam, merupakan bantalan bagi bagian yang berputar serta menyerap zat zat yang merusak dari hasil pembakaran didalam mesin. Setelah melakukan tugas tugas ini, maka oli kehilangan efektifitasnya dan karena itu harus diganti secara periodik.Pemeriksaan tinggi oli, tinggi oli harus berada pada tanda L dan Jika lebih rendah, periksa kemungkinanada kebocoran lalu tambah oli hingga tanda F Gunakan oli API service SE.

Fungsi Penggantian saringan oli
Sementara oli sedang dipakai, karbon yang dihasilkan dari reaksi pembakaran dalam mesin serta serbuk logam masuk ke dalam oli sehingga oli menjadi kotor. Apabila kotoran tersebut menumpuk, ia akan menyebabkan bagian bagian yang berputar cepat aus dan tergores. Karena itulah dipasangkan saringan oli untuk menahan kotoran dan membuang kotoran tersebut dari oli. Berhubung kotoran yang demikian akan menumpuk didalam saringan (flter), saringan perlu diganti secara periodik.

Penggantian Saringan Oli (Filter)
1. Buka saringan oli dengan alat pembuka filter;
2. Pilih saringan oli dengan mencocokkan ulir saringan dan diameter paking
3. Kontrol apakah saringan oli lama dilengkapi dengan katup “ by-pass” atau tidak.
4. Kontrol perlu tidaknya katup anti balik di dalam saringan oli dengan melihat posisi pengikatan saringan oli
terhadap motor. Jika posisi pengikatan horisontal atau saringan di bawah, maka saringan oli
harus dilengkapi dengan katup anti balik.
5. Untuk memasang, kencangkan saringan oli dengan tangan.

Fungsi Celah Katup
Agar terdapat operasi mesin yang effisien apabila katup menutup, agar tertutup rapat sekali dengan dudukannya.
Untuk menjamin keadaan demikian, terdapat celah yang disebut celah katup (clearance) diantara katup katup dalam keadaan tertutup dan tuas (roker). Dengan celah ini, katup akan kembali ke dudukannya tanpa ganguan selama mesin bekerja walaupun terdapat pemuaian dari komponen tertentu.

Cara menyetel celah katup yakni:
1. Mesin dipanasi dan kemudian dimatikan;
2. Tempatkan Silinder nomor 1 pada TMA atau titik mati atas atau kompresi dengan jalan memutar
poros engkol;
3. Kencangkan kembali baut-baut kepala dan baut-baut penguat roker. Momen pengencangan menunjukkan
1,8 –2,4 kgm;
4. Stel celah katup dengan jalan celah katup diukur diantara batang aktup dan lengan loker.Yang disetel hanya
katup yang ditunjuk oleh panah saja. Celah katup menunjukkan Hisap 0,20 mm dan Buang 0,30 mm;
5. Putarkan poros engkol (crankshaft) 360o;
6. Setel katup-katup lain yang ditunjukkan oleh panah.

PEMERIKSAAN KABEL BUSI
Lepaskan steker busi. Jangan ditarik pada kabelnya. Hubungan inti arang kabel mudah terlepas dari steker kalau kabel ditarik. Periksa tahanan kabel menggunakan multimeter. Tahanan kabel yakni kurang dari 25 kΩ per kable

.PEMERIKSAAN ADVANCE VACCUM
1. Lepas tutup distributor;
2. Lepas slang vaccum yang menuju ke distributor pada karburator. Hisap slang dengan mulut dan perhatikan
plat dudukan kontak pemutus harus bergerak. Slang vaccum tidak boleh retak atau longgar
pada sambungannya

PEMERIKSAAN ADVANCE SENTRIFUGAL
Rotor harus kembali dengan cepat setelah diputar searah putarannya dan dilepas;
Rotor tidak boleh terlalu longgar.

PEMERIKSAAN KONTAK PEMUTUS
1. Setel celah kontak pemutus dengan fuler, putar motor dengan tangan sampai kam; dengan tumit ebonit
dalam posisi yang tepat
2. Pilih fuler yang sesuai dengan besar celah kotak;
3. Periksa celah kontak dengan fuler yang bersih.
4. Jika celah tidak baik, stel seperti berikut:
-Kendorkan sedikit sekrup-sekrup pada kontak tetap.
-Stel besar celah dengan menggerakkan kontak tetap.
-Penyetelan dilakukan dengan obeng pada takik penyetel;
-Jika penyetelan sudah tepat, keraskan sekrup-sekrup pada kontak tetap;
5. Putar mesin satu putaran, periksa sekali lagi besarnya celah kontak.

Sebagai petunjuk:
Besar celah kontak untuk mobil biasanya 0,4 –0,5 mm.
Kontak pemutus biasanya diganti baru setiap 20’000 km. Kontak lama dapat dirataka dengan kikir kontak atau kertasa gosok dan selanjutnya dibersihkan dengan kertas yang bersih. Tetapi, kalau ketidak-rataan kontak besar, sebaiknya kontak pemutus diganti baru.

Tes dengan dwell tester
Start motor dan periksa sudut dwel. Jika salah, stel celah kontak sampai mendapatkan hasil yang baik dan keraskan sekrup-sekrup pada kontak tetap;
Pasang kembali, kontrol sudut dwel sekali lagi selama motor hidup (putaran idle).

Sebagai Petunjuk:
Besarnya sudut dwel untuk motor 4 silinder biasanya 52o – 56o
Sesuaikan pemasangan kabel pengetes dwel dengan merk atau tipe yang digunaakan

Fungsi Pengapian
Mesin bensin bekerja dengan pembakaran bensin dan campuran udara yang ditekan setelah langkah hisap serta terbakar oleh bunga api busi. Bunga api yang menyebabkan letusan disebut "saat pengapian" (ignition time) dan diatur oleh pembukaan platina dalam distributor.Waktu pengapian harus distel sedemikan rupa sehingga tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat sebab akan menurunkan efisiensi mesin.

Penyetelan Pengapian
Setel putaran mesin pada kecepatan idle. Pada motor yang dilengkapi dengan oktan slektor, posisi oktan selektor harus disetel pada posisi standar. Saat pengapian adalah 8o sebelum TMA atau idling.
Penyetelan saat pengapian cocokkan tanda-tanda waktu dengan memut body distributor . Saat pengapian 8o sebelum TMA atau idling.

PEMERIKSAAN BUSI
Periksa busi secara visual kemungkinan terdapat hal-hal berikut:
1. Retak atau kerusakan lain pada ulir dan isolator;
2. Keausan elektroda;
3. Gastek rusak atau lapuk;
4. Elektroda terbakar atau terdapat kotoran yang berlebihan.

Pembersihan Busi
1. Jangan menggunakan alat pembersih busi lebih lama dari yang diperlukan;
2. Tiupkan bubuk pembersih dan karbon dengan udara kompresi;
3. Bersihkan ulir dan permukaan luar isolator

Pengukuran tekanan kompresi
1. Panaskan mesin;
2. Buka semua busi;
3. Lepaskan kabel tegangan tinggi dari koil pengapian agar aliran sekunder terputus;
4. Masukkan alat pengukur kompresi ke dalam lubang busi;
5. Buka trotel gas sepenuhnya dan baca tekanan kompresi sementara mesin dihidupkan dengan motor stater.

Sebagai petunjuk:
Usahakan agar pengukuran dilakukan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
-Putaran : 250
-Tekanan kompresi
-STD 11,0 kg/cm2
-Limit 9,0 kg/cm2
-Perbedaan antara masing-masing silinder 1,0 kg/cm2

PERAWATAN MESIN EFI KM 20.000
            1    Langkah awal
Siapkan alat-alat yang akan dipakai untuk tune up dan cek peralatan tersebut, alt yang di gunakan diantaranya sebagai berikut :
1.      Kunci 10 dan Kunci 14
2.      Kunci busy, hmplas dan sikat kawat
3.      Feeler gauge
4.      Obeng ketok dan lap bersih
5.      Carburraator Cleaner (CC)
6.      Multimetrer
7.      Kompresor (angin)
8.      Engine Analizer

2    Cara Tune Up Engine EFI XENIA pada KM 20.000
   Adapun komponen-komponen yang di tune up dalam mesin EFI (Electronic fuel injection) yaitu sebagai berikut :
1.                   Air Cleaner(AC) atau air box
Bersihkan AC menggunakan kompresor (angin) agar AC tetap dalam keadaan bersih, sehingga udara yang masuk kedalam ruang pembakaran bersama bahan bakar tetap bersih.

2.                   Koil dan Kabel Tegangan
Biasanya didalam mesi EFI (Electronic Fuel Injection) koil dan kabel tegangan sudah dirangkai menjadi satu komponen. Jadi pemeriksaan koil dan kabel tegangan di cek secara bersamaan menggunakan multimeter, hal ini dilakukan agar mengetahui koil masih efisien atau tidak.
Cara pemriksaannya, hubungan multi meter dengan koil dan kabel tegangannya, ketika multimeter di hubungkan pada koil dan kabel tegangan maka jarum pada multimeter akan menunjukan angka 50, 50 tersebut menyatakan 50 ampere. Hal tersebut menujukan bahwa koildan kabel tegangan masih efisien, namun jika jarum pada multimeter menunjukan kurang atau lebih dari 50, maka koil dan kabel tegangan menujukan tidak efisien.
                                                                                        

3.                  Busi
Biasanya pada busi tidak hanya di bersihkan tetapi juga bisa di ganti dengan yang baru tergantung kepada keadaan busi masih bagus atau tidak. Namun biasanya penggantain busi sering dilakukan pada KM 20.000.  jadi jika keaadaan busi masih bagus bersihkan busi menggunakan hamplas atau sikat kawat. Dan stel celah busi menggunakan feeler gauge untuk mendapatkan keakuratan.
Cara menunjukan busi bagus atau tidak, hal tersebut dapat diliat dengan kasat mata jika, yaitu jika elektroda masanya sudah menipis.

4.                  Trottole Body dan Idle Speed Control (ISC)
Bersihkan trottole body dan ISC menggunakan Carburrator Cleaner dan bersihkan pembersih yang nmenempel pada Trottole body dan ISC menggunakan lap yang bersih. Hal ini bertujuan agar ktika bahan bakar dan udara menyatu tidak ada debu yan terbawa kedalam ruang pembakaran. Dan agar tidak melenceng dalam mengatur rpm karena Isc berfungsi untuk mengatur rpm.
5.                  Fuel Filter (FF)
Bersihkan FF dengan menyemprot lubang masuk atau keluar bahan bakar dari FF menggunakan kompresor (angin). Hal ini dilakukan agar FF berfungsi dengan baik, sehingga tidak ada penyumbatan dalam FF atau pun terbawa nya debu keruang pembakran.

6.                  Oli (pelumas)
Ganti oli yang sudah lama dengan yang baru agar tidak terjadi ke ausan pada mesin, sehingga langkah kompresi tetap stabil.
Agar mesin tetap nyaman dan tidak cepat aus maka penggantian oli ini harus dilkukan secara berkala. Sehingga kstbilan dan suhu pada ruang pembakaran tetap terjaga.

7.                  Uji Emisi
Terakhir lakukan Uji Emisi, untuk melakukan Uji Emisi gunkan alat Egine Analizer.
Hal ini dilakukan auntuk mengetahui proses pembakaran pada mesin, apakah sudah efisien atau tidak, CO (karbonmonoksida)ideal berkisar di bawah 1 persen.
Jika alat tersebut menunjukan dibawah 1 persen maka CO pada proses pembakaran masih efisien, namun jika alat tersebut menujukan hasil di atas 1 persen maka proses  pembakaran tersebut sudah tidak efisien, biasanya harus dilakukan service pada sistem bahan bakar.




.3    Langkah Akhir
Setelah selesai melaksanakan tune up, agar tercipta kesejahteraan, keselamatan, dan keamanan kerja baik untuk mekanik ataupun peralatan. Maka langkah terakhir yaitu bereskan (rapihkan) dan simpan kembali alat-alat yang sudah di gunakan ketempat penympanan.

Demikian artikel tentang cara tune up mobil , artikel ini di ambil dari blog ini, silakan kalau ingin mengunjungi sumbernya. Terima Kasih
Selengkapnya