Showing posts with label injeksi. Show all posts
Showing posts with label injeksi. Show all posts
Wednesday, April 9, 2014
Di Negara Ini Motor Injeksi Dijauhi Konsumen
Teknologi injeksi pada motor di Indonesia kini semakin populer, tetapi di di India, teknologi tersebut ternyata ditinggalkan oleh masyarakat di sana.
Salah satu korban terbaru contohnya adalah Honda. Produsen motor asal Jepang tersebut terpaksa menghentikan salah satu varian CBF Stunner 125 PGM-FI karena rendahnya permintaan konsumen atas motor injeksi PGM-FI tersebut di India.
Padahal awal peluncuran motor tersebut pada 2009, Honda meyakini penjualan motor Honda bisa naik lantaran teknologi mutakhir itu.
Namun fakta di lapangan berbeda. Konsumen malah tidak tertarik membeli motor tersebut karena menilai tidak banyak perbedaan antara versi karburator dan injeksi dalam hal konsumsi BBM.
Masyarakat India merasa rugi karena harus membayar lebih mahal akibat tambahan teknologi FI khas Honda tersebut. Padahal dari aspek tenaga dan performa tidak ada perbedaan.
Bukan hanya Honda yang menghilangkan varian injeksi dari motornya, Bajaj juga menghapus injeksi dari varian Pulsar 220 DTS-Fi, sementara TVS menghilangkan injeksi di Apache RTR 160 FI.
Salah satu korban terbaru contohnya adalah Honda. Produsen motor asal Jepang tersebut terpaksa menghentikan salah satu varian CBF Stunner 125 PGM-FI karena rendahnya permintaan konsumen atas motor injeksi PGM-FI tersebut di India.
Padahal awal peluncuran motor tersebut pada 2009, Honda meyakini penjualan motor Honda bisa naik lantaran teknologi mutakhir itu.
Namun fakta di lapangan berbeda. Konsumen malah tidak tertarik membeli motor tersebut karena menilai tidak banyak perbedaan antara versi karburator dan injeksi dalam hal konsumsi BBM.
Masyarakat India merasa rugi karena harus membayar lebih mahal akibat tambahan teknologi FI khas Honda tersebut. Padahal dari aspek tenaga dan performa tidak ada perbedaan.
Bukan hanya Honda yang menghilangkan varian injeksi dari motornya, Bajaj juga menghapus injeksi dari varian Pulsar 220 DTS-Fi, sementara TVS menghilangkan injeksi di Apache RTR 160 FI.
Wednesday, February 26, 2014
Fungsi Cara Kerja Injeksi
Fungsi dan cara kerja komponen injeksi Bahan bakar bensin elektronik atau sistem EFI terdiri dari dua sistem utama yaitu sistem bahan bakar, sistem induksi udara.
a. Sistem Bahan Bakar
Sistem Bahan Bakar berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki ke ruang bakar.
Komponen sistem bahan bakar terdiri atas:
1. Pompa Bahan Bakar
Pompa bahan bakar berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki ke injektor. Pompa bahan bakar yang digukanan adalah pompa bahan bakar listrik.
2. Fuel Pulsation Damper
Fuel pulsastion damper berfungsi sebagai penyerap perubahan tekanan pada saluran tekanan karena adanya injeksi. Tekanan bahan bakar dalam intake manifold dipertahankan oleh pressure regulator.
3. Pressure Regulator
Pressure regulator berfungsi mengatur tekanan bahan bakar ke injektor-injektor. Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan diatur oleh sinyal yang diberikan ke injektor sehingga tekanan harus tetap pada tiap tiap injektor. Untuk mendapatkan jumlah penyemprotan yang tepat, tekanan bahan bakar harus dipertahankan lebih kurang 2,55 kg/cm2.
4. Injektor
Injektor adalah sebua nozzle elektromagnetik yang kerjanya dikontrol oleh komputer. Injektor dilengkapi dengan heat insulator pada saluran masuk atau pada kepala slinder yang dekat dengan lubang pemasukan.
5. Cold Start Injektor
Cold start injektor digunakan untuk mensuplai bahan-bahan pada saat suhu motor masih rendah. Injektor ini dipasang di bagian tengah ruangan udara masuk. Injektor bekerja hanya pada saat start bila temperatur air pendingin di bahwa 220 celsius.
Monday, February 10, 2014
POMPA INJEKSI INLINE sebaris
Pompa injeksi bahan bakar berfungsi untuk menekan bahan bakar dengan tekanan yang cukup melalui kerja elemen pompa. Seperti telah diuraikan di atas bahwa pompa injeksi bahan bakar berupa pompa injeksi sebaris (gambar 19) dan pompa injeksi distributor (gambar 20).
Gambar . Pompa injeksi sebaris tipe Bosch (PE)
(1) Pompa injeksi sebaris
Pompa injeksi sebaris banyak digunakan untuk mesin diesel yang bertenaga besar, karena pompa injeksi ini mempunyai kelebihan bahwa tiap elemen pompa melayani satu silinder mesin.
Gambar 21 menunjukkan elemen pompa yang terdiri dari plunyer (plunger) dan silinder (barrel) yang keduanya sangat presisi, sehingga celah antara plunyer dan silindernya sekitar 1/1000 mm. Ketelitian ini cukup baik untuk menahan tekanan tinggi saat injeksi, walaupun pada putaran rendah. Sebuah alur diagonal yang disebut alur pengontrol (control groove), adalah bagian dari plunyer yang dipotong pada bagian atas. Alur ini berhubungan dengan bagian atas plunyer oleh sebuah lubang. Bahan bakar yang dikirimkan oleh pompa pemindah masuk ke pompa injeksi dengan tekanan rendah. Plunyer bergerak turun naik dengan putaran poros nok pompa injeksi. Gerakan bolak-balik ini sesuai dengan cara kerja sebagai berikut (Lihat gambar 22 dan gambar 23)
Gambar 21. Elemen pompa injeksi in line
Gambar 22. Proses kerja elemen pompa injeksi in line
Keterangan:
1= Plunyer 6= Sleeve pengontrol plunyer
2= Silinder (barrel) 7= Pinion pengontrol plunyer
3= Alur pengontrol 8= Plunger driving face
4= Lubang masuk elemen 9= Batang pengatur (control rack)
5= Katup penyalur
Gambar 23. Cara kerja elemen pompa injeksi sebaris
(a) Pada saat plunyer berada pada titik terbawah, bahan bakar mengalir melalui lubang masuk (feed hole) pada silinder ke ruang penyalur (delivery chamber) di atas plunyer.
(b) Pada saat poros nok pada pompa injeksi berputar dan menyentuh tappet roller maka plunyer bergerak ke atas. Apabila permukaan atas plunyer bertemu dengan bibir atas lubang masuk maka bahan bakar mulai tertekan dan mengalir keluar pompa melalui pipa tekanan tinggi ke
injector.
(c) Plunyer tetap bergerak ke atas, tetapi pada saat bibir atas control groove bertemu dengan bibir bawah lubang masuk, maka penyaluran bahan bakar terhenti.
(d) Gerakan pluyer ke atas selanjutnya menyebabkan bahan bakar yang tertinggal dalam ruang penyaluran masuk melalui lubang pada permukaan atas plunyer dan mengalir ke lubang masuk menuju ruang isap, sehingga tidak ada lagi bahan bakar yang disalurkan.




Ukuran elemen pompa dapat dilihat pada gambar 24.
Tinggi pengangkatan nok adalah 8 mm, sehingga gerakan plunyer naik turun juga sebesar 8 mm. Pada saat plunyer pada posisi terbawah, plunyer menutup lubang masuk kirakira 1,1 mm dari besar diameter lubang masuk sebesar 3 mm. Dengan demikian plunyer baru akan menekan setelah bergerak ke atas kira-kira 1,9 mm. Langkah ini disebut “prestroke” dan pengaturannya dapat dilakukan dengan menyetel baut pada tappet roller. Prestroke ini berkaitan dengan saat injeksi (injection timing) bahan bakar keluar pompa.
Gambar 24. Ukuran pada elemen pompa
Jumlah pengiriman bahan bakar dari pompa diatur oleh governor sesuai dengan kebutuhan mesin. Governor mengatur gerakan control rack yang berkaitan dengan control pinion yang diikatkan pada control sleeve. Control sleeve ini berputar bebas terhadap silinder. Bagian bawah plunyer (flens) berkaitan dengan bagian bawah control sleeve. Jumlah bahan bakar yang dikirim tergantung pada posisi plunyer dan perubahan besarnya langkah efektif (Gambar 25). Langkah efektif adalah langkah plunyer dimulai dari tertutupnya lubang masuk oleh plunyer sampai control groove bertemu dengan lubang masuk. Langkah efektif akan berubah sesuai dengan posisi plunyer dan jumlah bahan bakar yang diinjeksikan sesuai dengan besarnya langkah efektif.
Gambar 25. Pengontrolan jumlah bahan bakar yang diinjeksikan
Penekanan bahan bakar dari elemen pompa ke injector diatur oleh katup penyalur (delivery valve). Katup penyalur ini berfungsi ganda, yaitu selain mencegah bahan bakar dalam pipa tekanan tinggi mengalir kembali ke plunyer juga berfungsi mengisap bahan bakar dari ruang injector setelah penyemprotan (Gambar 26).
Gambar 26. Katup penyalur
Dengan demikian katup penyalur pada pompa injeksi ini menjamin injektor akan menutup dengan cepat pada saat akhir injeksi, karena untuk mencegah bahan bakar menetes yang dapat menyebabkan pembakaran awal (pre-ignition) selama siklus pembakaran berikutnya. Cara kerja katup penyalur dapat dilihat pada gambar 27.
(a) Pada saat awal penginjeksian, maka katup penyalur pada posisi terangkat dari dudukan, dengan adanya tekanan bahan bakar yang dipompa keluar dari pompa plunyer. Hal ini memungkinkan bahan bakar dengan tekanan dialirkan ke nosel injeksi.
(b) Bila tekanan penyaluran menurun dan pegas katup penyalur menekan katup penyalur ke bawah, maka relief valve akan menutup hubungan antara ruang penyalur dengan pipa injeksi dan selanjutnya katup akan masuk ke dalam sampai dudukan bersentuhan dengan body mencegah menurunnya katup.
Gambar 27. Cara kerja katup penyalur
Read more at http://machrusafif.blogspot.com/2013/03/pompa-injeksi-bahan-bakar-diesel.html#f6PQ1v0ZkpYIpzPm.99
Tuesday, February 4, 2014
Biar Tetap Aksi Rawatlah Injeksi
Servis rutin mesin injeksi dapat difokuskan di seputar sistem pasokan bahan bakar dan udara. Salah satu pertimbangannya menilik kualitas bahan baker di tanah air yang tak menentu. Langkah ini sebaiknya dilakukan rutin setiap 5.000 km.
Komponen utama terdiri dari filter bensin, filter udara, pompa bahan baker, throttle body (skep injeksi) dan nosel/injector. Lima bagian tadi yang menentukan kelangsungan hidup sebuah sistem injeksi.
1. FILTER BENSIN
Perawatan dimulai dari filter bensin. “Kita tak pernah tahu tangki dalam kondisi kotor atau bersih, apalagi untuk mobil tahun lawas,” ungkap Taqwa S. Swasono, mekanik bengkel Garden Speed.
Maka itu bersihkan filter bensin dengan bantuan angina bertekanan tinggi. Umumnya komponen ini terletak di ruang masin dan terbuat dari logam. Jika sudah terlalu kotor, sebaiknya diganti batu.
Jika dibiarkan berlanjut, kerusakan bisa merembet pada pompa bensin. Indikatornya, suara berisik dengan nada tak stabil. “Pompa injeksi sangat mahal, jadi harus telaten merawat,” urai Taqwa yang mendalami mesin injeksi.
2. NOSEL INJEKTOR
Nosel penyemprot bensin juga wajib dibersihkan. Maksudnya agar arah dan bentuk semprotannya ideal. Kualitas bensin yang rendah menyebabkan lubang nosel yang ukurannya sangat kecil tersumbat kerak/kotoran. Semprotan bensin jadi kacau dan debitnya berkurang. Akibatnya, putaran mesin pincang dan tarikan mberebet.
Tak perlu bongkar nosel, cukup campurkan larutan kimia pembersih ke tangki bensin. Bensin dan larutan kimia ini akan bersenyawa dan mengalir ke nosel untuk mengikis kotoran. Di pasaran sudah banyak produk yang berguna untuk itu. Lakukan secara rutin agar tak perlu ganti nosel baru.
3. THROTTLE BODY
Skep injeksi atau throttle body (TB) juga rentan kotor. Gejalanya, tarikan kurang responsive. Bahkan jika kotoran sudah menumpuk di TPS (Throttle Position Sensor) bisa menyebabkan putaran meisn pincang saat stasioner.
Sumber kotoran berasal dari udara yang terhisap ke ruang baker. Oleh karena itu, kebersihan TB bergantung pada perawatan filter udara. Bersihkan TB memakai cairan semprot yang banyak dijual di toko onderdil/perkakas. Pilih yang direkomendasi untuk mesin injeksi.
Caranya dengan menyemprotkan lewat mulut skep TB sembari mesin dinyalakan stasioner. Jaga putaran mesin agar tidak mati, sehingga cairan pembersih bisa masuk ke seluruh celah skep. Proses ini sekaligus berfungsi membersihkan ruang baker.
Semprotkan satu kaleng cairna pembersih kemudian matikan mesin sekitar 10-15 menit. Lanjutkan dengan menyalakan mesin kembali dan mainkan putaran mesin hingga rpm tinggi 6.000-6.500 rpm). Sisa kotoran atau kerak di TB dan ruang baker akan terbuang bersama asap knalpot.
Semprotkan satu kaleng cairna pembersih kemudian matikan mesin sekitar 10-15 menit. Lanjutkan dengan menyalakan mesin kembali dan mainkan putaran mesin hingga rpm tinggi 6.000-6.500 rpm). Sisa kotoran atau kerak di TB dan ruang baker akan terbuang bersama asap knalpot.
Jika mesin dilengkapi sensor yang mengontrol aliran udara, jangan lepas saluran intake. Semprotkan cairan pembersih lewat lubang hawa (breather) di saluran intake. Selanjutnya ikuti prosedur serupa di mesin yang tak punya sensor aliran udara.
Usai itu, periksa filter udara agar langkah pembersihan TB dan ruang baker tak mubazir. Bersihkan dengan angin bertekanan tinggi dari arah belakang atau ganti jika sudah terlalu kotor. “Usahakan memakai pasrts asli agar flow (aliran, red.) udara bagus.
4. SETEL CO
Tak kalah penting, lakukan proses penyetelan CO (karbon monoksida) sebagai penutup rangkaian perawatan ringan ini. Manfaatkan alat engine analyzer sebagai alat pengukur.
Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui proses pembakaran di mesin, apakah sudah efisien atau tidak. Nilai CO ideal harus dibawah 1 persen. Jika tiak, lakukan penyetelan ulang di sistem pasokan bensin, udara dan pengapian.
Monday, January 20, 2014
Kenali Resiko Motor Sport Injeksi Jika Terjang Banjir
Sepeda motor sport memang lebih tinggi ketimbang bebek, apalagi dengan skutik. Meski demikian, bukan berarti jenis ini bisa lebih gampang melewati banjir. Terlebih yang sudah dilengkapi dengan pengabutan bahan bakar injeksi, haruslah ekstra hati-hati agar sensor-sensor komputer tak bermasalah saat melibas banjir.
Sepeda motor sport, apalagi yang sudah berteknologi injeksi dibikin bukan buat pandai berenang, tetapi untuk dinikmati performanya yang kencang. Kalau menemukan banjir, tips paling aman ya jangan diterjang.
Resiko sepeda motor berteknologi tinggi jika melibas banjir sangat rentan. Contoh gampangnya, sensor-sensor yang tersebar pada bagian mesin. Ada sensor tekanan oli, sensor gir, hingga sensor crank position yang letaknya rata-rata di seputaran mesin. Sensor-sensori inilah yang dialiri listrik dari ECU sepanjang mesin menyala.
Pada umumnya pabrik sudah mendesain sensor-sensor itu terlindungi dari air. Tapi jika kita kena apesnya, dan sensor itu ternyata bermasalah ketika terendam, sudah pasti terjadi korsleting. Kalau sudah begini, harus didiagnosa ulang, sensor mana yang terjadi masalah dan harus diganti.
Satu lagi, jika memang harus menerjang banjir, ada teknik khusus agar air tak masuk ruang bakar melalui knalpot. Tahan gas di posisi gigi satu supaya rpm tinggi dengan memainkan kopling. Kalau bisa jangan berhenti. Risikonya, kampas kopling kemungkinan besar kena dan habis. biayanya akan cukup murah jika dibandingkan mesin mati di tengah jalan dan terjadi water hammer.
Jika kendaraan mati di tengah banjir, paling bijak adalah tidak menyalakannya kembali, karena dikhawatirkan air sudah masuk ruang bakar. Bawa ke bengkel terdekat, copot busi, dan lubangnya disemprot angin bertekanan tinggi dengan harapan air keluar semua sampai habis.
Sambil diputar crank as pakai tangan, terus semprotkan angin, sampai gerakan piston lancar kembali. Kemudian oli dibuang, dan ganti dengan oli biasa untuk membilas. Putar pakai tangan selama 10-15 menit, lalu ganti oli lagi sekaligus filternya.
Yang juga penting adalah memperhatikan letak air intake. Pada sepeda motor sport injeksi biasanya terletak di tengah, atau di bawah jok. Kalau diperkirakan air tidak sampai posisi air intake, kemungkinan bisa melibas banjir. Tapi kalau sudah mencapai posisi itu, jangan sekali-kali menerjangnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)