Thursday, April 24, 2014

Tune up mesin

1

Banyak yang bisa dioptimalkan diengine untuk motor standar.Kenceng berarti akselerasi yah bukan top speed (seberapa cepat motor ente mencapai kecepatan tertentu) kalo mau signifikan ada beberapa cara:
engine44
1.Membersihkan ruang bakar plus.
Biasanya thunder dengan km> 25000 kudu servis besar, yang harus dilakukan adalah membersihkan ruang bakar, cek ring piston, cek apakah ada goresan pada liner, skir klep (kudu 1 hari 1 malem untuk nentuin apakah klep masih bocor atau tidak), cek kerenggangan klep, lihat kondisi rocker arm sudah aus atau tidak, cek busi (lihat warnanya puti kecoklatan – merah bata atau tidak), bersihkan dan setel karburator, cek kopling dan kampas kopling,ganti per kopling jika panjang per kopling < 40 mm (aslinya 42 mm), cek karet kopling, cek pompa oli, terakhir cek rante, kerenggangannya dan cek gir sproket. Ini mengikuti SOP service pabrikan.

2. lepas segel engine di thunder.
Cuma gak semua mekanik bisa melakukan itu (mungkin gak tahu). Kalo thunder standar biasanya mulai teriak di 4500 – 6500 (peak) selebihnya rada drop powernya sampe batas limiter di 9500 rpm. kalo segel dilepas, power mulai ada di 2500 – 3000 (o-1500 rpm jatah buat stasioner, 1500 – 2500 jatah buat mesin ambil napas) dan puncaknya di 8000-9000 rpm (tergantung dari karakter mesin). Karburator standar (main jet dan pilot jet tidak berubah, knalpot standar pabrik. Problemnya cuma satu warna spkbor depan bisa kaya pelangi karena sering nyeruduk angkot kalo gak biasa jaga jarak karena jarak akselerasi motor bertambah tetapi deselerasi motor (baca pengereman) tetap. Setahu ane mesin diriset pabrik hasilnya muncul 100% power namun ketika dibuat massal powernya diturunkan (disegel) hingga 25% dengan berbagai macam alasan (mulai dari menurunkan biaya produksi, aturan keselamatan, dll) jadi kalo mesin thunder di brosur 20.6 HP (diukur di engine) maka power sebenernya diatas itu. sebenernya bukan CDI yang menentukan powernya keluar di rpm bawah-atas (tarikan bawah atas enak). Engine yang minta. Yang mesti diketahui CDI hanya bertugas mengirimkan sinyal-sinyal arus ke koil sesuai dengan inputan dari pickup koil (ada faktor putaran mesin bermain) jika CDI aftermarket setting pengapian di rpm 3000 – 15000 tapi kalo enginenya tidak mau ngikutin maunya CDI juga gak akan keluar powernya. Jadi kalo mekaniknya emang jago, dia bisa buat mesin dengan powerband yang lebih lebar dari 2500 – 9000 rpm dibandingin dengan standar yang cuma 4500 – 6500 rpm (tentunya dengan CDI standar)
2
3. Porting dan polish jalur ruang bakar in/out dan ruang bakarnya.
Kalo istilah kerennya korek harian. Bagian silinder head biasanya diutak atik. Tapi gak semua orang tahu start awalnya dari mana. Biasanya yang dirapihkan adalah bagian kulit jeruk di sepanjang jalur ruang bakar dan merapihkan ruang bakar itu sendiri. Tapi untuk porting dan polish ada banyak faktor yang ikut diperhitungkan (namanya mekanik harus bisa ngitung dong, bukan bilang katanya si anu bikin kenceng) mulai dari durasi kem yang menentukan tekanan
kevakuman ruang bakar, bore stroke, diameter klep, lubang in dan out yang diperlukan, tekanan gas buang yang keluar, panjang leher angsa knalpot, volume dari silencer, tekanan backpressure dari knalpot yang diminta, kompresi yang diminta, serta debit/volume bahan bakar+udara yang diperlukan untuk di ruang bakar. dari faktor itu keluar berapa diameter lubang in yang diperlukan dibagian mana harus diperbesar dan dibagian mana yang cukup dibersihkan kulit jeruknya saja. Karbu bagaimana? tergantung hitungannya bos, dari debit yang diperlukan perdetik dihubungkan dengan faktor AFR, dan diamter jalur in, muncul ukuran spuyer yang digunakan baik untuk pilot atau main jet. Knalpot ganti?? tergantung hitungan tadi, di motor ane knalpot standar dibobok dan dibuat ulang sesuai dengan hitungan volume
silencer. Soal bensin perlu pake pertamax? jawabnya tergantung kompresi yang diminta, kalo memang maunya pake pertamax ruang bakar disetting untuk pertamax, kalo make premium 88 juga bisa. Selama ini yang didenger mesin kalo udah korek mintanya naik pertamax karena kompresi naik. Itu gak sepenuhnya bener. kompresi hanya bilangan yang berkaitan dengan bahan bakar apa yang mau dipake. Kalo kompresi 9-9.5 biasanya disarankan pake premium, 9.5 – 10.5 pertamax 92 10.5 – 12 pertamax 94, 12 up mulai dari bensol, avgas, dll.
engine45
4. Oversize/Bore up (memperbesar volume silinder)
Nah kalo ini rada ekstrem. Bore up bisa mulai dari oversize 50, 100 (bawaan pabrik) sampe oversize 200 – 400. Biasanya liner di blok silinder diperbesar/dicorter sampe ukuran yang dimau.Liner asli biasanya hanya sanggup sampe oversize 100, lebih dari itu harus ganti liner yang lebih tebel,lebih bagus dan lebih kuat dan punya batas toleransi kerenggangan yang sempit (tes dulu di lab). Kendalanya ketika oversize, gak semua tukang bubut punya alat yang punya toleransi kesalahan 0.01 mm atau lebih kecil dan biasanya juga alat bubutnya gak pernah dikalibrasi. tanya kenapa? karena harga alat kalibrasi sama mahalnya dengan harga mesin bubutnya, efeknya paling parah adalah center dari liner berubah alias miring yang berakibat, liner baret (karena center liner tidak sama dengan center arah gerak piston, ring habis sebelah. Di jakarta cuma ada satu yang bisa melakukan itu. Biasanya kesalahannya 0.05 mm up (tergantung skill tukang bubut). Diukur pake sigmat analog gak begitu keliatan karena tolerensi sigmat hanya 0.05 mm. comtoh kalo ente mau oversize 100 berarti harusnya diameter liner 73.00 mm (asli 72 mm), kalo yang bagus biasanya yang keluar adalah 73.01-73.03mm dan yang jelek adalah 73.05 mm up. Nah kalo masalah diatas sedah tidak menjadi masalah, baru dihitung ulang faktor yang disebut diatas untuk mengeluarkan power engine yang optimal.Ada efek negatif kalo
kompresi kegedean. Dinamo starter minta ganti yang lebih kuat.
Bore up dengan piston mobil? hati-hati karena konstruksi pin piston untuk mobil berbeda dengan motor, baik dari ukuran piston, tebal piston, konstruksi bangun piston, maupun diameter dan posisi center pinnya. kalo diameter pin mungkin bisa dilakukan oversize tapi posisi center pin tidak bisa dirubah.Ini yang bahaya buat liner karena posisi centernya berubah tidak sama dengan centernya arah gerak piston,piston miring sebelah, dll.
5. Naik stroke.
Kalo ini tidak direkomendasikan. Tanya kenapa?karena di sini belum ada yang punya alat untuk ngebalance kruk as. Selama di Indonesia belum ada yang punya alat itu jangan dilayanin kalo ada yang nawarin naik stroke. Sudah beberapa thunder yang bermasalah dengan naik stroke.
Nah kalo semua diatas udah di jalanin baru deh mulai upgrade aksesoris pendukung motor sesuai dengan kemauan mesin.
1. Benahi kabel bodi.
minimal bersihkan soket dan solder setiap sambungan terutama yang berkaitan kabel di sekitaran sepul, CDI, Kiprok, dan koil. Kalo punya duit lebih ganti kabel yang berkaitan diatas dengan kabel kualitas lebih bagus (hambatannya lebih kecil dari kabel standar). soalnya kable mudah getas setelah umur thundi lebih dari 2thn,sering terkena panas mesin, nge"fong" dan punya hambatan kabel yang besar karena ukuran tembaga dlam kablenya halus sekali. Efek negatifnya kalo kabel gak dirapihin adalah arus yang di dalam kabel bisa lebih kecil dari spek input CDI untuk membuka kurva pengapian dan sinyal arus yang dikirim ke koil untuk mengaktifkan busi juga jadi lebih kecil sehingga energi yang dikeluarkan juga lebih kecil, efeknya jelas bahan bakar tidak terbakar sempurna dan jadi boros BBM
2. Ganti koil dan CDI?
jawabnya tergantung dari maunya mesin. Kalo memang masih sesuai dengan maunya mesin kenapa harus ganti?. Kalo dirunut begini, Dari kompresi mesin keluar bahan bakar apa yang dipake,misal pertamax 92 di kompresi 9.7, dari sini keluar hitungan energi aktivasi yang diperlukan dari bensin pertamax, Energi tersebut keluar dari busi sebagai pemantik. disini faktor angka busi menentukan berapa energi yang diminta sesuai maunya pertamax 92 dikompresi 9.7. contoh Energi yang keluar dari Denso X24 beda dengan Denso X27. Dari hitungan energi tsb keluar spek busi yang diminta.
Spek busi tersebut tentu ada spek input arus dan voltase yang masuk ke busi untuk mengeluarkan energi. Voltase dan arus dikeluarkan oleh koil, nah dikoil punya rentang output arus dan voltase yang dikeluarkan. kalo masih masuk rentang outputnya gak usah ganti kalo diluar itu baru ganti koil. Faktor lain juga ada, panjang kabel busi dan chop busi juga punya pengaruh. Ada efek negatifnya kalo ganti koil diatas spek standar. Kabel bodi bisa meleleh karena arus yang disedot terlalu besar sedangkan hambatan dalam kable standar juga
besar dan menimbulkan efek panas berlebihan dan meleleh deh (pengalaman pribadi), selain itu juga umur busi juga lebih pendek karena harus berpijar lebih tinggi dari speknya.
Pesan sponsor: Kalo mau ekstrem dengan kapasitas cc engine jangan lupa kalo temen-temennya (baca sparepart) juga kudu ikutan diganti dengan material yang lebih bagus.
disadur dari milis JTC dan copy ulang dari bro ksatriapertama di thread Kaskus Thunder 250

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.