Showing posts with label steering. Show all posts
Showing posts with label steering. Show all posts
Monday, January 27, 2014
DIY kuras oli power steering km 80000
cuma tetap mengarah ke perubahan kwalitas oli..bisa oli masih jernih bisa tetap di pake sementara tp bila keruh segera ganti ..
oli power steering yg di gunakan sesuaikan dgn buku petunjuk kendaraan..
misal utk aerio next-g menggunakan dextron II atau dextron III (oli ATF=automatic transmision fluid)
ada juga bbrp produk yg membuat oli power steering khusus.. (PSF=power steering fluid)
khusus utk kendaraan honda mesti memakai oli resmi dari honda :D
TIDAK BOLEH OLI SEMBARANG !
-langkah2 nya :
-sedot dulu isi tabung reservoir power steering sampe hampir kosong (tapi jgn kekosongan )
sisakan sedikit
-di tabung reservoir ada 2 selang .. yg terbawah(high pressure) itu selang dari reservoir ke pompa PS(power steering)
selang di atas(low pressure) itu adalah selang dari pompa PS ke reservoir..yg kita lepas selang yg dari pompa PS ke reservoir(selang atas)
-lalu sambungkan ke selang(sambungan usahakan tdk bocor)seperti gambar diatas
-sumbat tabung reservoir tempat selang yg di cabut tadi.. menggunakan karet atau apa saja yg di rasa cukup kuat utk menahan oli.
-tampung ujung selang tadi pada wadah penampungan utk menampung oli kuras ..
lalu mulai proses kuras : (usahakan berdua)
-isi kembali reservoir dgn oli PS sampe penuh.. lalu pada saat mesin mati dan roda depan di dongkrak full..
putar2 setir sampe ke kiri mentok lalu putar kembali ke kanan mentok lalu netral kan (tengah2)
-liat tabung reservoir yg kosong di isi terus.. inti nya pada saat kuras jgn sampe oli kehabisan karena bisa masuk angin yg mengakibatkan kegagalan fungsi power steering ...
-ganti wadah penampungan agar bisa melihat kondisi oli yg keluar uda jernih/bening (oli baru uda keluar)
bila sudah jernih berarti oli bekas uda ter kuras semua..
posisi mesin mati efektif utk membersihkan cairan pada steering unit...
karena oli dapat keluar perlahan dgn tekanan piston pada steering unit dgn menggerakkan setir bolak balik
lanjut pada kuras pompa power steering :
-satu orang siap2 di mobil utk hidupkan mesin
-satu orang lagi siap2 menuangkan oli di reservoir saat tersedot(hgn sampe kering reservoirnya)
-usahakan mesin sudah panas sebelum proses awal..supaya idle nya normal pada rpm 800
-start mesin lalu segera putar2 setir ke kiri mentok lalu ke kanan mentok
satu orang lagi tetap menjaga isi reservoir dgn menuang oli terus ..
bila proses ini cukup 1 kali saja putar kiri kanan krn cuma mengkuras sisa oli di pompa power steering..
-setelah keluar oli kira2 hampir 1 liter/uda jernih oli yg keluar segera matikan mesin (supaya tdk membuang2 oli /pemborosan ) usahakan tabung reservoir hampir habis saat matikan mesin supaya pemasangan selang nanti tidak ada oli yg tumpah
-lalu pasang kembali selang low pressure(selang bawah yg td di lepas)
ke tabung reservoir.. bila masih ada oli yg kemungkinan keluar sedot dulu oli nya sampe dirasa cukup (jgn kekosongan)
-lap oli2 yg mungkin tumpah2 disekitar nya
-lalu klem kembali ikatan nya
-terakhir isi oli di tabung reservoir sampe batas full
-lalu posisi mesin masih mati (roda depan di dongkrak ) putar2 ulang setir ke kiri mentok dan ke kanan mentok beberapa kali utk proses buang angin.. apabila ada udara terjebak dalem pipa2 dapat keluar
udara yg keluar ditandakan dgn gelembung di reservoir saat setir di putar
-setelah selesai cek semua sambungan dari kebocoran,teliti ulang
-lalu selesai
Wednesday, January 22, 2014
Power Steering dan Solusi jika terjadi Kerusakan !!!
Pada sebuah mobil, power steering merupakan sebuah elemen yang sangat penting keberadaannya. Sebab, power steering merupakan bagian dari mobil yang berfungsi untuk memudahkan pengemudi dalam mengendalikan mobilnya (dalam menyetir). Oleh sebab itu, menjaga power steering agar tidak rusak (aus) sangatlah penting. Sebab jika power steering sampai rusak, sudah tentu akan menyusahkan kita (pengemudi), apalagi jika hal tersebut terjadi di tengah jalan, tentu juga bukan perkara mudah untuk mengatasinya.
Sebenarnya, kerusakan pada power steering bisa diketahui dengan cara memperhatikan cairan power steeringnya (power steering fluida). Power steering fluida ini merupakan cairan hidrolik yang mentransmisikan listrik di power steering. Cairan ini juga mempunyai peran yang signifikan terhadap mekanisme power steering secara keseluruhan.
Jika dalam mendeteksinya anda menemukan sistem kemudi mobil yang bocor, sebaiknya anda periksa atau cek cairan power steeringnya. Sebab untuk power steering yang minyak atau cairannya tidak diganti secara berkala atau teratur, ada kemungkinan komponen power steeringnya (seal, o-ring atau komponen dari power steering lainnya) sudah aus atau bahkan pecah sehingga menimbulkan masalah pada sistem kemudi.
Jika yang terjadi adalah komponennya aus, maka solusi penanganannya cukup sederhana, yakni bisa dilakukan dengan cara mengganti minyaknya dengan minyak power steering yang baru. Tapi, jika kerusakan yang terjadi adalah pecahnya komponen power steering, maka solusinya tidak cukup kalau hanya dengan mengganti minyaknya. Sebab, jika ada salah satu dari komponen power steering tersebut yang pecah, itu berarti seluruh sistem (komponen) power steering dipaksa bekerja lebih keras. Kondisi yang demikian tentu dapat merusak power steering itu sendiri secara keseluruhan. Nah, untuk kondisi yang seperti ini, tidak ada jalan lain selain mengganti power steering secara keseluruhan yang tentunya harganya cukup menguras dompet.
![]() |
| gambar dari solusimobil.com |
Sebenarnya, kerusakan pada power steering bisa diketahui dengan cara memperhatikan cairan power steeringnya (power steering fluida). Power steering fluida ini merupakan cairan hidrolik yang mentransmisikan listrik di power steering. Cairan ini juga mempunyai peran yang signifikan terhadap mekanisme power steering secara keseluruhan.
Jika dalam mendeteksinya anda menemukan sistem kemudi mobil yang bocor, sebaiknya anda periksa atau cek cairan power steeringnya. Sebab untuk power steering yang minyak atau cairannya tidak diganti secara berkala atau teratur, ada kemungkinan komponen power steeringnya (seal, o-ring atau komponen dari power steering lainnya) sudah aus atau bahkan pecah sehingga menimbulkan masalah pada sistem kemudi.
Jika yang terjadi adalah komponennya aus, maka solusi penanganannya cukup sederhana, yakni bisa dilakukan dengan cara mengganti minyaknya dengan minyak power steering yang baru. Tapi, jika kerusakan yang terjadi adalah pecahnya komponen power steering, maka solusinya tidak cukup kalau hanya dengan mengganti minyaknya. Sebab, jika ada salah satu dari komponen power steering tersebut yang pecah, itu berarti seluruh sistem (komponen) power steering dipaksa bekerja lebih keras. Kondisi yang demikian tentu dapat merusak power steering itu sendiri secara keseluruhan. Nah, untuk kondisi yang seperti ini, tidak ada jalan lain selain mengganti power steering secara keseluruhan yang tentunya harganya cukup menguras dompet.
Subscribe to:
Posts (Atom)
