Showing posts with label lakukan. Show all posts
Showing posts with label lakukan. Show all posts

Tuesday, February 18, 2014

Lakukan Ini Jika Indikator Filter Udara Pulsar Berkedip

Salah satu fitur fungsional yang ada pada Bajaj Pulsar 180 dan 200 adalah indikator filter udara. Logo lampu yang berada di atas paling kiri dari panel speedometer ini bisa menunjukan kondisi filter udara. 

Tidak perlu khawatir ketika lampu indikatornya berkedip. Itu menandakan kalau filter atau saringan udara sudah kotor.
 
Indikator ini bekerja berkat sebuah sensor yang terletak di dalam boks filter. Sensor filter udara ini seperti lampu sorot yang memendarkan cahaya ke busa filter. Disaat busa filter kotor, cahaya tidak tembus dan sorotnya berbalik menyinari sensor, saat itulah sensor memerintahkan indikator di speedometer untuk berkedip.
 
Nah, untuk membuat lampu indikator itu gak berkedip gampang kok bersihkan saja filternya. Buka cover bodi sebelah kanan, lalu lepas baut 8 sebanyak empat buah dan tarik busa filternya.
 
Langkah selanjutnya, bersihkan busa filter dengan udara bertekanan tinggi dari kompresor. Kalau sudah bersih pasang lagi, dijamin lampu tidak akan nyala lagi.
  
Tapi ada juga yang sudah dibersihkan atau diganti baru filternya, indikator tetap berkedip. Biasanya karena sensornya juga kotor. Kalau sensor kotor, langkah membersihkannya agak ribet.

Pertama, harus melepas boks filter karena posisi sensor filter berada bagian belakang boks filter. Caranya dengan membuka tiga buah baut dengan kunci 10. Lepas juga footstep, tapi sebelumnya buka dulu baut 22 dan 13. Setelah footstep lepas, tarik boks filternya keluar. 

Nariknya enggak bisa sekaligus, harus dimiringin dulu biar gampang. Setelah terlepas box filternya, buka sensor filter yang nempel di boks dengan menggunkan obeng plus. Lalu cabut sensornya dan bersihkan. Biasanya debu yang menempel bisa langsung hilang setelah disemprot angin kompresor.
Selengkapnya

Monday, January 20, 2014

Lakukan Ini Jika Motor Kena Banjir

-->
Banjir merepotkan banyak orang, termasuk pengendara sepeda motor. Kebetulan saat ini terjadi banjir di banyak tempat. Nah, bagaimana bila Anda menghadapi situasi tersebut saat mengendarai sepeda motor? Tiba-tiba mesin mati dan apa yang perlu dilakukan? Apabila mesin mati saat menerjang banjir, jangan langsung dihidupkan lagi. Pasalnya, kemungkinan air bisa jadi sudah menyusup ke dalam mesin. Akibatnya sangat beragam, namun yang pasti mesin jadi rusak.

Kalau air dihisap oleh mesin, masuk ke ruang bakar, mesin akan jebol. Pasalnya, terjadi gejala yang disebut "pukulan air". Orang tertentu lebih suka menyebutnya dengan bahasa Inggiris: water hammer. Sifat air sangat berbeda dengan campuran udara dan bensin yang diisap oleh mesin. Air tidak bisa dimampatkan. Saat mendapat tekanan dari piston, air menerjang bagian bagian lainnya dari mesin. Bahkan bisa membuat setang piston bengkok. Kalu sudah begini, dinding silinder juga "dihajar".

Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk ”menyembuhkan” mesin sepeda motor setelah menggelepar menghadapi banjir.

1. Buka karburator (jika masih menggunakan sistem pengabut ini). Keluarkan semua cairan di dalamnya belum cukup dengan melepas mur tempat pembuangan bensin. Untuk sepeda motor injeksi, bagian yang rawan air adalah sambungan kabel dan komputer atau ECU (sudah dilapisi bahan anti resapan air). ”Soket penghubung kabel sudah diberi insulator. Karena itu, genangan air bukan masalah bagi sepeda motor bermesin injeksi.” beber Ajang.
2. Buka mesin, mulai bak oli (crank ase), kopling dan blok silinder. Rendam dengan bensin dan keringkan.
3. Untuk skutik, dipastikan komponen di balik  bak CVT tidak kena air. Buang airnya melalui selang pembuangan (berada di bawah bak CVT).
4. Buang oli mesin, ganti dengan yang baru!
-->
5. Buka semua sistem kelistrikan, seperti kabel, spul, rumah lampu dan lain. Keringkan untuk mencegah hubungan pendek.
6. Kalau sudah terpasang dengan baik dan rapi, barulah mesin dihidupkan kembali!
Selengkapnya