Showing posts with label amplifier. Show all posts
Showing posts with label amplifier. Show all posts

Monday, May 19, 2014

Instalasi amplifier di mobil

Instalasi power amplifier

Untuk mendapatkan kepuasan maksimal dalam audio mobil, anda pasti memerlukan amplifier, juga bila anda berencana untuk memasang subwoofer anda wajib memasang amplifier. Memasang amplifier tidak sesulit yang anda bayangkan, bisa menghemat uang lebih daripada harus memasangnya ditoko lebih baik pasang sendiri aja, berikut cara memasang amplifier :

1. Langkah pertama
Tentukan dimana anda akan memasang amplifier. Bila anda berencana memasang subwoofer, pasang amplifier sedekat mungkin dengan subwoofer, jika hanya speaker saja, amplifier bisa diletakan dibawah kursi depan penumpang
2. Langkah kedua
Siapkan kabel berikut untuk pemasangan amplifier
* Kabel power (+) warna merah, ukuran sesuai dengan spesifikasi yang tertera pada buku manual amplifier, biasanya tercantum dalam satuan AWG (semakin kecil nilai AWG maka semakin besar diameter kabel tersebut, contoh ukuran 8 AWG lebih kecil dibandingkan dengan ukuran kabel 4 AWG). Untuk power berkapasitas 500watt RMS biasanya direkomendasikan menggunakan kabel power berukuran 4 AWG. Untuk panjangnya ukur jarak dari aki ke amplifier, usahakan panjang kabel se-efisien mungkin, agar mudah dalam penataan kabel dan rapih.
* sekring audioJangan lupa untuk memasang “fuse” (sekring) pada kabel power (+) berwarna merah, jarak ideal untuk pemasangan sekring biasanya sekitar 45cm diukur dari posisi aki (+), pasang sekring dengan ukuran 60Ampere, jenis sekring untuk audio banyak dijual dipasaran.
* Kabel ground (-) warna putih sama besarnya dengan ukuran kabel power (4 AWG) dengan panjang jangan lebih dari 90cm
* kabel audio rca jackKabel RCA, sesuai dengan channel pada amplifier klo 2 channel ya beli 2, klo 4channel ya beli 4, dan seterusnya…
*

Kabel Remote yang menghubungkan signal head unit dengan power amplifier, tidak perlu ukuran besar, cukup kabel kecil aja, sekitar 18 – 8 AWG
* Kabel speaker, kabel subwoofer bila anda berencana memasangnya
* Terminal kabel model garpu
3. Langkah ketiga
Siapkan perkakas berikut untuk memulai pekerjaan
* Obeng plus (+), obeng min (-)
* Tang potong, cutter
* Isolasi dan solder berikut timah
4. Langkah ke empat
Keluarkan head unit anda dari dashboard, periksa urutan kabelnya
Lepaskan speaker dari dudukannya agar memudahkan anda dalam merapihkan kabel

Tips & Warnings

1. Head unit adalah kaset player atau cd playet yang ada pada dashboard kendaraan anda.
2. Head unit model lama belum memiliki RCA jack, jadi anda memerlukan amplifier yang memiliki input speaker bukan input RCA
3. Baca petunjuk pemasangan amplifier, biasanya ada informasi yang dapat membantu anda memudahkan dalam pemasangan, seperti ukuran kabel, ukuran sekring, dll
4. Speaker bawaan pabrik biasanya kurang mampu menerima power dari amplifier, sebaiknya cari speaker yang memilki upgrade sesuai dengan kapasitas amplifier yang akan anda pasang.

Instalasi

1. Langkah pertama
Lepaskan kabel min (-) aki
Lakukan ini selalu bila anda mengerjakan system kelistrikan pada kendaraan anda untuk menghindari konslet
2. Pasang kabel merah (+) dari aki, pasang sekring (45cm setelah aki), lanjutkan dengan menghubungkan kabel yang keluar dari sekring ke amplifier (+) 12Volt DC. Untuk menghindari terjadinya distorsi usahakan kabel positif (+) tidak dekat dengan kabel RCA, ataupun dengan kabel speaker.
3. Pasang kabel ground pada baut yang menempel dibodi, pastikan baut tersebut baik kondisinya, tidak karatan, amplas permukaan bodi sampai terlihat plat besi, pasang kabel ground dan baut.
4. Lepas head unit dan pasang kabel remote yang terdapat pada head unit ke amplifier, kemudian pasang RCA jack yang juga terletak dibagian belakang head unit, pastikan tepat posisinya (speaker kiri dan speaker kanan).
5. Lanjutkan dengan memasang kabel speaker (gunakan isolasi kertas dan beri tanda untuk (+) dan (-), kemudian pasang kabel speaker pada terminal (+) amplifier dan (-) amplifier gunakan sekun dan solder agar kuat dan rapih.
6. Bila anda memasang subwoofer, pasang kabel subwoofer (+) dan (-) kemudian sesuaikan juga di amplifier.
7. Pastikan amplifier sudah duduk dengan baik, perlu diperhatikan juga sirkulasi udara disekitar amplifier, karena amplifier mudah panas, dan perlu ruangan yang cukup, dimaksudkan agar umur pakai amplifier tahan lama.
8. Pasang kembali kabel min (-) aki, set volume pada head unit low,kemudian naikan tahap demi tahap, tes suara yang dihasilkan pada masing-masing speaker, sebelum anda merapikan pekerjaan anda.
9. Bila suara yang dihasilkan pada masing-masing speaker terdengar baik,rapihkan pekerjaan anda dan setel amplifier sesuai dengan karakter suara yang anda inginkan.
Selengkapnya

Friday, May 9, 2014

Pilih Amplifier Mobil Sesuai Karakter Masing masing

Secara tipikal penguatannya, ada dua tipe mendasar power; tabung dan mosfet. Apa perbedaanya dan apa saja keunggulannya? Simak berikut ini dan hindari salah beli power! Ketika kita dihadapkan pada pilihan, tentunya dibutuhkan sekedar hitung-hitung kancing baju untuk memilih power yang kita inginkan. Banyak sekali produk yang beredar di pasaran. Nah, kali ini mencoba membagi power berdasarkan tipe penguatannya yaitu, tube dan mosfet. Tetapi dalam perkembangannya, kini juga sudah tersedia gabungan antara keduannya, yaitu hybrid power, yaitu penguatan ala mosfet dengan output ala tube.

Hingga saat ini, masih belum ada kata sepakat mana yang lebih baik antara teknologi tabung dengan teknologi solid state / mosfet. Ini adalah isu yang menarik, lantaran masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun pada prinsipnya ada benang merah yang bisa membedakan secara mendasar perbedaan solid state dengan tabung, yaitu Harmonic Pattern dan Damping Factor.

Harmonic Pattern
Memang sedikit teknis, namun pemahaman harmonik ternyata tidak sesulit yang kita kira. Harmonik adalah kumpulan frekuensi tertentu yang terjadi pada setiap perangkat elektronik. Analoginya adalah sbb; Bila kita memasukkan test tone 1khz ke power amplifier, lihat responnya di RTA, pasti LED naik tidak hanya 1khz. Frekuensi lain seperti 2khz, 3khz, 500hz, 250hz, semua ikut naik.

Mengapa? Ya, inilah yang dinamakan harmonic pattern, yakni sifat alamiah transistor/tabung. Setiap ada transistor/tabung, secara otomatis disana juga ada harmonic dan ini tidak bisa hilang 100%. Untuk nada dasar 1khz, frekuensi ikutan 2khz disebut Second harmonic, dan frekuensi 3khz disebut Third harmonic dan seterusnya.

Kumpulan harmonic ini biasa diukur dengan THD/total harmonic distortion, yaitu jumlah dari bunyi 2khz+3khz+dst tadi dan semuanya dijumlah. Selanjutnya apabila nada dasarnya 100%, maka jumlah frekuensi bunyi itu dikenal dengan THD. Jika satu amplifier THD-nya 0.05%, maka artinya ada 0.05% energi suara yang seharusnya tidak ada Lantas hubungannya dengan reproduksi suara amplifier? Pertama-tama kita harus mengenali telinga kita yang sempurna dan unik ini. Telinga kita sangat berbeda dengan mikrofon ukur.

Jadi yang terbaca perfect pada alat ukur sebenarnya belum tentu menghasilkan suara yang enak didengar. Ini lantaran telinga kita tidak linear. Daun telinga kita mempunyai preferensi terhadap pola harmonic yang disukai dan tidak disukai. Contoh paling gampang anda lihat Fletcher-Munson curve, disana bisa dilihat bahwa kepekaan telinga kita sekitar 1-5khz. Dan pola kepekaan ini juga berubah seiring level suara. Makin keras suara, makin rata kurva-nya dan untuk level suara yang lemah, kurva semakin tidak beraturan. Sebagai informasi, Fletcher-Munson curve adalah sebuah kurva dimana menujukan bahwa sifat telinga kita tidak linear/flat.

Ini juga menjelaskan mengapa telinga kita paling sensitive terhadap midrange atau midhigh, orang biasanya berani berkomentar di daerah ini. Dan wajar saja, karena memang di daerah ini telinga kita paling sensitive. Selanjutnya telinga kita lebih sensitive terhadap harmonic ber-orde tinggi dibandingkan dengan orde kecil. Contohnya ialah bila kita pencet nada Do-Re berbarengan, bandingkan dengan Do-La, mana yang lebih bisa diterima? Pasti, lebih menerima Do-Re dibandingkan Do-La. Ini lantaran telinga kita lebih sensitive terhadap harmonic yang berbeda terlalu jauh (orde tinggi), dan lebih menerima terhadap harmonic berbeda sedikit (orde rendah).

Power tabung dengan THD besar, katakan 2%, bisanya akan lebih diterima di telinga kita atau menganggap suaranya lebih enak dari amplifier solid state yang THD yang jauh lebih kecil (misalnya 0.005%). Ini karena THD tabung biasanya mempunyai dominasi pada orde rendah (2nd harmonic), dan ampli solid state biasanya dominan orde tinggi (>5th harmonic). Pertanyaan berikutnya, apakah telinga kita bisa mendengarkan THD yang hanya 0.005%?

Jawabannya tentu saja bisa, karena telinga kita sangat sensitive terhadap harmonic yang lebih tinggi, walaupun energinya sangat kecil, tetapi telinga kita bisa mendengarkannya sebagai suara yang tidak enak karena dipenuhi harmonic orde tinggi tersebut. Harmonic orde rendah biasa didengarkan sebagai warm/hangat, sedangkan harmonic orde tinggi didengarkan sebagai fatiguing sound/capek mendengarkannya.

Damping Factor

Damping factor adalah faktor-faktor yang membedakan ampli tabung dan solid state. Bisa dibilang, damping factor adalah kemampuan amplifier "mengendalikan speaker". Ampli ber-damping factor rendah (pada ampli tabung biasanya) mempunyai kontrol yang lemah terhadap speaker namun sekaligus lebih baik lataran mampu mengkoreksi efek harmonik tinggi. Sedangkan ampli ber-damping factor tinggi mempunyai handling yang baik terhadap speaker sekaligus mengkoreksi kesalahan spekaer.

Namun secara otomatis juga efek harmonik orde tinggi tidak bisa dihilangkan. Perbedaan ini lantaran sifat bawaan tabung dan transisitor. Kedua perbedaan mendasar inilah yang menyebabkan karakter dari tabung dan transisitor sangat berbeda. Semunya menawarkan berbagai kelebihan sekaligus paket kekurangannya.

Hybrid System

Seiring dengan perkembangan teknologi, penggabungan teknologi lawas macam tabung dan teknologi semikonduktor seperti transistor dianggap salah satu pemecahan jitu walaupun ada beberapa pihak yang tidak percaya akan hal itu. Hybrid mencoba menggabungkan penguatan dari sistem transisitor (solid state) yang dimasukan warna tabung melalui pre amplifier.

Cara ini dianggap mampu menghadirkan nuansa suara yang warm sekaligus mempunyai reproduksi suara yang gesit. Jurus ini juga dipakai para pehobi home audio diaman mereka rata-rata menggunakan sistem cepat "solid state" sebagai alat penguatan suara dan di finishing ala tube agar mempunyai suara yang warm dan dinilai lebih bersahabat dengan telinga manusia secara umum.

Pilihan
Lantas kesimpulannya? HIN menyarankan agar tidak terjebak dengan omongan installer yang menawarkan barang. Pada prinsipnya, kedua power ini baik dan tergantung finishing pada setingan akhir. Tabung memang cocok buat orang yang menyukai karakter suara vokal yang hangat dan padat sekaligus mempunyai detail yang baik. Tapi Solid state menawarkan sesuatu yang berbeda seperti speed dan attack yang baik.
Dan ini tidak bisa dilawan oleh tabung yang notabene mempunyai proses signal lebih lambat. Nah, dari fenomena ini sistem Hybrid ternyata menjadi oportunis lantaran mampu menggabungkan keduanya. So...is all yours...!!!
Selengkapnya