Showing posts with label banjir. Show all posts
Showing posts with label banjir. Show all posts
Monday, January 20, 2014
Kenali Resiko Motor Sport Injeksi Jika Terjang Banjir
Sepeda motor sport memang lebih tinggi ketimbang bebek, apalagi dengan skutik. Meski demikian, bukan berarti jenis ini bisa lebih gampang melewati banjir. Terlebih yang sudah dilengkapi dengan pengabutan bahan bakar injeksi, haruslah ekstra hati-hati agar sensor-sensor komputer tak bermasalah saat melibas banjir.
Sepeda motor sport, apalagi yang sudah berteknologi injeksi dibikin bukan buat pandai berenang, tetapi untuk dinikmati performanya yang kencang. Kalau menemukan banjir, tips paling aman ya jangan diterjang.
Resiko sepeda motor berteknologi tinggi jika melibas banjir sangat rentan. Contoh gampangnya, sensor-sensor yang tersebar pada bagian mesin. Ada sensor tekanan oli, sensor gir, hingga sensor crank position yang letaknya rata-rata di seputaran mesin. Sensor-sensori inilah yang dialiri listrik dari ECU sepanjang mesin menyala.
Pada umumnya pabrik sudah mendesain sensor-sensor itu terlindungi dari air. Tapi jika kita kena apesnya, dan sensor itu ternyata bermasalah ketika terendam, sudah pasti terjadi korsleting. Kalau sudah begini, harus didiagnosa ulang, sensor mana yang terjadi masalah dan harus diganti.
Satu lagi, jika memang harus menerjang banjir, ada teknik khusus agar air tak masuk ruang bakar melalui knalpot. Tahan gas di posisi gigi satu supaya rpm tinggi dengan memainkan kopling. Kalau bisa jangan berhenti. Risikonya, kampas kopling kemungkinan besar kena dan habis. biayanya akan cukup murah jika dibandingkan mesin mati di tengah jalan dan terjadi water hammer.
Jika kendaraan mati di tengah banjir, paling bijak adalah tidak menyalakannya kembali, karena dikhawatirkan air sudah masuk ruang bakar. Bawa ke bengkel terdekat, copot busi, dan lubangnya disemprot angin bertekanan tinggi dengan harapan air keluar semua sampai habis.
Sambil diputar crank as pakai tangan, terus semprotkan angin, sampai gerakan piston lancar kembali. Kemudian oli dibuang, dan ganti dengan oli biasa untuk membilas. Putar pakai tangan selama 10-15 menit, lalu ganti oli lagi sekaligus filternya.
Yang juga penting adalah memperhatikan letak air intake. Pada sepeda motor sport injeksi biasanya terletak di tengah, atau di bawah jok. Kalau diperkirakan air tidak sampai posisi air intake, kemungkinan bisa melibas banjir. Tapi kalau sudah mencapai posisi itu, jangan sekali-kali menerjangnya.
Lakukan Ini Jika Motor Kena Banjir
-->
5. Buka semua sistem kelistrikan, seperti kabel, spul, rumah lampu dan lain. Keringkan untuk mencegah hubungan pendek.
6. Kalau sudah terpasang dengan baik dan rapi, barulah mesin dihidupkan kembali!
Selengkapnya
Banjir merepotkan banyak orang, termasuk pengendara sepeda motor. Kebetulan saat ini terjadi banjir di banyak tempat. Nah, bagaimana bila Anda menghadapi situasi tersebut saat mengendarai sepeda motor? Tiba-tiba mesin mati dan apa yang perlu dilakukan? Apabila mesin mati saat menerjang banjir, jangan langsung dihidupkan lagi. Pasalnya, kemungkinan air bisa jadi sudah menyusup ke dalam mesin. Akibatnya sangat beragam, namun yang pasti mesin jadi rusak.
Kalau air dihisap oleh mesin, masuk ke ruang bakar, mesin akan jebol. Pasalnya, terjadi gejala yang disebut "pukulan air". Orang tertentu lebih suka menyebutnya dengan bahasa Inggiris: water hammer. Sifat air sangat berbeda dengan campuran udara dan bensin yang diisap oleh mesin. Air tidak bisa dimampatkan. Saat mendapat tekanan dari piston, air menerjang bagian bagian lainnya dari mesin. Bahkan bisa membuat setang piston bengkok. Kalu sudah begini, dinding silinder juga "dihajar".
Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk ”menyembuhkan” mesin sepeda motor setelah menggelepar menghadapi banjir.
1. Buka karburator (jika masih menggunakan sistem pengabut ini). Keluarkan semua cairan di dalamnya belum cukup dengan melepas mur tempat pembuangan bensin. Untuk sepeda motor injeksi, bagian yang rawan air adalah sambungan kabel dan komputer atau ECU (sudah dilapisi bahan anti resapan air). ”Soket penghubung kabel sudah diberi insulator. Karena itu, genangan air bukan masalah bagi sepeda motor bermesin injeksi.” beber Ajang.
2. Buka mesin, mulai bak oli (crank ase), kopling dan blok silinder. Rendam dengan bensin dan keringkan.
3. Untuk skutik, dipastikan komponen di balik bak CVT tidak kena air. Buang airnya melalui selang pembuangan (berada di bawah bak CVT).
4. Buang oli mesin, ganti dengan yang baru!
--> Kalau air dihisap oleh mesin, masuk ke ruang bakar, mesin akan jebol. Pasalnya, terjadi gejala yang disebut "pukulan air". Orang tertentu lebih suka menyebutnya dengan bahasa Inggiris: water hammer. Sifat air sangat berbeda dengan campuran udara dan bensin yang diisap oleh mesin. Air tidak bisa dimampatkan. Saat mendapat tekanan dari piston, air menerjang bagian bagian lainnya dari mesin. Bahkan bisa membuat setang piston bengkok. Kalu sudah begini, dinding silinder juga "dihajar".
Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk ”menyembuhkan” mesin sepeda motor setelah menggelepar menghadapi banjir.
1. Buka karburator (jika masih menggunakan sistem pengabut ini). Keluarkan semua cairan di dalamnya belum cukup dengan melepas mur tempat pembuangan bensin. Untuk sepeda motor injeksi, bagian yang rawan air adalah sambungan kabel dan komputer atau ECU (sudah dilapisi bahan anti resapan air). ”Soket penghubung kabel sudah diberi insulator. Karena itu, genangan air bukan masalah bagi sepeda motor bermesin injeksi.” beber Ajang.
2. Buka mesin, mulai bak oli (crank ase), kopling dan blok silinder. Rendam dengan bensin dan keringkan.
3. Untuk skutik, dipastikan komponen di balik bak CVT tidak kena air. Buang airnya melalui selang pembuangan (berada di bawah bak CVT).
4. Buang oli mesin, ganti dengan yang baru!
5. Buka semua sistem kelistrikan, seperti kabel, spul, rumah lampu dan lain. Keringkan untuk mencegah hubungan pendek.
6. Kalau sudah terpasang dengan baik dan rapi, barulah mesin dihidupkan kembali!
Subscribe to:
Posts (Atom)